Kamis, 24 September 2020 - 00:18 WIB

Seberapa Besar Kemungkinan MK Menangkan Prabowo-Sandiaga?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 27 Juni 2019 | 10:27 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) sempat menghembuskan narasi kecurangan dan juga mendelegitimasi Mahkamah Konstitusi (MK), menanggapi hal tersebut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman berprinsip agar semua fair.

Jika MK sudah putuskan KPU curang, pihaknya akan terima dan memperbaiki diri. Namun sebaliknya, jika MK memutuskan KPU tidak curang, maka publik juga harus mau menerima putusan itu selesai.

Meski telah diteror melalui sms / whatsApp dan dituduh sebagai penyelenggara pemilu terburuk, Arief Budiman tetap bersikap bijak, dimana ia tidak ingin mengatakan bahwa ini merupakan Pemilu terbaik. Namun dirinya bersama KPU merasa sudah menjalankan Pemilu yang lebih baik.

Parameternya banyak, karena saat ini tahapan pemilu bisa diakses dengan mudah. Terkait data pemilih, mulai nama sampai tempat nyoblosnya, masyarakat dapat mengakses web KPU, bahkan situng KPU menjadi rujukan beberapa negara.

Dalam hal ini kubu paslon 02 hanya dapat menyemburkan narasi kecurangan, namun ketika diminta membuktikan dalam forum resmi, mereka melempem dan tidak sanggup membuktikannya di persidangan.

Bahkan kesaksian saksi yang dipaparkan di muka sidang MK, tidak ada satupun yang dengan jelas menyebutkan bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 curang.

Selain tidak jelas menyebut dimana kecurangan itu, keterangan para saksi juga tak bisa menunjukkan apa dampak dari kecurangan tersebut berkaitan dengan kemenangan paslon 01 dan kekalahan 02 dalam kontestasi Pilpres 2019.

Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari juga turut meragukan saksi yang dihadirkan oleh Tim Hukum pasangan calon nomor urut 02 Prabowo – Sandiaga.

Saksi yang dimaksud adalah Rahamadsyah Sitompul. Saat memberikan kesaksian dalam persidangan, dirinya berstatus sebagai tahanan kota.

“Kami sudah meragukan ngomongnya dipelan – pelanin, pakai kacamata hitam,” tutur Hasyim.

Rahmadsyah memang sempat memakai kacamata hitam pada awal ketika memberikan kesaksian. Namun, saat persidangan berlanjut salah satu hakim menegur Rahmadsyah yang tetap menggunakan kacamata hitam. Kemudian saksi tersebut melepas kacamatanya.

Pada kesempatan yang lain, keraguan akan kredibiltas saksi kubu 02 juga diragukan oleh Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari. Sehingga keterangan saksi bukan lantas memperkuat dalil pemohon, namun justru memperlemah posisi paslon 2 selaku pemohon.

“Bagitu keterangan mereka didalami oleh hakim, malah memperlemah dalil pemohon dan tentu saja menguntungkan termohon secara tidak langsung,” tutur Feri.

Pihaknya menilai bahwa keterangan saksi yang meragukan karena didasari dengan pernyataan para saksi dari kubu 02 yang lebih banyak berasumsi, seperti keterangan Ahli IT Hermansyah, dimana dirinya mengaku mendapat ancaman karena selama ini ada mobil tak dikenal yang kerap parkir di rumahnya.

“Saksi mereka mengaku terancam berdasarkan perasaan saja. Tidak didukung dengan bukti materiil Asumtif,” tutur Peneliti Pusat Studi Konstitusi ini.

Feri juga mengatakan bahwa tim hukum Prabowo – Sandiaga juga lebih banyak menyampaikan keterangan tanpa mengalami, mendengar dan melihat sendiri kejadian tersebut.

Sehingga keterangan sejumlah saksi tersebut, Ia menilai tidak terdeskripsi telah terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) seperti yang telah dituduhkan kubu Prabowo – Sandiaga.

Contoh yang lain, adalah keterangan yang diberikan oleh saksi BPN bernama Agus Maksum, dimana ia membeberkan dugaan daftar pemilih tetap (DPT) siluman, karena ada data pemilh dengan tanggal lahir yang sama mencapai 17,5 juta.

Agus yang merupakan ahli di Bidang IT mengatakan, ada pemilih yang memiliki tanggal lahir sama pada 1 Juni sebanyak 9,8 juta, pada 31 Desemberr sebanyak 9,8 juta dan pada 1 Januari sebanyak 2,3 juta. Dengan demikian, Agus menilai bahwa data pemilih yang lahir pada tanggal tersebut jumlahnya tidak wajar.

Dalam hal ini Saksi Agus tidak menyadari bahwa banyak warga Indonesia yang memang tidak tahu akan tanggal lahirnya, sehingga saat pengurusan akta atau KTP, pihak Dukcapil terpaksa menuliskan tanggal lahir pada ketiga tanggal tersebut.

Maksum juga tidak dapat menjawab pertanyaan hakim ketikda dirinya ditanya, apakah masalah DPT yang dipaparkan berkorelasi dengan penggunaan hak pilih.

Melalui keterangan diatas, tentu kita dapat menarik sebuah hipotesis bahwa kecurangan dalam pemilu 2019 amatlah sulit dibuktikan, sehingga tidak ada pilihan lain bagi kubu 02 untuk bersikap legowo dan menerima apapun putusan MK.

Oleh : Dede Sulaiman
Penulis adalah pengamat sosial politik





Fokus : Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK


#MK #Mahkamah Konstitusi #Sidang MK #Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK #Sidang Sengketa Pilpres 2019 #Sidang Putusan Gugatan Hasil Pilpres 2019 #Masa Kelam Kuasa Hukum 02 #Tim Kuasa Hukum 02 Bikin Hoaks #Kuasa Hukum 02 #Tim Kuasa Hukum 02


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






46 menit yang lalu

Hadi Pranoto Hadiri Pemeriksaan Lebih Awal, Ada Apa

Beritacenter.COM - Hadi Pranoto yang dilaporkan oleh Ketua Cyber Indonesia, Muannas Alaidid menjalani..
1 jam yang lalu

Gatot Kaitkan Penggantian Panglima TNI dengan Film G30S/PKI, Fadli Zon: Memang Usia Pensiun

Beritacenter.COM - Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon menanggapi perkataan Gatot Nurmantyo yang mengaitkan..
1 jam yang lalu

Sah! Kominfo Bakal Kantongi Rp 16,9 triliun Untuk Anggaran 2021

Beritacenter.COM - Pagu alokasi anggaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk tahun 2021..
2 jam yang lalu

Ini Tuntutan Jaksa Terhadap 3 Pejabat Jiwasraya, Satu Terdakwa Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Beritacenter.COM - Eks Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Harry Prasetyo dituntut pidana penjara..
2 jam yang lalu

Fakta! Menteri Edhy Kantongi Keterangan Negatif COVID-19 Saat Kunjungi Kupang NTT-Berau Kaltim

BeritaCenter.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo sudah dinyatakan negatif COVID-19 dan kini..
2 jam yang lalu

Polisi Buru Pemalsu Rapid Test Korban Pelecehan di Soetta, Hasilnya Ternyata Nonreaktif

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya mengungkap pelaku pelecehan seksual di Bandara Soekarno-Hatta melakukan pemalsuan..
3 jam yang lalu

Sepasang ASN Pingsang dalam Kondisi Bugil di Asahan Sumut Divonis 6-5 Bulan Bui

Beritacenter.COM - Vonis 6 bulan dan 5 bulan penjara diberikan kepada sepasang ASN yang ditemukan pingsan dalam..
3 jam yang lalu

Kendalikan Banjir, Pemprov Bakal Bangun 300 Sumur Resapan

Beritacenter.COM - Sebagai salah satu program pengendalian banjir di ibukota, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas..
3 jam yang lalu

Pelaku Pria Beberkan Peran Wanita SN Tawarkan Mahasiswi Digilir di Hotel Makassar

Beritacenter.COM - MF, salah satu pria pelaku pemerkosa mahasiswi EA (23) secara bergilir di Makassar, membeberkan..
3 jam yang lalu

Penetapan Paslon Berjalan Lancar, KPU: Nggak Ada Massa

Beritacenter.COM - Pelaksana harian (Plh) Ketua KPU Ilham Saputra emastikan bahwa pada tahap penetapan Calon..
4 jam yang lalu

Ditetapkan Tersangka, Polisi : Oknum yang Lecehkan Wanita di Soetta Dibebastugaskan

Beritacenter.COM - Polisi menetapkan oknum tenaga kesehatan, EF, yang viral karena melecehkan wanita inisial LNI saat..
4 jam yang lalu

Polda Sulsel Bongkar Peredaran 13 Kg Sabu di Makassar

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Sulsel berhasil membongkar peredaran belasan kilogram sabu di Makassar, Sulawesi..
5 jam yang lalu

Alvaro Morata Resmi Bergabung ke Juventus

Beritacenter.COM - Penyerang Atletico Madrid Alvaro Morata resmi berseragam Juventus dengan status pinjaman semusim..
5 jam yang lalu

Didakwa Pasal Berlapis, Gaji Jaksa Pinangki Nyaris Rp19 Juta Perbulan

Beritacenter.COM - Dalam sidang di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Rabu (23/9), Jaksa Penuntut Umum (JPU)..
5 jam yang lalu

Polisi Ringkus Pasturi di Palembang Jadi Kurir Sabu

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polrestabes Palembang menangkap pasangan suami istri karena diduga keduanya sebagi..
6 jam yang lalu

Manfaat Konsumsi Kentang untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Kentang menjadi alternatif makanan untuk menggantikan nasi. Hampir semua orang menyukai..
6 jam yang lalu

Gempa 3,1 M Guncang Manggarai NTT

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan 3,1 Magnitudo mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara..
6 jam yang lalu

Periksa CCTV, Polisi Identifikasi Kelompok Pemotor Serang Warga di Bintaro Permai

Beritacenter.COM - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah CCTV, polisi akhirnya dapat mengidentifikasi..
6 jam yang lalu

Cirebon Diterjang Angin Puting Beliung, 25 Rumah Warga Hancur

Beritacenter.COM - Angin puting beliung yang terjadi pada Selasa (22/9) sekitar pukul 14.40 WIB meluluhlantakkan 25..
7 jam yang lalu

Jelang Pilkada, DPR Minta Polri Pastikan Protokol Kesehatan

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Ahamad Syahroni meminta kepada jajaran..
7 jam yang lalu

Berangsur Membaik Setelah Kritis Diracun, Alexei Navalny Keluar dari RS di Jerman

Beritacenter.COM - Sempat kritis dan menjalani perawatan usai diracun, kritikus Kremlin Alexei Navalny dilaporkan..
7 jam yang lalu

Perbedaan Pelawak Zaman Dulu dan Sekarang

BeritaCenter.COM – Pelawak zaman dulu dan sekarang tentu memiliki perbedaan. Lalu apa perbedaannya? Menurut..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi