Jumat, 18 September 2020 - 20:14 WIB

Mahalnya Harga Sebuah Keserakahan Dan Ketidaklegowoan

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 22 Juni 2019 | 10:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Persidangan sengketa Pilpres 2019 di MK kemaren berjalan lebih dari 20 jam. Selesai jam 4.30 WIB pagi hari ini. Agenda pemeriksaan saksi ahli dan saksi-saksi berjalan alot sekaligus sangat tidak berkualitas. Kesaksian yang tidak relevan dan bukti-bukti yang lemah menjadikan persidangan ini layaknya sebuah panggung sirkus keserakahan.

Saya tidak bisa membayangkan beban berat yang harus dipikul oleh ke-sembilan hakim MK. Target waktu yang hanya 14 hari sesuai perintah undang-undang membuat beban kerja para hakim MK dan staf MK harus bekerja secara maraton jauh melebihi kapasitas beban maksimum kerja manusia yang seharusnya. Sudah pasti keletihan yang sama dialami para pihak yang terkait yang mau tidak mau ikut terseret dalam kasus sengketa Pilpres ini KPU, TKN dan Bawaslu. Belum lagi anggaran negara yang harus ditanggung oleh rakyat untuk membiayai persidangan kasus ini. Sangat super mahal.

Berlarut-larutnya kasus ini menyebabkan waktu produktif masyarakat juga ikut tersia-siakan percuma. Sebagian rakyat begitu antusias mengikuti kegiatan ini melalui layar kaca yang pasti juga menimbulkan kelelahan yang akut. Lebih dari itu polarisasi masyarakat pun semakin nyata terbelah akibat kasus-kasus ini yang belum menemukan ujung pangkalnya akan seperti apa.

Ini semua bermula sebagai akibat sikap ketidaklegowoan yang ditunjukkan secara frontal oleh Prabowo dan kelompoknya. Drama 5 tahun lalu seolah tayang ulang. Tahun 2014 dengan selisih suara hanya sekitar 6% gugatan Prabowo tidak dikabulkan. Pada Pilpres 2019 ini dengan selisih suara lebih besar yaitu 11% rasanya hanya mukjizat saja yang mampu memenangkan kubu Prabowo. Tapi dengan alat bukti yang sangat minim dan kesaksian para saksi yang begitu lemah rasanya mustahil mukjizat itu akan bisa terjadi.

Meskipun secara konstitusional langkah Prabowo untuk menjalani proses sengketa Pilpres 2019 melalui sengketa di MK perlu kita apresiasi. Namun harga yang harus dibayar oleh negara dan semua pihak termasuk rakyat sangat luar biasa besar. Sebuah konsekuensi keniscayaan proses demokrasi yang harus dibayar mahal. Penyebabnya bukan terletak di proses demokrasinya yang salah tapi dari para pelakunya yang tidak punya jiwa sportifitas dan jebloknya sifat kenegarawanan. Tidak adanya jiwa siap kalah dan tersungkurnya jiwa kesatria dari pelaku demokrasi yang membuat drama Pilpres menjadi sangat menyedihkan.


Yang saya khawatirkan bukan hasil akhir dari proses sengketa Pilpres ini. Tapi dari sebuah kenyataan yang memilukan bahwa realitasnya negara harus menyiapkan panggung bagi kelompok yang kurang legowo untuk menyuarakan narasi- narasi POST TRUTH kepada publik secara terbuka, gratis dan tanpa sensor. Semua terpaksa difasilitasi negara dan media demi sebuah keniscayaan proses konstitusional. Hal menyedihkan yang kita saksikan di dalam persidangan sengketa Pilpres kali ini bukannya sebuah usaha keras dari kubu pemohon untuk membuktikan adanya kecurangan secara TSM, tapi justru rangkaian narasi Post Truth untuk menyerang sang petahana secara Terstruktur, Sistematis dan Masif sekaligus brutal.

Tidak ada yang salah dengan proses demokrasi di negeri ini. Yang salah adalah ketidakmatangan, ketidaklegowoan dan keserakahan ingin berkuasa dari pelaku demokrasi tersebut. Dan lagi-lagi rakyat yang harus menjadi korban. Rakyat pula yang harus menanggung biaya dari semua drama ini.

Mari kita bayangkan seandainya Prabowo legowo. Mari kita bayangkan seandainya Prabowo adalah seorang kesatria demokratis yang mau menerima kekalahan dengan lapang dada. Tentunya tidak akan ada kerusuhan yang memakan korban jiwa sia-sia. Tentunya tidak akan ada drama berlarut-larut dari proses sengketa Pilpres di MK. Tentunya tidak akan ada biaya mahal yang harus ditanggung negara dan rakyat.

Namun mengharapkan Prabowo bersikap seperti harapan kita, rasanya seperti mengharapkan sebuah kemukjizatan yang hampir muskil akan terjadi.

Lelahnya hidup ini menghadapi sebuah keserakahan, ya teman !!!

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri





Fokus : Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK


#MK #Sidang MK #Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK #Sidang Sengketa Pilpres 2019 #Masa Kelam Kuasa Hukum 02 #Tim Kuasa Hukum 02 Bikin Hoaks #Kuasa Hukum 02 #Tim Kuasa Hukum 02 #Kuasa Hukum 02 Bikin Hoaks


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






14 menit yang lalu

Ahok "BTP" Bikin Panas Dingin

BTP' bicara 'membongkar' Pertamina, heboh. Ucapannya dianggap tidak sepantasnya karena diucapkan bukan di intern tapi..
1 jam yang lalu

Jokowi : Kebebasan Berpendapat Kerap Dibajak Pihak yang Mengklaim Dirinya Paling Benar

Ruang kebebasan itu justru sering dibajak untuk mengklaim dirinya paling benar dan yang lain dipersalahkan, lalu..
1 jam yang lalu

KKP Rampungkan Penyidikan Kasus 2 Kapal Pelaku Ilegal Fishing di Selat Malaka

Jakarta - Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan Ditjen PSDKP-KKP berhasil menyelesaikan penyidikan terhadap..
2 jam yang lalu

KITA JOKOWI

Kita membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki hati melayani dan bersahaja bagi rakyatnya... Sosok pemimpin yang..
3 jam yang lalu

Demi Selamat Foto Jokowi, Penjaga Sekolah Pertaruhkan Nyawanya Terobos Bangun SD Yang Roboh

Beritacenter.COM - Kejadian robohnya SD Sugihmukti Cianjur, sontak menjadi sorotan semua pihak. Yang menjadi sorotan..
3 jam yang lalu

Polisi Tangkap Wanita Viral Gosok Bendera Merah Putih Pakai Sikat WC di Sumut

Beritacenter.COM - Viral di media sosial video seorang wanita tengah menggosok bendera Merah Putih dengan menggunakan..
3 jam yang lalu

Pasien Corona di Indonesia yang Sembuh Pecahkan Rekor

BeritaCenter.COM – Pemerintah merilis laporan terbaru terkait kasus corona di Indonesia. Untuk pasien corona..
3 jam yang lalu

Gali Lubang, Napi Asal China di Lapas Klas 1 Tangerang Berhasil Kabur

Beritacener.COM - Seorang narapidana asal China, Cai Changpan alias Cai Ji Fan (53) kabur dari Lembaga..
3 jam yang lalu

AHOK DATANG PASAR BUBAR!

Entahlah..,sepertinya kita selalu diajarkan mencapai hal tinggi dan hebat. Apa itu hebat selalu terkait dengan..
3 jam yang lalu

Gara-gara Rem Blong Sebuah Truk Ngamuk Hajar 4 Rumah Hingga Rusak Parah

Beritacenter.COM - Kasus kecelakaan di jalur wisata bromo, Desa Baledono Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, yang..
4 jam yang lalu

GILA...! Gara-gara Ingin Tenar Ibu Ini Nekat Cuci Bendera Merah Putih Dengan Sikat WC

Beritacenter.COM - Belum lama ini media sosial digemparkan dengan video pengguntingan bendera merah putih yang..
4 jam yang lalu

PELAJARAN !!! Pria Ini Terkapar di ICU karena COVID-19, Awalnya Tak Percaya dan Remehkan Corona

BeritaCenter.COM – Seorang pria di Amerika Serikat (AS) bernama Paul Van Noy tidak percaya dengan COVID-19...
4 jam yang lalu

Hati-hati...! Mantan Pendeta/Ustadnya Kadrun Yang suka Provokasi "Untuk Memecah Belah Bangsa"

Beredar Link Link Berita Yang Beredar di Media sosial Yang menyatakan Ustadnya Kadrun Akan memimpin Ulama Untuk..
4 jam yang lalu

PA 212 Sindir Ahok Hanya Tutupi Kebodohan: "Dia Produk Gagal"

Beritacenter.COM - Persaudaraan Alumni 212 turut merespon kegaduhan akibat pernyataan Komisaris Utama (komut) PT..
4 jam yang lalu

Masker Scuba Kini 'DILARANG', Bagaimana Kalau Dilapisi Tisu?

BeritaCenter.COM – Masker jenis scuba mendadak kini ‘dilarang’ penggunaannya di transportasi umum..
4 jam yang lalu

Jaksa Agung AS Tuai Kecaman, Karena Samakan Lockdown dan Perbudakan!

Selain perbudakan, yang merupakan jenis pengekangan yang berbeda, ini (lockdown-red) adalah gangguan terbesar bagi..
4 jam yang lalu

Polisi Ungkap Pelaku Tabrak Lari Briptu Andry Diduga Oknum TNI

Beritacenter.COM - Pelaku Tabrak Lari di Jakarta Timur yang menewaskan Briptu Andry Budi Wibowo diduga seorang..
5 jam yang lalu

Kecelakaan Truk Tronton Seruduk 4 Rumah di Gunung Bromo

Beritacenter.COM - Kecelakaan hebat melanda sebuha truk tronton menabrak 4 rumah di jalur wisata Gunung Bromo,..
5 jam yang lalu

Tol Layang Petterani Makassar Capai Progress 99%, Oktober Siap Beroperasi..

Beritacenter.COM - Progres pembangunan jalan tol layang AP Pettarani, yang bakal menjadi ikon Kota Makassar,..
5 jam yang lalu

Banyak Korban Berjatuhan, Komisi I Minta Pemerintah Jaga Warga Sipil dan Aparat di Papua

Beritacenter.COM - Penyerangan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) kepada warga sipil dan..
5 jam yang lalu

KPK di Urutan Ketiga Pegawai Terbanyak Positif Covid-19

Beritacenter.COM - Sebanyal 106 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tercatat telah terkonfirmasi positif..
5 jam yang lalu

Ini Pesan Erick Thohir ke Ahok Usai Bongkar Aib Pertamina

BeritaCenter.COM – Menteri BUMN Erick Thohir memanggil Komisaris PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi