Jumat, 15 Nopember 2019 - 20:00 WIB

Demo lagi di MA ?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 10 Juli 2019 | 15:35 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kembali mempermasalahkan pelanggaran terstruktur, sistematis dan masif dalam penyelenggaraan Pemilu 2019. Keduanya kini mengajukan kasasi sekali lagi ke Mahkamah Agung (MA) dan telah diregister dengan Perkara Nomor 2P/PAP/2019 tanggal 3 Juli 2019.

Perkara ini kini sedang diperiksa MA yang tengah dalam proses menunggu tanggapan KPU dan Bawaslu selaku Termohon. Prabowo-Sandi memberi kuasa kepada Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Nicholay Aprilindo Associates untuk menangani perkara tersebut.

Kuasa Hukum Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widowo dan KH Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra mengatakan pengajuan perkara kasasi kedua kalinya ini dilakukan seminggu setelah Mahkamah Konstitusi menolak gugatan Prabowo-Sandi tentang kecurangan dan pelanggaran TSM dalam Pilpres 2019.

Perkara tersebut sebelumnya telah diajukan ke Bawaslu oleh Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso, tetapi lembaga pengawas Pemilu itu menyatakan perkara pelanggaran Administrasi TSM yang diajukan oleh BPN Prabowo Sandi itu “tidak dapat diterima” (N.O. atau niet ontvanklijk verklaard).

"Artinya, materi perkaranya tidak diperiksa sama sekali oleh Bawaslu karena tidak memenuhi syarat-syarat formil yakni Pemohon tidak menyertakan alat-alat bukti untuk mendukung permohonannya. BPN kemudian mengajukan kasasi ke MA atas putusan N.O Bawaslu tersebut," ujar Yusril dalam keterangannya, Selasa (9/7).

MA dalam putusan kasasinya menguatkan Putusan Bawaslu. MA kembali menyatakan perkara tersebut “tidak dapat diterima” atau N.O. Namun MA menambahkan alasan penolakannya karena Pemohon perkara -yakni BPN yang ditandatangani oleh Jend TNI (Purn) Djoko Santoso-tidak mempunyai legal standing (alasan hukum) untuk mengajukan perkara. BPN menurut MA, bukan pihak yang berkepentingan dengan pelanggaran administrasi TSM yang disangkakan.

Pihak yang mempunyai legal standing atau yang berkepentingan menurut MA adalah Prabowo-Sandi sebagai Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden. Seharusnya merekalah yang mengajukan perkara adalah Paslon, bukan BPN.

Atas putusan kasasi MA tersebut, Pengacara BPN kemudian mengganti Pemohon perkara. Kali ini permohonannya dilakukan langsung oleh Prabowo-Sandi sebagai pihak yang mempunyai legal standing. Seperti telah dikatakan, perkara itu kini sedang dalam proses meminta tanggapan kepada KPU.

"Sementara Paslon Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin, meskipun berkepentingan, sampai saat ini tidak dimintai tanggapan oleh MA. Sebab itu, kami bersikap pasif, namun aktif memantau perkembangan perkara ini," kata Yusril.

Yusril menilai, para Kuasa Hukum Prabowo-Sandi telah salah melangkah dalam menangani perkara ini. Ketika MA menyatakan N.O karena pemohonnya tidak punya legal standing, maka permohonan ulang atas perkara ini seharusnya diajukan kembali ke Bawaslu sebagai pengadilan tingkat pertama.

"Jika perkara ditolak Bawaslu, barulah mereka ajukan kasasi ke MA," ungkap dia.

Lagi pula, menurut Yusril, Prabowo-Sandi bukanlah pihak yang memohon perkara ke Bawaslu dan sebelumnya mengajukan kasasi ke MA. Pemohon perkara sebelumnya adalah Ketua BPN Djoko Santoso.

“Sangat aneh kalau tiba-tiba, Pemohonnya diganti dengan Prabowo dan Sandiaga Uno tetapi langsung mengajukan kasasi, sementara keduanya sebelumnya tidak pernah berperkara,” tegas Yusril.

Yusril menilai ada kesalahan berpikir dalam menerapkan hukum acara yang dilakukan oleh Kuasa Hukum Prabowo-Sandi. Dengan demikian menurut Yusril, dia berkeyakinan bahwa MA akan menyatakan N.O sekali lagi, atau menolak Permohonan ini seluruhnya.

Selain menyoroti prosedur kasasi seperti itu, Yusril juga mengemukakan pandangan bahwa mengajukan kembali kasasi atas dugaan pelanggaran TSM ke Mahkamah Agung sebenarnya sudah tidak relevan.

"Perkara ini akan menjadi semacam ne bis in idem atau mengadili kasus yang sama dengan Termohon yang sama dua kali," tandas dia.

Pasalnya, kata dia, MK juga telah memeriksa permohonan yang intinya sama, yakni dugaaan kecurangan dan pelanggaran TSM dalam penyelenggaraan Pemilu. Sebagaimana diketahui, MK telah menolak permohonan Prabowo-Sandi untuk seluruhnya, karena tidak ada satupun dalil yang mereka bawa ke MK yang dapat mereka buktikan.

"Putusan MK adalah final dan mengikat. Dengan diputuskannya perkara oleh MK, maka Bawaslu dan MA harus dianggap sudah tidak berwenang lagi menangani perkara yang sama. Seharusnya semua pihak menghormati Putusan MK dan tidak melakukan upaya hukum lain lagi, termasuk melakukan kasasi ke MA," pungkas Yusril.

Sumber : Facebook Hapsoro Hadinoto





Fokus : Prabowo Gugat Hasil Pilpres Ke MK


#Jokowi Presiden Ku #Rekonsiliasi #Gerindra Tolak Rekonsiliasi #Prabowo Tolak Rekonsiliasi #Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Gagal #Prabowo Keok #Sidang MK #Sidang Sengketa Pileg 2019


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






40 menit yang lalu

Fakta Soal Pencekalan Rizieq

Baru selesai acara Dua Sisi di TVOne terkait Siapa Mencekal Rizieq? Saya sampaikan: 1. Fakta pencekalan Rizieq..
57 menit yang lalu

Rapimnas Golkar Mencekam, Ada Intimidasi ke Kubu Bamsoet

Beritacenter.COM - Kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan situasi Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai..
1 jam yang lalu

Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok Jadi Bos Besar

Beritacenter.COM - Serikat pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB)..
2 jam yang lalu

LSI Denny JA "Kepercayan Publik Ke KPK Menurun"

Beritacenter.COM - Sebelumnya, LSI Denny JA merilis hasil survei kepercayaan publik terhadap institusi negara dan..
2 jam yang lalu

Polisi Tangkap Komplotan Pencopet Ponsel di Konser Musik di Bekasi

Beritacenter.COM - Sebanyak 9 orang diamankan polisi terkait dugaan pencurian ponsel di kontes musik dalam mall di..
2 jam yang lalu

Gatot Eddy Bicara Bahaya Sosial Media Penyebab Intoleran

Beritacenter.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono berbicara bahaya media sosial (Medsos) yang susah..
3 jam yang lalu

Fitnah Pemerintah Indonesia Dengan Isu Pencekalan, Ternyata Rizieq Punya Masalah Dengan Arab Saudi

Beritacenter.COM - Kalau kemarin kita sudah menyaksikan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengklaim..
3 jam yang lalu

Ada 19 Bangunan Rusak Imbas Gempa 7,1 di Malut, Belasan Rumah, Gereja dan Sekolah

Beritacenter.COM - Pasca gempa magnitudo 7,1 yang mengguncang Maluku Utara (Malut), tercatat ada sebanyak 19 bangunan..
3 jam yang lalu

Wapres RI Imbau Guru Ngaji Ajarkan Islam Rohmatan Lil 'Alamin

BeritaCenter.COM - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengimbau para guru ngaji agar tidak mengajarkan paham radikal..
4 jam yang lalu

Bakar Mobil, Wawan Diamankan Polisi

Beritacenter.COM - Polres Madiun Kota berhasil mengamankan seorang pemuda yang kedapatan melakukan pembakaran mobil..
4 jam yang lalu

Warga Pasar Minggu Digegerkan Temuan Mayat Membusuk di Dalam Kontrakan

BeritaCenter.COM - Asep Saepudin (43) ditemukan tewas membusuk di dalam kontrakannya di Jalan Rajawali Gg. Raya RT..
4 jam yang lalu

Nusron Wahid Sebut Pemilihan Ketum Golkar Tak Mungkin Aklamasi

BeritaCenter.COM - Ketua DPP Golkar Nusron Wahid menilai mekanisme aklamasi di pemilihan Ketum Golkar tidak bisa..
5 jam yang lalu

Gak Punya Duit Bayar Motor, Pemuda Pengangguran Bobol Warung Kopi...

Beritacenter.COM - Seorang pemuda pengangguran berhadil diamankan pihak kepolisian, setelah bobol warung kopi dan..
5 jam yang lalu

Teror Bangkai Babi di Sungai dan Jalanan Medan, Polisi Cari Pelakunya

BeritaCenter.COM – Teror ratusan bangkai Babi di Medan tak hanya terjadi di sungai dan danau. Bangkai babi kini..
5 jam yang lalu

Lalai Berkendara, Sopir Bus Sinar Jaya Jadi Tersangka Kecelakaan Tewaskan 7 Orang di Cipali

Beritacenter.COM - Polisi menetapkan sopir bus Sinar Jaya, yakni Sanudi Bin Robiun, menjadi tersangka kecelakaan maut..
5 jam yang lalu

Habis Minum-minum, Ayah Dan Anak "Gebukin" Satpam

Beritacenter.COM - Sutarmin Priyanto (54) dan Ekta Agus Devia (23) bapak dan anak asal Desa Argoyuwono, Kecamatan..
5 jam yang lalu

Hingga Siang Ini, Maluku Utara Sudah 103 Kali Diguncang Gempa

BeritaCenter.COM - Pascagempa magnitudo 7,1 pada Kamis (14/11/2019) malam. Tercatat sekitar 103 gempa susulan..
5 jam yang lalu

Pasca Gempa 7,1 M di Malut, BNPB: Aktivitas Warga dan Pelayanan Publik Sudah Normal

Beritacenter.COM - Aktifitas warga terdampak gempa magnitudo 7,1 di Maluku Utara (Malut), sudah kembali berangsur..
5 jam yang lalu

Pengendara Mesin Diesel Diharap Jangan Lewat Pantura, Solar Langka....!

Beritacenter.COM - Sejak sepekan terakhir, area pengisian bahan bakar minyak di bawah komando pertamina ini kerap..
5 jam yang lalu

Ngantuk Habis Ziarah, Bus Pariwisata Tabrak Truk Semen Hingga 4 orang Tewas

Beritacenter.COM - Kecelakaan maut terjadi di Jalur Tol Paspro (Pasuruan-Probolinggo), tepartnya KM 805, Desa..
6 jam yang lalu

Puan Maharani Tak Setuju Jokowi Tambah Wamen, Ini Kata Istana

BeritaCenter.COM – Rencana penambahan Wakil Menteri oleh Presiden Jokowi dikritik oleh Ketua DPR Puan Maharani...
6 jam yang lalu

Presiden Jokowi Sidak Layanan BPJS di RSUD Bandar Lampung

BeritaCenter.COM - Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Dr Abdul Moeloek, Bandar Lampung disidak oleh Presiden Jokowi...

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi