Jumat, 06 Desember 2019 - 01:36 WIB

Tidak Ada Rekonsiliasi Bagi Pendukung Khilafah

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 17 Juli 2019 | 20:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Prabowo bertemu Jokowi. Itu biasa. Para tokoh politik boleh bersaing. Jika tujuannya membangun Indonesia, pada satu titik mereka akan bertemu juga. Ketika panggilan untuk membangun bangsa lebih baik, mereka akhirnya akan bergandengan tangan juga.

Para pendukung Jokowi senang-senang saja melihat dua tokoh itu rekonsiliasi. Kita berharap keduanya menjadi lokomotif yang menggerakkan bangsa ini menuju kemajuan.

Sebagian pendukung Prabowo juga sudah cuek. Hasil survei Kompas beberapa waktu lalu mengindikasikan bahwa orang yang masih menolak hasil Pemilu jumlahnya gak banyak. Hanya sekitar 3 % saja. Mereka inilah yang masih teriak-teriak curang.

Sementara rakyat lain menganggap Pemilu berjalan jujur dan adil. Proses di MK menandakan akhir dari perdebatan soal Pilpres. Semuanya klir. Terang benderang dan terbuka.

Yang tidak mungkin bertemu adalah orang yang mencintai Indonesia dengan yang membenci Indonesia. Yang tidak mungkin disatukan adalah para pendukung khilafah dengan penjaga kebhinekaan. Yang tidak mungkin jalan beriringan adalah mereka yang mau menegakkan negara agama dengan mereka yang tetap yakin Indonesia sebagai negara plural.

Keduanya seperti minyak jelantah dan air. Gak mungkin bersatu.

Kalau kini masih ada yang ngotot memprotes Prabowo karena mau bergandengan tangan dengan Jokowi, itu karena dalam diri mereka membenci persatuan. Mereka tidak suka Indonesia ini aman dan tenteram. Mereka adalah orang-orang yang dibesarkan dalam kubangan kebencian atas nama agama.

Yang tidak mungkin bertemu adalah orang yang mencintai Indonesia dengan yang membenci Indonesia. Yang tidak mungkin disatukan adalah para pendukung khilafah dengan penjaga kebhinekaan. Yang tidak mungkin jalan beriringan adalah mereka yang mau menegakkan negara agama dengan mereka yang tetap yakin Indonesia sebagai negara plural.

Jadi jangan berharap mereka suka terbangunnya suasana kondusif. Sebab, di mana pun, satu-satunya jalan buat menegakkan khilafah adalah dengan membuat kekacauan dan perpecahan. Mimpi khilafah gak mungkin tegak jika Indonesia bersatu.

Maka kita lihat sekarang, sebagian kecil pendukung Prabowo seperti dicentil bijinya. Kelojotan gak karuan. Mereka marah. Mereka frustasi tidak bisa lagi menjadikan Prabowo sebagai kuda troya untuk menjalankan rencana besarnya.

Sesungguhnya rakyat yang waras tidak suka dengan perpecahan. Rakyat yang adem otaknya tidak setuju dengan permusuhan. Hanya yang korslet cara mikir-nya saja yang membenci melihat orang berbaikan.

Padahal ajaran agama memerintahkan menjalin silaturahmi. Menjalin persahabatan. Tapi, mereka ngaku beragama, sedangkan mereka tetap membanci silaturahmi.

Pada orang-orang seperti ini kita memang tidak berharap banyak. Persatuan hanya bisa dicapai apabila dua belah pihak mau bersatu. Jika satu pihak membuka diri, pihak lainnya terus menyarangkan kebencian, persatuan tidak mungkin bisa dicapai.

Jembatan bisa terhubung jika kedua sisinya sama-sama membangun. Jika satu sisi membangun jembatan, sisi lain merobohkannya, tidak ada penghubung yang bisa berdiri.

Jadi kita juga gak perlu resah dengan gerombolan yang kini memprotes Prabowo karena mau bergandengan tangan dengan Jokowi. Sebab sudah tabiat mereka membenci orang yang menyebarkan kebersamaan.

Kepada mereka yang membenci persatuan, itulah sesungguhnya musuh kita bersama. Jangan terjebak pada jargon persatuan, lalu kita membiarkan mereka yang mau merobek persatuan berkelakuan seenaknya.

Musuh Indonesia saat ini adalah mereka yang mau menjadikan negara indah ini sebagai negara agama. Merekalah duri dalam diri bangsa. Keberadaan merekalah yang membuat kita terus berdiri di sini, menentang kekuatan yang ingin memporakporandakan Indonesia.

Kita perlu menggalang persatuan pada semua elemen. Sepanjang mereka menunjukkan sikap bersedia membangun bangsa secara bersama. Sedangkan pada kekuatan yang mau mengubah pondasi bernegara kita, hanya ada satu kata: lawan!

Tidak ada kata rekonsiliasi pada para pendukung khilafah. Sebab sejatinya, mereka membenci keberagaman.

Sumber : Status Facebook Eko Kunthadi





Fokus : Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo


#Jokowi Presiden Ku #Jokowi Orang Baik #Jokowi Orang Hebat #Rekonsiliasi #Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo #Jokowi-Prabowo Bersahabat


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






18 menit yang lalu

Terduga Teroris di Papua Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Seorang berinsial KWN ditangkap petugas gabungan Polres Jayapura dan Brimob Papua di Perumahan BTN..
55 menit yang lalu

Viral Siswi SMA Mabuk Sambil Joget dan Minum Bir Bikin Geger 1 Sekolah

Beritacenter.COM - Kepala SMAN 1 Mojosari, Ibnu Mudzakir menyebutkan ia sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian..
1 jam yang lalu

Miangas Sulawesi Utara Diguncang Gempa

Beritacenter.COM - Gempa mengguncang wilayah utara Pulau Miangas, Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud,..
2 jam yang lalu

AUSTRALIA! Jangan Coba-coba Usik Wilayah NKRI

Beritacenter.COM - Para pemuda Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua(Ampera) mengecam..
2 jam yang lalu

Begini Kata Kementerian Perhubungan Soal Regulasi Taksi dan Ojek Online

Beritacenter.COM - Regulasi taksi dan ojek online menjadi tantangan tersendiri pihak Kementrian Perhubungan(Kemenhub)..
4 jam yang lalu

Pakai dan Edarkan Ganja, Dua Pelaku ini Ditangkap Polisi di Depok

BeritaCenter.COM - Kapolsek Jagakarsa Kompol Harsono mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan dua orang tersangka..
4 jam yang lalu

Jika Tak Bersih Dalam 1 Tahun, Ganjar Akan Laporkan Industri yang Cemari Bengawan Solo ke Polisi

BeritaCenter.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan waktu satu tahun kepada pelaku industri yang..
5 jam yang lalu

Gubernur DKI Tingkatkan Pelayanan Angkutan Umum Dengan Tarif Tetap Pada 2020

BeritaCenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan meningkatkan pelayanan angkutan umum pada 2020. Dia juga..
6 jam yang lalu

Wapres RI Hadiri Penutupan Munas Golkar

BeritaCenter.COM - Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang dimulai sejak Selasa (3/12), telah selesai hari..
6 jam yang lalu

Tewaskan Pelajar Saat Tawuran, 10 Tersangka Diamankan Polisi

BeritaCenter.COM - Wakapolres Jakpus, AKBP Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, pihaknya berhasil mengamankan sepuluh..
7 jam yang lalu

Polri Tetapkan Habib Jafar Shodiq Jadi Tersangka

BeritaCenter.COM - Mabes Polri Meningkatkan status hukum Habib Jafar Shodiq menjadi tersangka terkait kasus..
7 jam yang lalu

5 Pemain Bintang Bebas Transfer Musim Panas 2020

Beritacenter.COM - Klub - klub elite eropa nampaknya harus menyiapkan uang untuk memburu pemain - pemain bintang..
8 jam yang lalu

Gantikan Prabowo Jadi Ketum Gerindra, Sandiaga : Enggak ada, isu itu

BeritaCenter.COM - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno angkat bicara terkait isu yang beredar..
8 jam yang lalu

212, Untuk Apa Reuni

Ingat 212 adalah alat untuk mendudukan Anis di kursi Gubernur DKI yang berAPBD ratusan trilyun pertahun. Luas..
9 jam yang lalu

Wakabareskrim Benarkan Soal Penangkapan Habib Ja'far Shodiq

BeritaCenter.COM - Wakabareskrim Polri Irjen Pol Antam Novambar membenarkan tentang penangkapan terhadap Habib Jafar..
9 jam yang lalu

Purnawirawan Polisi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bekasi

Beritacenter.COM - Seorang purnawirawan polisi ditemukan tewas mengenaskan tanpa busana di rumah kontrakan , Kampung..
9 jam yang lalu

Inovasi Terbaru, Polda Metro Jaya Luncurkan Tiga Aplikasi Permudah Permasalahan di Jakarta

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya meluncurkan tiga aplikasi terbaru yaitu E-Drives, Satpam Mantap, dan Help Renakta..
10 jam yang lalu

Tegas! Erick Thohir Minta Direksi Garuda Mundur

BeritaCenter.COM – Kasus Garuda Indonesia mengangkut Harley Davidson dan Brompton ilegal berbuntut panjang...
10 jam yang lalu

Habib Jafar Shodiq Ditangkap!

BeritaCenter.COM – Habib Jafar Shodiq dikabarkan ditangkap oleh aparat kepolisian. Jafar ditangkap karena..
10 jam yang lalu

Di Negara Ini, Pria Tak Mengikuti Shalat Jumat Akan Dipenjara 6 Bulan

Para pria tersebut ditangkap saat piknik di sebuah objek wisata air terjun dan tidak mengikuti salat pada hari Jumat...
10 jam yang lalu

Diiming-iming Upah Rp.40 juta, DN Tega Culik Bayi Tetangganya di Trenggalek

BeritaCenter.COM - Terkait kasus penculikan bayi di Trenggalek, pelaku yang menjadi dalang dibalik penculikan itu..
10 jam yang lalu

Door...! Bandar Narkoba Meregang Nyawa, Setelah Terkena Timah Panas Polisi

Beritacenter.COM - Pelaku Joko Adi Sutrisno, sudah lama menjadi daftar pencarian orang (DPO) harus berkahir ditangan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi