Senin, 17 Pebruari 2020 - 09:17 WIB

Seberapa Besar Kemungkinan MK Menangkan Prabowo-Sandiaga?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 27 Juni 2019 | 10:27 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) sempat menghembuskan narasi kecurangan dan juga mendelegitimasi Mahkamah Konstitusi (MK), menanggapi hal tersebut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman berprinsip agar semua fair.

Jika MK sudah putuskan KPU curang, pihaknya akan terima dan memperbaiki diri. Namun sebaliknya, jika MK memutuskan KPU tidak curang, maka publik juga harus mau menerima putusan itu selesai.

Meski telah diteror melalui sms / whatsApp dan dituduh sebagai penyelenggara pemilu terburuk, Arief Budiman tetap bersikap bijak, dimana ia tidak ingin mengatakan bahwa ini merupakan Pemilu terbaik. Namun dirinya bersama KPU merasa sudah menjalankan Pemilu yang lebih baik.

Parameternya banyak, karena saat ini tahapan pemilu bisa diakses dengan mudah. Terkait data pemilih, mulai nama sampai tempat nyoblosnya, masyarakat dapat mengakses web KPU, bahkan situng KPU menjadi rujukan beberapa negara.

Dalam hal ini kubu paslon 02 hanya dapat menyemburkan narasi kecurangan, namun ketika diminta membuktikan dalam forum resmi, mereka melempem dan tidak sanggup membuktikannya di persidangan.

Bahkan kesaksian saksi yang dipaparkan di muka sidang MK, tidak ada satupun yang dengan jelas menyebutkan bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 curang.

Selain tidak jelas menyebut dimana kecurangan itu, keterangan para saksi juga tak bisa menunjukkan apa dampak dari kecurangan tersebut berkaitan dengan kemenangan paslon 01 dan kekalahan 02 dalam kontestasi Pilpres 2019.

Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari juga turut meragukan saksi yang dihadirkan oleh Tim Hukum pasangan calon nomor urut 02 Prabowo – Sandiaga.

Saksi yang dimaksud adalah Rahamadsyah Sitompul. Saat memberikan kesaksian dalam persidangan, dirinya berstatus sebagai tahanan kota.

“Kami sudah meragukan ngomongnya dipelan – pelanin, pakai kacamata hitam,” tutur Hasyim.

Rahmadsyah memang sempat memakai kacamata hitam pada awal ketika memberikan kesaksian. Namun, saat persidangan berlanjut salah satu hakim menegur Rahmadsyah yang tetap menggunakan kacamata hitam. Kemudian saksi tersebut melepas kacamatanya.

Pada kesempatan yang lain, keraguan akan kredibiltas saksi kubu 02 juga diragukan oleh Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari. Sehingga keterangan saksi bukan lantas memperkuat dalil pemohon, namun justru memperlemah posisi paslon 2 selaku pemohon.

“Bagitu keterangan mereka didalami oleh hakim, malah memperlemah dalil pemohon dan tentu saja menguntungkan termohon secara tidak langsung,” tutur Feri.

Pihaknya menilai bahwa keterangan saksi yang meragukan karena didasari dengan pernyataan para saksi dari kubu 02 yang lebih banyak berasumsi, seperti keterangan Ahli IT Hermansyah, dimana dirinya mengaku mendapat ancaman karena selama ini ada mobil tak dikenal yang kerap parkir di rumahnya.

“Saksi mereka mengaku terancam berdasarkan perasaan saja. Tidak didukung dengan bukti materiil Asumtif,” tutur Peneliti Pusat Studi Konstitusi ini.

Feri juga mengatakan bahwa tim hukum Prabowo – Sandiaga juga lebih banyak menyampaikan keterangan tanpa mengalami, mendengar dan melihat sendiri kejadian tersebut.

Sehingga keterangan sejumlah saksi tersebut, Ia menilai tidak terdeskripsi telah terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) seperti yang telah dituduhkan kubu Prabowo – Sandiaga.

Contoh yang lain, adalah keterangan yang diberikan oleh saksi BPN bernama Agus Maksum, dimana ia membeberkan dugaan daftar pemilih tetap (DPT) siluman, karena ada data pemilh dengan tanggal lahir yang sama mencapai 17,5 juta.

Agus yang merupakan ahli di Bidang IT mengatakan, ada pemilih yang memiliki tanggal lahir sama pada 1 Juni sebanyak 9,8 juta, pada 31 Desemberr sebanyak 9,8 juta dan pada 1 Januari sebanyak 2,3 juta. Dengan demikian, Agus menilai bahwa data pemilih yang lahir pada tanggal tersebut jumlahnya tidak wajar.

Dalam hal ini Saksi Agus tidak menyadari bahwa banyak warga Indonesia yang memang tidak tahu akan tanggal lahirnya, sehingga saat pengurusan akta atau KTP, pihak Dukcapil terpaksa menuliskan tanggal lahir pada ketiga tanggal tersebut.

Maksum juga tidak dapat menjawab pertanyaan hakim ketikda dirinya ditanya, apakah masalah DPT yang dipaparkan berkorelasi dengan penggunaan hak pilih.

Melalui keterangan diatas, tentu kita dapat menarik sebuah hipotesis bahwa kecurangan dalam pemilu 2019 amatlah sulit dibuktikan, sehingga tidak ada pilihan lain bagi kubu 02 untuk bersikap legowo dan menerima apapun putusan MK.

Oleh : Dede Sulaiman
Penulis adalah pengamat sosial politik





Fokus : Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK


#Mahkamah Konstitusi #MK #Sidang MK #Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK #Sidang Sengketa Pilpres 2019 #Sidang Putusan Gugatan Hasil Pilpres 2019 #Masa Kelam Kuasa Hukum 02 #Tim Kuasa Hukum 02 Bikin Hoaks #Kuasa Hukum 02 #Tim Kuasa Hukum 02


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






23 menit yang lalu

Industri Elektronik Mulai Khawatir Virus Corona

Beritacenter.COM - Dampak virus corona yang berkepanjangan menimbulkan kekhawatiran bagi indutri elektronik. Karena..
44 menit yang lalu

ABG Korban Pemerkosaan Meninggal, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

Beritacenter.COM - Pelaku penganiayaan dan pemerkosaan terhadap ZNS yang masih berusia 15 tahun dikenai pasal..
13 jam yang lalu

Luar Biasa! Indonesia Kembali Juara Asia Setelah Gempur Malaysia

Beritacenter.COM - Bulu tangkis Indonesia kembali jadi juara yang ke tiga kalinya secara beruntun setelah mengalahkan..
13 jam yang lalu

Pemuda Adat Papua Bantah Pernyataan Provokatif Veronika Koman

Beritacenter.COM - Ketua Umum Pemuda Adat Papua (PAP), Yan Christian Arebo menyayangkan pernyataan atau laporan..
15 jam yang lalu

Arema Terancam Krisis Pemain Saat Hadapi Persebaya

Beritacenter.COM - Arema FC akan menjamu Persebaya Surabaya dalam semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 pada Senin,17..
18 jam yang lalu

Mendagri Tito Apresiasi Pemda Sambut WNI usai Observasi di Natuna

Beritacenter.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian apresiasi kekompakan Pemerintah Daerah (Pemda)..
19 jam yang lalu

Akibat Hujan Deras, Tembok Gudang Rubuh dan Timpa Dua Orang Warga Depok

Beritacenter.COM - Akibat hujan deras, sebuah tembok pembatas gudang di Cilodong Depok ambruk, dua orang warga luka..
19 jam yang lalu

Pemuda di Jeneponto Bacok Ayah dan Ibu Hingga Luka Parah

Beritacenter.COM - Seorang pemuda berinisial KM (29) tega membacok ayah dan ibunya sendiri. Akibatnya, Sang ayah..
21 jam yang lalu

Total 69 Ribu Orang Terinfeksi, Korban Tewas Virus Corona Bertambah Jadi 1.699 Orang

Beritacenter.COM - Penyebaran virus Corona yang mulai merebak dari wilayah daratan China masih terus memakan korban..
22 jam yang lalu

Istana : Masyarakat Punya Empati Tinggi Soal 238 WNI Lolos Observasi di Natuna

Kita percaya masyarakat Indonesia memiliki empati yang tinggi dan tidak membangun persepsi negatif terhadap peserta..
1 hari yang lalu

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Seram Maluku, BMKG: Dipicu Sesar Aktif Dasar Laut

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 (sebelumnya M 5,8) mengguncang wilayah Kabupaten Seram bagian..
1 hari yang lalu

Bapeten Koordinasi dengan Polisi Usut Asal Muasal Limbah Radioaktif di Batan Indah

Beritacenter.COM - Berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Badan Pegawas Tenaga Nuklir (Bapaten) akan menyelidiki asal..
1 hari yang lalu

Erick Thohir Puji Ahok yang Bikin Pertamina Transparan

BeritaCenter.COM – Kehadiran Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Komisaris Utama di Pertamina memberikan..
1 hari yang lalu

Diungkap Pramono Anung, Ini Dia Dua Menteri Andalan Jokowi

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut memiliki menteri yang paling diandalkan di Kabinet..
1 hari yang lalu

Dipulangkan Dari Natuna, 238 WNI Dinyatakan Bersih dan Sehat

BeritaCenter.COM – Ratusan WNI yang telah usai menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna dinyatakan..
1 hari yang lalu

1.526 Orang Meninggal Akibat Virus Corona

Beritacenter.COM - Sebanyak 1.526 orang meninggal dunia akibat wabah virus Corona secara global pada Sabtu..
1 hari yang lalu

Cuma Mau Cari Sensasi PA 212 Akan Demo KPK

 Kelompok Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), dan beberapa kelompok lain akan melaksanakan..
1 hari yang lalu

Lepas Pemulangan 238 WNI dari Natuna, Menkes: Jaga Kesehatan Kalian Semua

BeritaCenter.COM – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto melepas pemulangan 238 WNI usai menjalani..
1 hari yang lalu

Warga Natuna Ramai-ramai Lepas Pemulangan 238 WNI Usai Observasi

BeritaCenter.COM – Ratusan WNI di Natuna telah usai menjalani observasi hari ini. 238 WNI itu dibawa ke Halim..
1 hari yang lalu

Pasangan Suami - Istri Tewas Tersambar Kereta Api di Jalur Pantura

Beritacenter.COM - Pasangan Suami - Istri (Pasturi) tewas tersambar kereta api di jalur pantura Pemalang dan..
1 hari yang lalu

Rasain !! Polisi Tembak Gembong Begal di Pandeglang

Beritacenter.COM - Tim Resmob Polres Pandeglang menangkap pelaku gembong begal bernama Dede Mario (20). Pelaku..
1 hari yang lalu

Waspada Berita Hoaks Menjelang Pilkada 2020

Sejumlah wilayah di Indonesia akan menggelar Pilkada serentak di tahun 2020. Kendati demikian, Pilkada masih..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi