Sabtu, 19 September 2020 - 20:09 WIB

Apakah Gugatan Prabowo – Sandiaga Dibuat Oleh Orang yang Tidak Memahami Hukum?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 21 Juni 2019 | 11:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Sebelum sidang gugatan Pemilu dimulai, isi dari petitum Prabowo – Sandiaga Uno sudah dipertanyakan dan diragukan oleh beberapa pihak, apakah isi dari petitum tersebut dapat meluluhkan hati para Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) atau tidak. Dimana salah satu isi dari gugatan tersebut adalah memenangkan pasangan 02 dan mendiskualifikasi pasangan 01 Jokowi – Ma’ruf Amin.

Padahal tim Hukum Prabowo – Sandiaga tidak menunjukkan bukti yang cukup kuat dan ketidakkonsistensinya terkait klaim kemenangannya.

Saat ini, Ahli hukum Bivitri Susanti tengah meragukan petitum yang diajukan oleh kubu Prabowo – Sandiaga, ia meragukan lantaran tidak meyakini apakah petitum tersebut benar – benar disusun oleh tim hukum atau oleh pasangan Prabowo – Sandiaga sebagai pemohon principal.

“Muncul pertanyaan di benak saya, apakah gagasan – gagasan terobosan ini dari tim kuasa hukum atau permintaan permohonan principal? Karena seakan – akan bukan dibikin oleh orang hukum,” tutur Bivitri.

Pihaknya meragukan 2 point, yang pertama adalah keraguan akan permintaan pasangan 02 kepada MK untuk mendiskualifikasi Jokowi dan Ma’ruf Amin. Kedua, Meminta Hakim Konstitusi untuk memberhentikan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Secara tegas Bivitri menyatakan bahwa permintaan diskualifikasi tidaklah lazim masuk dalam permohonan hasil pemilihan umum (PHPU)

Tidak berbeda dengan Bivitri, Narasi yang sama juga disampaikan oleh Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas. Bagi Feri, dua poin yang disebutkan diatas tidaklah logis jika tertuang dalam permohonan hasil pemilihan umum (PHPU).

Petitum terkait dengan pemberhentian seluruh komisioner KPU dan menggantinya dengan yang baru adalah sesuatu yang tidak logis. “Pertanyaan saya, kalau PSU dilaksanakan besok pagi, tapi (komisioner) KPU dinonaktifkan, lantas siapa yang akan melaksanakan Pemilu? Ini benar – benar tidak diterima dengan logika, hukum itu kan harus menggunakan logika,” tutur Feri.

Terkait permintaan Pemungutan Suara Ulang (PSU), Feri mengatakan bahwa permohohan tersebut tidak logis karena tidak memiliki alasan yang jelas. Tidak terdapat paparan bukti sejauh mana kecurangan secara masif sehingga PSU harus diadakan.

“Kalau dilihat dari indikator Bawaslu, kecurangan dikatakan masif bila terjadi di setengah wilayah atau di 50 persen daerah pemilihan, masalahnya itu tidak terlihat dalam permohonan kemarin,” ujarnya.

Menurut pandangan Feri, gugatan dari kubu 02 Prabowo – Sandiaga ini bermasalah karena inkonsisten. Dalam satu bagian dinyatakan adanya penggelembungan suara hingga 22 juta, sementara di bagian lain menyebutkan 16 juta.

Ia juga mengatakan, bahwa akan berbahaya jika MK langsung mengabulkan petitum itu keesokan harinya.

Sementara di sisi lain, tim Hukum Prabowo – Sandiaga juga meminta adanya pemungutan suara ulang.

“Pemungutan suara ulangnya lazim sekali diletakkan dalam petitum. Tetapi yang tidak lazim, dia minta ganti dulu anggota KPU,” tutur Bivitri.

Ketua KPU Arief Budiman juga turut angkat bicara dan menyebut petitum tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran etika penyelenggara pemilu.

Pihaknya menuturkan bahwa semestinya gugatan itu tidak dilayangkan saat ini karena MK hanya mengurusi sengketa yang terjadi usai hasil pemilu. Dia mengingatkan setiap perselisihan dalam penyelenggaraan pemilu punya wadah masing – masing untuk penyelesaian.

“kalau ada pelanggaran administrasi pemilu dilaporkan ke Bawaslu. Kalau ada pidananya ditangani Gakkumdu. Kalau ada pelanggaran etik, kinerja komisioner, silakan dibawa ke DKPP. Kalau ada sengketa hasil dibawa ke MK. Ini salah alamat atau tidak, ya silakan Mahkamah yang menilai,” tutur Arief.

Selain itu dalam permohonan persidangan, BPN juga banyak mengutip pendapat para ahli yang tak lebih dahulu dikonfirmasi. Akibatnya, membuat permohonan yang diajukan tidaklah relevan.

Jika menilik pada upaya petitum yang diajukan, tampak terlihat bahwa Tim Kuasa Hukum Prabowo – Sandiaga membangun asumsi bahwa Kubu 01 dan KPU telah curang dalam pilpres 2019. Namun petitum yang diajukan tersebut tidak masuk akal dan tidak harus diajukan ke MK.

Padahal semestinya mereka memperkuat bukti dan saksi dalam persidangan tersebut, namun permasalahannya bukti yang mereka miliki bisa jadi tidak valid atau sahih, bagaimana bisa MK mau mengabulkan permohonan kubu 02 jika bukti yang diberikan sangatlah lemah, atau jangan – jangan yang menyusun petitum tersebut merupakan orang yang tidak mengerti hukum?

Oleh : Slamet Santoso
Penulis adalah pengamat sosial politik





Fokus : Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK


#Sidang MK #Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK #Masa Kelam Kuasa Hukum 02 #Kuasa Hukum 02 #Kuasa Hukum 02 Bikin Hoaks #Saksi di Sidang Sengketa PIlpres 2019 #Tim Hukum Prabowo-Sandi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Beda Ahok Beda Jokowi

Keseruan geliat politik sepertinya akan kembali bangun. Riuh suara Ahok mengingatkan kita saat dia menjadi Gubernur..
2 jam yang lalu

MEMBACA POLITIK INDONESIA: Presiden JOKOWI Tengah Menghadapi RADIKALISME Yang Merupakan Produk CIA-AS Sejak 1965-Sampai Dengan Hari Ini

" Jika kau Islam jadilah Islam Indonesia yang tidak ke arab-araban, jika kau Kristen jadilah kristen Indonesia yang..
3 jam yang lalu

5 Manfaat Makan Kuaci untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Kuaci merupakan makanan yang biasa kita jumpai saat kumpul bersama teman atau keluarga. Tapi..
4 jam yang lalu

BEDA LEVEL SYEIKH ALI JABER DENGAN RIZIEQ SHIHAB

Kejadian penusukan terhadap Syekh Ali Jaber ketika sedang menyampaikan ceramah di salah satu masjid di Lampung..
5 jam yang lalu

KKP Dorong Budidaya Teripang untuk Tingkatkan Ekspor

Beritacenter.COM - Saat membuka webinar bertajuk Akuakultur Teripang di Indonesia, Kamis (17/9), Direktur Jenderal..
6 jam yang lalu

Edarkan Sabu, Tiga Pemuda di Sumsel Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Febriansyah (24) diamankan Satresnarkoba Polres Lahat, Sumatera Selatan..
7 jam yang lalu

Akhirnya Wanita Jelek Pencuci Bendera Merah Putih Dengan Sikat WC Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Belum lama ini video menginjak-injak bendera merah putih membuat gempar media sosial, tidak hanya..
7 jam yang lalu

Ngeri!!! Penampakan Ratusan Susuk Dalam Tubuh, Kok Bisa ?

Beritacenter.COM - Ratusan susuk bersarang didalam tubuh manusia yang tertangkap oleh Xray. Foto ini viral di..
8 jam yang lalu

Ketua KPU Positif Terpapar Virus Corona

Beritacenter.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman terpapar positif virus corona. Hal itu disampaikan..
9 jam yang lalu

Viral di Medsos, Seorang Pria Berkendara Sambil Bawa Parang

Beritacenter.COM - Seorang pengendara sepeda motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan bernama Daeng Ngalie (57)..
10 jam yang lalu

Jadi Klaster Tertinggi Penyebaran Covid-19, Ini Penjelasan Kemenkes

Beritacenter.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di jajaran..
10 jam yang lalu

Kecanduan Film Dewasa, Dua Orang Remaja Nekat Cabuli Bocah di Bawah Umur

Beritacenter.COM - Dua orang remaja, NA dan JA warga kecamatan Padureso, Kebumen cabuli bocah yang masih berusia..
11 jam yang lalu

Kemenhub Terbitkan Permenhub Tentang Bersepeda, Apa Saja Aturannya

Beritacenter.COM Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub)..
12 jam yang lalu

Catat! Mulai 21 September Pengguna KRL Wajib Pakai Masker 3 Lapis-Medis

Beritacenter.COM - Baru-baru ini penggunaan masker jenis scuba dan buff dinilai belum efektif untuk mencegah..
18 jam yang lalu

Bertambah Lagi, Satu Perawat di Sulsel Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Beritacenter.COM - Seorang perawat pasien Covid-19 bernama Khaerul Arham (28) meninggal dunia usai terkonfirmasi..
19 jam yang lalu

Indonesia Terima Bantuan 20 Juta Vaksin Covid-19 dari UEA, Luhut : Nanti Ditambah 10 Juta Lagi

Beritacenter.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan..
20 jam yang lalu

Presiden AS Tak Akan Hadir Dalam Sidang Majelis Umum PBB

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan tidak akan mengikuti sidang Majelis Umum PBB..
20 jam yang lalu

Polisi Temukan Ladang Ganja di Begkulu, 1.500 Batang Tanaman Ganja Diamankan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengungkap perkebunan ganja di Bengkulu. Dalam kasus itu,..
21 jam yang lalu

Pemuda dan Mahasiswa Papua Dukung Pemerintah Lanjutkan Otsus Papua

Beritacenter.COM - Para tokoh pemuda dan Mahasiswa Papua yang mengatasnamakan diri Aktivis Cinta Papua menyatakan..
21 jam yang lalu

Gubernur Jabar : OTG Akan Diisolasi di Hotel Bintang 3

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengubah sejumlah hotel di wilayahnya menjadi tempat isolasi..
22 jam yang lalu

Polres Depok Akan Segera Terapkan Tilang Elektronik di Jalan Margonda Pekan Depan

Beritacenter.COM - Polres Metro Depok akan segera menerapkan ETLE/electronic traffic law enforcement (Tilang..
23 jam yang lalu

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan Saat Pilkada

Pemilihan kepala daerah langsung akan diadakan akhir tahun ini. Kali ini, coblosan diawasi dengan sangat ketat karena..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi