Selasa, 20 Agustus 2019 - 22:44 WIB

Jurus Sia-Sia Ijtima Ulama 4 Pasca Pertemuan Jokowi-Prabowo

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 20 Juli 2019 | 14:20 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana menggelar ijtima Ulama keempat untuk menentukan sikap setelah Capres yang diusungnya Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden 2 Periode Joko Widodo. Acara tersebut rencananya akan dilaksanakan pada awal Agustus, ujar Novel Bakmumin selaku juru bicara PA 212.

Novel sendiri menyayangkan pertemuan antara Prabowo dan Jokowi yang tidak didahului komunikasi dengan PA 212. Seperti yang kita tahu PA 212 memiliki gerakan awal yang besar sejak kasus tuduhan penistaan agama membelit mantan Gubernur DKI Jakarta.

Kita semua juga tahu, bahwa hampir media di Indonesia merekam momen dimana Prabowo mengucapkan “Selamat Bekerja” kepada rivalnya Jokowi. Dengan adanya ucapan tersebut, polarisasi politis antara kubu 01 dan 02 haruslah berakhir.

Namun sepertinya Novel merasa kecewa dengan pertemuan yang menyejukkan tersebut, Ia mengatakan bahwa sejak MK membacakan hasil putusan Pilpres 2019, Prabowo belum pernah berkomunikasi dengan pihak PA 212.

Seakan Novel merasa “dilangkahi” padahal pertemuan kedua anak bangsa tersebut tidak ada kaitannya dengan PA 212, Prabowo tentu memiliki hak untuk bertemu dengan siapapun demi terwujudnya persatuan Indonesia agar guyub kembali.

Sikap yang ditunjukkan oleh PA 212 tersebut menunjukkan bahwa tidak semua kelompok pendukung Prabowo – Sandiaga senang dengan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo di MRT. Bahkan PA 212 juga hendak melangsungkan Ijtima Ulama 4 yang akan digelar pada Agustus mendatang, pertemuan tersebut rencananya akan membahas sikap politik usai Prabowo bertemu dengan Jokowi,

PA 212 bahkan mengancam akan meninggalkan ketua umum Gerindra itu bila Prabowo bersedia “dirangkul” Jokowi.

Pertemuan tersebut tentu patut dipertanyakan, apa urgensinya bagi bangsa Indonesia, padahal rangkaian Pilpres 2019 sudah selesai sampai pada tahap putusan Majelis Konstitusi. Padahal masyarakat menginginkan adanya rekonsiliasi, dan sudah terwujud dengan sangat akrab. Sehingga penyelenggaraan Ijtima Ulama 4 jangan sampai menginginkan keterbelahan di Indonesia.

Padahal ulama merupakan tokoh terhormat. Ulama merupakan sosok yang dihormati dengan visi keislaman dan keilmuannya sebagai pewaris nabi. Bukan lantas membenci akan pertemuan yang mendamaikan.

Menurut PBNU Masduki, di NU pelaksanaan ijtima hanya dilakukan untuk membahas masalah fiqih dan keagamaan, bukan untuk membahas politik praktis. Dirinya pun menyebutkan, bahwa NU tidak akan terlibat dalam ijtima ulama yang digagas oleh PA 212 tersebut.

Jika kelak PA 212 bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap persatuan masyarakatm itu tentu merupakan sesuatu yang bagus. Namun jika ingin memelihara keterbelahan apalagi menuduh junjungannya sebagai pengkhianat, hal tersebut tentu sebuah kontraproduktif dari apa yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia, yaitu persatuan pasca pemilu.

Tak jauh berbeda dengan sikap PBNU, Ketua Majels Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo, memandang bahwa rencana ijtima ulama 4 tidaklah diperlukan jika acara tersebut hanya merespons pertemuan Jokowi – Prabowo.

Menurutnya, sebuah ijtima tidak perlu bersifat responsif akibat suatu pertemuan antar 2 orang.

Meski dalam berdemokrasi tidak ada larangan untuk berkumpul dan berserikat. Namun Ijtima Ulama 4 merupakan agenda yang sarat akan nuansa politk, hal tersebut tentu dapat memecah rasa persatuan setelah rekonsiliasi antara Prabowo dan Jokowi terwujud.

Pihak PP Muhammadiyah juga menegaskan, tidak ada warga Muhammadiyah yang akan hadir dalam ijtima ulama yang digagas PA 212 tersebut. Sebab, warga Muhammadiyan akan mengikuti ketentuan Muhammadiyah. Yaitu berupa fatwa Majelis Tarjih dan kebijakan PP Muhammadiyah.

Jika kedua ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut menolak untuk tidak hadir dalam ijtima ulama 4 yang digelar PA 212, maka menghadiri acara tersebut tentu sebuah kesia – siaan, karena tidak ada dampak yang konstruktif bagi bangsa.

PA 212 tentu tidak boleh terkesan mempolitisasi pertemuan Jokowi dan Prabowo untuk kepentingannya, meskipun Prabowo merupakan rival politik bagi Jokowi, namun keduanya tetaplah seorang sahabat yang senantiasa menjaga silaturahmi.

Tentu tidak ada landasan yang kuat bagi PA 212 untuk menganggap junjungannya sebagai pengkhianat karena telah mengucapkan selamat kepada Jokowi.

Untuk itu siapun dulu yang kita coblos, kita tentu harus menerima dan legowo jika junjungan kita tidak berhasil menduduki kursi kepresidenan. Bukan lantas membuat acara yang beresiko memecah rasa persatuan.

Ditulis Oleh : Novel Muslihin





Fokus : Ijtimak Ulama


#Ijtima Ulama #Ijtima ulama ke-4 #Ijtima


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






4 menit yang lalu

Siapa Obok-Obok Papua?

Penyerbuan FPI ke asrama mahasiswa Papua di Surabaya yang akhirnya menimbulkan keributan katanya dipicu karena ada..
1 jam yang lalu

Amien Rais "Nangis Darah" PAN Terang-terangan Dukung Jokowi

Beritacenter.COM - Isu santer bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) akan bergabung dalam koalisi Jokowi ini sudah..
2 jam yang lalu

Panggil Sejumlah Ormas, Polda Jatim Usut Dugaan Ujaran Kebencian Kata-kata Hewan

Kapolda mengajak bertemu, dan membahas terkait kejadian kemarin dengan mendatangkan perwakilan ormas, hal ini juga..
2 jam yang lalu

Idealnya Rekonsiliasi Nasional Itu Tanpa Syarat

Angin segar menyelimuti pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di stasiun MRT Lebak Bulus..
3 jam yang lalu

Prabowo Jadi "Kesataria" Akui Kekelahan Dan Besarkan Hati Kadernya Bawah Partainya Berjalan di Jalan Yang Benar

Beritacenter.COM - Babak baru, Prabowo kini kembali menjadi seorang ksatria pembela NKRI setelah sebelumnya bermain..
4 jam yang lalu

Pasutri Penjual Sate Padang Daging Babi Divonis 3 Tahun Bui

Beritacenter.COM - Terbukti bersalah lantaran menjual sate padang dengan daging babi di Padang, Sumatera Barat, Evita..
4 jam yang lalu

Kado Pahit Kemerdekaan

Tidak ada euforia kemerdekaan bagi orang Papua. Selama hampir 24 jam, 15 Mahasiswa asal Papua di Surabaya terkepung..
5 jam yang lalu

Korlap Aksi Ormas Surabaya Haturkan Permintaan Maaf Soal Asrama Papua

Kami atas nama masyarakat Surabaya dan dari rekan-rekan ormas menyampaikan permohonan maaf apabila ada masyarakat..
5 jam yang lalu

Butuh Uang Untuk Anak dan Istri, Pemuda di Petamburan Nekat Curi HP Pak RT

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Ferry (30)dihajar massa karena kedapatan mencuri HP milik ketua RT. Dari..
6 jam yang lalu

Parah...! Poltak Tega Tusuk Leher Nenek Jumiah Dengan Pisau, Gara-gara Ingin Kuasai Perhiasan

Beritacenter.COM - Juan Poltak Surbakti (19) berhasil diamankan pihak kepolisian setelah melakukan perampokan seorang..
6 jam yang lalu

Telusuri Akun Medsos Diduga Pemicu Rusuh Papua, Polisi: Ada 5 Akun Yang Didalami

Beritacenter.COM - Polri tengah melakukan penelusuran terhadap akun medsos yang diduga menjadi pemicu provokasi..
7 jam yang lalu

Demi Datangkan Neymar, Real Madrid Rela Pinjem Uang

Beritacenter.COM - Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dikabarkan mencari pinjaman dana alias berutang demi..
7 jam yang lalu

Muhammadiyah "Sentil" Ceramah UAS, "Islam Melarang Pemeluknya Menghina Agama Lain"

Beritacenter.COM - Masih teringat jelas dipikiran kita bawah Ustaz Abdul Somad (UAS) tengah membuat geger media..
7 jam yang lalu

Massa Lempari Wali Kota Sorong, Polisi Lakukan Evakuasi dan Sekat Massa

Langsung evakuasi dengan memegang tameng. Peristiwa di lapangan kantor wali kota. Masih terkendali kita masih..
7 jam yang lalu

Polisi Periksa Bos Salon Tersangka Video 'Seks Gangbang' di Mapolres Garut

Beritacenter.COM - Bos salon tersangka kasus video 'seks gangbang', A alias Rayya (31), menjalani pemeriksaan..
7 jam yang lalu

Gelar Pesta Sabu, Kuli Bangunan Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Antonius Adrian Eko Priyo (20), Andika Dwi Astro (20) dan Bagus Febrianto (19), harus berurusan..
7 jam yang lalu

UAS Lakukan Penistaan Agama, Yunarto : Saya Tidak Terluka Dengan Khotbah Tentang Jin dan Salib

Beritacenter.COM - Ustaz Abdul Somad (UAS) tengah membuat geger media sosial karena video ceramahnya soal simbol..
8 jam yang lalu

Bawa Sabu-sabu Di Dalam Peci, Seorang Pemuda Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Faisol (27) diamankan pihak kepolisian setelah ketahuan menyimpan barang haram jenis sabu didalam..
8 jam yang lalu

Pastikan Jakarta Aman, Polisi Jamin Perlindungan Warga Papua di Jakarta

Jadi kita melindungi warga Papua di Jakarta. Kita sama-sama menjaga kondisi di Jakarta ini
8 jam yang lalu

Manfaat Konsumsi Minyak Wijen yang Jarang Orang Ketahui Bagi Kesehatan

Beritacenter.COM - Minyak wijen merupakan salah satu minyak sayur yang biasa dikonsumsi untuk olahan makanan. Minyak..
8 jam yang lalu

Pastikan Kondisi Papua Kondusif, Mendagri Usulkan Pertemuan Gubernur Papua dan Jatim

Beritacenter.COM - Pascarusuh aksi massa di Manokwari, Papua Barat, dan sejumlah wilayah Papua lainnya, Menteri Dalam..
9 jam yang lalu

Penyidik Polda Metro Limpahkah Berkas Kasus Vlog 'Ikan Asin' ke Kejaksaan

Beritacenter.COM - Berkas perkara kasus vlog 'ikan asin' telah dirampungkan penyidik Direkorat Reserse Kriminal..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi