Tuesday, 23 Jul 2019
Temukan Kami di :
News

Tak Ada Indikasi Diracun, UGM: Petugas KPPS di Yogya Meninggal Karena Jantung

Aisyah Isyana - 25/06/2019 18:40

Beritacenter.COM - Hasil penelitian Lintas Kajian Disiplin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap penyebab kematian 12 petugas KPPS di Yogyakarta. Dari penelitian yang digelar, hasilnya menunjukkan bahwa petugas KPPS yang gugur memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.

"Semuanya disebabkan oleh problema kardiovaskular, entah jantung atau strok, atau gabungan dari jantung dan strok. Jadi sama sekali tidak menemukan indikasi, misalnya diracun, atau sebab-sebab lainnya yang lebih ekstrem," ujar Koordinator Penelitian Abdul Gaffar Karim di gedung KPU RI, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).

Baca juga :

Problema kardiovaskular itu, jelas Gaffar, dapat dipicu lantaran tekanan dan beban pekerjaan yang di lakoni para petugas KPPS. Menurutnya, beban pekerjaan yang berat membuat kondisi fisik para korban menjadi menurun.

"Bahwa ada juga tekanan yang datang yang menyebabkan kondisi fisik mereka turun dan itu menjadi faktor penyebab munculnya masalah kardiovaskular itu. Tapi sekali lagi, sebabnya adalah sebab alamiah," kata Gaffar.

"Rerata beban kerja petugas KPPS sangat tinggi sebelum, selama, dan sesudah hari pemilihan," lanjutnya.

Selain itu, para petugas juga mengalami kendala pada bimbingan teknis (bimtek) dan kesehatan. Dengan adanya riwayat penyakit yang diderita, turut menjadi penyumbangkan risiko kematian yang mengintai petugas KPPS tersebut.

"Adanya kendala terkait bimtek, logistik, dan kesehatan. Dampak beban kerja yang terlalu tinggi dan riwayat penyakit sebelumnya menjadi penyebab atau meningkatkan risiko terjadinya kematian dan kesakitan di antara petugas Pemilu," lanjutnya.




Berita Lainnya

IPW Sebut Polri Sah Daftar Jadi Ketua KPK

23/07/2019 18:47 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA