Selasa, 14 Juli 2020 - 16:57 WIB

Media "HARUS KAWAL OPOSISI" Agar Tidak Bermain Dengan "ISU HOAX" Demi Terciptanya Demokrasi Yang Konstruktif

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 25 Juli 2019 | 10:26 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Diskusi bersama berbagai kalangan media dan netizen yang mengupas tema : “Peran Media Melawan Hoax dan Mengawal Demokrasi Secara Konstruktif Demi Suksesnya Pembangunan 5 Tahun Kedepan” dengan menghadirkan para narasumber Agus Sudibyo (Anggota Dewan Pers), Dr. Arbi Sanit (Pengamat Politik Senior UI), M. Antoni (Wartawan Senior Antara) dan Abdul Kadir Karding (Ketua DPP PKB) sukses digelar di Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Social Media for Civic Education (SMCE) di Hotel Sentral Jakarta Pusat pada ada Rabu 24 Juli 2019.


Diskusi ini menarik kesimpulan bahwa dalam membangun kehidupan demokrasi maka diperlukan peran oposisi. Disisi lain media diharapkan dapat mengawal oposisi dalam memainkan fungsinya dalam koridor berdemokrasi yang konstruktif. Artinya media harus memberikan ruang bagi oposisi sepanjang kritik yang diarahkan kepada penguasa haruslah berdasarkan basis data valid dan bukan hoax. Hal ini diperlukan agar proses pembangunan lima tahun kedepan dapat berjalan sesuai arah yang direncanakan untuk kemakmuran sebesar besarnya bagi rakyat.

Berikut intisari dari diskusi tersebut yang disampaikan oleh Wasil ( Direktur eksekutif SMCE) yang mengatakan bahwa Pemerintah yang memiliki legitimasi yang kuat perlu diimbangi dengan Oposisi yang cerdas, tanpa hal itu Demokrasi kurang bermakna, Pemerintah akan berjalan tanpa ada yang mengkoreksi , maka diperlukan kekuatan diluar pemerintahan yang sama-sama memiliki tujuan memajukan bangsa namun dengan peran yang berbeda.

Untuk mengabdi pada bangsa dan negara, unsur kekuatan politik yang dalam hal ini direpresentasikan oleh Parpol tidak harus masuk dalam Pemerintahan semua, karena mengabdi pada bangsa dan negara dapat dilakukan semua pihak dan dalam bentuk berbagai hal serta disemua lini, dengan kemampuan peran dan profesi masing-masing. Artinya jadi oposisipun juga mulia namun dengan catatan harus dilakukan dengan bertanggung jawab bukan dengan rasa dendam dan rasa kebencian apalagi menggunakan basis data hoax.

Janganlah pengabdian dijadikan dalih untuk menikmati kekuasaan bersama pemerintah padahal sebelumnya sebagai rival yang sering mengkritisi pemerintah bahkan tanpa basis data yang benar sekalipun alias Hoax. Menjadi Oposisi pun kalau menjalankan fungsinya dengan baik dan berdasarkan data serta fakta yang benar maupun mampu memberikan sesuatu yang bersifat konstruktif, adalah juga manifestasi dari pengabdian bagi bangsa dan negara.

Jika yang menjadi pertimbangan adalah kepentingan bangsa, maka sebaiknya terdapat partai yang tetap menjadi oposisi sebagai bagian dari melaksanakan demokrasi namun dalam tatanan yang konstruktif tidak berbasis data hoax serta tidak menggunakan kemasan kemasan yang dapat memecah belah persatuan, ukurannya yaitu untuk mempercepat kemajuan bangsa dan penegakan hukum.

Mengapa?

Karena sesungguhnya, demi menjaga keseimbangan dalam pemerintahan, harus ada partai oposisi yang cerdas demi demokrasi yang baik. Tentu saja peran oposisi harus efektif, profesional, dan tidak menyebar provokasi apalagi hoax.

Apalagi dengan hanya sekedar asal berbeda tanpa dasar yang jelas serta bersumber dari berita dan kabar hoax maupun yang lebih mengerikan dengan menggunakan kemasan kemasan sensitif yang dapat memecah belah bangsa, maka disinilah peran media sebagai pengawal demokrasi harus jelas dan tegas bersikap, artinya media harus memberikan ruang bagi oposisi dalam rangka menjalankan fungsi media juga dibidang pengawasan dan kontrol terhadap penguasa namun jika kritik dan perbedaan dibangun dari rekayasa hoax dan bahkan dengan kemasan yang memecah belah bangsa maka media seharusnya tidak memberi tempat dan ruang agar situasi kondusif di ruang media publik tetap terjaga dan jalannya program pembangunan tidak terhambat .

Karena peran Media diharapkan menjadi control yang efektif, dan tidak menjadi pemain ketiga yang partisan karena kepentingan politik praktis jangka pendek. Media juga harus memegang etika, media harus menjalankan tanggung jawab edukasinya melalui literasi dan mencegah berita-berita hoax yang disebar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kita semua harus belajar dari pengalaman sebelumnya dan kejadian kejadian diluar sana dimana banyak negara negara yang hancur dan gagal karena tidak dapat membendung dasyatnya bahaya hoax yang disertai dengan agenda-agenda yang ingin merubah bentuk dan dasar suatu negara.

Jika semua ketentuan tersebut dapat dijaga dengan bertanggung jawab dan konstruktif Maka kontribusi oposisi dan media sangat besar bagi kemajuan bangsa jika mampu secara konstruktif memperbaiki kinerja Pemerintah, dan masyarakat pun secara objektif akan dapat bisa menilai posisi oposisi serta media terhadap Pemerintah yang berkuasa yang pada akhirnya dapat menjadi referensi bagi siapapun untuk memberikan reward dan punishment pada kontestasi pollitik selanjutnya tanpa kegaduhan.

Itulah intisari dari diskusi SMCE bersama berbagai kalangan baik media, netizen dan elemen lainnya pada Rabu 24 Juli 2019 ini di Hotel Central di kawasan Jakarta Pusat.





Fokus : Berita Hoaks


#Berita Hoaks #Berita Hoax #Koalisi Hoaks #Koalisi Hoax #Oposisi Hoaks #Oposisi Tukang Hoaks


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






48 menit yang lalu

AKU SELALU RINDU....!!!

Rindu pemimpin yang tidak memperkaya diri dan rendah hatiRindu pemimpin yang tidak memuliakan diri namun punya harga..
1 jam yang lalu

Ingin Tingkatkan Subscriber, Pemuda di Sampang Bikin Video Seret Biawak di Jalan Raya

Beritacenter.COM - Media sosial (Medsos) dihebohkan dengan aksi seorang pemuda bernama Abdullah (30), warga asal Desa..
1 jam yang lalu

Tidak Dibutuhkan, Real Madrid Siap Melepas James Rodriguez

Beritacenter.COM - Klub raksasa Real Madrid memberikan sinyal tidak akan memperpanjang kontrak James Rodriguez...
1 jam yang lalu

Besok! PSBB Masa Transisi di Kota Bogor Berakhir, Bupati : Masa AKB Sudah Disiapkan

Beritacenter.COM - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi di kota Bogor akan berakhir pada 16 Juli..
2 jam yang lalu

BNNP Jawa Timur Musnahkan 5.139 Gram Sabu

Beritacenter.COM - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur (Jatim) memusnahkan barang bukti narkoba,..
3 jam yang lalu

Walikota Surabaya Terjun Langsung ke Pasar Keputran Sisir Warga Tak Bermasker

Beritacenter.COM - Walikota Surabaya Tri Rismaharini terjun langsung ke Pasar Keputran Utara dan Selatan, Selasa..
5 jam yang lalu

Positif COVID - 19, 1 Tenaga Medis Meninggal di RS Bahteramas Kendari

Beritacenter.COM - Kabar duka datang bagi perawat medis yang berperang melawan virus corona atau COVID- 19. Pasalnya,..
5 jam yang lalu

Babinsa Jajaran Kodim 1402/Polmas Dampingi Penyaluran BLT DD Tahap Ke III

POLMAN- Bintara Pembina Desa (Babinsa)  jajaran Kodim 1402/Polmas kembali melaksanakan berbagai kegiatan..
5 jam yang lalu

Ingin Berwudhu, Pria Paruh Baya di Bandung Jatuh ke Sumur

Beritacenter.COM - Seorang pria paruh baya bernama Muhammad Kamsyah (60) warga Jalan Babakan Baru RT 01/16, Kelurahan..
6 jam yang lalu

Vanessa Angel Lahirkan Putra Pertama

Beritacenter.COM - Kabar baik muncul dari salah satu artis FTV Vanessa Angel. Pasalnya, perempuan berusia 27 tahun..
7 jam yang lalu

KKP Ingatkan Pentingya Laut Lewat Film Dokumenter 'I Am The Ocean'

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merilis film dokumenter bertajuk Akulah Samudera atau 'I..
7 jam yang lalu

Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Banten

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan 5,1 Magnitudo mengguncang wilayah Kecamatan Bayah, Banten. Badan Meterologi..
8 jam yang lalu

Sudan Cabut Hukuman Mati Bagi Orang Murtad Dan Izinkan non-Muslim Minum Alkohol

Beritacenter.COM - Sudan telah menyetujui amandemen hukum pidana yang luas. Termasuk didalamnya mencabut hukumanan..
9 jam yang lalu

KKP Genjot Ekspor Kerapu Untuk Dongkrak Ekonomi Selama Pandemi Covid-19

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi ditengah pandemi..
9 jam yang lalu

Wow, Penyanyi Seksi Ini Enggan Disebut Janda

Beritacenter.COM - Penyanyi Jenita Janet resmi bercerai dengan suaminya Alief Hedy Nurmaulid sejak 9 Juli 2020 lalu...
14 jam yang lalu

Taliban Lancarkan Bom Bunuh Diri ke Kantor Intelijen Afganistan, 11 Orang Tewas

Beritacenter.COM - Serangan bom bunuh diri mobilmenyasar ke sebuah kantor interlijen di Afaganistan. Bom bunuh diri..
15 jam yang lalu

Masuk Rumah Warga, Dua Rampok Penyandera Balita di Samarinda Dibekuk Polisi

Beritacenter.COM - Polisi berhasil membekuk dua rampok yang menyantroni rumah M Rizali, di Jalan Gerilya, Samarinda,..
16 jam yang lalu

Polisi Tangkap 5 Pelaku Tawuran di Jatiasih Bekasi yang Tewaskan 1 Korban

Beritacenter.COM - Polisi menangkap lima orang pria terkait tawuran yang mengakibatkan satu orang tewas di Jatiasih,..
17 jam yang lalu

Polisi Amankan Pengusaha Berinsial A yang Diduga Pesan Artis Hana Hanifa

Beritacenter.COM - Polisi mengamankan seorang pria berinisial A, yang diduga sebagai pemesan artis FTV Hana Hanifah..
18 jam yang lalu

Psikolog soal WN Prancis Predator Anak Bunuh Diri : Dikalangan Itu Angkanya Memang Tinggi

Beritancenter.COM - WN Prancis tersangka pencabulan 305 bocah, FAC (65), meninggal dunia setelah melakukan percobaan..
18 jam yang lalu

Langgar Protokol Kesehatan, Restoran Sushi Tei di Mal Jakbar Didenda Rp10 Juta

Beritacenter.COM - Sebuah restoran Sushi Tei terpaksa harus diberi sanksi lantaran tidak mematuhi protokol kesehatan..
19 jam yang lalu

Waspadai Potensi Penularan COVID-19 via Airbone, Jokowi : Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan!

Pakai masker, kita nggak bisa menebak arah bergerak virus seperti apa yang penting seluruh rakyat mengikuti disiplin..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi