Senin, 27 Januari 2020 - 18:43 WIB

MAPOL: KPK Lembaga Penegak Hukum, Capim KPK Butuh SDM dari Polri dan Kejaksaan

SDM di kepolisian adalah SDM yang paham tentang penyelidikan dan penyidikan, dalam hal penegakan hukum. Jadi kita membutuhkan itu

Oleh : Aisyah Isyana | Kamis, 18 Juli 2019 | 02:05 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Sumber daya manusia (SDM) dari lembaga Kepolisian dan Kejaksaan, dinilai penting dan sangat dibutuhkan dalam susunan Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu diungkapkan Ketua Masyarakat Pemerhati Kepolisian (MAPOL), Rudi Kabunang, menanggapi Koalisi Kawal Capim KPK yang mempermasalahkan lolosnya sejumlah nama dari intitusi Polri dan Kejagung dalam proses seleksi administrasi capim KPK

"KPK adalah lembaga penegak hukum, penegak hukum itu butuh sumber daya manusia yang ahli dan praktek serta pengalaman dalam bidang penegakan hukum, baik itu penyelidikan dan penyidikan. SDM di kepolisian adalah SDM yang paham tentang penyelidikan dan penyidikan, dalam hal penegakan hukum. Jadi kita membutuhkan itu," ujar Rudi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

"Kita mengetahui bahwa Polri, sudah berubah dalam kinerjanya sebagai pengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, di samping sebagai pelayan, pelindung, pengayom masyarakat serta sebagai penegak hukum, dengan cara profesional, transparan, humanis dan akuntabel," tambahnya.

Baca juga :

Rudi menegaskan bahwa, semua orang boleh dan berhak mencalonkan dan dicalonkan dalam bursa Capim KPK tersebut. Seyogyanya kata Rudi, semua pihak harus menghormati dan mendorong setiap masyarakat yang mempunyai kemampuan di bidang penegakkan hukum untuk mencalonkan diri sebagai capim KPK, sesuai aturan yang telah ditentukan.

"Sebagai warga masyarakat yang baik, kita percayakan kepada Ketua pansel DR Yenti Garnasih dan anggotanya, untuk menyeleksi calon pimpinan KPK secara ketat, untuk menghasilan pimpinan KPK yang bisa dibanggakan dan dicintai masyarakat, bangsa dan negara," imbuhnya.

Rudi yang juga Advokat ( KAI) ini mengapresiasi sejumlah tokoh dari kalangan kepolisian dan kejaksaan yang berani mencalonkan diri untuk menjadi pimpinan lembaga antirasuah itu.

"Adanya pencalonan dari tubuh Polri dan Kejaksaan kami sangat mengapresiasi itu karena lembaga ini lembaga penegak hukum. Butuh SDM dari Kepolisian dan kejaksaan. Karena pihak kepolisian selama ini sudah berpengalaman dalam tugas dibidang penyelidikan dan penyidikan termasuk tindak pidana Korupsi, sedangkan kejaksaan berpengalaman tugasnya dibidang penuntutan atau membuat dakwaan begitu," tegasnya.

Rudi pun tak setuju dengan pendapat Indonesia Corruption Watch yang menghubungkan pencalonan pimpinan KPK dengan penyelesaian kasus Novel Baswedan. Menurut Rudi, pendapat tersebut sangat tidak relevan. Akan tetapi kata Rudi, ICW harus memahami bahwa tidak setiap tindak pidana bisa terungkap.

"Tidak relevan sama sekali. Karena penegakan hukum dalam perkara novel baswedan itu sedang dlm proses. Terus sudah dibentuk TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) dalam perkara tersebut dan kita percayakan kepada tubuh Polri untuk pengungkapan kasus tersebut," tegasnya.

Rudi juga geram dengan rekomendasi ICW yang menyarankan Polri dan Kejagung untuk menarik kembali perwakilannya yang mengikuti seleksi Capim KPK. Rudi menilai ICW tidak mempunyai kewenangan dalam proses pencalonan tersebut.

"ICW itu punya kewenangan apa menyuruh menarik proses pencalonan dari Sumber daya manusia kepolisian. Dia tidak punya kewenangan apa pun. Saya menyarankan kalau mau semua anggota ICW itu ikut mendaftar diri supaya kita mendapatkan SDM yang bagus, berprestasi, yang punya kapasitas dalam penegakan hukum," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menyampaikan, institusi Polri punya Pekerjaan Rumah (PR) besar dalam menyelesaikan kasus Novel Baswedan. Menurutnya, dua tahun lamanya Polri belum juga membongkar pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK itu.

“Bagaimana mungkin Kapolri mau mengirimkan Capim KPK tapi kasus Novel belum selesai? Ini sudah rentang waktu dua tahun dan tidak bisa lagi di toleransi,” kata Kurnia di kantor LBH Jakarta, Selasa (16/7).

Kurnia menegaskan, Polri seharusnya dapat memperbaiki lembaganya. Sebab, kata Kurnia, KPK dibentuk lantaran tidak adanya ketegasan Polri terhadap masalah pemberantasan korupsi.

Sementara mengenai kinerja Kejagung, Kurnia menyoroti, baru-baru ini ada oknum jaksa yang tertangkap tangan operasi KPK. Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan Aspidum Kejati DKI Jakarta, Agus Winoto, sebagai tersangka penerima suap.

“Ini sebenarnya mengonfirmasi kekhawatiran publik bahwa Kejaksaan belum mampu menangani isu pemberantasan korupsi,” tegas Kurnia.

Oleh karena itu, Kurnia menyarankan Polri dan Kejagung untuk menarik kembali perwakilannya yang mengikuti seleksi Capim KPK. Bahkan ketika terpilih, ia menyarankan yang bersangkutan mundur dari kursi pimpinan KPK. “Harus menarik kembali wakilnya di Capim KPK, kalau pun terpilih harus mundur,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur LBH Jakarta Arif Maulana menyampaikan, kinerja pemberantasan korupsi akan semakin sulit, karena Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada acara ‘Visi Indonesia’ tidak secara tegas mendukung kinerja pemberantasan korupsi.

“Tidak ada satupun upaya menegakkan hukum untuk memberantas korupsi, yang ada hanya pungli. Pungli itu jauh dari korupsi, risikonya luar biasa dari para pejuang antikorupsi,” ucap Arif.

Selain itu, Arif pun menilai hal ini dibuktikan dengan komposisi Pansel Capim KPK. Ia menilai, komposisinya tidak menunjukkan komitmen dalam hal pemberantasan korupsi.

“Ini terlihat bagaimana pemerintah menyikapi KPK, terbaru bagaimana Presiden memilih Pansel KPK,” pungkasnya.





#KPK #Capim KPK #Seleksi Capim KPK #Seleksi Pimpinan KPK #Masyarakat Pemerhati Kepolisian #Mapol


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






19 menit yang lalu

Menkes Terawan Ungkap Kunci Utama Pencegahan Wabah Virus Corona

BeritaCenter.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan meminta masyarakat tidak panik menghadapi wabah virus corona...
39 menit yang lalu

Terkait Pembobolan Rekening, Polisi Akan Periksa Pihak Commonwealth Bank

BeritaCenter.COM - Polisi akan memanggil pihak Commonwealth Bank untuk dimintai keterangan terkait pembobolan..
43 menit yang lalu

KPK Perpanjang Masa Tahanan Tiga Tersangka Kasus Suap PAW

Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memperpanjang masa penahanan terhadap tiga tersangka..
1 jam yang lalu

Bahaya Virus Corona, Presiden Jokowi Minta KBRI Terus Pantau Kondisi WNI di Wuhan

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terus..
1 jam yang lalu

Perempuan ABG Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Kota Tasikmalaya

Beritacenter.COM - Anak perempuan ditemukan tewas di sebuah gorong-gorong di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Saat ini..
2 jam yang lalu

Virus Corona Semakin Ganas, Sekelompok Warga Sumbar Tolak WN China

Beritacenter.COM - Sekelompok orang mengatasnamakan Forum Masyarakat Minangkabau (FMM) mendesak pemerintah Sumatera..
2 jam yang lalu

Atletico Madrid Telah Lakukan Tes Kesehatan untuk Edinson Cavani?

Diketahui juga jika Cavani yang kontraknya di Parc des Princes menyisakan kurang dari enam bulan lagi, diminati..
2 jam yang lalu

Kejagung Sebut Akan Ada Tersangka Lainnya Dalam Kasus Jiwasraya

Beritacenter.COM - Kejaksaan Agung (Kejagung) akan mengusut tuntas dan terus mendalami siapa saja yang terlibat dalam..
2 jam yang lalu

Pesan Jokowi Soal Wabah Virus Corona: Hati-hati dan Waspada!

BeritaCenter.COM – Wabah virus corona yang bermula dari Wuhan, China telah menyebar ke beberapa negara...
2 jam yang lalu

Warga Dihebohkan Penemuan Ular 3 Meter di Jakarta Utara

Beritacenter.COM - Warga Kelurahan Pegangsaan Dia, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara dihebohkan dengan penemuan..
3 jam yang lalu

Ini Langkah Jokowi Soal Penanganan WNI yang Tertahan di China Akibat Virus Corona

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah melalui KBRI di China terus..
3 jam yang lalu

Heboh Video Viral Siswa Banting Kursi-Meja di Pidie Aceh, Ini Kata Sekolah

Beritacenter.COM - Media sosial dihebohkan dengan video pendek yang menampakan pelajar tengah membanting kursi dan..
3 jam yang lalu

Pemprov DKI Siapkan Tiga RS Bagi Warga yang Terinfeksi Virus Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan tiga rumah sakit (RS) rujukan untuk..
3 jam yang lalu

Anies Baswedan Kacau! Terpidana Penipuan Malah Ditunjuk Jadi Dirut TransJakarta

BeritaCenter.COM - Donny Andy S Saragih ditunjuk Pemprov DKI Jakarta menjadi Direktur Utama TransJakarta. Padahal..
3 jam yang lalu

Polisi Bongkar Penipuan Online Berkedok Koperasi Simpan-Pinjam di Sulsel

Beritacenter.COM - Polda Sulsel berhasil membongkar penipuan online berkedok koperasi simpan pinjam. Dalam..
3 jam yang lalu

Polisi Tangkap Dua Pengedar Narkoba Via Sosmed, 41 Kg Ganja Diamankan

Beritacenter.COM - Polisi berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis ganja yang dikemas pelaku dalam bentuk..
3 jam yang lalu

Tahun 2019 Lalu, Indonesia Berhasil Turunkan Impor Mobil Hingga 12,2 Persen

Diketahui juga jika Yohannes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo juga merespons positif perolehan tersebut. Yohannes..
4 jam yang lalu

Presiden Jokowi Minta Alutsista Militer Serba Digital

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada jajarannya agar mengembangkan alat utama sistem..
4 jam yang lalu

Menkes Siapkan 100 RS Untuk Pasien Terjangkit Virus Corona

Beritacenter.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan sudah menyiapkan 100 rumah sakit khusus untuk pasien yang..
4 jam yang lalu

Keberadaan Harun Masiku Masih Tanda Tanya, KPK : Pasti Ketangkap

Beritacenter.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komjen Firli Bahuri meyakini bahwa tersangka kasus suap..
4 jam yang lalu

Kasus Sunda Empire Naik ke Penyidikan, Polisi: Tersangka, Tunggu Pemeriksaan Besok

Beritacenter.COM - Pihak Polda Jawa Barat akan segera melakukan penetapan tersangka soal kasus Sunda Empire...
5 jam yang lalu

Berkunjung ke Raja Ampat, Turis Asal Hong Kong Diduga Terinfeksi Virus Corona

Beritacenter.COM - Turis asal Hong Kong, YP diduga terinfeksi virus corona saat berkunjung ke Raja Ampat, Sorong,..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi