Sabtu, 31 Juli 2021 - 19:47 WIB

Pendukung Khilafah, Silahkan Keluar Dari NKRI

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 10 Juli 2019 | 17:45 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Tulisan bagus untuk anak2 muda Dan warga Indonesia tentang bahayanya HTI, jgn sampai kita terkena virus HTI, bagi PNS, Pegawai BUMN, Dosen, Dokter, Perawat yg sdh terpapar Penyakit HTI segera tobat atau keluar dr pekerjaan anda, segera cari negara yg ber faham HTI.

Pada 23 Februari 2011,
Ismail Yusanto merilis siaran
pers berjudul “Seruan HTI untuk Kaum
Muslimin di Libya Tumbangkan Rezim Diktator,
"Tegakkan Khilafah"

Dalam siaran pers itu Ismail menyatakan, “penguasa Libya memimpin dengan penuh kezaliman, menggunakan tekanan, paksaan dan kekangan… rakyatnya hidup dalam kemiskinan yang sangat dan kelaparan yang tiada terkira.”

Lalu pada Agustus 2011,
situs HTI merilis siaran pers ucapan
selamat atas tumbangnya “rezim tiran Qaddafi”

HTI mengabaikan data dari
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
bahwa sebelum 2011, Libya adalah negara dengan Human Development Index (HDI) tertinggi di Afrika. Pada tahun 2010,

HDI Libya berada di peringkat 57 dunia.
Ini adalah posisi yang jauh lebih baik darpada
Indonesia yang baru sampai di peringkat 112.

Dalam situs UNDP dicantumkan
bahwa pengukuran HDI dimaksudkan
untuk mengetahui kondisi kehidupan manusia, dengan berbasis tiga hal berikut ini: kehidupan yang sehat, panjang umur, dan kreatif; memiliki pengetahuan, serta memiliki akses terhadap sumber daya yang diperlukan untuk memiliki kehidupan yang layak.

Pada 2010, pendapatan penduduk
per kapita Libya adalah US$ 14.582.
Bandingkan dengan Indonesia pada saat
itu yang hanya US$ 2.149.

Warga Libya menikmati pendidikan
dan layanan kesehatan gratis, serta subsidi berlimpah di sektor energi dan pangan.Setelah Gaddafi dibunuh bangsa pengkhianat, khilafah yang di gembar-gembor kan pun tak ada. Hizbut Tahrir tak lebih dari partai penipu...

Catatan :

Belajar Dari Kehancuran Libya..........
Belajar Dari Pilkada Jakarta........

Sebelum membahas apa hubungannya antara HTI dengan mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi yang tewas sangat mengenaskan itu. Baiknya lihat dulu apa yang terjadi di Libya sekarang ini.

Saat ini sudah memasuki 8 tahun
revolusi Libya tanpa perubahan positif. Pasca tergulingnya Muammar Khadafi tahun 2011. Negara Libya malah terjebak dalam kekacauan dan kerusuhan tanpa akhir. Perebutan kekuasaan antar faksi, pembunuhan dimana-mana, perbudakan, perebutan wilayah dan Libya terbelah menjadi dua bagian, barat dan timur.

Impian dan harapan rakyat Libya tentang kemakmuran ala Khilafah Hizbut Tahrir hanya omong kosong. Faktanya, Libya sekarang justru dikelilingi oleh penjahat dan para gembong perang dimana-mana, kemiskinan meningkat tajam dan rakyat tidak berdaya apa-apa.

Gerombolan Hizbut Tahrir dan gabungan kelompok radikal lainnya serta politikus haus kekuasaan telah berhasil mencuci otak rakyat Libya dengan dogma-dogma sempit dan harapan palsu kemakmuran ala Khilafah.

Padahal dulu, negara Libya di era Khadafi berkuasa. Rakyatnya hidup makmur dan sentosa, semua kebutuhan rakyatnya dipenuhi oleh pemerintahan Khadafi. Pendidikan, Kesehatan dan listrik, semua gratis.

Bahkan di Libya, setiap pasangan yang baru menikah akan mendapatkan $50.000 sebagai biaya untuk membeli apartemen dan memulai hidup baru. Begitu juga setiap ibu yang baru melahirkan anak, akan mendapatkan tunjangan sebesar $5000 untuk sang ibu dan buah hatinya. Kurang enak apa lagi.

Itulah yang namanya kufur nikmat, tidak mensyukuri apa yang sudah dirasakan. Kini rakyat Libya sangat menyesal karena telah menggulingkan Muammar Khadafi, pemimpin kharismatik yang disegani dunia internasional.

Lalu apa hubungannya ormas radikal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan Libya hingga mau berdemo menuntut penggulingan Khadafi, 8 tahun yang lalu.

Sebagaimana kita ketahui, Hizbut Tahrir sebagai induknya semangnya HTI adalah salah satu pelopor tergulingnya Khadafi. Hizbut Tahrir sering memfitnah Khadafi, menghasut dan memprovokasi rakyat Libya dengan dogma-dogma sempit akan keindahan dan kemakmuran ala Khilafah.

Polanya hampir sama dengan
kader-kader HTI di Indonesia yang
sering memfitnah Jokowi kafir, anti Islam,
lalu menghasut dan memprovokasi rakyat
dengan iming-iming surgawi bahwa Khilafah
adalah solusi bagi kemakmuran Indonesia.

Bukan hanya di Libya ! Hizbut Tahrir
juga melakukan hal yang sama diberbagai negara di Timur Tengah. Hasilnya pun sama.

Yakni kehancuran negara-negara tersebut,
nasi sudah menjadi bubur, mereka menyesal karena terprovokasi oleh Hizbut Tahrir.

Akibat perilaku ormas radikal itu.
Banyak negara-negara di Timur Tengah akhirnya membubarkan Hizbut Tahrir dan dilabeli sebagai organisasi teroris.

Melihat gambaran nyata peristiwa diatas, Marilah kita belajar dari apa yang terjadi di Libya dan negara timur tengah lainnya.

Ormas Radikal HTI memang sampah,
walaupun sudah dibubarkan oleh Pak Jokowi. Tapi kader-rkader radikal HTI masih banyak berkeliaran menyebarkan fitnah keji, memprovokasi dan menghasut umat.

Sebelum terlambat dan sebelum
nasi jadi bubur. Baiknya, kader-kader radikal HTI dan sekutunya tidak boleh dibiarkan
terus menerus berkeliaran di masyarakat.
Kita harus LAWAN dan jangan TAKUT.

Kita patut bersyukur,
Pak Jokowi menang pilpres,
kita tidak bisa membayangkan jika HTI dan gerombolan
radikalnya menjadi penguasa di negeri ini.

Kita juga patut bersyukur, kemenangan
Jokowi ini tak lepas dari pembelajaran rakyat Indonesia terkait pelaksanaan pilkada Jakarta.
Rakyat makin cerdas. Ayat mayat sudah tidak menjadi Dagangan Politik yg laku lagi.

[Saleh]

#JagaNKRI
#BravoTNIPolri

Sumber : Status Facebook Didik Muhadi





Fokus : HTI


#Indonesia #HTI #NKRI Harga Mati #Indonesia Bersatu #HTI Keluar Dari NKRI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






47 menit yang lalu

Ini 7 Makanan Sehat Untuk Orang Sakit agar Cepat Pulih

Beritacenter.COM - Makanan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi dan membantu proses pemulihan pada orang yang..
1 jam yang lalu

Anies Baswedan Sebut Selama Anda Manusia Berarti Bisa Divaksin di Jakarta

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengungkapkan ada empat komponen yang dapat..
2 jam yang lalu

Update Covid-19 Per 31 Juli : Kasus Positif Bertambah 37.284

Beritacenter.COM - Kasus virus corona di Indonesia kian memperihatinkan. Tercatat, pada hari ini, Sabtu (31/7/2021),..
3 jam yang lalu

Ini Penjelasan Pemprov DKI Soal Pembeli di Warteg Harus Sudah Divaksin Covid-19

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinnsi (Pemprov) DKI Jakarta menerangkan soal aturan pedagang dan pengunjung yang..
5 jam yang lalu

Punya Penyakit Bisul ? Coba 6 Obat Alami ini

Beritacenter.COM - Bisul adalah benjolan kecil berisi nanah yang terbentuk di bawah lapisan kulit. Apabila tidak..
6 jam yang lalu

Ayu Ting Ting Ogah Berdamai Usai Anaknya Dihina Mental Pengemis

Beritacenter.COM - Pedangdut Ayu Ting Ting memilih untuk mengambil jalur hukum demi memberikan efek jera kepada akun..
7 jam yang lalu

Tak Puas Dengan Isteri, Pria Bejat ini Masih Cabuli Adik Ipar Dibawah Umur

Beritacenter.COM - Seorang pria di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat tega mencabuli adik iparnya sendiri yang masih..
8 jam yang lalu

Pemain Sepak Bola Berdarah Indonesia - Belanda Meninggal Dunia

Beritacenter.COM - Pemain sepak bola berdarah Indonesia - Belanda Noah Gesser dikabarkan meninggal dunia dalam..
9 jam yang lalu

Ganti Presiden? Ya Setuju

Biasa saja dan sederhana. Ganti presiden itu pasti. Pertama-tama umur orang itu terbatas, tidak ada yang hidup..
10 jam yang lalu

GENDERANG PERANG DEMOKRAT LAWAN RAKYAT!

Konyol, satu kata pembuka dari saya untuk partai Demokrat, membaca berita dari berbagai media yang santer mengutip..
11 jam yang lalu

Tidak Tahu Diri...! Habis Isi Bensi Di SPBU Bintaro Sebuah Mobil Mewah B 1201 QZ Kabur Gak Mau Bayar

Beritacenter.COM - Media sosial dibuat heboh video sebuah mobil mewah mengisi BBM di sebuah SPBU tidak mau membayar..
12 jam yang lalu

PMI Lagi Ngapain?

Seperti kita ketahui penyintas covid19 bisa mendonorkan darahnya kepada pasien yg positif Covid. PMI adalah badan yg..
19 jam yang lalu

Tiga Cara Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah Ta'ala

Seorang muslim sejatinya diperintahkan untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala..
20 jam yang lalu

Tambal Defisit Anggaran, Gibran Pangkas Tunjangan ASN di Solo

Beritacenter.COM - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memangkas tunjangan penghasilan pegawai (TPP) Aparatur..
21 jam yang lalu

Mendagri Berikan Pesan ke Kepala Daerah &Forkopimda Ikut Turun Salurkan Bantuan

Beritacenter.COM - Menteri dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berpesan kepada pemerintah daerah untuk tetap kawal..
21 jam yang lalu

Geger! Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Masjid Raya Medan

Beritacenter.COM - Warga digemparkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di halaman depan Masjid Raya Al Mashun,..
22 jam yang lalu

Terungkap ! Mayat Wanita Terkubur di Sleman Ternyata Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Kasus penemuan mayat perempuan berinisial DLP (21) asal Klaten yang ditemukan terkubur di..
22 jam yang lalu

Resahkan Warga, Empat Pelaku Begal Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satreskrim Polsek Tambelang, Kabaupaten Bekasi menangkap empat pelaku begal yang merasahkan..
23 jam yang lalu

Alhamdulillah !! Jumlah Pasien Covid -19 yang Sembuh di Sulteng Pecahkan Rekor Baru

Beritacenter.COM - Kabar baik datang dari pasien Covid -19 di Sulawesi Tengah (Sulteng) angka kesembuhan mencapai 426..
23 jam yang lalu

Kematian Akibat Covid Masih Tinggi, Waspada

Ini gambar dari instagram laporcovid19. Jumlah angka kematian yang sangat besar. Sekarang ini sering sekali dapat..
23 jam yang lalu

Nasib Pilu Gadis 15 Tahun di Jember, Diperkosa Ayah Tiri dan Paman Selama 2 Tahun hingga Hamil 4 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang gadis berusia 15 tahun di Kecamatan Silo, Jember, hamil 4 bulan usai di setubuhi oleh ayah..
1 hari yang lalu

Wanita Positif Covid-19 Ditangkap saat Mesum di Kosan Aceh

Beritacenter.COM - Polisi syariat Aceh mengamankan pasangan diduga mesum berinisial RTA (21) dan AJS (26). Belakangan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi