Sabtu, 29 Pebruari 2020 - 08:30 WIB

Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Ditantang Bisa Hadirkan "SBY" di Ruang Sidang

Oleh : Anas Baidowi | Jumat, 21 Juni 2019 | 17:01 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Beritacenter.COM - Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta untuk dihadirkan oleh saksi Ahli yang dihadirkan tim kuasa hukum Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Eddy O.S Hiariej.

Eddy meminta hal tersebut karena tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membawa pernyataan SBY yang dijadikan bukti oleh pemohon.

Diketahui dalam materi permohonan, tim hukum Prabowo Subianto – Sandiaga Uno harus mengutip permyataan SBY terkait netralitas aparat negara.

Baca Juga: Terungkap! Pelintir 'Kerucangan Bagian Demokrasi', Hairul Anas Ternyata Tak Hadir Saat Materi

“… cerita tentang ketidaknetralan elemen atau oknum, dari BIN, Polri, dan TNI itu ada, nyata adanya, ada kejadiannya, bukan hoaks. Sekali lagi ini oknum, … saya sampaikan agar BIN, Polri, dan TNI netral. Karena ada dasarnya, ada kejadiannya,” kata SBY yang dikutip tim Prabowo-Sandi.

“In casu a quo, jika keterangan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono akan dijadikan sebagai bukti petunjuk oleh Majelis Mahkamah Konstitusi, maka bukan berita tentang ketidaknetralan oknum BIN, Polri dan TNI yang disampaikan oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, namun dalam rangka mencari kebenaran materiil, Kuasa Hukum Pemohon harus bisa menghadirkan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di Mahkamah Konstitusi ini sebagai saksi,” jelasnya.

Dia menambahkan penjelasan langsung SBY diperlukan agar persidangan mendapatkan petunjuk dari keterangan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Baca Juga: Saksi Prabowo di MK, Mahfud MD: Belum Mampu Buktikan Dalil Gugatan

“Siapa oknum BIN, Polri dan TNI yang dimaksud dan apa bentuk ketidaknetralannya serta apa kaitannya dengan perselisihan hasil Pilpres? Dari Keterangan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono sebagai saksi dalam sidang ini barulah diperoleh petunjuk,” tandasnya.

Disamping itu, Eddy menjelaskan terkait penggunaan alat bukti petunjuk yang diberikan pemohon yang dinilai tidak tepat,menurutnya, alat bukti petunjuk justru dimiliki majelis hakim bukan pemohon atau termohon.

Secara mutatis mutandis, katanya, alat bukti petunjuk diadopsi dalam Pasal 36 juncto Pasal 37. Menurutnya inti kedua pasal tersebut menyatakan bahwa petunjuk hanya dapat diperoleh dari keterangan saksi, surat atau barang bukti berdasarkan penilaian Mahkamah Konstitusi dengan memperhatikan persesuain antara alat bukti yang satu dengan alat bukti yang lain.

Baca Juga: Ini Pertimbangan Polri Permohonan Penangguhan Penahanan Soenarko Dikabulkan

“Artinya, alat bukti petunjuk ini adalah mutlak kepunyaan hakim, bukan kepunyaan pemohon, bukan pula kepunyaan termohon ataupun pihak terkait. Dengan demikian alat bukti petunjuk yang dijadikan dalil oleh Kuasa Hukum Pemohon, tidaklah relevan,” ujarnya dalam sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (21/6/2019).





#Berita Center #MK #SBY #Sidang Sengketa Pilpres 2019


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






27 menit yang lalu

Rizieq Gak Pulang-pulang, FPI Sebut Negara Seperti Negara Abal-abal

Beritacenter.COM - Sampai saat Front Pembela Islam (FPI) tidak pernah berhenti melakukan provokasi tentang kepulangan..
1 jam yang lalu

Program Deradikalisasi Mampu Cegah Terorisme

Pemerintah terus mengupayakan pencegahan penyebaran paham radikal melalui program deradikalisasi. Banyak pihak..
3 jam yang lalu

Gelar Operasi Pekat, Polsek Cikande Serang Amankan 4 PSK Serta Ratusan Botol Miras di Tempat Hiburan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menggelar operasi rutin penyakit masyarakat (Pekat) pada..
4 jam yang lalu

Sempat Hilang 3 Hari, Relawan Banjir Ditemukan Tewas di Kali Cakung

Beritacenter.COM - Pemuda bernama Muhammad Faisal (25) ditemukan tewas di pinggir Kali Cakung Harapan Baru II, RT..
5 jam yang lalu

Parigi Moutong Sulteng Diguncang Gempa 4,7 Magnitudo, Terasa Hingga Palu

Beritacenter.COM - Wilayah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) diguncang gempa dengan kekuatan 4,7 magnitudo...
6 jam yang lalu

Cegah Penyebaran Virus Corona, DPR Minta Mendagri Lakukan Ini...

Beritacenter.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar membentuk..
6 jam yang lalu

KPK Sebut Dwi Wahyu Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Korupsi di PT Jakpro

Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan kepada Direktur Utama PT Jakarta..
7 jam yang lalu

Polisi Tangkap Sindikat Pembobol ATM di Jakut, Dua Orang Ditembak

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan empat orang pelaku pembobolan ATM..
8 jam yang lalu

Terkait Penyebaran Virus Korona, Menkes : Masyarakat Tidak Perlu Takut

Beritacenter.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk tidak khawatir terkait penyebaran..
9 jam yang lalu

Pabrik Kosmetik Ilegal di Cirebon Terbongkar, BPOM : Bahan Baku akan di Tes Laboratorium

Beritacenter.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Polda Jawa Barat berhasil membongkar pabrik..
10 jam yang lalu

Perahu Rombongan Pengantar Jenazah Dihantam Ombak, 5 Orang Tewas

Beritacenter.COM - Perahu rombongan pengantar jenazah terbalik usai dihantam ombak di perairan Teluk Yokari Distrik..
11 jam yang lalu

Menkominfo Soal Pusat Integrasi Data Nasional : Dibangun di Jakarta dan Ibu Kota Baru

Beritacenter.COM - Pemerintah tengah merencanakan pembangunan Pusat Data Nasional. Rencannya, Jakarta dan ibu kota..
11 jam yang lalu

Soal Pabrik Masker Ilegal di Cakung, Polisi: Bahan dan Mesin Didatangkan dari China

Mereka mendatangkan mesin-mesin ini dari China juga bahan-bahan dari Cina
12 jam yang lalu

Begini Kata Wakil Ketua DPR Saat Gedung Parlemen Digeruduk Ratusan Ojol

Beritacenter.COM - Ribuan ojek online yang tergabung melakukan unjuk rasa di depan gedung DPR Senayan Jakarta pada..
12 jam yang lalu

Polisi Kenakan Wajib Lapor Pelaku Penabrak Ibu Hamil Hingga Tewas di Palmerah

Beritacenter.COM - Polisi menyebut tersangka penabrak tewas ibu hamil di Palmerah, Jakarta Barat, FMS (29),..
13 jam yang lalu

Menteri Agama Kecam Negara India Yang Melakukan Kekerasan Terhadap Muslim

Beritacenter.COM - Menteri Agama(Menag) Fachrul Razi mengaku prihatin atas kekerasan yang menimpa warga muslim di..
13 jam yang lalu

Pangdam Pastikan Tindak Tegas Oknum TNI Perusak Polsek di Tapanuli Utara

Tadi saya sudah sampaikan bahwa proses sedang berlanjut, berikan waktu karena kan ini tidak bisa cepat-cepat supaya..
13 jam yang lalu

Rampok Bersenpi di Toko Emas Tamansari Jakbar Gasak Sejumlah Perhiasan

Beritacenter.COM - Aksi perampokan menimpa toko emas 'Cantik' di Pasar Pecah Kuliit, Pinangsia, Tamansari, Jakarta..
14 jam yang lalu

Bank Indonesia Gelontorkan Ratusan Triliun Untuk Selamatkan Rupiah

Beritacenter.COM - Bank Indonesia(BI) mengaku telah menggelontorkan dana Rp100 triliun untuk mengatasi rupiah di..
14 jam yang lalu

5 Manfaat Konsumsi Buah Sirsak untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Buah sirsak merupakan buah yang tidak asing kita dengar. Buah ini banyak kita jumpai mulai dari..
14 jam yang lalu

Serangan Udara di Idlib Suriah Tewaskan 33 Tentara Turki

Beritacenter.COM - Serangan udara di Provinsi Idlib, Suriah, menewaskan sedikitnya 33 tentara Turki. Serangan udara..
14 jam yang lalu

Toko Emas di Jakarta Dirampok, Petugas Kebersihan Ditembak

Beritacenter.COM - Aksi perampokan terjadi di toko emas yang berada di Pasar Pecah Kulit Los A35-36 Taman Sari,..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi