Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:09 WIB

Melawan Islamisme dengan Simbol Orde Baru?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 11 Juli 2019 | 14:23 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Islamisme, Islam politik, Islam fundamentalis--terserah kalian mau menyebutnya apa-memang cukup mengkhawatirkan. Mereka gencar sekali memprivatisasi ruang publik kita. Mulai dari pakaian hingga lahan parkir di-"syariah"-kan sedemikian rupa.

Lalu muncul reaksi terhadap itu. Kebaya dan sanggul dipakai kembali sebagai bentuk perlawanan, selain juga joget-joget seni tradisi di jalanan (flash mob). Bagi para pendukungnya, inilah kebudayaan Indonesia yang sebenarnya.

Saya sendiri sangat menghargai bentuk perlawanan terhadap agresi Islamisme itu, tetapi apakah efektif? Saya rasa tidak, atau kalau mau lebih sopan, belum cukup. Yang terjadi hanyalah sebatas perlawanan simbolis yang anakronistik.

Disebut anakronistik karena simbol-simbol tersebut diambil begitu saja dari pengalaman para pendukungnya di masa lalu yang tiada lain adalah era Orde Baru. Kebaya, sanggul, atau pertunjukan seni tradisi yang sekarang kembali dipakai ramai-ramai adalah produk kebudayaan Orde Baru, khususnya pada periode awal ketika Soeharto belum naik haji. Ketika itu, ketika Seharto masih kejawen, berbagai simbol itu marak ditampilkan di acara-acara resmi dan, jangan lupa, di TVRI.

Karena anakronistik, maka perlawanan simbolis terhadap agresi Islamisme tersebut adalah perlawanan orang-orang yang kalah. Apa makna baru dari pemakaian simbol-simbol itu selain hanya merupakan reaksi terhadap Islamisme? Tetapi, ini yang terpenting, lalu apa respons terhadap gagasan pokok Islamisme itu sendiri?

Beberapa orang mencari pada liberalisme. Namun liberalisme yang mana? Sudah berapa buku yang dibaca mengenai liberalisme sehingga dengan itu bisa yakin bahwa ia bisa mengahadang Islamisme?

Beberapa yang lain mencari pada Pancasila. Namun Pancasila yang mana? Sudah berapa buku yang dibaca mengenai Pancasila dan silang sengkarut pemikiran di belakangnya sehingga dengan itu bisa yakin bahwa ia bisa menghadang Islamisme?

Yang jarang dipahami adalah bahwa Islamisme pada dasarnya adalah gejala sosio-psikologis. Hari ini ada kebutuhan besar di sebagian kalangan masyarakat untuk mengadirkan suatu "metafisika" yang bisa menjawab masalah-masalah keseharian mereka secara holistik-komprehensif--sesuatu yang sejauh ini tampaknya sulit dijawab hanya oleh liberalisme atau Pancasila. Lalu dalam perkembangannya, kebutuhan ini ditangkap oleh para politisi, maka jadilah itu barang: Islamisme, Islam politik, Islam fundamentalis, dst..

Pamulang, 10 Juli 2019.

(Sumber: facebook Amin Mudzakkir)





Fokus : Bersatulah Indonesia


#Indonesia #Indonesia Bersatu


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






18 menit yang lalu

Polisi Ciduk Pelaku Begal Payudara yang Resahkan Warga Bekasi

BeritaCenter.COM – Pelaku begal payudara yang meresahkan warga di Bekasi Utara, Jawa Barat akhirnya berhasil..
1 jam yang lalu

Melawan Saat Ditangkap, Polisi Tembak Mati Begal di Palembang

Beritacenter.COM - Seorang pelaku penodongan yang menusuk seorang kuli panggul dan merampok uang di Jembatan Ampera,..
2 jam yang lalu

Soal Pembangunan Ibu Kota Baru, Jokowi : Tidak Gunakan Dana Pinjaman Luar Negeri

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa dalam pembangunan Ibu Kota di Kalimantan Timur..
3 jam yang lalu

Banda Aceh Diguncang Gempa 4,5 Magnitudo

Beritacenter.COM - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis sgempa bumi berkekuatan 4,5 Magnitudo..
6 jam yang lalu

Persija Siapkan Agenda Uji Coba

Beritacenter.COM - Persija Jakarta dalam periode pramusim Liga 1 2020 sedang menyusun agenda Persija, demi..
7 jam yang lalu

DPR Panggil Menteri BUMN dan Jaksa Agung, Ada Apa?

Beritacenter.COM - Komisi VI DPR RI berencana memanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick..
8 jam yang lalu

Beberapa Titik di Jakarta Banjir Usai Diguyur Hujan

Beritacenter.COM - Deras hujan mengguyur Jakarta pada Sabtu (18/1/2020) pagi ini. Hujan di mulai sejak pukul..
8 jam yang lalu

AS Sengaja Kacaukan Situasi Timur Tengah

Beritacenter.COM - Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut tindakan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan komandan..
10 jam yang lalu

Beri Sinyal Sandiaga Kandidat Kuat Capres 2024, Jokowi : Masih Lama Pilpres aja Baru Rampung

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait alasannya menyebut Sandiaga Salahuddin Uno..
11 jam yang lalu

Kunjungi Mendagri Tito, Ketua Bawaslu Bahas Netralitas ASN di Pilkada 2020

Beritacenter.COM - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Abhan menyambangi Menteri Dalam Negeri (Mendagri)..
12 jam yang lalu

Puluhan Tawon Vespa Kembali Menyerbu Warga Bekasi

Beritacenter.COM - Seorang ibu rumah tangga bernama Tonisih (40) warga Kampung Bungin RT 01/RW 02 Desa Pantai Bakti,..
13 jam yang lalu

Diperiksa Terkait Jiwasraya, Adnan Tabrani Dicecar soal Surat Utang

Beritacenter.COM - Direktur Independen PT Hanson International Adnan Tabrani diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung)..
13 jam yang lalu

Viral! Dua Pria Kuras Kotak Amal Masjid di Medan

Beritacenter.COM - Terecam kamera CCTV, dua orang remaja terlihat sedang mencuri kotak amal di Masjid Silaturrahmi,..
14 jam yang lalu

Tiga Perampok Taksi Online Ditangkap Polisi, Dua Orang Ditembak

Beritacenter.COM - Anggota Subdit III Ditkrimum Polda Metro Jaya berhasil mengamankan tiga pelaku perampokan terhadap..
15 jam yang lalu

Dipecat dari Jabatan Dirut TVRI karena Hak Siar, Ini Kata Helmy

Beritacenter.COM - Dewan Pengawas TVRI telah mencopot Helmy Yahya dari jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) TVRI..
15 jam yang lalu

Dicopot dari Jabatan Dirut TVRI, Helmy Siap Tempuh Jalur Hukum

Beritacenter.COM - Pencopotan Direktur Utama (Dirut) TVRI, Helmy Yahya berlanjut ke jalur hukum. Tim Kuasa Hukum..
16 jam yang lalu

Diterjang Angin Puting Beliung, 5 Rumah di Sulbar Rusak Parah

Beritacenter.COM - Lima rumah warga di Dusun Beluwu, Desa Puccadi, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar,..
17 jam yang lalu

OTT KPK Terhadap Komisioner KPU Cacat Prosedur

Sejumlah pihak menilai penangkapan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan oleh Komisi..
18 jam yang lalu

Nafsu Berujung Maut, Tukang Cilok Bunuh Pemandu Lagu di Puncak Bogor

Beritacenter.COM - Tukang cilok berinisial RA alias B (39) ditangkap polisi karena membunuh seorang pemandu lagu (PL)..
18 jam yang lalu

Banteng, “Lawan” Baru Si Cicak?

Kalau ngomongin soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dulu, sering kali kita membaca judul-judul berita yang..
19 jam yang lalu

Advokat Pencinta Damai Polisikan Pendemo Pro-Anies Soal Poster 'Lengserkan Presiden'

Padahal di dalam konteks ini, demo itu pure masalah banjir bukan masalah politik. Namun dalam persoalan itu yang saya..
19 jam yang lalu

Jokowi Percayakan Kepala Bakamla ke Laksdya Aan Kurnia

BeritaCenter.COM - Laksdya TNI Aan Kurnia ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Kepala Badan Keamanan Laut..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi