Senin, 24 Pebruari 2020 - 09:36 WIB

"Mahalnya Harga Keserakahan dan Ketidaklegowoan"

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 25 Juni 2019 | 14:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Persidangan sengketa Pilpres 2019 di MK kemaren berjalan lebih dari 20 jam. Selesai jam 4.30 WIB pagi hari ini. Agenda pemeriksaan saksi ahli dan saksi-saksi berjalan alot sekaligus sangat tidak berkualitas. Kesaksian yang tidak relevan dan bukti-bukti yang lemah menjadikan persidangan ini layaknya sebuah panggung sirkus keserakahan.

Saya tidak bisa membayangkan beban berat yang harus dipikul oleh ke-sembilan hakim MK. Target waktu yang hanya 14 hari sesuai perintah undang-undang membuat beban kerja para hakim MK dan staf MK harus bekerja secara maraton jauh melebihi kapasitas beban maksimum kerja manusia yang seharusnya. Sudah pasti keletihan yang sama dialami para pihak yang terkait yang mau tidak mau ikut terseret dalam kasus sengketa Pilpres ini KPU, TKN dan Bawaslu. Belum lagi anggaran negara yang harus ditanggung oleh rakyat untuk membiayai persidangan kasus ini. Sangat super mahal.


Berlarut-larutnya kasus ini menyebabkan waktu produktif masyarakat juga ikut tersia-siakan percuma. Sebagian rakyat begitu antusias mengikuti kegiatan ini melalui layar kaca yang pasti juga menimbulkan kelelahan yang akut. Lebih dari itu polarisasi masyarakat pun semakin nyata terbelah akibat kasus-kasus ini yang belum menemukan ujung pangkalnya akan seperti apa.

Ini semua bermula sebagai akibat sikap ketidaklegowoan yang ditunjukkan secara frontal oleh Prabowo dan kelompoknya. Drama 5 tahun lalu seolah tayang ulang. Tahun 2014 dengan selisih suara hanya sekitar 6% gugatan Prabowo tidak dikabulkan. Pada Pilpres 2019 ini dengan selisih suara lebih besar yaitu 11% rasanya hanya mukjizat saja yang mampu memenangkan kubu Prabowo. Tapi dengan alat bukti yang sangat minim dan kesaksian para saksi yang begitu lemah rasanya mustahil mukjizat itu akan bisa terjadi.

Meskipun secara konstitusional langkah Prabowo untuk menjalani proses sengketa Pilpres 2019 melalui sengketa di MK perlu kita apresiasi. Namun harga yang harus dibayar oleh negara dan semua pihak termasuk rakyat sangat luar biasa besar. Sebuah konsekuensi keniscayaan proses demokrasi yang harus dibayar mahal. Penyebabnya bukan terletak di proses demokrasinya yang salah tapi dari para pelakunya yang tidak punya jiwa sportifitas dan jebloknya sifat kenegarawanan. Tidak adanya jiwa siap kalah dan tersungkurnya jiwa kesatria dari pelaku demokrasi yang membuat drama Pilpres menjadi sangat menyedihkan.

Yang saya khawatirkan bukan hasil akhir dari proses sengketa Pilpres ini. Tapi dari sebuah kenyataan yang memilukan bahwa realitasnya negara harus menyiapkan panggung bagi kelompok yang kurang legowo untuk menyuarakan narasi- narasi POST TRUTH kepada publik secara terbuka, gratis dan tanpa sensor. Semua terpaksa difasilitasi negara dan media demi sebuah keniscayaan proses konstitusional. Hal menyedihkan yang kita saksikan di dalam persidangan sengketa Pilpres kali ini bukannya sebuah usaha keras dari kubu pemohon untuk membuktikan adanya kecurangan secara TSM, tapi justru rangkaian narasi Post Truth untuk menyerang sang petahana secara Terstruktur, Sistematis dan Masif sekaligus brutal.

Tidak ada yang salah dengan proses demokrasi di negeri ini. Yang salah adalah ketidakmatangan, ketidaklegowoan dan keserakahan ingin berkuasa dari pelaku demokrasi tersebut. Dan lagi-lagi rakyat yang harus menjadi korban. Rakyat pula yang harus menanggung biaya dari semua drama ini.

Mari kita bayangkan seandainya Prabowo legowo. Mari kita bayangkan seandainya Prabowo adalah seorang kesatria demokratis yang mau menerima kekalahan dengan lapang dada. Tentunya tidak akan ada kerusuhan yang memakan korban jiwa sia-sia. Tentunya tidak akan ada drama berlarut-larut dari proses sengketa Pilpres di MK. Tentunya tidak akan ada biaya mahal yang harus ditanggung negara dan rakyat.

Namun mengharapkan Prabowo bersikap seperti harapan kita, rasanya seperti mengharapkan sebuah kemukjizatan yang hampir muskil akan terjadi.

Lelahnya hidup ini menghadapi sebuah keserakahan, ya teman !!!

Salam SATU Indonesia,
20062019

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)





Fokus : Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK


#Mahkamah Konstitusi #MK #Sidang MK #Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK #Sidang Sengketa Pilpres 2019 #Sidang Putusan Gugatan Hasil Pilpres 2019 #Masa Kelam Kuasa Hukum 02 #Tim Kuasa Hukum 02 Bikin Hoaks #Kuasa Hukum 02 #Tim Kuasa Hukum 02 #Kuasa Hukum 02 Bikin Hoaks


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






38 menit yang lalu

PARAH...! Gara-gara ANIES Sepelein Masalah Banjir, RSCM Akhirnya Terendam...

Beritacenter.COM - Hujan deras yang belakangan terjadi di wilaya DKI Jakarta membuat beberapa daerah terendam banjir..
1 jam yang lalu

Kasus Pembunuhan Ibu Kost di Tulungagung "Terbongkar" Polisi Berhasil Ciduk Pria Berinisial RD

Beritacenter.COM - Kasus pembunuhan ibu kost di Tulungagung yang sempat membuat gempar akhirnya terbongkar. Tim..
2 jam yang lalu

Culik Bocah Ingusan, Guru Honorer Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - ZA (39) asal Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi, Banyuasin, harus berurusan dengan pihak..
2 jam yang lalu

Gagahi Pacaranya Sebanyak 6 Kali, Seorang Pemuda Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - MK (18), warga Jalan Pumpungan Gang Lima Surabaya,harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah..
11 jam yang lalu

Bareskrim Polri Tangkap 1 Tersangka Lain Kasus Penipuan Putri Arab Pricess Lolowah

Beritacenter.COM - Bareskrim Polri meringkus satu tersangka kasus penipuan terhadap putri Arab Saudi, Princess..
12 jam yang lalu

Soal Banjir di RSCM, Ketua DPRD DKI : Saluran Air Tersumbat, Bikin Macet Air

Beritacenter.COM - Hujan deras yang belakangan terjadi berimbas banjir yang menggenangi area sekitaran Rumah Sakit..
13 jam yang lalu

Banjir Jakarta Buat Elektabilitas Anies Turun, PKS: Harapan Publik Begitu Tinggi

Menarik sebenarnya berarti harapan publik begitu tinggi ke Anies Baswedan. Banjir Semarang Anies disalahi, banjir ibu..
14 jam yang lalu

'Hamil di Kolam Renang' Jadi Olok-olokan, Komisi VIII: Jadi Pelajaran, Selektif Pilih Komisioner

Saya kira yang bersangkutan harus sensitif dan peka terhadap tuntutan masyarakat, terutama netizen. Apa yang..
15 jam yang lalu

Komisioner KPAI 'Sitti' Minta Maaf soal Statement 'Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang'

Beritacenter.COM - Belum lama ini, muncul statemen yang menyebutkan soal perempuan bisa hamil saat berenang di kolam..
17 jam yang lalu

Warga Digegerkan Temuan Mayat Wanita Bergelang Persija Ngambang di Sungai Ciliwung Bogor

Beritacenter.COM - Warga dikejutkan temuan mayat perempuan mengambang di Sungai Ciliwung, Kelurahan Sempur, Kecamatan..
18 jam yang lalu

Hendak Tawuran, Puluhan Siswa SMP Brebes Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polisi mengamankan puluhan pelajar SMP yang diduga hendak tawuran di jalur pantura Brebes, Jawa..
18 jam yang lalu

Polda DIY Tangkap 1 Tersangka Terkait Tewasnya 10 Siswa SMPN 1 Turi saat Susur Sungai

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian terus mendalami penyebab meninggalnya 10 siswa SMPN 1 Turi saat..
21 jam yang lalu

Banjir Jakarta, Sepeda Motor Masuk Tol Wiyoto Wiyono

Beritacenter.COM - Petugas kepolisian mengalihkan lalu lintas Jl Yos Sudarso karena tergenang air. Untuk sementara..
22 jam yang lalu

Inilah Identitas 10 Siswa SMP Yang Tewas Saat Kegiatan Pramuka

Beritacenter.COM - Jasad 10 siswa SMPN Turi 1 Sleman berhasi ditemukan TIM SAR. Terakhir 2 korban ditemukan pagi..
23 jam yang lalu

Hindari Jalan Underpass Tol Cawang Terendam Banjir

Beritacenter.COM - Akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Jakarta dini hari, Underpass Tol Cawang terendam..
1 hari yang lalu

Jakarta Banjir Lagi, 55 RW Tergenang Air

Beritacenter.COM - Hujan deras mengguyur wilayah Jabodetabek membuat sejumlah titik di Jakarta tergenang air. Wilayah..
1 hari yang lalu

Aksi 212 Tidak Memiliki Manfaat

Aksi 212 yang digelar Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan kroninya guna menuntut pemberantasan korupsi dianggap tidak..
1 hari yang lalu

Menolak Kepulangan ISIS Eks WNI Adalah Pilihan Bijak dan Tepat

Pemerintah telah menyatakan sikap tegas untuk menolak kepulangan ISIS eks WNI. Keputusan tersebut adalah pilihan..
1 hari yang lalu

Gara-gara Belum Ngopi, Mobil Panther Tabrak Toko Dan Penjual Juice Hingga Dua Orang Luka Serius...

Beritacenter.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di di Jalan Raya Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo Surabaya, sebuah mobil..
1 hari yang lalu

Gasak Kayu Jati Di Kawasan Hutan, Dua Kakek Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Mono (60) dan Mulyadi (55), keduanya warga Desa Sumber Addi Kecamatan Mantup Lamongan, berhasil..
1 hari yang lalu

Lagi Asik Pakai Sabu-sabu Pengemudi Ojol Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Mohammad Kholil (42), warga Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono Lumajang, harus berurusan dengan..
1 hari yang lalu

Madura Resmi Rekrut Mantan Pemain Persija dan Bhayangkara

Berirtacenter.COM - Madura United resmi mendatangkan pemain asing terbarunya, Bruno Matos jelang Liga 1 musim 2020...

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi