Selasa, 23 Juli 2019 - 22:25 WIB

"Mahalnya Harga Keserakahan dan Ketidaklegowoan"

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 25 Juni 2019 | 14:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Persidangan sengketa Pilpres 2019 di MK kemaren berjalan lebih dari 20 jam. Selesai jam 4.30 WIB pagi hari ini. Agenda pemeriksaan saksi ahli dan saksi-saksi berjalan alot sekaligus sangat tidak berkualitas. Kesaksian yang tidak relevan dan bukti-bukti yang lemah menjadikan persidangan ini layaknya sebuah panggung sirkus keserakahan.

Saya tidak bisa membayangkan beban berat yang harus dipikul oleh ke-sembilan hakim MK. Target waktu yang hanya 14 hari sesuai perintah undang-undang membuat beban kerja para hakim MK dan staf MK harus bekerja secara maraton jauh melebihi kapasitas beban maksimum kerja manusia yang seharusnya. Sudah pasti keletihan yang sama dialami para pihak yang terkait yang mau tidak mau ikut terseret dalam kasus sengketa Pilpres ini KPU, TKN dan Bawaslu. Belum lagi anggaran negara yang harus ditanggung oleh rakyat untuk membiayai persidangan kasus ini. Sangat super mahal.


Berlarut-larutnya kasus ini menyebabkan waktu produktif masyarakat juga ikut tersia-siakan percuma. Sebagian rakyat begitu antusias mengikuti kegiatan ini melalui layar kaca yang pasti juga menimbulkan kelelahan yang akut. Lebih dari itu polarisasi masyarakat pun semakin nyata terbelah akibat kasus-kasus ini yang belum menemukan ujung pangkalnya akan seperti apa.

Ini semua bermula sebagai akibat sikap ketidaklegowoan yang ditunjukkan secara frontal oleh Prabowo dan kelompoknya. Drama 5 tahun lalu seolah tayang ulang. Tahun 2014 dengan selisih suara hanya sekitar 6% gugatan Prabowo tidak dikabulkan. Pada Pilpres 2019 ini dengan selisih suara lebih besar yaitu 11% rasanya hanya mukjizat saja yang mampu memenangkan kubu Prabowo. Tapi dengan alat bukti yang sangat minim dan kesaksian para saksi yang begitu lemah rasanya mustahil mukjizat itu akan bisa terjadi.

Meskipun secara konstitusional langkah Prabowo untuk menjalani proses sengketa Pilpres 2019 melalui sengketa di MK perlu kita apresiasi. Namun harga yang harus dibayar oleh negara dan semua pihak termasuk rakyat sangat luar biasa besar. Sebuah konsekuensi keniscayaan proses demokrasi yang harus dibayar mahal. Penyebabnya bukan terletak di proses demokrasinya yang salah tapi dari para pelakunya yang tidak punya jiwa sportifitas dan jebloknya sifat kenegarawanan. Tidak adanya jiwa siap kalah dan tersungkurnya jiwa kesatria dari pelaku demokrasi yang membuat drama Pilpres menjadi sangat menyedihkan.

Yang saya khawatirkan bukan hasil akhir dari proses sengketa Pilpres ini. Tapi dari sebuah kenyataan yang memilukan bahwa realitasnya negara harus menyiapkan panggung bagi kelompok yang kurang legowo untuk menyuarakan narasi- narasi POST TRUTH kepada publik secara terbuka, gratis dan tanpa sensor. Semua terpaksa difasilitasi negara dan media demi sebuah keniscayaan proses konstitusional. Hal menyedihkan yang kita saksikan di dalam persidangan sengketa Pilpres kali ini bukannya sebuah usaha keras dari kubu pemohon untuk membuktikan adanya kecurangan secara TSM, tapi justru rangkaian narasi Post Truth untuk menyerang sang petahana secara Terstruktur, Sistematis dan Masif sekaligus brutal.

Tidak ada yang salah dengan proses demokrasi di negeri ini. Yang salah adalah ketidakmatangan, ketidaklegowoan dan keserakahan ingin berkuasa dari pelaku demokrasi tersebut. Dan lagi-lagi rakyat yang harus menjadi korban. Rakyat pula yang harus menanggung biaya dari semua drama ini.

Mari kita bayangkan seandainya Prabowo legowo. Mari kita bayangkan seandainya Prabowo adalah seorang kesatria demokratis yang mau menerima kekalahan dengan lapang dada. Tentunya tidak akan ada kerusuhan yang memakan korban jiwa sia-sia. Tentunya tidak akan ada drama berlarut-larut dari proses sengketa Pilpres di MK. Tentunya tidak akan ada biaya mahal yang harus ditanggung negara dan rakyat.

Namun mengharapkan Prabowo bersikap seperti harapan kita, rasanya seperti mengharapkan sebuah kemukjizatan yang hampir muskil akan terjadi.

Lelahnya hidup ini menghadapi sebuah keserakahan, ya teman !!!

Salam SATU Indonesia,
20062019

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)





Fokus : Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK


#Sidang MK #Mahkamah Konstitusi #MK #Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK #Sidang Sengketa Pilpres 2019 #Sidang Putusan Gugatan Hasil Pilpres 2019 #Masa Kelam Kuasa Hukum 02 #Tim Kuasa Hukum 02 Bikin Hoaks #Kuasa Hukum 02 #Tim Kuasa Hukum 02 #Kuasa Hukum 02 Bikin Hoaks


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






35 menit yang lalu

9 Pati polri Lolos ke Tahap Ketiga Capim KPK, Pakar Hukum: Semua Berintegritas

Beritacenter.COM - Sebanyak 104 nama Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) telah lolos seleksi..
55 menit yang lalu

Real Madrid Siap Barter Bale Dengan Neymar

Beritacenter.COM - Sulitnya menemukan klub yang benar-benar berniat menampung Gareth Bale pada bursa transfer musim..
1 jam yang lalu

Inilah 5 Efek Bagi Kesehatan Jika Sering Konsumsi Sabu

Beritacenter.COM - Sabu adalah salah satu narkotika jenis metamfetamin yang dapat merusak bagian otak. Mengkonsumsi..
2 jam yang lalu

Inilah 2 Alasan Pansel KPK Wajib Coret Nama Pimpinan Petahana

Beritacenter.COM - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane meminta kepada Calon Pimpinana KPK untuk..
3 jam yang lalu

Miliki Ganja, Artis Jefri Nichol Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Artis muda Jefri Nichol ditangkap jajaran Polres Jakarta Selatan karena kedapatan memiliki narkoba..
3 jam yang lalu

BEREBUT KURSI KE TUKANG KAYU

Lumayan berkerut jidat saat menemukan hestek #rebutankursilupakanrelawan nongkrong di 3 besar trending topik hari..
3 jam yang lalu

IPW Sebut Polri Sah Daftar Jadi Ketua KPK

Beritacenter.COM - Ada 9 anggota Polri aktif dan purna tugas yang mendaftarkan diri sebagai Calon Pimpinan(Capim) KPK..
4 jam yang lalu

Kalah Dari Bayern Munchen, Zidane Apresiasi Pemain Real Madrid

Beritacenter.COM - Pelatih Real Madrid, Zinidine Zidane mengapresiasi terhadap anak asuhnya saat takluk 1-3 dari..
4 jam yang lalu

Jokowi Jangan Terlalu Baik

Jokowi, jangan terlalu berbaik hati, apalagi pada orang yang tidak baik hati. Jangan ngikutin manusia yang..
5 jam yang lalu

Dukung Bamsoet Jadi Ketum, Wanbin KPPG: Waktunya Ada Kepemimpinan Baru di Golkar

BeritaCenter.COM – Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendapat dukungan dari Dewan Pembina Kesatuan Perempuan Partai..
5 jam yang lalu

Pemerintah Larang Bagikan Daging Kurban Menggunakan Plastik Hitam

Beritacenter.COM - Pemerintah melarang kepada masyarakat agar tidak membagi-bagikan daging menggunakan kantong..
5 jam yang lalu

Peneliti LIPI Buktikan Kepemimpinan Bamsoet Lebih Kuat Dibanding Airlangga

BeritaCenter.COM - Airlangga Hartanto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet) disebut sama-sama kuat untuk jadi ketua umum..
5 jam yang lalu

Mantan Plt Umum PSSI Divonis 1,5 Tahun Penjara Terkait Kasus Pengrusakan Barang Bukti

Beritacenter.COM - Majelis hakim pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara..
6 jam yang lalu

Anggota JAD di Sumbar Berencana Ledakan Bom Pada 17 Agustus

Beritacenter.COM - Datasemen Khusus (Densus) 88 Antitero rmeringkus terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah..
6 jam yang lalu

Mobil Warga Asing dan Truk Nyungsep di Lobang Penggalian Underpass

Beritacenter.COM - Sebuah kendaraan Jeep land rover yang dikemudikan warga Autralia serta truk bermuatan kayu jatuh..
6 jam yang lalu

Se-Indonesia, Baru di Ciamis Gaji Perangkat Desa Setara PNS

BeritaCenter.COM – Perangkat Desa di Kabupaten Ciamis tentunya sedang bahagia. Sebab, gaji mereka sebagai..
6 jam yang lalu

Resmi !! WhatsApp Akan Hadir di 'Ponsel Jadul'

Beritacenter.COM - Aplikasi Chatting WhatsApp membuat gebrakan versi terbarunya pada Nokia 8110 yang dirilis pada..
7 jam yang lalu

Tidak Hanya Kasus 'Bau Ikan Asin', Pablo Benua Juga Jadi Tersangka Kasus Lain

BeritaCenter.COM – Pablo Benua tersangka kasus ‘bau ikan asin’ kembali ditetapkan sebagai tersangka..
7 jam yang lalu

Kebakaran Hutan di Gunung Panderman Terus Meluas

Beritacenter.COM - Api kebakaran hutan yang terjadi di Gunung Panderman, Kota Batu, Jawa Timur, belum berhasil..
7 jam yang lalu

Industri Politik Indonesia

Sajian dan manuver perpolitikan Indonesia seolah tak pernah usai, bak masa pancaroba yg terus ada, kita menerima..
7 jam yang lalu

Bejat !! Pembina Pramuka di Surabaya Cabuli Belasan Anak

Beritacenter.COM - Seorang oknum pembina pramuka di sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD) di..
7 jam yang lalu

Jokowi, Prabowo dan Megawati Akan Bertemu, Ini Waktunya

BeritaCenter.COM – Prabowo Subianto akan kembali bertemu dengan Joko Widodo (Jokowi). Ketum PDIP Megawati..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi