Kamis, 18 Juli 2019 - 07:26 WIB

Pendukung Khilafah, Silahkan Keluar Dari NKRI

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 10 Juli 2019 | 17:45 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Tulisan bagus untuk anak2 muda Dan warga Indonesia tentang bahayanya HTI, jgn sampai kita terkena virus HTI, bagi PNS, Pegawai BUMN, Dosen, Dokter, Perawat yg sdh terpapar Penyakit HTI segera tobat atau keluar dr pekerjaan anda, segera cari negara yg ber faham HTI.

Pada 23 Februari 2011,
Ismail Yusanto merilis siaran
pers berjudul “Seruan HTI untuk Kaum
Muslimin di Libya Tumbangkan Rezim Diktator,
"Tegakkan Khilafah"

Dalam siaran pers itu Ismail menyatakan, “penguasa Libya memimpin dengan penuh kezaliman, menggunakan tekanan, paksaan dan kekangan… rakyatnya hidup dalam kemiskinan yang sangat dan kelaparan yang tiada terkira.”

Lalu pada Agustus 2011,
situs HTI merilis siaran pers ucapan
selamat atas tumbangnya “rezim tiran Qaddafi”

HTI mengabaikan data dari
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
bahwa sebelum 2011, Libya adalah negara dengan Human Development Index (HDI) tertinggi di Afrika. Pada tahun 2010,

HDI Libya berada di peringkat 57 dunia.
Ini adalah posisi yang jauh lebih baik darpada
Indonesia yang baru sampai di peringkat 112.

Dalam situs UNDP dicantumkan
bahwa pengukuran HDI dimaksudkan
untuk mengetahui kondisi kehidupan manusia, dengan berbasis tiga hal berikut ini: kehidupan yang sehat, panjang umur, dan kreatif; memiliki pengetahuan, serta memiliki akses terhadap sumber daya yang diperlukan untuk memiliki kehidupan yang layak.

Pada 2010, pendapatan penduduk
per kapita Libya adalah US$ 14.582.
Bandingkan dengan Indonesia pada saat
itu yang hanya US$ 2.149.

Warga Libya menikmati pendidikan
dan layanan kesehatan gratis, serta subsidi berlimpah di sektor energi dan pangan.Setelah Gaddafi dibunuh bangsa pengkhianat, khilafah yang di gembar-gembor kan pun tak ada. Hizbut Tahrir tak lebih dari partai penipu...

Catatan :

Belajar Dari Kehancuran Libya..........
Belajar Dari Pilkada Jakarta........

Sebelum membahas apa hubungannya antara HTI dengan mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi yang tewas sangat mengenaskan itu. Baiknya lihat dulu apa yang terjadi di Libya sekarang ini.

Saat ini sudah memasuki 8 tahun
revolusi Libya tanpa perubahan positif. Pasca tergulingnya Muammar Khadafi tahun 2011. Negara Libya malah terjebak dalam kekacauan dan kerusuhan tanpa akhir. Perebutan kekuasaan antar faksi, pembunuhan dimana-mana, perbudakan, perebutan wilayah dan Libya terbelah menjadi dua bagian, barat dan timur.

Impian dan harapan rakyat Libya tentang kemakmuran ala Khilafah Hizbut Tahrir hanya omong kosong. Faktanya, Libya sekarang justru dikelilingi oleh penjahat dan para gembong perang dimana-mana, kemiskinan meningkat tajam dan rakyat tidak berdaya apa-apa.

Gerombolan Hizbut Tahrir dan gabungan kelompok radikal lainnya serta politikus haus kekuasaan telah berhasil mencuci otak rakyat Libya dengan dogma-dogma sempit dan harapan palsu kemakmuran ala Khilafah.

Padahal dulu, negara Libya di era Khadafi berkuasa. Rakyatnya hidup makmur dan sentosa, semua kebutuhan rakyatnya dipenuhi oleh pemerintahan Khadafi. Pendidikan, Kesehatan dan listrik, semua gratis.

Bahkan di Libya, setiap pasangan yang baru menikah akan mendapatkan $50.000 sebagai biaya untuk membeli apartemen dan memulai hidup baru. Begitu juga setiap ibu yang baru melahirkan anak, akan mendapatkan tunjangan sebesar $5000 untuk sang ibu dan buah hatinya. Kurang enak apa lagi.

Itulah yang namanya kufur nikmat, tidak mensyukuri apa yang sudah dirasakan. Kini rakyat Libya sangat menyesal karena telah menggulingkan Muammar Khadafi, pemimpin kharismatik yang disegani dunia internasional.

Lalu apa hubungannya ormas radikal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan Libya hingga mau berdemo menuntut penggulingan Khadafi, 8 tahun yang lalu.

Sebagaimana kita ketahui, Hizbut Tahrir sebagai induknya semangnya HTI adalah salah satu pelopor tergulingnya Khadafi. Hizbut Tahrir sering memfitnah Khadafi, menghasut dan memprovokasi rakyat Libya dengan dogma-dogma sempit akan keindahan dan kemakmuran ala Khilafah.

Polanya hampir sama dengan
kader-kader HTI di Indonesia yang
sering memfitnah Jokowi kafir, anti Islam,
lalu menghasut dan memprovokasi rakyat
dengan iming-iming surgawi bahwa Khilafah
adalah solusi bagi kemakmuran Indonesia.

Bukan hanya di Libya ! Hizbut Tahrir
juga melakukan hal yang sama diberbagai negara di Timur Tengah. Hasilnya pun sama.

Yakni kehancuran negara-negara tersebut,
nasi sudah menjadi bubur, mereka menyesal karena terprovokasi oleh Hizbut Tahrir.

Akibat perilaku ormas radikal itu.
Banyak negara-negara di Timur Tengah akhirnya membubarkan Hizbut Tahrir dan dilabeli sebagai organisasi teroris.

Melihat gambaran nyata peristiwa diatas, Marilah kita belajar dari apa yang terjadi di Libya dan negara timur tengah lainnya.

Ormas Radikal HTI memang sampah,
walaupun sudah dibubarkan oleh Pak Jokowi. Tapi kader-rkader radikal HTI masih banyak berkeliaran menyebarkan fitnah keji, memprovokasi dan menghasut umat.

Sebelum terlambat dan sebelum
nasi jadi bubur. Baiknya, kader-kader radikal HTI dan sekutunya tidak boleh dibiarkan
terus menerus berkeliaran di masyarakat.
Kita harus LAWAN dan jangan TAKUT.

Kita patut bersyukur,
Pak Jokowi menang pilpres,
kita tidak bisa membayangkan jika HTI dan gerombolan
radikalnya menjadi penguasa di negeri ini.

Kita juga patut bersyukur, kemenangan
Jokowi ini tak lepas dari pembelajaran rakyat Indonesia terkait pelaksanaan pilkada Jakarta.
Rakyat makin cerdas. Ayat mayat sudah tidak menjadi Dagangan Politik yg laku lagi.

[Saleh]

#JagaNKRI
#BravoTNIPolri

Sumber : Status Facebook Didik Muhadi





Fokus : HTI


#HTI #Indonesia #Indonesia Bersatu #NKRI Harga Mati #HTI Keluar Dari NKRI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






16 menit yang lalu

Benarkah Terlalu Banyak Media Sosial Lebih Picu Depresi ? Ini Penjelasannya

Beritacenter.COM - Menurut pakar peneliti epidemiologi dari Brown University's School of Public Health, Rhode Island,..
43 menit yang lalu

Pertemuan Jokowi - Prabowo, Gerindra : Sebatas Pertemuan Lanjutan Tak Membahas 'Jatah Kekuasaan'

Beritacenter.COM - Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudhajid mengatakan, pertemuan antara Joko Widodo (Jokowi) dengan..
1 jam yang lalu

Larantuka NTT Diguncang Gempa 5 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT)diguncang gempa berkekuatan 5 Magnitudo. Gempa itu..
1 jam yang lalu

Maling Modus Pura-pura ke Toilet di Mal dan Masjid Diringkus Polisi di Makassar

Beritacenter.COM - Pria bernama Imran Jamaluddin alias Imran (49) harus berurusan dengan polisi lantaran diduga..
2 jam yang lalu

Indonesia Tempati Posisi Penderita Tiroid Tertinggi se-ASEAN, Kok Bisa?

Beritacenter.COM - Indonesia tercatat sebagai negara yang menempati posisi dengan gangguan tiroid tertinggi di ASEAN..
3 jam yang lalu

De Ligt Sapa Fans Juventus Usai Rampung Tes Medis di J-Medical

Beritacenter.COM - Bek asal Belanda Matthijs De Ligt resmi merumput di Juventus. De Ligt yang memang sebelumnya sudah..
4 jam yang lalu

Cinta Laura Soal Foto Bersama Mantan: No.. I don't Wanna Talk About It!

Beritacenter.COM - Setelah sempat sebulan lebih heboh dengan pemberitaan terkait foto syur bersama mantan kekasih,..
5 jam yang lalu

MAPOL: KPK Lembaga Penegak Hukum, Capim KPK Butuh SDM dari Polri dan Kejaksaan

SDM di kepolisian adalah SDM yang paham tentang penyelidikan dan penyidikan, dalam hal penegakan hukum. Jadi kita membutuhkan itu
6 jam yang lalu

Puluhan Siswa SD di Kebayoran Baru Jaksel Keracunan Massal Usai Makan Lemper

Beritacenter.COM - Sedikitnya terdapat 40 orang siswa SD di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengalami..
8 jam yang lalu

Temui 100 Artis di Istana Bogor, Jokowi Janjikan Alokasi Dana Abadi Kebudayaan

Jadi kalau itu (dana abadi kebudayaan) kan baru akan dimulai tahun depan, bahwa akan ada dana abadi yang memang oleh bapak Presiden disisihkan
9 jam yang lalu

Halmahera Selatan Malut Diguncang Gempa Magnitudo 5,2, Tak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Wilayah kawasan Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut), diguncang gempa dengan magnitudo 5,2...
9 jam yang lalu

Remas Payudara Mahasiswi di Yogya, Penjual Cilok Nyaris Jadi Bulan-bulanan Warga

Beritacenter.COM - Mahasiswi asal Cilacap menjadi korban perbuatan cabul seorang pedagang cilok di Yogyakarta...
9 jam yang lalu

Harapan Grab Indonesia di Pemerintahan Jokowi

Beritacenter.COM - PT Grab Indonesia mempunyai harapan untuk pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya..
10 jam yang lalu

Tiga Orang Tewas Dalam Bentrokan Dua Kelompok Warga di Mesuji

Beritacenter.COM - Pada Rabu (17/7/2019) siang, dua kelompok warga di Register 45 Mekarjaya, Kabupaten Mesuji,..
11 jam yang lalu

Tidak Ada Rekonsiliasi Bagi Pendukung Khilafah

Prabowo bertemu Jokowi. Itu biasa. Para tokoh politik boleh bersaing. Jika tujuannya membangun Indonesia, pada satu..
11 jam yang lalu

GBLA Terbengkalai, Ridwan Kamil: Kasih ke Pemprov, Kita Urus!

Beritacenter.COM - Sebagai solusi kesulitan anggaran perawatan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang dimiliki..
12 jam yang lalu

Kalahkan Ganda Inggris, Hendra/Ahsan Lolos ke Babak Kedua Indonesia Open

Beritacenter.COM - Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sukses mengalahkan pasangan dari Inggris..
12 jam yang lalu

Pidato Presiden Jokowi Itu tentang Program Kerja

Pada hari Minggu, 14 Juli 2019 Presiden Jokowi dengan bahasa yang lugas, tegas dan sangat jelas menyampaikannya..
12 jam yang lalu

Ingin Tau Sensasi Threesome Jadi Alasan Suami Jual Istri di Pasuruan

Beritacenter.COM - Usai menolak pengacara dari kepolisian, Akhmad Syahirul Amin akhirnya menjalani pemeriksaan..
13 jam yang lalu

Kejam! Begini Kronologi Ibu di Boyolali Hajar Anaknya Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Sungguh kejam perlakuan Siti Wakidah alias Ida (30) kepada anak kandungnya, F (6). Dia tega..
13 jam yang lalu

Dapat Penghargaan Dari DEA, Kapolres Jakbar: Ini Berkat Atensi Bapak Kapolri dan Kapolda Metro Jaya

BeritaCenter.COM - Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat mendapat penghargaan dari US Drug Enforcement Administration..
13 jam yang lalu

Jakarta Makin Kumuh, Anies Malahan Sibuk Jalan-jalan Ke Luar Negeri Melulu...

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI William Yani menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlalu..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi