Selasa, 22 Oktober 2019 - 08:05 WIB

Pentingnya Kampanye Rekonsiliasi Pasca Pemilu 2019 Oleh Generasi Muda dan Media

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 11 Juli 2019 | 13:05 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Pada tanggal 17 April 2019 yang lalu, bangsa ini menggelar suatu agenda besar dalam penyelenggaraan demokrasi. Pada hari tersebut lebih dari 187 juta pemilih baik di dalam negeri atau luar negeri untuk pertama kalinya akan memilih secara serentak calon anggota legislatif (Pileg) dan Capres-Cawapres (Pilpres). Dengan adanya keserentakan, Pemilu tahun 2019 memiliki beberapa perbedaan dengan Pemilu tahun 2014. Mulai dari penyelenggaraan, jumlah parpol peserta pemilu, hingga metode penghitungan suara parpol. Perbedaan mendasar dari penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 yakni keserentakan. Pada tahun 2014, Pileg dan Pilpres diselenggarakan secara terpisah. Perbedaan itu ditandakan dengan digabungkannya UU Pileg, UU Pilpres, dan UU Penyelenggaraan Pemilu menjadi hanya UU Pemilu. Selain itu, jumlah partai politik (parpol) yang berlaga di Pemilu 2019 dibandingkan Pemilu 2014 juga berbeda. Pada Pemilu 2014 lalu, pemilu diikuti oleh 12 parpol nasional dan 3 parpol lokal Aceh. Sedangkan pada Pemilu 2019 diikuti oleh 16 partai politik nasional ditambah 4 partai politik lokal di Aceh.

Setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, akhirnya pada Minggu (30/6/2019), Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menggelar rapat pleno terbuka dan menetapkan pasangan capres-cawapres Joko Widodo – Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pilpres 2019. Pasangan nomor urut 01 tersebut terpilih sebagai presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024 dengan perolehan suara sebanyak 85.607.367 suara atau 55,50% dari total suara sah nasional. Rapat pleno tersebut digelar KPU menyusul putusan Mahkamah Konstitusi mengenai sengketa hasil pilpres 2019. Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak seluruh gugatan sengketa Pilpres 2019 yang sebelumnya diajukan pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dengan demikian, usai sudah rangkaian kontestasi politik dalam pemilu 2019 ini. Setelah rangkaian perdebatan, juga gugatan yang menyertai, baik di masa kampanye hingga masa-masa pengumuman hasil, kini pasangan presiden dan wakil presiden terpilih sudah ditetapkan secara sah. Setelah penetapan presiden dan wakil presiden terpilih dari KPU tersebut, semua pihak kembali mempererat tali persaudaraan dan persatuan.

Kita berharap, semua pihak bisa menerima hasil dari seluruh rangkaian mekanisme pemilu tersebut dengan jiwa besar. Kita juga berharap, segala macam perdebatan yang marak selama masa-masa kampanye hingga beberapa bulan belakangan, bisa mereda dan kita semua bisa kembali bergandengan tangan mengukuhkan persaudaraan sebagai sebuah bangsa. Penetapan pasangan presiden dan wakil presiden RI terpilih oleh KPU beberapa hari yang lalu mesti bisa mengakhir segala perselisihan dan perdebatan tersebut. Kendati demikian, persoalan tersebut menyisakan pertanyaan penting diantaranya soal rekonsiliasi. KBBI mengartikan “Rekonsiliasi” sebagai tindakan menyembuhkan hubungan persahabatan untuk kembali ke keadaan semula. Rekonsiliasi kebangsaan, dengan demikian bisa diartikan sebagai upaya menyembuhkan kembali hubungan persaudaraan dan persatuan bangsa, setelah sebelumnya retak atau koyak oleh menguatnya perdebatan, caci maki, dan kebencian.

Kemudian, kita sebagai masyarakat khususnya generasi muda juga memiliki tugas dan andil yang sama besarnya untuk mengkampanyekan rekonsiliasi kebangsaan. Di sini, dunia maya atau terutama media sosial bisa menjadi alat yang sangat ampuh untuk menggelorakan rekonsiliasi kebangsaan. Dengan gawai di tangan, setiap individu mesti aktif menyuarakan pesan-pesan perdamaian. Di media sosial, ekspresi-ekpresi permusuhan dan kebencian sudah saatnya dilenyapkan, diganti ekspresi-ekpresi yang mengedepankan persaudaraan, kasih sayang, dan kepedulian dengan sesama. Kita bisa kembali menyapa, berkomentar secara ramah dan damai, dengan orang-orang yang kemarin mungkin berbeda pandangan politik dengan kita. Di sini, kata-kata atau bahasa penuh etika, adab, dan sopan santun menjadi hal yang sangat penting dikedepankan dalam mengupayakan rekonsiliasi di media sosial. Jangan ada lagi kata-kata penuh kebencian, permusuhan, dan caci maki di kolom komentar. Tak boleh ada lagi unggahan-unggahan provokatif dan membagikan konten-konten yang memancing keributan, begitu pula media-media arusutama.

Semua mesti merenung, melakukan refleksi, dan melihat secara jernih apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh bangsa ini. Kini, sudah tak ada relevansinya lagi untuk terus melakukan perdebatan, apalagi mengumbar permusuhan dan kebencian. Pilpres telah usai dan pemimpin terpilih sudah ditetapkan. Tak ada guna terus memelihara kebencian dan permusuhan. Yang lebih penting dan yang kita butuhkan sekarang adalah suara-suara ramah dan damai yang mengajak untuk kembali bergandengan tangan, menguatkan kerja sama dan gotong royong untuk menciptakan keharmonisan demi kehidupan bangsa yang lebih baik ke depan.

Dalam konteks ini peran generasi muda menjadi signifikan. Dengan penguasaan teknologi informasi yang dimiliki generasi muda dapat berpartisipasi dalam meredam konflik komunikasi di media, mereduksi pembuatan dan penyebaran berita hoax, meluruskan informasi yang keliru. Generasi muda juga bisa berpartisipasi dengan mengendalikan diri untuk tidak terjebak menggunakan teknologi untuk perilaku negatif. Seperti membuat dan menyebar hoax dan perilaku lain yang melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pemilu dan seluruh rangkaian prosesnya yang aman, damai, sukses dan berintegritas adalah dambaan bersama. Namun itu tidak datang dengan sendirinya. Dibutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh elemen bangsa. Termasuk generasi muda dan para stakeholders pemilu untuk mewujudkannya. Komitmen itu hanya dapat terbangun ketika semua pihak mau memaknai pilpres secara komprehensif, bukan mengejar hasil semata, tetapi mematuhi peraturan tertulis maupun tidak tertulis dalam proses pemilu serta menghormati norma, etika, dan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan komitmen itu maka kondisi politik di tanah air pasca Pemilu 2019 akan tetap kondusif.

 

Oleh : S. Zaliha
Penulis adalah pegiat Pustaka Institute





Fokus : Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo


#Rekonsiliasi #Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo #Gerindra Tolak Rekonsiliasi #Prabowo Tolak Rekonsiliasi #Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Gagal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






16 menit yang lalu

Mengenal Resolusi Jihat NU Yang Kini Diperingati Sebagai Hari Santri

Pada 22 Oktober 1945 sebuah keputusan dihasilkan dari rapat besar konsul-konsul (setingkat pengurus wilayah sekarang)..
42 menit yang lalu

Pendiri 'GOJEK' Calon Menteri Termuda Jokowi

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil pendiri gojek, Nadiem Makarim ke Istana Negara, Senin..
1 jam yang lalu

Prabowo Siap Jadi Menteri Jokowi, PA212 Beri Target 100 Hari Pulangkan Habib Rizieq

Beritacenter.COM - Persaudaraan Alumni (PA) 212 angkat bicara terkait kesiapan Prabowo Subianto bergabung ke..
2 jam yang lalu

Minum Kopi Sebelum Sarapan? Ini Yang Akan Terjadi Pada Tubuh

BeritaCenter.COM - Guys, menikmati kopi di pagi hari sembari membaca berita terkini memang sangat..
3 jam yang lalu

Dahsyat, 7 Manfaat Meminum Teh Campur Madu Untuk Kesehatan

BeritaCenter.COM - Meminum teh telah menjadi suatu hobi, kebiasaan bahkan salah satu tradisi di berbagai negara..
4 jam yang lalu

Mandi Pagi Sebelum Subuh, Ternyata Memiliki 5 Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh

BeritaCenter.COM - Mandi sebelum waktu subuh tiba ternyata membuat badan lebih sehat. Kebiasaan ini sebenarnya telah..
4 jam yang lalu

Pemprov DKI Berencana Izinkan PKL Jualan di Trotoar, Hari: Pinginnya PKL Yang Ramah Lingkugan

BeritaCenter.COM - Pemprov DKI Jakarta berencana akan mengizinkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di atas..
5 jam yang lalu

Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Kandung Hingga 8 Kali di Sulteng

BeritaCenter.COM - Seorang warga berinisial JE alias LD (40) tega memperkosa DL (14) yang taklain adalah anak..
6 jam yang lalu

Polresta Manado Tetapkan Sekretaris DPRD Sebagai Tersangka Pemukulan Mahasiswa Demonstran

BeritaCenter.COM - Polresta Manado menetapkan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara, BM..
7 jam yang lalu

Polda Kalbar Berhasil Amankan Pria Penyimpan Senjata Api Ilegal

BeritaCenter.COM - Jajaran Kepolisian Polda Daerah Kalimantan Barat, menangkap SM alias Yusuf warga Jl Perdana,..
8 jam yang lalu

Sarasehan Kebangsaan, Akbar Tanjung Nilai Indonesia Lebih Maju di Bawah Kepemimpinan Jokowi

BeritaCenter.COM - Sejumlah tokoh meramaikan 'Sarasehan Kebangsaan' yang digagas Forum Pejuang NKRI di Hotel..
9 jam yang lalu

Akibat Tidak Terima Ditegur, Siswa SMK di Sulut Tega Membantai Guru Agama

BeritaCenter.COM - Baru-baru ini sering beredar kasus pembunuhan yang dilakukan seorang murid kepada gurunya. Kali..
9 jam yang lalu

Akibat Terlilit Utang, Pasutri di Tangsel Nekat Menjual Mobil Tetangganya

BeritaCenter.COM - Polsek Pamulang berhasil mengamankan sepasang suami istri (Pasutri) yang nekat menjual mobil..
11 jam yang lalu

Jadi Calon Menhan, Ini Kata Puan Maharani soal Prabowo Subianto

Beritacenter.COM - Ketum Gerindra Prabowo Subianto diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi calon Menteri..
12 jam yang lalu

Masih Diinterogasi, Pemilik Mobil B 1 RI Ngaku Beli Undangan Pelantikan Presiden

Ada undangan warna merah, undangan dia bisa menghadiri pelantikan itu sedang kita cek. Dia katanya beli, tapi ini..
12 jam yang lalu

Ruben Onsu Apresiasi Keputusan Rafi Ahmad Memilih Vakum Dari Dunia Hiburan

Beritacenter.COM - Artis Ruben Onnsu mengapresiasi soal keputusan Rafi Ahmad yang memilih rehat sejenak dari dunia..
13 jam yang lalu

Kasus Penyalahgunaan Ganja, Jefri Nichol Dituntut 10 Bulan Rehabilitasi

Dua, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Jefri Nichol selama 10 bulan dikurangi selama terdakwa ditangkap..
13 jam yang lalu

Polisi Tahan Pemilik Mobil B 1 RI Bermuatan Sajam yang Halangi Tamu Pelantikan Presiden

Beritacenter.COM - Pemilik mobil Nissan Terra bernopol B-1-RI, IL (39), ditetapkan polisi sebagai tersangka, usai..
13 jam yang lalu

Soal Menteri Dari Gerindra, Prabowo : Yang Dipanggil Dua

Beritacenter.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyambangi Istana Negara bersama Edhy Prabowo, Senin..
14 jam yang lalu

Santri Tewas Terjatuh dari Pohon Kelapa Setinggi 6 Meter di Indralaya Sumsel

Beritacenter.COM - Santri bernama Phiter (14) dilaporkan tewas usai terjatuh saat memanjat pohon kelapa, di are..
14 jam yang lalu

Siap Bantu Jokowi di Kabinet, Prabowo: Saya Bantu Beliau di Bidang Pertahanan

Beliau izinkan saya untuk menyampaikan, saya membantu beliau diminta di bidang pertahanan
14 jam yang lalu

Jarang Bermain, Pedro Akan Tinggalkan Chelsea

Beritacenter.COM - Gelandang Chelsea, Pedro Rodriguez dikabakaran akan meninggalkan Chelsea pada bursa transfer musim..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi