Jumat, 21 Pebruari 2020 - 10:54 WIB

Apakah Gugatan Prabowo – Sandiaga Dibuat Oleh Orang yang Tidak Memahami Hukum?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 21 Juni 2019 | 11:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Sebelum sidang gugatan Pemilu dimulai, isi dari petitum Prabowo – Sandiaga Uno sudah dipertanyakan dan diragukan oleh beberapa pihak, apakah isi dari petitum tersebut dapat meluluhkan hati para Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) atau tidak. Dimana salah satu isi dari gugatan tersebut adalah memenangkan pasangan 02 dan mendiskualifikasi pasangan 01 Jokowi – Ma’ruf Amin.

Padahal tim Hukum Prabowo – Sandiaga tidak menunjukkan bukti yang cukup kuat dan ketidakkonsistensinya terkait klaim kemenangannya.

Saat ini, Ahli hukum Bivitri Susanti tengah meragukan petitum yang diajukan oleh kubu Prabowo – Sandiaga, ia meragukan lantaran tidak meyakini apakah petitum tersebut benar – benar disusun oleh tim hukum atau oleh pasangan Prabowo – Sandiaga sebagai pemohon principal.

“Muncul pertanyaan di benak saya, apakah gagasan – gagasan terobosan ini dari tim kuasa hukum atau permintaan permohonan principal? Karena seakan – akan bukan dibikin oleh orang hukum,” tutur Bivitri.

Pihaknya meragukan 2 point, yang pertama adalah keraguan akan permintaan pasangan 02 kepada MK untuk mendiskualifikasi Jokowi dan Ma’ruf Amin. Kedua, Meminta Hakim Konstitusi untuk memberhentikan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Secara tegas Bivitri menyatakan bahwa permintaan diskualifikasi tidaklah lazim masuk dalam permohonan hasil pemilihan umum (PHPU)

Tidak berbeda dengan Bivitri, Narasi yang sama juga disampaikan oleh Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas. Bagi Feri, dua poin yang disebutkan diatas tidaklah logis jika tertuang dalam permohonan hasil pemilihan umum (PHPU).

Petitum terkait dengan pemberhentian seluruh komisioner KPU dan menggantinya dengan yang baru adalah sesuatu yang tidak logis. “Pertanyaan saya, kalau PSU dilaksanakan besok pagi, tapi (komisioner) KPU dinonaktifkan, lantas siapa yang akan melaksanakan Pemilu? Ini benar – benar tidak diterima dengan logika, hukum itu kan harus menggunakan logika,” tutur Feri.

Terkait permintaan Pemungutan Suara Ulang (PSU), Feri mengatakan bahwa permohohan tersebut tidak logis karena tidak memiliki alasan yang jelas. Tidak terdapat paparan bukti sejauh mana kecurangan secara masif sehingga PSU harus diadakan.

“Kalau dilihat dari indikator Bawaslu, kecurangan dikatakan masif bila terjadi di setengah wilayah atau di 50 persen daerah pemilihan, masalahnya itu tidak terlihat dalam permohonan kemarin,” ujarnya.

Menurut pandangan Feri, gugatan dari kubu 02 Prabowo – Sandiaga ini bermasalah karena inkonsisten. Dalam satu bagian dinyatakan adanya penggelembungan suara hingga 22 juta, sementara di bagian lain menyebutkan 16 juta.

Ia juga mengatakan, bahwa akan berbahaya jika MK langsung mengabulkan petitum itu keesokan harinya.

Sementara di sisi lain, tim Hukum Prabowo – Sandiaga juga meminta adanya pemungutan suara ulang.

“Pemungutan suara ulangnya lazim sekali diletakkan dalam petitum. Tetapi yang tidak lazim, dia minta ganti dulu anggota KPU,” tutur Bivitri.

Ketua KPU Arief Budiman juga turut angkat bicara dan menyebut petitum tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran etika penyelenggara pemilu.

Pihaknya menuturkan bahwa semestinya gugatan itu tidak dilayangkan saat ini karena MK hanya mengurusi sengketa yang terjadi usai hasil pemilu. Dia mengingatkan setiap perselisihan dalam penyelenggaraan pemilu punya wadah masing – masing untuk penyelesaian.

“kalau ada pelanggaran administrasi pemilu dilaporkan ke Bawaslu. Kalau ada pidananya ditangani Gakkumdu. Kalau ada pelanggaran etik, kinerja komisioner, silakan dibawa ke DKPP. Kalau ada sengketa hasil dibawa ke MK. Ini salah alamat atau tidak, ya silakan Mahkamah yang menilai,” tutur Arief.

Selain itu dalam permohonan persidangan, BPN juga banyak mengutip pendapat para ahli yang tak lebih dahulu dikonfirmasi. Akibatnya, membuat permohonan yang diajukan tidaklah relevan.

Jika menilik pada upaya petitum yang diajukan, tampak terlihat bahwa Tim Kuasa Hukum Prabowo – Sandiaga membangun asumsi bahwa Kubu 01 dan KPU telah curang dalam pilpres 2019. Namun petitum yang diajukan tersebut tidak masuk akal dan tidak harus diajukan ke MK.

Padahal semestinya mereka memperkuat bukti dan saksi dalam persidangan tersebut, namun permasalahannya bukti yang mereka miliki bisa jadi tidak valid atau sahih, bagaimana bisa MK mau mengabulkan permohonan kubu 02 jika bukti yang diberikan sangatlah lemah, atau jangan – jangan yang menyusun petitum tersebut merupakan orang yang tidak mengerti hukum?

Oleh : Slamet Santoso
Penulis adalah pengamat sosial politik





Fokus : Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK


#Sidang MK #Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK #Masa Kelam Kuasa Hukum 02 #Kuasa Hukum 02 #Kuasa Hukum 02 Bikin Hoaks #Saksi di Sidang Sengketa PIlpres 2019 #Tim Hukum Prabowo-Sandi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






6 menit yang lalu

Ngechas HP Dengarkan Musik, Pemuda di Bantul Tersambar Petir

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Farhan Alhalwani (18) warga Pendukuhan Singosaren, Desa Wukirsari,..
15 menit yang lalu

Viral Broadcast Percobaan Penculikan Anak di Blitar, Polisi: Itu Hoaks!

BeritaCenter.COM – Kabar adanya percobaan penculikan anak di Blitar viral di media sosial. Polisi telah..
50 menit yang lalu

Gempa 4,9 Magnitudo Guncang Tasikmalaya

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan 4,9 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Gempa itu..
1 jam yang lalu

Rasakan Manfaat Minum Air Madu Hangat di Pagi Hari untuk Awali Aktivitasmu

Beritacenter.COM - Madu merupakan makanan yang memilki segudang banyak manfaat kesehatan tubuh kita. Madu alami..
1 jam yang lalu

Trus Bertambah, 2.247 Orang Tewas Akibat Virus Corona

Beritacenter.COM - Sebanyak 2.247 orang tewas akibat virus corona yang terjadi di Wuhan China. Saat ini sudah ada..
2 jam yang lalu

Polisi Ringkus 5 Pencuri Motor di Bekasi dan Jakarta Timur

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya menangkap 5 orang pelaku pencurian sepeda motor di kawasan Bekasi dan..
3 jam yang lalu

Ini Rekayasa Lalu Lintas Saat Aksi 212 di Istana Negara

Beritacenter.COM - Satlantas Polda Metro Jaya menggelar rekayasa lalu lintas (lalin) menjelang aksi 212 'Berantas..
3 jam yang lalu

Hujan Deras Masih Mengguyur Jakarta Hari ini

Beritacenter.COM - Wilayah Ibu Kota Jakarta masih akan diguyur hujan pada Jumat (21/2/2020). Oleh karena itu warga..
3 jam yang lalu

Lebih Baik Mana Sabun Batang atau Sabun Cair? Ini Penjelasannya...

Beritacenter.COM - Sabun mandi memang dibutuhkan untuk membunuh kuman-kuman di kulit. Namun, tidak semua sabun mandi..
4 jam yang lalu

Begini Kata Pemain Timnas Saat Dilatih Shin Tae-yong

Beritacenter.COM - Pemain timnas asal Madura United(MU) Asep Berlian mengaku ia baru mengenal ilmu lain saat dilatih..
5 jam yang lalu

Pemerintah China Umumkan Obat Pertama Atasi Virus Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah China mengumumkan obat antivirus corona untuk pasien yang kini telah disetujui. Obat..
6 jam yang lalu

Nadiem Ungkap Dosa-dosa Dunia Pendidikan di Indonesia

Beritacenter.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan(Mendikbu) Nadiem Makarim membeberkan dosa-dosa pendidikan yang..
7 jam yang lalu

Muadzin di London Ditikam Saat Shalat

Beritacenter.COM - Ada seorang ditangkap setelah menusuk seorang muadzin di sebuah masjid di London, Inggris, saat..
8 jam yang lalu

Mengenal 4 Golongan Yang Tidak Akan Tersentuh Api Neraka

Beritacenter.COM - Orang-orang beriman tentunya ingin agar dirinya tidak tersentuh api neraka. Allah SWT menciptakan..
9 jam yang lalu

Mendikbud Nadiem Makariem Bisa Dibidik KPK

Beritacenter.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem membuat kebijakan pembayaran Sumbangan Pembinaan..
10 jam yang lalu

Warga Kampung Melayu Mulai Mengungsi

Beritacenter.COM - Ada ratusan warga terdampak banjir di empat RW, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara,..
11 jam yang lalu

Omnibus Law Dinilai Tidak Memihak, Buruh dan Mahasiswa UI Bakal Turun ke Jalan

Beritacenter.COM - Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja dinilai tidak memihak rakyat atau kaum buruh..
12 jam yang lalu

Pengantin Baru Jadi Pertimbangan Mendapat Kredit Usaha Rakyat

Beritacenter.COM - Pemerintah akan mengkaji pemberian kredit usaha rakyat(KUR) kepada para pengantin baru sebagai..
13 jam yang lalu

Kedapatan Bawa Miras, Polisi Halau Suporter Gresik yang Hendak ke Sidoarjo

Mereka dari Gresik semua. Kami halau dan kami suruh balik. Karena juga mereka tidak mempunyai tiket. Selain itu kami..
13 jam yang lalu

Selagi Belum Disahkan, Jokowi Persilakan Warga Kritik RUU Cipta Kerja

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang untuk masyarakat menyampaikan kritikan dan saran..
14 jam yang lalu

Selain Sabu, Artis Aulia Farhan Juga Positif Gunakan Narkoba Jenis Ini...

Beritacenter.COM - Artis FTV, Aulia Farhan ditangkap polisi di Hotel Amaris, Jakarta Selatan, pada Kamis (20/2/2020)..
14 jam yang lalu

Komnas PA Bakal Silaturahmi ke Ponpes Anak Kiai Jombang yang Diduga Cabuli Santri

Beritacenter.COM - Pihak Komnas Perlindungan Anak (PA) rencanaya akan menjadwalkan silaturahmi ke pondok pesantren..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi