Senin, 27 Januari 2020 - 23:02 WIB

Kocak....! Ditinggal Pergi "Prabowo" Ijtima Ulam Terus Cari Dukungan

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 17 Agustus 2019 | 18:49 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Ijtima Ulama yang diselenggarakan PA 212 adalah upaya untuk mencari panggung setelah ditinggalkan oleh kubu Prabowo. Sebuah hal kontras ketika PA 212 berusaha mensejajarkan dengan ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah, bahkan dengan pemerintah karena menyinggung konsep NKRI Bersyariah yang berakhir dengan penolakan dari berbagai pihak.

Bagi masyarakat Indonesia, Pancasila merupakan suatu kesepakatan yang sudah final antara kelompok Islam, kelompok nasionalis, dan kelompok kebangsaan. Bagi umat Islam, melaksanakan syariah yaitu melaksanakan sila ke satu Pancasila ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

Umat Islam mempunyai hak menjalankan keyakinan agamanya tanpa didiskriminasi maupun mendiskriminasi keyakinan agama lain, sehingga tidak ada sikap intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara atas beragam suku, ras dan agama di Tanah Air.

Tokoh NU, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah menyatakan secara tegas menolak istilah NKRI Bersyariah. NKRI bersyariah itu selesai ketika kata-kata dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya itu dihilangkan, maka NKRI bersyariah juga tidak ada lagi.

“Syariat Islam jalan kok di Indonesia tanpa rumusan NKRI bersyariah. Jadi tidak perlu ada istilah itu,” kata Solahudin pada acara silaturahmi dan dialog tokoh bangsa dan tokoh agama yang digelar Kementerian Pertahanan dan Forum Rekat Anak Bangsa di Jakarta, Senin (12/8).

Menurut Gus Sholah, NKRI saja sudah cukup karena cukup banyak syariat Islam baik yang universal maupun yang khusus masuk dalam undang-undang. Adik dari almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini mengatakan tidak perlu lagi ada istilah NKRI bersyariah.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan PKB, Abdul Kadir Karding juga menolak seruan NKRI Syariah karena konsep dasar bernegara Indonesia sudah final dan tak perlu embel-embel.

“Mana ada Pancasila, NKRI bersyariah. Nggak ada itu. Pancasila ya Pancasila saja. NKRI ya NKRI saja, ngga ada embel-embel. Kalau ada embel-embel itu niatnya lain. Kalau mau buat Pancasila bersyariah di negara lain, jangan di sini,” kata Karding.

PA 212 yang beranggotakan FPI dan HTI terus berpolitik praktis untuk mencapai tujuannya, seperti menawarkan dukungan dengan kontrak politik. Hal tersebut pernah sukses di Pilkada DKI 2017 namun gagal di Pilpres 2019.

 

Keberadaan PA 212 juga berpotensi memecah belah kerukunan antar umat beragama yang sudah terjalin erat. Mereka aktif memprovokasi umat agar membenci pemerintah, bahkan mengampanyekan menolak hasil Pilpres 2019 dan tidak mau mengakui Presiden hasil Pilpres 2019.

Ijtima Ulama yang diselenggarakan PA 212 adalah upaya untuk mencari panggung setelah ditinggalkan oleh kubu Prabowo. Sebuah hal kontras ketika PA 212 berusaha mensejajarkan dengan ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah, bahkan dengan pemerintah karena menyinggung konsep NKRI Bersyariah yang berakhir dengan penolakan dari berbagai pihak.

Bagi masyarakat Indonesia, Pancasila merupakan suatu kesepakatan yang sudah final antara kelompok Islam, kelompok nasionalis, dan kelompok kebangsaan. Bagi umat Islam, melaksanakan syariah yaitu melaksanakan sila ke satu Pancasila ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

Umat Islam mempunyai hak menjalankan keyakinan agamanya tanpa didiskriminasi maupun mendiskriminasi keyakinan agama lain, sehingga tidak ada sikap intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara atas beragam suku, ras dan agama di Tanah Air.

Tokoh NU, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah menyatakan secara tegas menolak istilah NKRI Bersyariah. NKRI bersyariah itu selesai ketika kata-kata dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya itu dihilangkan, maka NKRI bersyariah juga tidak ada lagi.

“Syariat Islam jalan kok di Indonesia tanpa rumusan NKRI bersyariah. Jadi tidak perlu ada istilah itu,” kata Solahudin pada acara silaturahmi dan dialog tokoh bangsa dan tokoh agama yang digelar Kementerian Pertahanan dan Forum Rekat Anak Bangsa di Jakarta, Senin (12/8).

Menurut Gus Sholah, NKRI saja sudah cukup karena cukup banyak syariat Islam baik yang universal maupun yang khusus masuk dalam undang-undang. Adik dari almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini mengatakan tidak perlu lagi ada istilah NKRI bersyariah.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan PKB, Abdul Kadir Karding juga menolak seruan NKRI Syariah karena konsep dasar bernegara Indonesia sudah final dan tak perlu embel-embel.

“Mana ada Pancasila, NKRI bersyariah. Nggak ada itu. Pancasila ya Pancasila saja. NKRI ya NKRI saja, ngga ada embel-embel. Kalau ada embel-embel itu niatnya lain. Kalau mau buat Pancasila bersyariah di negara lain, jangan di sini,” kata Karding.

PA 212 yang beranggotakan FPI dan HTI terus berpolitik praktis untuk mencapai tujuannya, seperti menawarkan dukungan dengan kontrak politik. Hal tersebut pernah sukses di Pilkada DKI 2017 namun gagal di Pilpres 2019.

Keberadaan PA 212 juga berpotensi memecah belah kerukunan antar umat beragama yang sudah terjalin erat. Mereka aktif memprovokasi umat agar membenci pemerintah, bahkan mengampanyekan menolak hasil Pilpres 2019 dan tidak mau mengakui Presiden hasil Pilpres 2019. 





Fokus : Ijtimak Ulama


#PA 212 #Ijtima Ulama


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






57 menit yang lalu

Puluhan Instansi Serentak Uji Tes SKD CPNS

Beritacenter.COM - Tes SKD dalam rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil(CPNS) tahun 2019-2020 ini diselenggarakan..
1 jam yang lalu

Real Madrid Perpanjang Kontrak Karim Benzema Hanya Setahun

Beritacenter.COM - Real Madrid resmi memperpanjang kontrak Karim Benzema selama satuh tahun. Informasi ini menjadi..
1 jam yang lalu

Virus Corona Membuat Wuhan Bagai Kota Mati

Beritacenter.COM - Virus Corona usai menyebar ke belahan dunia yang berasal dari kota Wuhan membuat kota tersebut..
2 jam yang lalu

Modus Bikin Kopi, Penjual Es Krim Cabuli Bocah 11 Tahun

Beritacenter.COM - Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap seorang penjual eskrim berinisal AH karena telah..
2 jam yang lalu

Polisi Gelar Razia di Warung, Amankan 196 Miras dan 99 Liter Oplosan di Bogor

Beritacenter.COM- Sebanyak 196 jenis miras dari berbagai merek dan 99 liter miras oplosan diamankan Polres Bogor...
3 jam yang lalu

Aceh Siapkan 2 Rumah Sakit Khusus untuk Isolasi Pasien Terinfeksi Virus Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah Aceh akan menyiapkan dua rumah sakit khusus untuk mengisolasi pasien yang terjangkit..
3 jam yang lalu

Hujan Angin Landa Kabupaten Blitar, Puluhan Rumah Rusak Parah

Beritacenter.COM - Hujan deras disertai angin kencang melanda Dusun Krajan Desa Lorejo, Kecamatan Bakung, Kabupaten..
3 jam yang lalu

Jaksa Agung: Tersangka Jiwasraya Akan Bertambah

BeritaCenter.COM - Kejaksaan Agung terus menyelidiki kasus dugaan korupsi di PT Jiwasraya. Beberapa orang sudah..
4 jam yang lalu

Jual Narkoba, Paman dan Keponakan Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap dua orang pengedar narkoba berinisal J dan R. Keduanya..
4 jam yang lalu

Jokowi Tegaskan Industri Pertahanan Nasional Harus Jadi Prioritas Dalam Pembelian Alutsista

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan akan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri...
4 jam yang lalu

Menkes Terawan Ungkap Kunci Utama Pencegahan Wabah Virus Corona

BeritaCenter.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan meminta masyarakat tidak panik menghadapi wabah virus corona...
4 jam yang lalu

Terkait Pembobolan Rekening, Polisi Akan Periksa Pihak Commonwealth Bank

BeritaCenter.COM - Polisi akan memanggil pihak Commonwealth Bank untuk dimintai keterangan terkait pembobolan..
5 jam yang lalu

KPK Perpanjang Masa Tahanan Tiga Tersangka Kasus Suap PAW

Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memperpanjang masa penahanan terhadap tiga tersangka..
5 jam yang lalu

Bahaya Virus Corona, Presiden Jokowi Minta KBRI Terus Pantau Kondisi WNI di Wuhan

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terus..
5 jam yang lalu

Perempuan ABG Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Kota Tasikmalaya

Beritacenter.COM - Anak perempuan ditemukan tewas di sebuah gorong-gorong di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Saat ini..
6 jam yang lalu

Virus Corona Semakin Ganas, Sekelompok Warga Sumbar Tolak WN China

Beritacenter.COM - Sekelompok orang mengatasnamakan Forum Masyarakat Minangkabau (FMM) mendesak pemerintah Sumatera..
6 jam yang lalu

Atletico Madrid Telah Lakukan Tes Kesehatan untuk Edinson Cavani?

Diketahui juga jika Cavani yang kontraknya di Parc des Princes menyisakan kurang dari enam bulan lagi, diminati..
6 jam yang lalu

Kejagung Sebut Akan Ada Tersangka Lainnya Dalam Kasus Jiwasraya

Beritacenter.COM - Kejaksaan Agung (Kejagung) akan mengusut tuntas dan terus mendalami siapa saja yang terlibat dalam..
6 jam yang lalu

Pesan Jokowi Soal Wabah Virus Corona: Hati-hati dan Waspada!

BeritaCenter.COM – Wabah virus corona yang bermula dari Wuhan, China telah menyebar ke beberapa negara...
7 jam yang lalu

Warga Dihebohkan Penemuan Ular 3 Meter di Jakarta Utara

Beritacenter.COM - Warga Kelurahan Pegangsaan Dia, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara dihebohkan dengan penemuan..
7 jam yang lalu

Ini Langkah Jokowi Soal Penanganan WNI yang Tertahan di China Akibat Virus Corona

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah melalui KBRI di China terus..
7 jam yang lalu

Heboh Video Viral Siswa Banting Kursi-Meja di Pidie Aceh, Ini Kata Sekolah

Beritacenter.COM - Media sosial dihebohkan dengan video pendek yang menampakan pelajar tengah membanting kursi dan..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi