Jumat, 21 Pebruari 2020 - 09:36 WIB

Mahalnya Harga Sebuah Keserakahan Dan Ketidaklegowoan

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 22 Juni 2019 | 10:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Persidangan sengketa Pilpres 2019 di MK kemaren berjalan lebih dari 20 jam. Selesai jam 4.30 WIB pagi hari ini. Agenda pemeriksaan saksi ahli dan saksi-saksi berjalan alot sekaligus sangat tidak berkualitas. Kesaksian yang tidak relevan dan bukti-bukti yang lemah menjadikan persidangan ini layaknya sebuah panggung sirkus keserakahan.

Saya tidak bisa membayangkan beban berat yang harus dipikul oleh ke-sembilan hakim MK. Target waktu yang hanya 14 hari sesuai perintah undang-undang membuat beban kerja para hakim MK dan staf MK harus bekerja secara maraton jauh melebihi kapasitas beban maksimum kerja manusia yang seharusnya. Sudah pasti keletihan yang sama dialami para pihak yang terkait yang mau tidak mau ikut terseret dalam kasus sengketa Pilpres ini KPU, TKN dan Bawaslu. Belum lagi anggaran negara yang harus ditanggung oleh rakyat untuk membiayai persidangan kasus ini. Sangat super mahal.

Berlarut-larutnya kasus ini menyebabkan waktu produktif masyarakat juga ikut tersia-siakan percuma. Sebagian rakyat begitu antusias mengikuti kegiatan ini melalui layar kaca yang pasti juga menimbulkan kelelahan yang akut. Lebih dari itu polarisasi masyarakat pun semakin nyata terbelah akibat kasus-kasus ini yang belum menemukan ujung pangkalnya akan seperti apa.

Ini semua bermula sebagai akibat sikap ketidaklegowoan yang ditunjukkan secara frontal oleh Prabowo dan kelompoknya. Drama 5 tahun lalu seolah tayang ulang. Tahun 2014 dengan selisih suara hanya sekitar 6% gugatan Prabowo tidak dikabulkan. Pada Pilpres 2019 ini dengan selisih suara lebih besar yaitu 11% rasanya hanya mukjizat saja yang mampu memenangkan kubu Prabowo. Tapi dengan alat bukti yang sangat minim dan kesaksian para saksi yang begitu lemah rasanya mustahil mukjizat itu akan bisa terjadi.

Meskipun secara konstitusional langkah Prabowo untuk menjalani proses sengketa Pilpres 2019 melalui sengketa di MK perlu kita apresiasi. Namun harga yang harus dibayar oleh negara dan semua pihak termasuk rakyat sangat luar biasa besar. Sebuah konsekuensi keniscayaan proses demokrasi yang harus dibayar mahal. Penyebabnya bukan terletak di proses demokrasinya yang salah tapi dari para pelakunya yang tidak punya jiwa sportifitas dan jebloknya sifat kenegarawanan. Tidak adanya jiwa siap kalah dan tersungkurnya jiwa kesatria dari pelaku demokrasi yang membuat drama Pilpres menjadi sangat menyedihkan.


Yang saya khawatirkan bukan hasil akhir dari proses sengketa Pilpres ini. Tapi dari sebuah kenyataan yang memilukan bahwa realitasnya negara harus menyiapkan panggung bagi kelompok yang kurang legowo untuk menyuarakan narasi- narasi POST TRUTH kepada publik secara terbuka, gratis dan tanpa sensor. Semua terpaksa difasilitasi negara dan media demi sebuah keniscayaan proses konstitusional. Hal menyedihkan yang kita saksikan di dalam persidangan sengketa Pilpres kali ini bukannya sebuah usaha keras dari kubu pemohon untuk membuktikan adanya kecurangan secara TSM, tapi justru rangkaian narasi Post Truth untuk menyerang sang petahana secara Terstruktur, Sistematis dan Masif sekaligus brutal.

Tidak ada yang salah dengan proses demokrasi di negeri ini. Yang salah adalah ketidakmatangan, ketidaklegowoan dan keserakahan ingin berkuasa dari pelaku demokrasi tersebut. Dan lagi-lagi rakyat yang harus menjadi korban. Rakyat pula yang harus menanggung biaya dari semua drama ini.

Mari kita bayangkan seandainya Prabowo legowo. Mari kita bayangkan seandainya Prabowo adalah seorang kesatria demokratis yang mau menerima kekalahan dengan lapang dada. Tentunya tidak akan ada kerusuhan yang memakan korban jiwa sia-sia. Tentunya tidak akan ada drama berlarut-larut dari proses sengketa Pilpres di MK. Tentunya tidak akan ada biaya mahal yang harus ditanggung negara dan rakyat.

Namun mengharapkan Prabowo bersikap seperti harapan kita, rasanya seperti mengharapkan sebuah kemukjizatan yang hampir muskil akan terjadi.

Lelahnya hidup ini menghadapi sebuah keserakahan, ya teman !!!

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri





Fokus : Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK


#MK #Sidang MK #Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK #Sidang Sengketa Pilpres 2019 #Masa Kelam Kuasa Hukum 02 #Tim Kuasa Hukum 02 Bikin Hoaks #Kuasa Hukum 02 #Tim Kuasa Hukum 02 #Kuasa Hukum 02 Bikin Hoaks


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 menit yang lalu

Rasakan Manfaat Minum Air Madu Hangat di Pagi Hari untuk Awali Aktivitasmu

Beritacenter.COM - Madu merupakan makanan yang memilki segudang banyak manfaat kesehatan tubuh kita. Madu alami..
29 menit yang lalu

Trus Bertambah, 2.247 Orang Tewas Akibat Virus Corona

Beritacenter.COM - Sebanyak 2.247 orang tewas akibat virus corona yang terjadi di Wuhan China. Saat ini sudah ada..
1 jam yang lalu

Polisi Ringkus 5 Pencuri Motor di Bekasi dan Jakarta Timur

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya menangkap 5 orang pelaku pencurian sepeda motor di kawasan Bekasi dan..
1 jam yang lalu

Ini Rekayasa Lalu Lintas Saat Aksi 212 di Istana Negara

Beritacenter.COM - Satlantas Polda Metro Jaya menggelar rekayasa lalu lintas (lalin) menjelang aksi 212 'Berantas..
2 jam yang lalu

Hujan Deras Masih Mengguyur Jakarta Hari ini

Beritacenter.COM - Wilayah Ibu Kota Jakarta masih akan diguyur hujan pada Jumat (21/2/2020). Oleh karena itu warga..
2 jam yang lalu

Lebih Baik Mana Sabun Batang atau Sabun Cair? Ini Penjelasannya...

Beritacenter.COM - Sabun mandi memang dibutuhkan untuk membunuh kuman-kuman di kulit. Namun, tidak semua sabun mandi..
3 jam yang lalu

Begini Kata Pemain Timnas Saat Dilatih Shin Tae-yong

Beritacenter.COM - Pemain timnas asal Madura United(MU) Asep Berlian mengaku ia baru mengenal ilmu lain saat dilatih..
4 jam yang lalu

Pemerintah China Umumkan Obat Pertama Atasi Virus Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah China mengumumkan obat antivirus corona untuk pasien yang kini telah disetujui. Obat..
5 jam yang lalu

Nadiem Ungkap Dosa-dosa Dunia Pendidikan di Indonesia

Beritacenter.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan(Mendikbu) Nadiem Makarim membeberkan dosa-dosa pendidikan yang..
6 jam yang lalu

Muadzin di London Ditikam Saat Shalat

Beritacenter.COM - Ada seorang ditangkap setelah menusuk seorang muadzin di sebuah masjid di London, Inggris, saat..
7 jam yang lalu

Mengenal 4 Golongan Yang Tidak Akan Tersentuh Api Neraka

Beritacenter.COM - Orang-orang beriman tentunya ingin agar dirinya tidak tersentuh api neraka. Allah SWT menciptakan..
8 jam yang lalu

Mendikbud Nadiem Makariem Bisa Dibidik KPK

Beritacenter.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem membuat kebijakan pembayaran Sumbangan Pembinaan..
9 jam yang lalu

Warga Kampung Melayu Mulai Mengungsi

Beritacenter.COM - Ada ratusan warga terdampak banjir di empat RW, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara,..
10 jam yang lalu

Omnibus Law Dinilai Tidak Memihak, Buruh dan Mahasiswa UI Bakal Turun ke Jalan

Beritacenter.COM - Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja dinilai tidak memihak rakyat atau kaum buruh..
11 jam yang lalu

Pengantin Baru Jadi Pertimbangan Mendapat Kredit Usaha Rakyat

Beritacenter.COM - Pemerintah akan mengkaji pemberian kredit usaha rakyat(KUR) kepada para pengantin baru sebagai..
11 jam yang lalu

Kedapatan Bawa Miras, Polisi Halau Suporter Gresik yang Hendak ke Sidoarjo

Mereka dari Gresik semua. Kami halau dan kami suruh balik. Karena juga mereka tidak mempunyai tiket. Selain itu kami..
12 jam yang lalu

Selagi Belum Disahkan, Jokowi Persilakan Warga Kritik RUU Cipta Kerja

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang untuk masyarakat menyampaikan kritikan dan saran..
12 jam yang lalu

Selain Sabu, Artis Aulia Farhan Juga Positif Gunakan Narkoba Jenis Ini...

Beritacenter.COM - Artis FTV, Aulia Farhan ditangkap polisi di Hotel Amaris, Jakarta Selatan, pada Kamis (20/2/2020)..
13 jam yang lalu

Komnas PA Bakal Silaturahmi ke Ponpes Anak Kiai Jombang yang Diduga Cabuli Santri

Beritacenter.COM - Pihak Komnas Perlindungan Anak (PA) rencanaya akan menjadwalkan silaturahmi ke pondok pesantren..
13 jam yang lalu

Jadwal Lengkap Pertandingan Liga Europa Malam Ini...

Tak sedikit juga tim-tim besar yang ikut meramaikan kompetisi ini. Sebut saja Manchester United, Arsenal, Ajax, AS..
13 jam yang lalu

Bos WO yang Tipu Puluhan Calon Pengantin di Cianjur Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara

Beritacenter.COM - Pemilik wedding organizer (WO) Highlevel, Bintang Juwita Maghfirly terancam hukuman 4 tahun..
14 jam yang lalu

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane Sulut, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Wilayah Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut), diguncang gempa bumi magnitudo 5,6. Gempa yang..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi