Sabtu, 11 Juli 2020 - 12:57 WIB

Drama Apa Lagi Setelah Putusan MK?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 28 Juni 2019 | 12:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Hari ini Kamis, 27 Juni 2019 hakim MK akan membacakan keputusan atas sengketa Pilpres 2019. Seperti kita tahu keputusan MK bersifat"Final dan Mengikat" bagi semua pihak yang terkait.

Tidak ada lagi peluang sekecil apapun untuk menggugat keputusan MK. Kemudian maksimal 3 hari kemudian KPU harus menerbitkan surat keputusan sebagai tindak lanjut keputusan MK. Jangan pernah percaya dengan narasi yang dibangun bahwa masalah ini kemudian akan dibawa ke Mahkamah Internasional di Den Haag. Itu statement politisi kadal burik asal bunyi yang sedang mabok jamur tahi sapi. Secara teori drama Pilpres seharusnya sudah selesai. Benarkah ?

Dengan indikasi kuat MK akan menolak seluruh gugatan dari BPN Prabowo - Sandiaga, apakah mungkin para pendukung mereka akan berbesar hati mau dengan legowo menerima keputusan MK ? Jujur saya tidak yakin !!! Mereka sudah pasti akan tetap melakukan koar-koar di jalanan. Meskipun saya yakin tidak akan berlangsung lama. Karena cukong yang mensuplai logistik suatu saat juga akan sadar bahwa provokasi dengan menggunakan kekuatan massa jalanan hampir praktis tidak ada guna alias sia-sia.

Ketidaklegowoan para pendukung Prabowo - Sandi bisa dimaklumi karena mereka telah mendapat contoh yang nyata dari jagoannya. Prabowo dan elite "inner circle"nya telah secara terbuka memberikan contoh buruk dalam etika berdemokrasi di negeri ini. Polarisasi rakyat yang tajam terbelah adalah warisan yang diberikan Prabowo dalam dua kali kontestasi Pilpres. Sebuah kerusakan sosial yang tidak mudah untuk disembuhkan.

Berbagai kepentingan yang melingkupi dalam kelompok Prabowo semakin membuat masalah ini tidak mudah terselesaikan dengan segera. Kepentingan bandar, personal ego yang haus kekuasaan dan kepentingan kelompok pro khilafah sudah terlanjur menjadi silang sengkarut yang tidak mudah diurai satu per satu. Belum lagi paparan narasi post truth yang terlanjur dipercaya oleh para pendukungnya bak kitab suci, menjadikan otak "sengkleh" mereka tidak mudah diluruskan kembali.

Ini PR besar bagi bangsa ini. Bukan sekedar tugas pemerintah semata. Para pemuka agama dan lembaga keagamaan juga harus terlibat aktif melakukan tindakan normalisasi akal sehat rakyat yang terlanjur "ngglewar". Para penceramah agama bayaran yang selama ini ikut andil besar dalam memberikan virus kontaminasi yang bersifat indoktrinatif bagi jama'ahnya juga harus dilakukan tindakan yang tegas. MUI bersama Dewan Masjid Indonesia harus berani melakukan langkah ekstrim salah satunya wacana penerapan sertifikasi bagi penceramah agama. Negara Malaysia sudah berani menerapkan, kenapa kita takut ?

Negara tidak boleh lagi abai untuk melakukan restorasi besar-besaran untuk mengatasi masalah ini. DPR dan Pemerintah harus berani melakukan evaluasi mendasar atas semua UU yang berpotensi menjadi penyebab kerusakan sosial di masyarakat. Salah satunya adalah UU Pemilu khususnya yang terkait dengan Pemilu serentak. Jangan memaksakan kondisi ideal dengan menjadikan rakyat kelinci percobaan.

Salah satu kunci dari penyelesaian masalah ini adalah kecerdasan Presiden Jokowi untuk memilih sosok tepat yang akan mengisi jajaran kabinetnya. Kesalahan fatal periode lalu dimana sering terjadinya bongkar pasang anggota kabinet jangan sampai terulang lagi. Kementerian strategis seperti Kemendikbud Kemenristek & Dikti, Kementerian Dalam Negeri dan Kemenkopolhukam serta Kemenko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan jangan lagi menjadi titik lemah seperti yang terjadi saat ini.

Sejatinya rakyat sudah lelah bin letih menyaksikan drama streaming Pilpres yang seolah tidak tahu kapan berakhirnya. Kalau masih ada ketidakpuasan kelompok kalah yang bersifat destruktif harus berani ditindak tegas. Tapi dengan catatan jangan lagi ada intervensi kepada POLRI seperti yang terjadi saat ini. Biarkan penyidik Polri bekerja sesuai dengan tupoksinya. Dan biarkan pengadilan yang memutuskan salah dan benarnya. Jangan ada lagi kelompok tertentu yang memberikan tekanan kepada proses hukum seperti yang terjadi saat ini.

Dan keteguhan dan ketegasan Presiden Jokowi saat ini dan 5 tahun ke depan dipertaruhkan. Jokowi harus membuktikan ucapannya bahwa periode kedua ini beliau tidak mempunyai beban politik lagi untuk bertindak tegas demi kepentingan negeri ini. Jokowi harus menuntaskan rekam jejak hebat dalam perjalanan kehidupannya.

Kehidupan di negeri ini bukan sekedar menyaksikan drama Pilpres. Ada yang lebih penting yaitu kita harus berjuang kuat untuk kehidupan kita masing-masing. Jangan lagi energi kita terbuang sia-sia untuk terus- menerus berperang dengan saudara sebangsa.

Rakyat di negara lain sudah sibuk menyambut datangnya era Industri 5.0, masak kita masih berkutat membahas tahi lalat jumbo si Beti ?

Salam SATU Indonesia,
27062019


(Sumber: Facebook Rudy S Kamri)





Fokus : Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK


#MK #Mahkamah Konstitusi #Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK #Sidang Putusan MK #Sidang Putusan Gugatan Hasil Pilpres 2019 #Hasil Putusan MK


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Pasien Covid - 19 di Maluku Utara Mengamuk Usai 3 Bulan Dikarantina

Beritacenter.COM - Sejumlah pasien mengamuk kepada petugas karantina dikarenakan sudah tiga bulan dirawat namun hasil..
2 jam yang lalu

Tunggu Pesenan Sabu, Tiga Pilot di Jaksel Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polres Jakarta Selatan menangkap tiga pilot dari maskapai berbeda. Mereka ditangkap..
5 jam yang lalu

SIAPAKAH YG KEBAKARAN JENGGOT DAN SELALU TERIAK2 TENTANG PKI..?? WASPADALAH..

Sosok Agus Widjojo (AW) adalah salah satu jendral terbaik yang dimiliki bangsa ini. Pak AW adalah anak dari Jendral..
7 jam yang lalu

JOKO WIDODO seorang RISK TAKER & pemain Catur yg Handal..

Pak Jokowi melakukan banyak hal yang tak pernah bisa dilakukan oleh presiden presiden sebelumnya. Jokowi seorang Risk..
8 jam yang lalu

Wow, Empat Buah Ini Dipercaya Bisa Jaga Kesehatan Ginjal

Beritacenter.COM - Ginjal merupakan organ yang memiliki peranan penting untuk menyaring zat berbahaya yang masuk..
11 jam yang lalu

Mendagri Minta Pilkada 2020 Dilaksanakan Tertib dan Sesuai Protokol Kesehatan

Beritacenter.COM - Kementerian Dalam Negeri menghimbau agar pelaksaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada..
11 jam yang lalu

Pakai Sabu, Tiga Pilot Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap tiga orang pilot karena diduga terlibat kasus penyalahgunaan..
12 jam yang lalu

Mobil Rombongan Forkopimda Jatim Kecelakaan di Tol Kertosono, Gimana Nasib Gubernur Khofifah..?

Beritacenter.COM - Sebuah mobil Toyota Kijang dengan Nopol L 1000 JN mengalami kecelakaan di Tol Kertosono KM 678...
13 jam yang lalu

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Usut Tuntas Kematian Karyawan Metro TV

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya editor Metro TV, Yodi Prabowo yang..
13 jam yang lalu

Karwayan RS Ditemukan Tewas Tergantung di Surabaya

Beritacenter.COM - Seorang pegawai rumah sakit berinisial LN (24) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar kos-nya..
14 jam yang lalu

Selidiki Kasus Pembunuhan Yodi Prabowo, Polisi Periksa Sejumlah Karyawan Metro TV

Beritacenter.COM - Polisi terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya editor Metro TV, Yodi Prabowo, yang ditemukan..
15 jam yang lalu

MPR Sebut Melegalkan Ekspor Benih Lobster Merupakan Keputusan yang Tepat

Beritacenter.COM - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendukung penuh kebijakan yang diambil oleh Menteri Kelautan..
15 jam yang lalu

Kisahnya Viral di Medsos, Polisi Buru 7 Pemuda Pemerkosa Gadis di Garut

Beritacenter.COM - Belum lama ini, viral di media sosial soal kisah gadis di Kabupaten Garut yang diperkosa oleh..
16 jam yang lalu

Pengamat: Kebijakan Ekspor Benih Lobster Solusi Konkret

BeritaCenter.COM – Kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) era Edhy Prabowo yang membolehkan ekspor..
16 jam yang lalu

KKP Minta Pengusaha Pengelola Ikan Perhatikan Kemasan agar Dilirik Pasar

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta kepada para pelaku usaha pengelolah ikan untuk..
17 jam yang lalu

Kualitasnya Terbaik di Dunia, Menteri Edhy Minta Banyuwangi Tingkatkan Produksi Sidat

Potensi sidat ini sangat besar. Kami minta agar Banyuwangi bisa meningkatkan produksinya
17 jam yang lalu

Pembobol Data Denny Siregar Ditangkap Polisi, Ini Kata Telkomsel soal Kebocoran Data

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian telah menangkap pelaku pembocoran data pribadi pegiat media sosial, Denny..
18 jam yang lalu

Kesal Dipecat, Pria di Sleman Nekat Rusak dan Gasak Uang di Toko Besi Mantan Majikan

Beritacenter.COM - Dendam imbas pemutusan hubungan kerja (PHK), warga Pakem, Sleman, bernama Beni (26), nekat..
18 jam yang lalu

Antisipasi Kelangkaan Pangan Akibat Corona, Babinsa Kodim 1402 Polmas Galakkan Pendampingan Tanam Jagung

POLMAN- Berbagai upaya dilakukan Anggota TNI dari Kodim 1402/Polmas, Melalui Koramil jajaran dan Babinsanya..
19 jam yang lalu

Peringati Warganya, China Sebut Wabah Pneumonia di Kazakhstan Lebih Mematikan dari Corona

Beritacenter.COM - China memberi peringatan soal wabah pneumonia yang disebutnya jauh lebih mematikan dari virus..
20 jam yang lalu

Bejat !! Seorang Pemuda di Padang Tega Cabuli 4 Tetangganya Sendiri

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Rahman Ritonga (21) warga Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara,..
20 jam yang lalu

Real Madrid Siap Melepas Luka Jovic

Beritacenter.COM - Klub raksasa Real Madrid siap melepas Luka Jovic pada bursa transfer musim panas tahun ini. Real..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi