Rabu, 23 September 2020 - 00:16 WIB

Demo Buruh Jelang HUT RI, Apa Faedahnya?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:22 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Gerakan Buruh Bersama Rakyat berencana akan menggelar demonstrasi saat Presiden Jokowi menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR di Gedung DPR/MPR Jumat (16/8). Dalam aksi tersebut rencananya Gebrak ingin menyuarakan penolakan terhadap revisi Undang – undang Ketenagakerjaan.

Salah satu pengurus Sentral Gerakan Buruh Nasional Akbar Rewako mengatakan bahwa revisi undang – undang tersebut sangat kental dengan kepentingan pengusaha. Terdapat beberapa poin yang menjadi keberatan buruh dalam revisi UU Ketenagakerjaan. Seperti pengupahan, flexibilitas dalam hal jam kerja, hingga wacana pengurangan kewajiban pesangon bagi karyawan yang mengalami PHK.

Rencana pemerintah untuk mengubah UU Nomor 13 tahun 2003 itu juga mengatur perihal jam kerja para buruh agar semakin fleksibel. Akbar menilai bahwa buruh bisa bekerja lebih lama atas perintah atasan jika UU tersebut direvisi.

Padahal kebijakan mengenai pemberian pesangon untuk pekerja formal di Indonesia terbilang lebih tinggi dibanding negara lain. Seperti misalnya Eropa yang hanya memberikan tiga kali gaji untuk masa kerja 10 tahun, khususnya Spanyol maksimal 7 kali gaji.

Pengaturan yang sudah dibuat sejak 16 tahun silam tersebut dianggapnya sudah membuat pelaku usaha takut untuk masuk ke sektor formal, sehingga memilih bergerak di informal. Hal tersebtu dikarenakan pengaturannya tidak seketat jika berubah formal.

Diketahui dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 156 menyebutkan bahwa dalam hal pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan/atau penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.

Sebagai contoh, masa kerja 8 tahun atau lebih berhak mendapatkan pesangon sebesar sembilan kali gaji. Lalu untuk uang penghargaan dengan masa kerja tersebut adalah empat bulan gaji. Dengan demikian, total yang didapatkan adalah 13 kali gaji.

Sebelumnya Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani menilai bahwa UU Ketenagakerjaan yang ada saat ini sudah usang karena terlalu lama belum direvisi. Padahal situasinya berbeda jauh dari 16 tahun silam saat payung hukum tersebut dibuat. Salah satu contoh, terkait jam kerja yang tidak sama lagi pada era digital saat ini dengan kantor formal pada umumnya.

Dalam UU Ketenagakerjaan disebut bahwa waktu kerja bisa dilakukan 7 jam per hari, 40 jam dalam sepekan untuk 6 hari kerja dalam seminggu. Sementara, bagi perusahaan yang mewajibkan karyawannya masuk 5 hari kerja dalam 1 pekan, waktu kerja seharinya wajib 8 jam dan 40 jam dalam satu pekan.

Ia mengatakan bahwa Undang – undang tersebut sudah bolong di mana – mana, sehingga memang sudah sebaiknya diganti.

Selain itu, berbagai indikator perubahan gaji juga harus dikaji ulang agar menyesuaikan dengan kondisi sekarang. Dalam hal ini, poin pengupahan ada dalam aturan turunannya, yakni PP Nomor 78 tahun 2015.

Pihaknya juga telah mengingatkan agar Jokowi bisa mendengarkan federasi buruh yang realistis dan dewasa dalam menyikapi kondisi sekarang. Bukan kelompok buruh yang hanya suka demo, bikin macet dan melayangkan kritikan tanpa alasan yang tepat.

Aksi demo buruh juga sebenarnya memang sesuatu yang usang, seakan demo buruh telah menjadi agenda tahunan bagi para buruh, ironinya ketika mereka beraksi, para elit buruh banyak yang melakukan sweeping dan mengajak buruh yang lain untuk turut serta dalam aksi, hasilnya tidak sedikit justru yang berangka demo sambil bercanda seakan tidak paham akan isu yang sedang diangkat.

Kalaupun ada yang ingin disampaikan, kenapa mesti ada demo dan melibatkan buruh yang mungkin tidak ngerti apa – apa. Apakah dengan semakin ramainya buruh maka semua buruh akan bahagia? Atau jangan – jangan cuma elite buruhnya saja yang merasa bahagia karena merasa superior diantara buruh yang lain.

Saya yakin, tidak semua buruh memaksa untuk menolak revisi Undang – Undang tersebut, kalaupun menolak tentu ada yang merasa bahwa dirinya tidak perlu turun ke jalan. Apa iya mereka tidak punya twitter, toh bisa gunakan hashtag biar masuk trending topic dan syukur kalau dibaca oleh Presiden Joko Widodo.

Para buruh juga sudah semestinya menyadari, bahwa dunia industri saat ini tengah berubah apalagi dengan masuknya tahap revolusi industri 4.0. Buruh sudah semestinya lebih kreatif dan bersyukur.


Ditulis Oleh : Eka Gumilang
Pengamat Sosial Politik





Fokus : Hari Kemerdekaan RI


#HUT RI #Demo Buruh #May Day #Hari Kemerdekaan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






23 menit yang lalu

PSBB Diperketat, Polda Metro Jaya Luncurkan Aplikasi Palayanan Pajak Kendaraan Bermotor

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya meluncurkan aplikasi pengurusan pajak kendaraan bermotor yang diberi nama si..
36 menit yang lalu

Diberikan Pembinaan, 9 Terapis Pijat Plus di Kelapa Gading Dibawa ke Panti Sosial di Kodoya

Beritacenter.COM - Polisi mengamankan sembilan terapis tawarkan jasa pijat plus-plus dari sebuah panti di Kelapa..
1 jam yang lalu

Api Lalap 3 Gedung di Surabaya, Sebanyak 34 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan

Beritacenter.COM - 3 Gudang perabot rumah tangga di kawasan pergudangan Margomulyo Jaya, Jalan Sentong Asri,..
1 jam yang lalu

Curah Hujan Mulai Tinggi, Anies Keluarkan Ingub Tentang Pengendalian Banjir

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah meneken instruksi gubernur Ingub Nomor 52 Tahun..
2 jam yang lalu

Terpapar Covid-19, Arief Budiman Tunjuk Ilham Saputra Jadi Plh Ketua KPU

Beritacenter.COM - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ilham Saputra ditunjuk sebagai Plh Ketua KPU,..
2 jam yang lalu

Heboh Info Pesilat Akan Turun ke Jalan di Solo, Polisi : Itu Dilarang, Kita Ditengah Pandemi

Beritacenter.COM - Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa salah satu kelompok pesilat di Solo, Jawa Tengah, disebut..
2 jam yang lalu

GNPF Sebut Pilkada Tak Ditunda Gegara Anak-Mantu Jokowi Maju, Gibran: Kapan Saja Saya Siap

Putra Presiden Joko WIdodo (Jokowi),  Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terkait tudingan GNPF..
3 jam yang lalu

Panti Pijat di Kelapa Gading Ternyata Tawarkan Layanan Plus Plus Via Whatsapp

Beritacenter.COM - Sebuah panti pijat di kawasan Kelapa Gading yang juga membuka layanan jasa prostitusi berhasil..
3 jam yang lalu

PERURI, KENAPA HARUS AHOK ?

Sepertinya, Ahok moment perlahan tapi pasti akan mulai menjadi bagian atmosfir kehidupan kita bersama. Kritis ide..
3 jam yang lalu

Soal Kasus Pelecehan di Soetta, Polda Metro : Ini Penipuan, Hasil Rapid Test Korban Reaktif

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya menduga adanya indikasi penipuan di kasus pelecehan terhadap perempuan berinisial..
4 jam yang lalu

BPBD Jabar : Delapan Jembatan Putus Akibat Banjir Bandang di Sukabumi

Beritacenter.COM - Banjir bandang menerjang tiga kecamatan di Sukabumi, Jawa Barat, yakni di Kecamatan Cicurug,..
5 jam yang lalu

JOKOWI...MIMPI BURUK KELUARGA CENDANA

Berdarah tidak biru, keturunan rakyat biasa, bukan berlatar belakang tentara apalagi anak konglomerat, serta tidak..
5 jam yang lalu

Jadi Agen Togel Online, Wanita di Aceh Terancam Bui dan Hukuman Cambuk

Beritacenter.COM - Wanita di Banda Aceh berinisial AAY (45) ditangkap polisi atas dugaan menjadi agen judi togel..
6 jam yang lalu

Pilkada Tetap Lanjut Sesuai Jadwal, Istana: Ini Demi Menjaga Hak Konstitusi Rakyat

BeritaCenter.COM - Pilkada Serentak 2020 tidak jadi ditunda dan tetap lanjut sesuai jadwal, 9 Desember 2020. Juru..
6 jam yang lalu

Ekskavator Terguling Timpa JPO Kampung Melayu, Operator Diduga Kelelahan Siaga Semalaman

Beritacenter.COM - Sebuah eskavator milik UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, dilaporkan..
6 jam yang lalu

JOKOWI "IS THE BEST" YANG LAIN MUNDUR

Tahun 2014 sewaktu beliau mencalonkan diri jadi Presiden, hujatan, cacian dan makian menyerang beliau habis -..
7 jam yang lalu

DPR RI : Indonesia Diambang Resesi Ekonomi Gegara Penerapan PSBB Ketat Tanpa Persiapan

Beritacenter.COM - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, MH Said Abdullah memperkirakan ekonomi Indonesia menuju ambang..
7 jam yang lalu

Mendagri Minta Agar Tak Ada 'Kerumunan Massa' di Penetapan Paslon Pilkada Besok

Beritacenter.COM - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau para pasangan calon untuk senantiasa menaati..
7 jam yang lalu

Pemerintah Punya Cara Jitu Cegah Kerumunan di Pilkada Serentak 2020

BeritaCenter.COM – Sejumlah pihak dan tokoh banyak meminta Pilkada 2020 ditunda. Mendagri Tito Karnavian..
7 jam yang lalu

WAH...! Ternyata PSSB Taktik Anies Untuk Cairkan Dana Cadangan, Netizen : Ternyata Ada Udang Gurih di balik PSBB Total...

Beritacenter.COM - Belum lama ini Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan berencana untuk mencairkan dana..
7 jam yang lalu

Percepat Penyembuhan Covid-19, Ketua KPU Jalani Perawatan Intensif di RSPAD Gatot Soebroto

Beritacenter.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit..
8 jam yang lalu

Inilah 4 Bahan Alami bisa Atasi Bibir Pecah - Pecah

Beritacenter.COM - Memiliki bibir pecah - pecah merupakan masalah yang dialami oleh semua pihak. Banyak faktor yang..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi