Kamis, 18 Juli 2019 - 06:59 WIB

Melawan Islamisme dengan Simbol Orde Baru?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 11 Juli 2019 | 14:23 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Islamisme, Islam politik, Islam fundamentalis--terserah kalian mau menyebutnya apa-memang cukup mengkhawatirkan. Mereka gencar sekali memprivatisasi ruang publik kita. Mulai dari pakaian hingga lahan parkir di-"syariah"-kan sedemikian rupa.

Lalu muncul reaksi terhadap itu. Kebaya dan sanggul dipakai kembali sebagai bentuk perlawanan, selain juga joget-joget seni tradisi di jalanan (flash mob). Bagi para pendukungnya, inilah kebudayaan Indonesia yang sebenarnya.

Saya sendiri sangat menghargai bentuk perlawanan terhadap agresi Islamisme itu, tetapi apakah efektif? Saya rasa tidak, atau kalau mau lebih sopan, belum cukup. Yang terjadi hanyalah sebatas perlawanan simbolis yang anakronistik.

Disebut anakronistik karena simbol-simbol tersebut diambil begitu saja dari pengalaman para pendukungnya di masa lalu yang tiada lain adalah era Orde Baru. Kebaya, sanggul, atau pertunjukan seni tradisi yang sekarang kembali dipakai ramai-ramai adalah produk kebudayaan Orde Baru, khususnya pada periode awal ketika Soeharto belum naik haji. Ketika itu, ketika Seharto masih kejawen, berbagai simbol itu marak ditampilkan di acara-acara resmi dan, jangan lupa, di TVRI.

Karena anakronistik, maka perlawanan simbolis terhadap agresi Islamisme tersebut adalah perlawanan orang-orang yang kalah. Apa makna baru dari pemakaian simbol-simbol itu selain hanya merupakan reaksi terhadap Islamisme? Tetapi, ini yang terpenting, lalu apa respons terhadap gagasan pokok Islamisme itu sendiri?

Beberapa orang mencari pada liberalisme. Namun liberalisme yang mana? Sudah berapa buku yang dibaca mengenai liberalisme sehingga dengan itu bisa yakin bahwa ia bisa mengahadang Islamisme?

Beberapa yang lain mencari pada Pancasila. Namun Pancasila yang mana? Sudah berapa buku yang dibaca mengenai Pancasila dan silang sengkarut pemikiran di belakangnya sehingga dengan itu bisa yakin bahwa ia bisa menghadang Islamisme?

Yang jarang dipahami adalah bahwa Islamisme pada dasarnya adalah gejala sosio-psikologis. Hari ini ada kebutuhan besar di sebagian kalangan masyarakat untuk mengadirkan suatu "metafisika" yang bisa menjawab masalah-masalah keseharian mereka secara holistik-komprehensif--sesuatu yang sejauh ini tampaknya sulit dijawab hanya oleh liberalisme atau Pancasila. Lalu dalam perkembangannya, kebutuhan ini ditangkap oleh para politisi, maka jadilah itu barang: Islamisme, Islam politik, Islam fundamentalis, dst..

Pamulang, 10 Juli 2019.

(Sumber: facebook Amin Mudzakkir)





Fokus : Bersatulah Indonesia


#Indonesia #Indonesia Bersatu


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






16 menit yang lalu

Pertemuan Jokowi - Prabowo, Gerindra : Sebatas Pertemuan Lanjutan Tak Membahas 'Jatah Kekuasaan'

Beritacenter.COM - Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudhajid mengatakan, pertemuan antara Joko Widodo (Jokowi) dengan..
36 menit yang lalu

Larantuka NTT Diguncang Gempa 5 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT)diguncang gempa berkekuatan 5 Magnitudo. Gempa itu..
43 menit yang lalu

Maling Modus Pura-pura ke Toilet di Mal dan Masjid Diringkus Polisi di Makassar

Beritacenter.COM - Pria bernama Imran Jamaluddin alias Imran (49) harus berurusan dengan polisi lantaran diduga..
1 jam yang lalu

Indonesia Tempati Posisi Penderita Tiroid Tertinggi se-ASEAN, Kok Bisa?

Beritacenter.COM - Indonesia tercatat sebagai negara yang menempati posisi dengan gangguan tiroid tertinggi di ASEAN..
2 jam yang lalu

De Ligt Sapa Fans Juventus Usai Rampung Tes Medis di J-Medical

Beritacenter.COM - Bek asal Belanda Matthijs De Ligt resmi merumput di Juventus. De Ligt yang memang sebelumnya sudah..
3 jam yang lalu

Cinta Laura Soal Foto Bersama Mantan: No.. I don't Wanna Talk About It!

Beritacenter.COM - Setelah sempat sebulan lebih heboh dengan pemberitaan terkait foto syur bersama mantan kekasih,..
4 jam yang lalu

MAPOL: KPK Lembaga Penegak Hukum, Capim KPK Butuh SDM dari Polri dan Kejaksaan

SDM di kepolisian adalah SDM yang paham tentang penyelidikan dan penyidikan, dalam hal penegakan hukum. Jadi kita membutuhkan itu
5 jam yang lalu

Puluhan Siswa SD di Kebayoran Baru Jaksel Keracunan Massal Usai Makan Lemper

Beritacenter.COM - Sedikitnya terdapat 40 orang siswa SD di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengalami..
7 jam yang lalu

Temui 100 Artis di Istana Bogor, Jokowi Janjikan Alokasi Dana Abadi Kebudayaan

Jadi kalau itu (dana abadi kebudayaan) kan baru akan dimulai tahun depan, bahwa akan ada dana abadi yang memang oleh bapak Presiden disisihkan
8 jam yang lalu

Halmahera Selatan Malut Diguncang Gempa Magnitudo 5,2, Tak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Wilayah kawasan Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut), diguncang gempa dengan magnitudo 5,2...
9 jam yang lalu

Remas Payudara Mahasiswi di Yogya, Penjual Cilok Nyaris Jadi Bulan-bulanan Warga

Beritacenter.COM - Mahasiswi asal Cilacap menjadi korban perbuatan cabul seorang pedagang cilok di Yogyakarta...
9 jam yang lalu

Harapan Grab Indonesia di Pemerintahan Jokowi

Beritacenter.COM - PT Grab Indonesia mempunyai harapan untuk pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya..
10 jam yang lalu

Tiga Orang Tewas Dalam Bentrokan Dua Kelompok Warga di Mesuji

Beritacenter.COM - Pada Rabu (17/7/2019) siang, dua kelompok warga di Register 45 Mekarjaya, Kabupaten Mesuji,..
10 jam yang lalu

Tidak Ada Rekonsiliasi Bagi Pendukung Khilafah

Prabowo bertemu Jokowi. Itu biasa. Para tokoh politik boleh bersaing. Jika tujuannya membangun Indonesia, pada satu..
11 jam yang lalu

GBLA Terbengkalai, Ridwan Kamil: Kasih ke Pemprov, Kita Urus!

Beritacenter.COM - Sebagai solusi kesulitan anggaran perawatan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang dimiliki..
11 jam yang lalu

Kalahkan Ganda Inggris, Hendra/Ahsan Lolos ke Babak Kedua Indonesia Open

Beritacenter.COM - Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sukses mengalahkan pasangan dari Inggris..
11 jam yang lalu

Pidato Presiden Jokowi Itu tentang Program Kerja

Pada hari Minggu, 14 Juli 2019 Presiden Jokowi dengan bahasa yang lugas, tegas dan sangat jelas menyampaikannya..
12 jam yang lalu

Ingin Tau Sensasi Threesome Jadi Alasan Suami Jual Istri di Pasuruan

Beritacenter.COM - Usai menolak pengacara dari kepolisian, Akhmad Syahirul Amin akhirnya menjalani pemeriksaan..
13 jam yang lalu

Kejam! Begini Kronologi Ibu di Boyolali Hajar Anaknya Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Sungguh kejam perlakuan Siti Wakidah alias Ida (30) kepada anak kandungnya, F (6). Dia tega..
13 jam yang lalu

Dapat Penghargaan Dari DEA, Kapolres Jakbar: Ini Berkat Atensi Bapak Kapolri dan Kapolda Metro Jaya

BeritaCenter.COM - Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat mendapat penghargaan dari US Drug Enforcement Administration..
13 jam yang lalu

Jakarta Makin Kumuh, Anies Malahan Sibuk Jalan-jalan Ke Luar Negeri Melulu...

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI William Yani menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlalu..
13 jam yang lalu

Selamat! Polres Jakbar Dapat Penghargaan Dari DEA Karena Prestasinya Ini

BeritaCenter.COM - US Drug Enforcement Administration (DEA) memberikan penghargaan kepada Kepolisian Resor Metro..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi