Minggu, 08 Desember 2019 - 16:17 WIB

Drama Apa Lagi Setelah Putusan MK?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 28 Juni 2019 | 12:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Hari ini Kamis, 27 Juni 2019 hakim MK akan membacakan keputusan atas sengketa Pilpres 2019. Seperti kita tahu keputusan MK bersifat"Final dan Mengikat" bagi semua pihak yang terkait.

Tidak ada lagi peluang sekecil apapun untuk menggugat keputusan MK. Kemudian maksimal 3 hari kemudian KPU harus menerbitkan surat keputusan sebagai tindak lanjut keputusan MK. Jangan pernah percaya dengan narasi yang dibangun bahwa masalah ini kemudian akan dibawa ke Mahkamah Internasional di Den Haag. Itu statement politisi kadal burik asal bunyi yang sedang mabok jamur tahi sapi. Secara teori drama Pilpres seharusnya sudah selesai. Benarkah ?

Dengan indikasi kuat MK akan menolak seluruh gugatan dari BPN Prabowo - Sandiaga, apakah mungkin para pendukung mereka akan berbesar hati mau dengan legowo menerima keputusan MK ? Jujur saya tidak yakin !!! Mereka sudah pasti akan tetap melakukan koar-koar di jalanan. Meskipun saya yakin tidak akan berlangsung lama. Karena cukong yang mensuplai logistik suatu saat juga akan sadar bahwa provokasi dengan menggunakan kekuatan massa jalanan hampir praktis tidak ada guna alias sia-sia.

Ketidaklegowoan para pendukung Prabowo - Sandi bisa dimaklumi karena mereka telah mendapat contoh yang nyata dari jagoannya. Prabowo dan elite "inner circle"nya telah secara terbuka memberikan contoh buruk dalam etika berdemokrasi di negeri ini. Polarisasi rakyat yang tajam terbelah adalah warisan yang diberikan Prabowo dalam dua kali kontestasi Pilpres. Sebuah kerusakan sosial yang tidak mudah untuk disembuhkan.

Berbagai kepentingan yang melingkupi dalam kelompok Prabowo semakin membuat masalah ini tidak mudah terselesaikan dengan segera. Kepentingan bandar, personal ego yang haus kekuasaan dan kepentingan kelompok pro khilafah sudah terlanjur menjadi silang sengkarut yang tidak mudah diurai satu per satu. Belum lagi paparan narasi post truth yang terlanjur dipercaya oleh para pendukungnya bak kitab suci, menjadikan otak "sengkleh" mereka tidak mudah diluruskan kembali.

Ini PR besar bagi bangsa ini. Bukan sekedar tugas pemerintah semata. Para pemuka agama dan lembaga keagamaan juga harus terlibat aktif melakukan tindakan normalisasi akal sehat rakyat yang terlanjur "ngglewar". Para penceramah agama bayaran yang selama ini ikut andil besar dalam memberikan virus kontaminasi yang bersifat indoktrinatif bagi jama'ahnya juga harus dilakukan tindakan yang tegas. MUI bersama Dewan Masjid Indonesia harus berani melakukan langkah ekstrim salah satunya wacana penerapan sertifikasi bagi penceramah agama. Negara Malaysia sudah berani menerapkan, kenapa kita takut ?

Negara tidak boleh lagi abai untuk melakukan restorasi besar-besaran untuk mengatasi masalah ini. DPR dan Pemerintah harus berani melakukan evaluasi mendasar atas semua UU yang berpotensi menjadi penyebab kerusakan sosial di masyarakat. Salah satunya adalah UU Pemilu khususnya yang terkait dengan Pemilu serentak. Jangan memaksakan kondisi ideal dengan menjadikan rakyat kelinci percobaan.

Salah satu kunci dari penyelesaian masalah ini adalah kecerdasan Presiden Jokowi untuk memilih sosok tepat yang akan mengisi jajaran kabinetnya. Kesalahan fatal periode lalu dimana sering terjadinya bongkar pasang anggota kabinet jangan sampai terulang lagi. Kementerian strategis seperti Kemendikbud Kemenristek & Dikti, Kementerian Dalam Negeri dan Kemenkopolhukam serta Kemenko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan jangan lagi menjadi titik lemah seperti yang terjadi saat ini.

Sejatinya rakyat sudah lelah bin letih menyaksikan drama streaming Pilpres yang seolah tidak tahu kapan berakhirnya. Kalau masih ada ketidakpuasan kelompok kalah yang bersifat destruktif harus berani ditindak tegas. Tapi dengan catatan jangan lagi ada intervensi kepada POLRI seperti yang terjadi saat ini. Biarkan penyidik Polri bekerja sesuai dengan tupoksinya. Dan biarkan pengadilan yang memutuskan salah dan benarnya. Jangan ada lagi kelompok tertentu yang memberikan tekanan kepada proses hukum seperti yang terjadi saat ini.

Dan keteguhan dan ketegasan Presiden Jokowi saat ini dan 5 tahun ke depan dipertaruhkan. Jokowi harus membuktikan ucapannya bahwa periode kedua ini beliau tidak mempunyai beban politik lagi untuk bertindak tegas demi kepentingan negeri ini. Jokowi harus menuntaskan rekam jejak hebat dalam perjalanan kehidupannya.

Kehidupan di negeri ini bukan sekedar menyaksikan drama Pilpres. Ada yang lebih penting yaitu kita harus berjuang kuat untuk kehidupan kita masing-masing. Jangan lagi energi kita terbuang sia-sia untuk terus- menerus berperang dengan saudara sebangsa.

Rakyat di negara lain sudah sibuk menyambut datangnya era Industri 5.0, masak kita masih berkutat membahas tahi lalat jumbo si Beti ?

Salam SATU Indonesia,
27062019


(Sumber: Facebook Rudy S Kamri)





Fokus : Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK


#Mahkamah Konstitusi #MK #Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK #Sidang Putusan MK #Sidang Putusan Gugatan Hasil Pilpres 2019 #Hasil Putusan MK


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Kembangkan SDM, Kemnaker Ajak Investor Amerika Tuk Investasi ke Indonesia

BeritaCenter.COM - Pemerintahan Indonesia mengajak para investor dari perusahaan-perusahaan besar asal Amerika untuk..
2 jam yang lalu

Beraksi di Apartemen Depok, Spesialis Pencuri HP ini Ditangkap Polisi

BeritaCenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan satu pelaku pencurian di kamar apartemen Margonda..
4 jam yang lalu

Rumah Warga di Sigi Sulteng Diterjang Banjir Lumpur dan Batu dari Pegunungan Poi

Beritacenter.COM - Banjir lumpur menerjang sedikitnya tujuh rumah warga di Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan,..
5 jam yang lalu

Layanan Samsat Keliling Dekat Bundaran HI Ramai Dipadati Pengunjung CFD

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian membuka pelayanan perpanjangan STNK keliling di kawasan Car Free Day (CFD),..
6 jam yang lalu

Warga Rokan Hulu Riau Diamankan Polisi Terkait Kepemilikan Senpi Ilegal

Beritacenter.COM - Seorang warga bernisial MW alias Boiman (46) diamankan polisi atas dugaan kepemilikan senjata api..
7 jam yang lalu

FMPP Apresiasi Langkah Cepat Polres Malang Tangkap Oknum Guru Cabul

Beritacenter.COM - Front Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) mengapresiasi langkah cepat personel Polres Malang..
8 jam yang lalu

Tepis Anggapan Dinasti, Gibran: Kontestasi Politik Bisa Menang Bisa Kalah, Tergantung Rakyat

Beritacenter.COM - Gibran Rakabuming Raka menepis adanya anggapan soal dinasti politik terkait majunya dirinya di..
10 jam yang lalu

Mobil Rombongan Waketum NasDem Kecelakaan di Trans Kalimantan, 1 Sopir Terluka

Beritacenter.COM - Kecelakaan menimpa mobil rombongan Wakil Ketum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Ahmad..
21 jam yang lalu

Android dan Windows Phone Versi Ini Akan Dihentikan dari WhatsApp di Akhir Tahun

Beritacenter.COM - Aplikasi chatting WhatsApp mengumumkan pihaknya tidak akan lagi mendukung beberapa sistem operasi..
22 jam yang lalu

Iran Mulai Jantungan Saat Israel Pamer Rudal Nuklir, AS Bisu

Beritacenter.COM - Militer Israel dilaporkan menguji coba rudal kendali berkemampuan nuklir pada Jumat (6/12/2019) di..
23 jam yang lalu

Layanan Kartu Sehat Bekasi Akan Dihentikan

Beritacenter.COM - Surat Peraturan Kementerian Dalam Negeri No 33 tahun 2019 tentang pedoman penyusunan APBD 2020,..
1 hari yang lalu

Jakarta Akan Diguyur Hujan Disertai Petir di Malam Minggu

Beritacenter.COM - Untuk masyarakat DKI Jakarta yang akan menghabiskannya di dalam kota, ada baiknya mengetahui lebih..
1 hari yang lalu

Guru Besar Hukum Universitas Padjadjaran : Rocky Gerung Itu Tukang Provokasi, Sebut Jokowi Tidak Paham Pancasila

Beritacenter.COM - Ucapan Rocky Gerung yang dilontarkan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) dengan tema..
1 hari yang lalu

Koruptor dan Penyelundup Itu Tidak Pancasilais

Dalam pelbagai forum, saya sering mendapat pertanyaan dan saran. Salah satu saran tentang Pembumian Pancasila adalah..
1 hari yang lalu

Mendukung Pemberantasan Paham Radikal

Dewasa ini penyebaran paham radikal dianggap mengkhawatirkan karena didukung, perkembangan teknologi yang makin..
1 hari yang lalu

Mantap...! Indonesia 2020 Akan Ekspor Beras Premium Sebanyak 500 Ribu Ton

Beritacenter.COM - Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin tengah gencar melakukan ekspor. Salah satunya,..
1 hari yang lalu

Simpan Sabu di Selangkangan, Penumpang Bus Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Petugas kepolisian Polres Langkat mengamankan seorang penumpang bus, Syahfril warga Dusun Nelayan,..
1 hari yang lalu

Asik Berenang Dengan Teman, Bocah SD Tenggalam di Sungai Ciliwung

Beritacenter.COM - Seorang bocah SD tenggelam saat berenang di aliran Sungai Ciliwung, tak jauh dari pintu utama..
1 hari yang lalu

Akhir Pekan, BMKG Prediksi Cuaca di Jakarta Berpotensi Hujan Kilat

Beritacenter.COM - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Ibu Kota Jakarta akan..
1 hari yang lalu

4 Desa di Lebak Banten Diterjang Banjir

Beritacenter.COM - Ada sebanyak dua kecamatan dan empat desa di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten diterjang banjir..
1 hari yang lalu

Gara-gara Cuma Masalah Rokok, Mandor Tikam Anak Buah

Beritacenter.COM - Seorang pria berinisial MNM(27), mandor bangunan proyek Rusunawa di kampus Universitas Islam..
1 hari yang lalu

Warga Gunungkidul Diserang Sekawanan Ular Berbisa

Beritacenter.COM - Warga Dusun Kepek 1, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul ramai-ramai membulu..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi