Minggu, 15 September 2019 - 15:06 WIB

Kocak....! Ditinggal Pergi "Prabowo" Ijtima Ulam Terus Cari Dukungan

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 17 Agustus 2019 | 18:49 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Ijtima Ulama yang diselenggarakan PA 212 adalah upaya untuk mencari panggung setelah ditinggalkan oleh kubu Prabowo. Sebuah hal kontras ketika PA 212 berusaha mensejajarkan dengan ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah, bahkan dengan pemerintah karena menyinggung konsep NKRI Bersyariah yang berakhir dengan penolakan dari berbagai pihak.

Bagi masyarakat Indonesia, Pancasila merupakan suatu kesepakatan yang sudah final antara kelompok Islam, kelompok nasionalis, dan kelompok kebangsaan. Bagi umat Islam, melaksanakan syariah yaitu melaksanakan sila ke satu Pancasila ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

Umat Islam mempunyai hak menjalankan keyakinan agamanya tanpa didiskriminasi maupun mendiskriminasi keyakinan agama lain, sehingga tidak ada sikap intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara atas beragam suku, ras dan agama di Tanah Air.

Tokoh NU, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah menyatakan secara tegas menolak istilah NKRI Bersyariah. NKRI bersyariah itu selesai ketika kata-kata dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya itu dihilangkan, maka NKRI bersyariah juga tidak ada lagi.

“Syariat Islam jalan kok di Indonesia tanpa rumusan NKRI bersyariah. Jadi tidak perlu ada istilah itu,” kata Solahudin pada acara silaturahmi dan dialog tokoh bangsa dan tokoh agama yang digelar Kementerian Pertahanan dan Forum Rekat Anak Bangsa di Jakarta, Senin (12/8).

Menurut Gus Sholah, NKRI saja sudah cukup karena cukup banyak syariat Islam baik yang universal maupun yang khusus masuk dalam undang-undang. Adik dari almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini mengatakan tidak perlu lagi ada istilah NKRI bersyariah.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan PKB, Abdul Kadir Karding juga menolak seruan NKRI Syariah karena konsep dasar bernegara Indonesia sudah final dan tak perlu embel-embel.

“Mana ada Pancasila, NKRI bersyariah. Nggak ada itu. Pancasila ya Pancasila saja. NKRI ya NKRI saja, ngga ada embel-embel. Kalau ada embel-embel itu niatnya lain. Kalau mau buat Pancasila bersyariah di negara lain, jangan di sini,” kata Karding.

PA 212 yang beranggotakan FPI dan HTI terus berpolitik praktis untuk mencapai tujuannya, seperti menawarkan dukungan dengan kontrak politik. Hal tersebut pernah sukses di Pilkada DKI 2017 namun gagal di Pilpres 2019.

 

Keberadaan PA 212 juga berpotensi memecah belah kerukunan antar umat beragama yang sudah terjalin erat. Mereka aktif memprovokasi umat agar membenci pemerintah, bahkan mengampanyekan menolak hasil Pilpres 2019 dan tidak mau mengakui Presiden hasil Pilpres 2019.

Ijtima Ulama yang diselenggarakan PA 212 adalah upaya untuk mencari panggung setelah ditinggalkan oleh kubu Prabowo. Sebuah hal kontras ketika PA 212 berusaha mensejajarkan dengan ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah, bahkan dengan pemerintah karena menyinggung konsep NKRI Bersyariah yang berakhir dengan penolakan dari berbagai pihak.

Bagi masyarakat Indonesia, Pancasila merupakan suatu kesepakatan yang sudah final antara kelompok Islam, kelompok nasionalis, dan kelompok kebangsaan. Bagi umat Islam, melaksanakan syariah yaitu melaksanakan sila ke satu Pancasila ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

Umat Islam mempunyai hak menjalankan keyakinan agamanya tanpa didiskriminasi maupun mendiskriminasi keyakinan agama lain, sehingga tidak ada sikap intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara atas beragam suku, ras dan agama di Tanah Air.

Tokoh NU, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah menyatakan secara tegas menolak istilah NKRI Bersyariah. NKRI bersyariah itu selesai ketika kata-kata dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya itu dihilangkan, maka NKRI bersyariah juga tidak ada lagi.

“Syariat Islam jalan kok di Indonesia tanpa rumusan NKRI bersyariah. Jadi tidak perlu ada istilah itu,” kata Solahudin pada acara silaturahmi dan dialog tokoh bangsa dan tokoh agama yang digelar Kementerian Pertahanan dan Forum Rekat Anak Bangsa di Jakarta, Senin (12/8).

Menurut Gus Sholah, NKRI saja sudah cukup karena cukup banyak syariat Islam baik yang universal maupun yang khusus masuk dalam undang-undang. Adik dari almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini mengatakan tidak perlu lagi ada istilah NKRI bersyariah.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan PKB, Abdul Kadir Karding juga menolak seruan NKRI Syariah karena konsep dasar bernegara Indonesia sudah final dan tak perlu embel-embel.

“Mana ada Pancasila, NKRI bersyariah. Nggak ada itu. Pancasila ya Pancasila saja. NKRI ya NKRI saja, ngga ada embel-embel. Kalau ada embel-embel itu niatnya lain. Kalau mau buat Pancasila bersyariah di negara lain, jangan di sini,” kata Karding.

PA 212 yang beranggotakan FPI dan HTI terus berpolitik praktis untuk mencapai tujuannya, seperti menawarkan dukungan dengan kontrak politik. Hal tersebut pernah sukses di Pilkada DKI 2017 namun gagal di Pilpres 2019.

Keberadaan PA 212 juga berpotensi memecah belah kerukunan antar umat beragama yang sudah terjalin erat. Mereka aktif memprovokasi umat agar membenci pemerintah, bahkan mengampanyekan menolak hasil Pilpres 2019 dan tidak mau mengakui Presiden hasil Pilpres 2019. 





Fokus : Ijtimak Ulama


#PA 212 #Ijtima Ulama


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






3 jam yang lalu

Tak Akan Mundur, Basaria Panjaitan Pastikan Pimpin KPK Hingga Desember 2019

Harus meneruskan tanggung jawab sampai Desember nanti
4 jam yang lalu

Tiba-tiba Tak Sadarkan Diri, Mahasiwi Meninggal Dunia di Penginapan di Tanjung Bira

Beritacenter.COM - Mahasiswi bernama Salwiah Baharuddin (18) dilaporkan meninggal dunia saat tengah berwisata di..
5 jam yang lalu

Kompak Mundur, Agus Rahardjo dkk Dinilai Lemah, Mudah Didikte dan Lakukan Manuver Politik

Ternyata 5 pimpinan KPK sangat lemah, mudah menyerah tidak hanya pada kritik dari masyarakat tetapi mudah didikte oleh Wadah Pegawai KPK
6 jam yang lalu

Polri Sarankan Veronica Koman Tempuh Praperadilan Jika Merasa Dirugikan

Beritacenter.COM - Polri tak mempermasalahkan pernyataan Veronica Koman yang merasa di diskriminalisasi terkait..
7 jam yang lalu

Mortir Sisa Perang Dunia II Biang Ledakan di Mako Brimob Srondol

Beritacenter.COM - Ledakan mortir sisa Perang Dunia II di Mako Brimob, Srondol, Semarang, Jawa Tengah, membuat heboh..
17 jam yang lalu

UU KPK Bukan Kitab Suci, Bisa Saja Direvisi untuk Penyempurnaan KPK

Hal itu disampaikan oleh Djarot menanggapi pertanyaan wartawan soal tekanan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang..
17 jam yang lalu

Komisioner KPK Berikan Mandat ke Presiden, Arsul Sani : Kabur dari Segi Hukum dan Tidak Jelas Maksudnya

Menurut Arsul, pernyataan ketiganya telah menimbulkan pertanyaan apakah dengan pernyataan tersebut mereka secara..
17 jam yang lalu

Aliansi Masyarakat Ini Setuju dan Dukung Penuh Revisi UU KPK Sebagai Penyempurnaan KPK

Aksi demo pertama dilaksanakan beberapa warga yang tergabung dalam Aliansui Masyarakat Yogyakarta. Mereka menggelar..
18 jam yang lalu

"Jangan Biarkan Jokowi Terperangkap Dalam Dilema KPK"

Oleh: Rudi S Kamri   Seperti yang saya tulis dalam artikel pada 9 September 2019..
19 jam yang lalu

Diperkuat Secara Sistemik, KPK Bukan Lembaga Sempurna yang Tak Boleh Disentuh

Sudah menonton tayangan konferensi pers Presiden mengenai isu Revisi UU KPK? Bagaimana? Anda masih percaya..
20 jam yang lalu

KPK Lembaga Yang Tak Pernah Dewasa

Saya sampai detik ini, gak bisa paham dengan cara berpikir orang2 pinter yang mendukung KPK secara membabi buta itu...
21 jam yang lalu

5 Pimpinan Terbaru KPK Sudah Terpilih "Saut Ancam Mundur" Jokowi : Silakan Saja Itu Haknya

Beritacenter.COM - Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintouli Siregar, Nurul Ghufron, dan Nawawi Pomolango..
22 jam yang lalu

Komitmen Jokowi dalam Memperkuat KPK

Sikap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait KPK dipertanyakan, terlebih kini muncul rencana DPR merevis Undang..
23 jam yang lalu

Jambert HP dan Tas, Dua Bandit Dibekuk Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polsek Tanah Abang menangkap dua pelaku penjambretan saat menjalankan aksinya..
1 hari yang lalu

Gubernur DKI Keruk Sungai - Waduk di Jakarta Antisipasi Banjir di Musim Hujan

BeritaCenter.COM - Untuk mengantisipasi banjir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa pemerintahan..
1 hari yang lalu

Polri Ungkap Dugaan Penyebab Gudang Mako Brimob Jateng Meledak

Beritacenter.COM - Sebuah gudang di Mako Brimob Polda Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah meledak hingga terbakar..
1 hari yang lalu

Gudang Bahan Peledak Mako Brimob Terbakar, Satu Orang Terluka

Beritacenter.COM - Sebuah gudang yang menyimpan bahan peledak di Mako Brimob Polda Jateng, Kota Semarang, Jawa Tengah..
1 hari yang lalu

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Papua Barat

Beritacenter.COM - Wilayah Papua Barat diguncang gempa magnitudo 5,3. Pusat gempa berada di 57 kilometer timur laut..
1 hari yang lalu

Indahnya Wisata Pantai Pulau Temajo Yang Menyegarkan Mata

Beritacenter.COM - Belum cukup rasanya jjika belum berkunjung ke wisata bak kepingan surga, Pulau Temajo. Pulau..
1 hari yang lalu

Teori Mr Crack Cetusan BJ Habibie Jadi Penyelamat Dunia Penerbangan

Beritacenter.COM - BJ Habibie bukan hanya saja membuat pesawat terbang, ia pun sebagai penemu teori keretakan pesawat..
1 hari yang lalu

Pelatih Persikabo Waspadai Pemain-pemain 'Maung Bandung'

Beritacenter.COM - Tira-Persikabo siap menjamu Persib Bandung pada pertandingan pekan ke-18 Liga 1 2019 di Stadion..
1 hari yang lalu

Harimau Sumatera Mulai Resahkan Warga

Beritacenter.COM - Satwa liar Harimau Sumatera di Kawasan Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi