Senin, 27 Januari 2020 - 01:13 WIB

Megawati Dan Indonesianya

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 12 Agustus 2019 | 18:10 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Banyak yang menyangsikan kualitas kepemimpinan Megawati, bahkan kerap diejek karena selalu diam. Dulu kolumnis Rosihan Anwar pernah menyindir dengan membuat analogi patung Sphinx di Mesir, yang diam duduk mematung. Namun sejahrawan Asvi Warman Adam menyaksikan dalam Konggres III PDIP di Bali tahun 2010, dimana Megawati mampu bicara dengan bersemangat tanpa teks selama 2 jam penuh. Isi pidatonya menarik dan mampu membakar massa. Secara romantis, Prof Asvi menggambarkan, seakan menyaksikan Soekarno hidup kembali dalam gema lantang Megawati.

Hal ini saya lihat kemarin dalam pidato politik Megawati di Kongres V PDIP. Dia berhenti membaca teks pidato dan memukau berbicara tanpa teks. Kadang ia memperagakan dengan aksi lucu dan kembali menggelegar menusuk. Megawati benar benar menguasai panggungnya.

Barang kali tidak ada pemimpin paska reformasi yang memiliki pengalaman hidup seperti Megawati. Ia diam menekan perasaannya, ketika diperintahkan ayahnya untuk menyiapkan nasi goreng buat mahasiswa mahasiswa yang menghadap Soekarno. Bagaimanapun ia tahu, para mahasiswa ini sedang berusaha menjatuhkan ayahnya. Ketika pemimpin partai politik masa kini masih balita atau belum lahir. Megawati sudah secara tragis menanggung konsekuensi politik. Ia dipaksa keluar dari kuliahnya di Universitas Padjajaran.

Semasa orde baru, partainya di intervensi secara vulgar oleh rezim Soeharto. Peristiwa 27 Juli 1996 merupakan titik balik bagi Megawati. Namanya dipuja puja oleh rakyat kecil dan menjadi simbol yang dizalimi. Tahun 1999 partainya memperoleh lebih dari 30 % suara, sehingga melapangkan jalan menjadi Presiden. Namun terjadi penolakan dari sebagian kalangan Islam terhadap Presiden perempuan. Kemarin Megawati juga mengisahkan jatuh bangun perjalanan politiknya, bagaimana dia kerap dikerjai lawan lawan politiknya. Tapi dia tidak menyerah dan menunggu waktu yang tepat.

Lebih dari itu pusaran politik yang terjadi, membuat dia ‘ dikerjai ‘ kembali oleh pemimpin pemimpin partai politik lainnya, sehingga analogi partai pemenang pemilu harusnya layak menjadi penguasa ( baca : Presiden ) tidak terjadi. Megawati harus legowo menjadi wakil Presiden saja. Padahal protokoler sudah membuat simulasi pelantikan Megawati sebagai Presiden, karena dianggap bakal terpilih. Baru ketika Gus Dur dimakzulkan, Megawati menjadi Presiden tanpa penolakan lagi. Ini menghancurkan mitos bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin, apalagi Presiden di Indonesia.

Megawati juga membuktikan komitmennya terhadap NKRI. Pada bulan Januari 2000, selama beberapa hari Mega datang ke wilayah pertikaian antarkelompok agama di Maluku Tenggara, Ambon, dan Ternate. Dengan meneteskan air mata, berkali-kali Mega menyerukan, ”Saya sebagai ibu meminta, hentikan pertikaian ini. Pertikaian ini kalau berjalan terus akan memusnahkan satu generasi.” Banyak hadirin ikut meneteskan air mata saat itu.

Awal Maret 2001, Mega datang ke wilayah kerusuhan etnis di Kalimantan Tengah. Ia mendatangi tempat pengungsian orang-orang yang menghindari kerusuhan di kota Sampit. Ribuan orang tinggal di tenda-tenda darurat di sebuah lapangan. Hanya ada tiga WC atau jamban darurat di tempat pengungsian itu. Maka, banyak tinja berserakan di tempat tersebut. Aroma bau kotoran manusia sangat menyengat. Mega berjalan masuk ke wilayah itu tanpa memedulikan sepatunya yang menginjak kotoran manusia yang berserakan di tempat tersebut. Air matanya berlinang ketika ia membelai-belai para ibu-ibu, anak-anak, dan orang tua di tempat seperti itu.

Megawati dianggap berjasa menyelenggarakan pemilu secara aman dan damai tahun 2004, karena untuk pertama kalinya pemilihan Presiden secara langsung dalam sejarah Indonesia. Banyak yang menganggap Megawati kurang piawi dalam manajemen politik, sehingga ‘ dikerjai ‘ oleh militer ketika pusat memutuskan menyerbu Aceh. Bahkan dalam setelah kegagalan pemilu 2009, sekali lagi ia memilih konsisten memilih berada di luar Pemerintahan.
Prestasi ini bisa dilihat dalam perjalanan partai ini (PDI-P), dua kali jadi partai oposisi dengan menampilkan tema partai yang ideologis dilaksanakan secara konsisten, disiplin, kepada kader-kadernya sehingga PDI Perjuangan bisa melewati masa-masa kritis.

Bagi kalangan partai, hampir tidak mungkin memajukan nama lain selain Megawati dalam bursa ketua umum di Kongres Bali mendatang. Ini yang dilupakan oleh kalangan eksternal yang semata melihat memilih Megawati, sebagai tanda kegagalan regenerasi di Partai Banteng. Mereka kalangan kelas menengah dan aktivis social media yang tidak memahami kultur dan semangat kebatinan dalam kader dan akar rumput PDIP.

Timeline di social media terus bergemuruh menyuarakan, bahwa dengan masih bertahannya Megawati sebagai tanda kemandekan demokrasi, dengan bertahannya elit oligarki. Sementara di kalangan partai sendiri, saat ini tanpa Megawati artinya partai berpotensi terpecah belah.



PDI Perjuangan memiliki wong cilik yang tidak paham internet. Mereka adalah grass-root yang secara konsisten menjadi lumbung suara partai. Adagium‘ Pejah gesang nderek Bu Mega ‘ sebagai pengejawantahan ‘ Surgo nunut, Neroko Katut-nya Bung Karno. Bagi mereka Megawati adalah tokoh karismatik yang menjadi simbol sekaligus pemersatu partai. Fenomena ini tidak hanya di Indonesia, ketika darah biru menjadi syarat utama. Di India sampai sekarang, darah biru Indira Gandhi menjadi penentu dalam partai Kongres. Bahkan di Amerika, keturunan Kennedy menjadi keuntungan tersendiri dalam partai Demokrat.

Profesor riset di LIPI, Syamsuddin Haris pernah menyebut ‘ Primus Interpares ‘ , sosok yang tidak hanya mempersatukan berbagai unsur yang beragam, tetapi menjadi sumber legitimasi bagi partai itu sendiri. Belum terbayangkan oleh segenap kader PDI Perjuangan, apa yang terjadi seandainya Megawati tidak bersedia menjadi ketua umum kembali.

Memilih kembali Megawati merupakan kesepakatan untuk mempertahankan soliditas di internal partai. Kepemimpinan Megawati yang membuat PDIP tidak pernah digoyang perpecahan seperti partai partai lain. Megawati juga bukan tipekal orang yang membuat polemik dengan penentangnya di media massa. Dia membiarkan orang membully bahkan memfitnahnya, tanpa harus memberikan klarifikasi secara langsung. Begitulah Ibu Mega, kata orang PDIP sendiri tak pernah membalas serangan yang dilakukan adiknya, Rachmawati. ” Biarkan saja Rachma, dia adik saya “.

Ada kisah menarik tentang Bu Mega yang tak pernah perduli dengan uang gajinya. Saat ia menjadi anggota DPR jaman orde baru, ia tak pernah mengambil gajinya dan tunjangan lainnya. Uang itu justru diambil staff kepercayaannya dan disimpan didalam brankas selama bertahun tahun. Ketika memasuki masa kampanye setelah reformasi, Megawati diberitahu bahwa ia masih memiliki uang simpanan yang bisa dipakai untuk biaya kampanye.

Namun uang itu sudah tidak laku, karena sudah terlalu lama disimpan sehingga biro iklan yang menerima uang itu harus menukarkan terlebih dahulu ke Bank Indonesia.

Megawati juga tak ragu mengambil cincin perhiasannya dan memberikan kepada team kampanye PDIP yang kesulitan uang. Kisah ini juga diceritakan seorang wartawan senior Majalah Tempo kepada saya saat kami mengikuti bersama Megawati, terbang keliling Indonesia saat kampanye 2014.

Rosihan Anwar barangkali salah. Diamnya Megawati adalah kegelisahannya melihat Indonesia. Dengan keterbatasan dan kekurangannya, tak ada yang meragukan kecintaannya pada negerinya yang majemuk ini, sebagaimana yang diucapkan dalam pidato penutupnya kemarin.

Bangkitlah Banteng banteng di seluruh tanah air. Bangkitlah seluruh rakyat Indonesia.
Bangkit dengan jiwa Pancasila. Berderap serempak. Bergerak serentak.
Satukan jiwa pengabdian. Mengabdi kepada Allah SWT. Mengabdi kepada Tanah air dan mengabdi kepada bangsa Indonesia.
Solid bergerak untuk Indonesia Raya. Indonesia yang sejati jatinya merdeka.

Sumber : Status Facebook Imam Brotoseno





Fokus : Bersatulah Indonesia


#Megawati #Megawati Soekarno Putri #PDIP #NKRI Harga Mati #Indonesia


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






5 jam yang lalu

Jakarta Sebagai Ibu Kota Negara Tamat Pada Juni 2020

Beritacenter.COM - Status DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara akan berakhir pada Juni 2020. Hal itu disampaikan..
6 jam yang lalu

Penggorok Sopir Angkot di Garut Sempat Mabok Bareng

Beritacenter.COM - Seorang sopir angkot, Ade digorok temannya sendiri, Tegar lantaran sakit hati mukanya diludahi...
10 jam yang lalu

Polres Sukabumi Tangkap Tiga pelaku Pengeroyok Anggota Ormas

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan tiga pelaku penganiayaan terhadap anggota ormas di..
11 jam yang lalu

Hadiri Rakerda Gerindra, Sandiaga Sebut Rindu Kepada Anies Baswedan

Beritacenter.COM - Mantan wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri acara Rapat Kerja Daerah..
12 jam yang lalu

Pemuda Jual Orang Utan di Gayo Lues Aceh Ditangkap, 1 Pelaku Lainnya Kabur

Penangkapan kita lakukan pada Rabu, 22 Januari lalu. Satu pelaku dapat kita tangkap sementara satu lagi kabur. Dari..
13 jam yang lalu

Bermotif Dendam, Bocah SMP Bacok Musuh di Jayapura Selatan Dibekuk Polisi

Beritacenter.COM - Pelajar SMP berinisial DA diamankan polisi terkait aksi pembacokan terhadap AKM (17). DA diketahui..
14 jam yang lalu

Soal Banjir di Underpass Kemayoran, Istana Semprot Pemprov DKI Agar Tak Hanya Berwacana

BeritaCenter.COM – Underpass Kemayoran mengalami kebanjiran hingga berpuluh-puluh jam belum juga surut. Pemprov..
14 jam yang lalu

Surut 1,5 Meter, Genangan Banjir di Underpass Kemayoran Masih Terus Disedot

Beritacenter.COM - Air genangan banjir terpantau masih merendam wilayah underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu..
15 jam yang lalu

Sopir Angkot di Garut Digorok Penumpangnya, Polisi Tangkap Pelaku

BeritaCenter.COM – Ade seorang sopir angkutan kota (Angkot) di Garut harus dirawat intensif di rumah sakit..
15 jam yang lalu

Polisi Ciduk Pengemudi yang Pamer Kelamin dan Masturbasi di Gatot Subroto

BeritaCenter.COM – Seorang pengendara mobil di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan memamerkan alat kelamin dan..
15 jam yang lalu

Korban Tewas Miras Oplosan Maut di Tasikmalaya Jadi 7 Orang

Beritacenter.COM - Pesta minuman keras (miras) oplosan yang melibatkan tiga kelompok di Tasikmalaya, Jawa Barat,..
15 jam yang lalu

Tersangka Kasus Prostitusi Cafe Khayangan Bertambah Jadi 8 Orang

BeritaCenter.COM – Jumlah tersangka dalam kasus prostitusi di Cafe Khayangan Jakarta Utara kini bertambah dari..
16 jam yang lalu

Polisi Ungkap Prostitusi Anak di Berau Kaltim

BeritaCenter.COM - Kasat Reskrim Polres Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) AKP Rengga Puspo Saputro mengatakan pihaknya..
17 jam yang lalu

Korban Gempa Turki Bertambah, 29 Korban Tewas, 1.243 Luka-luka

Beritacenter.COM - Korban gempa magnitudo 6,8 di wilayah Turki bagian timur Kota Sivrice, di tepi danau Provinsi..
1 hari yang lalu

Jokowi "Tegas" Bangun Ibu Kota Baru Bukan Hasil Utang, Tapi...

Beritacenter.COM - Skema government guarantee tidak digunakan dalam pembangunan ibu kota baru melainkan..
1 hari yang lalu

Mendukung Program Pemerintah Memberantas Radikalisme

Pemerintahan dibawah naungan Presiden Jokowi menegaskan akan meningkatkan keseriusannya dalam menangani masalah..
1 hari yang lalu

Pemindahan Ibu Kota Negara Wujudkan Kemajuan Bangsa

Pemerintah terus mempercepat pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Pemindahan Ibu Kota Negara..
1 hari yang lalu

Polisi Ringkus 1 Pelaku Perampokan Warteg Pesanggrahan, 2 Masih Buron

Beritacenter.COM - Satu pelaku perampokan di warteg Mamoka Bahari, Kawasan Petungkangan Utara Pesanggrahan, Jakarta..
1 hari yang lalu

Kebakaran Hanguskan 48 Kios di Pasar Induk Caringan Bandung

Beritacenter.COM - Sebanyak 48 kios di Pasar Induk Caringan, Kota Bandung habis terbakar, Sabtu (25/1/2020)...
1 hari yang lalu

Ratusan Personel Gabungan Amankan Imlek di Wihara Dharma Bhakti Petak Sembilan

Beritacenter.COM - Jajaran personel gabungan dari TNI - Polri disiagakan untuk mengamankan Tahun Baru Imlek 2571 di..
1 hari yang lalu

Negara Ini Yang Pertama di Wilayah Eropa Terpapar Virus Corona Wuhan

Beritacenter.COM - Negara Prancis menjadi wilayah Eropa pertama yang mengkonfirmasi terpapar kasus virus corona..
1 hari yang lalu

Pelaku Begal Warteg Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Pelaku tiga begal yang beraksi di sebuah Warteg di kawasan Petukangan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi