Sabtu, 24 Agustus 2019 - 03:14 WIB

Megawati Dan Indonesianya

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 12 Agustus 2019 | 18:10 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Banyak yang menyangsikan kualitas kepemimpinan Megawati, bahkan kerap diejek karena selalu diam. Dulu kolumnis Rosihan Anwar pernah menyindir dengan membuat analogi patung Sphinx di Mesir, yang diam duduk mematung. Namun sejahrawan Asvi Warman Adam menyaksikan dalam Konggres III PDIP di Bali tahun 2010, dimana Megawati mampu bicara dengan bersemangat tanpa teks selama 2 jam penuh. Isi pidatonya menarik dan mampu membakar massa. Secara romantis, Prof Asvi menggambarkan, seakan menyaksikan Soekarno hidup kembali dalam gema lantang Megawati.

Hal ini saya lihat kemarin dalam pidato politik Megawati di Kongres V PDIP. Dia berhenti membaca teks pidato dan memukau berbicara tanpa teks. Kadang ia memperagakan dengan aksi lucu dan kembali menggelegar menusuk. Megawati benar benar menguasai panggungnya.

Barang kali tidak ada pemimpin paska reformasi yang memiliki pengalaman hidup seperti Megawati. Ia diam menekan perasaannya, ketika diperintahkan ayahnya untuk menyiapkan nasi goreng buat mahasiswa mahasiswa yang menghadap Soekarno. Bagaimanapun ia tahu, para mahasiswa ini sedang berusaha menjatuhkan ayahnya. Ketika pemimpin partai politik masa kini masih balita atau belum lahir. Megawati sudah secara tragis menanggung konsekuensi politik. Ia dipaksa keluar dari kuliahnya di Universitas Padjajaran.

Semasa orde baru, partainya di intervensi secara vulgar oleh rezim Soeharto. Peristiwa 27 Juli 1996 merupakan titik balik bagi Megawati. Namanya dipuja puja oleh rakyat kecil dan menjadi simbol yang dizalimi. Tahun 1999 partainya memperoleh lebih dari 30 % suara, sehingga melapangkan jalan menjadi Presiden. Namun terjadi penolakan dari sebagian kalangan Islam terhadap Presiden perempuan. Kemarin Megawati juga mengisahkan jatuh bangun perjalanan politiknya, bagaimana dia kerap dikerjai lawan lawan politiknya. Tapi dia tidak menyerah dan menunggu waktu yang tepat.

Lebih dari itu pusaran politik yang terjadi, membuat dia ‘ dikerjai ‘ kembali oleh pemimpin pemimpin partai politik lainnya, sehingga analogi partai pemenang pemilu harusnya layak menjadi penguasa ( baca : Presiden ) tidak terjadi. Megawati harus legowo menjadi wakil Presiden saja. Padahal protokoler sudah membuat simulasi pelantikan Megawati sebagai Presiden, karena dianggap bakal terpilih. Baru ketika Gus Dur dimakzulkan, Megawati menjadi Presiden tanpa penolakan lagi. Ini menghancurkan mitos bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin, apalagi Presiden di Indonesia.

Megawati juga membuktikan komitmennya terhadap NKRI. Pada bulan Januari 2000, selama beberapa hari Mega datang ke wilayah pertikaian antarkelompok agama di Maluku Tenggara, Ambon, dan Ternate. Dengan meneteskan air mata, berkali-kali Mega menyerukan, ”Saya sebagai ibu meminta, hentikan pertikaian ini. Pertikaian ini kalau berjalan terus akan memusnahkan satu generasi.” Banyak hadirin ikut meneteskan air mata saat itu.

Awal Maret 2001, Mega datang ke wilayah kerusuhan etnis di Kalimantan Tengah. Ia mendatangi tempat pengungsian orang-orang yang menghindari kerusuhan di kota Sampit. Ribuan orang tinggal di tenda-tenda darurat di sebuah lapangan. Hanya ada tiga WC atau jamban darurat di tempat pengungsian itu. Maka, banyak tinja berserakan di tempat tersebut. Aroma bau kotoran manusia sangat menyengat. Mega berjalan masuk ke wilayah itu tanpa memedulikan sepatunya yang menginjak kotoran manusia yang berserakan di tempat tersebut. Air matanya berlinang ketika ia membelai-belai para ibu-ibu, anak-anak, dan orang tua di tempat seperti itu.

Megawati dianggap berjasa menyelenggarakan pemilu secara aman dan damai tahun 2004, karena untuk pertama kalinya pemilihan Presiden secara langsung dalam sejarah Indonesia. Banyak yang menganggap Megawati kurang piawi dalam manajemen politik, sehingga ‘ dikerjai ‘ oleh militer ketika pusat memutuskan menyerbu Aceh. Bahkan dalam setelah kegagalan pemilu 2009, sekali lagi ia memilih konsisten memilih berada di luar Pemerintahan.
Prestasi ini bisa dilihat dalam perjalanan partai ini (PDI-P), dua kali jadi partai oposisi dengan menampilkan tema partai yang ideologis dilaksanakan secara konsisten, disiplin, kepada kader-kadernya sehingga PDI Perjuangan bisa melewati masa-masa kritis.

Bagi kalangan partai, hampir tidak mungkin memajukan nama lain selain Megawati dalam bursa ketua umum di Kongres Bali mendatang. Ini yang dilupakan oleh kalangan eksternal yang semata melihat memilih Megawati, sebagai tanda kegagalan regenerasi di Partai Banteng. Mereka kalangan kelas menengah dan aktivis social media yang tidak memahami kultur dan semangat kebatinan dalam kader dan akar rumput PDIP.

Timeline di social media terus bergemuruh menyuarakan, bahwa dengan masih bertahannya Megawati sebagai tanda kemandekan demokrasi, dengan bertahannya elit oligarki. Sementara di kalangan partai sendiri, saat ini tanpa Megawati artinya partai berpotensi terpecah belah.



PDI Perjuangan memiliki wong cilik yang tidak paham internet. Mereka adalah grass-root yang secara konsisten menjadi lumbung suara partai. Adagium‘ Pejah gesang nderek Bu Mega ‘ sebagai pengejawantahan ‘ Surgo nunut, Neroko Katut-nya Bung Karno. Bagi mereka Megawati adalah tokoh karismatik yang menjadi simbol sekaligus pemersatu partai. Fenomena ini tidak hanya di Indonesia, ketika darah biru menjadi syarat utama. Di India sampai sekarang, darah biru Indira Gandhi menjadi penentu dalam partai Kongres. Bahkan di Amerika, keturunan Kennedy menjadi keuntungan tersendiri dalam partai Demokrat.

Profesor riset di LIPI, Syamsuddin Haris pernah menyebut ‘ Primus Interpares ‘ , sosok yang tidak hanya mempersatukan berbagai unsur yang beragam, tetapi menjadi sumber legitimasi bagi partai itu sendiri. Belum terbayangkan oleh segenap kader PDI Perjuangan, apa yang terjadi seandainya Megawati tidak bersedia menjadi ketua umum kembali.

Memilih kembali Megawati merupakan kesepakatan untuk mempertahankan soliditas di internal partai. Kepemimpinan Megawati yang membuat PDIP tidak pernah digoyang perpecahan seperti partai partai lain. Megawati juga bukan tipekal orang yang membuat polemik dengan penentangnya di media massa. Dia membiarkan orang membully bahkan memfitnahnya, tanpa harus memberikan klarifikasi secara langsung. Begitulah Ibu Mega, kata orang PDIP sendiri tak pernah membalas serangan yang dilakukan adiknya, Rachmawati. ” Biarkan saja Rachma, dia adik saya “.

Ada kisah menarik tentang Bu Mega yang tak pernah perduli dengan uang gajinya. Saat ia menjadi anggota DPR jaman orde baru, ia tak pernah mengambil gajinya dan tunjangan lainnya. Uang itu justru diambil staff kepercayaannya dan disimpan didalam brankas selama bertahun tahun. Ketika memasuki masa kampanye setelah reformasi, Megawati diberitahu bahwa ia masih memiliki uang simpanan yang bisa dipakai untuk biaya kampanye.

Namun uang itu sudah tidak laku, karena sudah terlalu lama disimpan sehingga biro iklan yang menerima uang itu harus menukarkan terlebih dahulu ke Bank Indonesia.

Megawati juga tak ragu mengambil cincin perhiasannya dan memberikan kepada team kampanye PDIP yang kesulitan uang. Kisah ini juga diceritakan seorang wartawan senior Majalah Tempo kepada saya saat kami mengikuti bersama Megawati, terbang keliling Indonesia saat kampanye 2014.

Rosihan Anwar barangkali salah. Diamnya Megawati adalah kegelisahannya melihat Indonesia. Dengan keterbatasan dan kekurangannya, tak ada yang meragukan kecintaannya pada negerinya yang majemuk ini, sebagaimana yang diucapkan dalam pidato penutupnya kemarin.

Bangkitlah Banteng banteng di seluruh tanah air. Bangkitlah seluruh rakyat Indonesia.
Bangkit dengan jiwa Pancasila. Berderap serempak. Bergerak serentak.
Satukan jiwa pengabdian. Mengabdi kepada Allah SWT. Mengabdi kepada Tanah air dan mengabdi kepada bangsa Indonesia.
Solid bergerak untuk Indonesia Raya. Indonesia yang sejati jatinya merdeka.

Sumber : Status Facebook Imam Brotoseno





Fokus : Bersatulah Indonesia


#NKRI Harga Mati #PDIP #Indonesia #Megawati #Megawati Soekarno Putri


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






47 menit yang lalu

4 Polisi Lolos Seleksi Capim KPK, Komisi III: Yang Penting Berintegritas

Beritacenter.COM - Dari 20 calon pimpinan (capim) KPK, ada 4 perwira tinggi (pati) Polri dan 3 jaksa yang masih..
2 jam yang lalu

Dilanda Hujan Deras, Desa di Bireun Aceh Banjir

Beritacenter.COM - Hujan dengan intensitas tinggi melanda Kabupaten Bireun, Aceh. Sejumlah desa di empat kecamatan..
3 jam yang lalu

Wilayah Bogor Diguncang Gempa Magnitudo 3,2

Beritacenter.COM - Gempa bumi magnitudo 3,2 terjadi di Bogor, Jawa Barat. Pusat gempa ada di darat. BMKG lewat..
3 jam yang lalu

KM Santika Nusantara Terbakar, 4 Penumpang Tewas 23 Hilang

Beritacenter.COM - KM Santika Nusantara dari Surabaya menuju Balikpapan terbakar di Perairan Masalembu, Sumenep,..
3 jam yang lalu

Polisi: Wanita Setengah Bugil di Mal Bekasi Berusia 25-30 Tahun

Beritacenter.COM - Polisi belum mengetahui identitas wanita yang bertelanjang dada atau setengah bugil di mal..
4 jam yang lalu

Soal Ceramah UAS, Quraish Shihab: Mari Saling Minta Maaf

Beritacenter.COM - Terkait perkara ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) soal salib yang videonya viral di media sosial,..
4 jam yang lalu

Polisi Buru Provokator Pembakaran Gedung Sekretariat MRP

Beritacenter.COM - Kepolisian dari Polda Papua Barat melakukan investigasi untuk mencari pelaku dan provokator..
5 jam yang lalu

20 Capim KPK akan Jalani Tes Wawancara dan Uji Publik

Beritacenter.COM - Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan tes wawancara dan..
5 jam yang lalu

Parah...! Warganet Tertawakan Hasil Karya Anies, Yang Studi Banding Keluar Negeri

Beritacenter.COM - Masih ingatkah anda dimana seorang Gubernur DKI Jakarta memamerkan sebuah karya anak bangsa..
5 jam yang lalu

Polri Soal 4 Anggotanya Lolos Profile Assessment: Test Tools Sudah Kredibel

BeritaCenter.COM – Di antara 20 capim KPK yang lolos seleksi uji profile assessment ada empat Perwira Tinggi..
6 jam yang lalu

4 Pati Polri Lolos Profile Assessment, Pansel KPK: Tak Ada Pengistimewaan, Kami Pilih dengan Integritas Tinggi

BeritaCenter.COM – Pansel capim KPK telah mengumumkan nama-nama yang lolos seleksi profile assessment. Dari..
7 jam yang lalu

Belum Diketahui Identitasnya, Polisi Masih Cari Sosok Wanita Telanjang Dada di Mal

Beritacenter.COM - Wanita yang belakangan viral di media sosial lantaran aksinya bertelanjang dada di sebuah mal di..
7 jam yang lalu

Wujudkan Perdamaian di Papua, Kita Adalah Indonesia

Sumatera itu Indonesia, Kalimantan itu Indonesia, Sulawesi Itu Indonesia, Begitu juga Papua merupakan bagian yang tak..
8 jam yang lalu

Polisi Ringkus 3 Tersangka Terkait Kericuhan di Manokwari Papua Barat

Beritacenter.COM - Sebanyak tiga tersangka penjarah anjungan tunai mandiri (ATM) serta pembakar bendera Merah-Putih..
9 jam yang lalu

Joko Widodo "TEGAS" Papua dan Papua Barat Akan Jadi Prioritas Pemerintah

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo menegaskan, Provinsi Papua dan Papua Barat akan menjadi proritas untuk lebih..
9 jam yang lalu

Pria Tanpa Indentitas di Sragen Tewas Terpental 20 Meter Usai Ditabrak Kereta Api

Beritacenter.COM - Nahas nasib seorang pria di Desa Krebet, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Pria..
10 jam yang lalu

Berikut Profil 4 Capim KPK dari Polri yang Lolos Profile Assessment

BeritaCenter.COM – Panitia seleksi calon pimpinan KPK telah mengumumkan nama-nama capim yang lolos seleksi..
10 jam yang lalu

Sang Anak Hasil Hubungan Gelap, Pria di Solo Tusuk Selingkuhan Istri Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Kecewa kesetiaannya dibalas dengan penghianatan, pria bernama Andreas Kurniawan (36) nekat..
10 jam yang lalu

Astaga...! Tommy Soeharto "Provokasi" Kerusuhan Di Papua Gara-gara "Hutang"

Beritacenter.COM - Penyerbuan asrama mahasiswa Papua di Surabaya yang akhirnya menimbulkan keributan dan berbuntu..
10 jam yang lalu

Resmi Lulus CPNS di Solok Selatan, drg Romi: Alhamdulillah, Terima Kasih Doanya

Beritacenter.COM - Dokter gigi disabilitas, drg Romi Syofpa Ismael, akhirnya resmi diumumkan sebagai CPNS oleh..
11 jam yang lalu

Ingin Gelar Pesta Sabu Juragan Ikan Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Khusein sang juragan ikan harus berurusan dengan pihak berwajib setelah menggelar pesta..
11 jam yang lalu

Anggota Polri Dominasi Daftar Capim KPK yang Lolos Profile Assessment

BeritaCenter.COM – Nama-nama calon pimpinan (capim) KPK yang lolos seleksi profile assessment telah diumumkan...

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi