Rabu, 23 September 2020 - 01:31 WIB

Kocak....! Ditinggal Pergi "Prabowo" Ijtima Ulam Terus Cari Dukungan

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 17 Agustus 2019 | 18:49 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Ijtima Ulama yang diselenggarakan PA 212 adalah upaya untuk mencari panggung setelah ditinggalkan oleh kubu Prabowo. Sebuah hal kontras ketika PA 212 berusaha mensejajarkan dengan ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah, bahkan dengan pemerintah karena menyinggung konsep NKRI Bersyariah yang berakhir dengan penolakan dari berbagai pihak.

Bagi masyarakat Indonesia, Pancasila merupakan suatu kesepakatan yang sudah final antara kelompok Islam, kelompok nasionalis, dan kelompok kebangsaan. Bagi umat Islam, melaksanakan syariah yaitu melaksanakan sila ke satu Pancasila ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

Umat Islam mempunyai hak menjalankan keyakinan agamanya tanpa didiskriminasi maupun mendiskriminasi keyakinan agama lain, sehingga tidak ada sikap intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara atas beragam suku, ras dan agama di Tanah Air.

Tokoh NU, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah menyatakan secara tegas menolak istilah NKRI Bersyariah. NKRI bersyariah itu selesai ketika kata-kata dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya itu dihilangkan, maka NKRI bersyariah juga tidak ada lagi.

“Syariat Islam jalan kok di Indonesia tanpa rumusan NKRI bersyariah. Jadi tidak perlu ada istilah itu,” kata Solahudin pada acara silaturahmi dan dialog tokoh bangsa dan tokoh agama yang digelar Kementerian Pertahanan dan Forum Rekat Anak Bangsa di Jakarta, Senin (12/8).

Menurut Gus Sholah, NKRI saja sudah cukup karena cukup banyak syariat Islam baik yang universal maupun yang khusus masuk dalam undang-undang. Adik dari almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini mengatakan tidak perlu lagi ada istilah NKRI bersyariah.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan PKB, Abdul Kadir Karding juga menolak seruan NKRI Syariah karena konsep dasar bernegara Indonesia sudah final dan tak perlu embel-embel.

“Mana ada Pancasila, NKRI bersyariah. Nggak ada itu. Pancasila ya Pancasila saja. NKRI ya NKRI saja, ngga ada embel-embel. Kalau ada embel-embel itu niatnya lain. Kalau mau buat Pancasila bersyariah di negara lain, jangan di sini,” kata Karding.

PA 212 yang beranggotakan FPI dan HTI terus berpolitik praktis untuk mencapai tujuannya, seperti menawarkan dukungan dengan kontrak politik. Hal tersebut pernah sukses di Pilkada DKI 2017 namun gagal di Pilpres 2019.

 

Keberadaan PA 212 juga berpotensi memecah belah kerukunan antar umat beragama yang sudah terjalin erat. Mereka aktif memprovokasi umat agar membenci pemerintah, bahkan mengampanyekan menolak hasil Pilpres 2019 dan tidak mau mengakui Presiden hasil Pilpres 2019.

Ijtima Ulama yang diselenggarakan PA 212 adalah upaya untuk mencari panggung setelah ditinggalkan oleh kubu Prabowo. Sebuah hal kontras ketika PA 212 berusaha mensejajarkan dengan ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah, bahkan dengan pemerintah karena menyinggung konsep NKRI Bersyariah yang berakhir dengan penolakan dari berbagai pihak.

Bagi masyarakat Indonesia, Pancasila merupakan suatu kesepakatan yang sudah final antara kelompok Islam, kelompok nasionalis, dan kelompok kebangsaan. Bagi umat Islam, melaksanakan syariah yaitu melaksanakan sila ke satu Pancasila ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

Umat Islam mempunyai hak menjalankan keyakinan agamanya tanpa didiskriminasi maupun mendiskriminasi keyakinan agama lain, sehingga tidak ada sikap intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara atas beragam suku, ras dan agama di Tanah Air.

Tokoh NU, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah menyatakan secara tegas menolak istilah NKRI Bersyariah. NKRI bersyariah itu selesai ketika kata-kata dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya itu dihilangkan, maka NKRI bersyariah juga tidak ada lagi.

“Syariat Islam jalan kok di Indonesia tanpa rumusan NKRI bersyariah. Jadi tidak perlu ada istilah itu,” kata Solahudin pada acara silaturahmi dan dialog tokoh bangsa dan tokoh agama yang digelar Kementerian Pertahanan dan Forum Rekat Anak Bangsa di Jakarta, Senin (12/8).

Menurut Gus Sholah, NKRI saja sudah cukup karena cukup banyak syariat Islam baik yang universal maupun yang khusus masuk dalam undang-undang. Adik dari almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini mengatakan tidak perlu lagi ada istilah NKRI bersyariah.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan PKB, Abdul Kadir Karding juga menolak seruan NKRI Syariah karena konsep dasar bernegara Indonesia sudah final dan tak perlu embel-embel.

“Mana ada Pancasila, NKRI bersyariah. Nggak ada itu. Pancasila ya Pancasila saja. NKRI ya NKRI saja, ngga ada embel-embel. Kalau ada embel-embel itu niatnya lain. Kalau mau buat Pancasila bersyariah di negara lain, jangan di sini,” kata Karding.

PA 212 yang beranggotakan FPI dan HTI terus berpolitik praktis untuk mencapai tujuannya, seperti menawarkan dukungan dengan kontrak politik. Hal tersebut pernah sukses di Pilkada DKI 2017 namun gagal di Pilpres 2019.

Keberadaan PA 212 juga berpotensi memecah belah kerukunan antar umat beragama yang sudah terjalin erat. Mereka aktif memprovokasi umat agar membenci pemerintah, bahkan mengampanyekan menolak hasil Pilpres 2019 dan tidak mau mengakui Presiden hasil Pilpres 2019. 





Fokus : Ijtimak Ulama


#PA 212 #Ijtima Ulama


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






19 menit yang lalu

Lontarkan Komentar Negatif Saat Ospek, 10 Maba Untad Harus Gugur

Beritacenter.COM - Sebanyak 10 mahasiswa baru (maba) melontarkan komentar negatif pada saat orientasi Pengenalan..
56 menit yang lalu

Diduga Tak Netral, 2 Paslon Ini Sambangi KPU Cilegon

Beritacenter.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon diduga mempermudah calon petahana Ratu Ati Marliyati..
1 jam yang lalu

PSBB Diperketat, Polda Metro Jaya Luncurkan Aplikasi Palayanan Pajak Kendaraan Bermotor

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya meluncurkan aplikasi pengurusan pajak kendaraan bermotor yang diberi nama si..
1 jam yang lalu

Diberikan Pembinaan, 9 Terapis Pijat Plus di Kelapa Gading Dibawa ke Panti Sosial di Kodoya

Beritacenter.COM - Polisi mengamankan sembilan terapis tawarkan jasa pijat plus-plus dari sebuah panti di Kelapa..
2 jam yang lalu

Api Lalap 3 Gedung di Surabaya, Sebanyak 34 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan

Beritacenter.COM - 3 Gudang perabot rumah tangga di kawasan pergudangan Margomulyo Jaya, Jalan Sentong Asri,..
2 jam yang lalu

Curah Hujan Mulai Tinggi, Anies Keluarkan Ingub Tentang Pengendalian Banjir

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah meneken instruksi gubernur Ingub Nomor 52 Tahun..
3 jam yang lalu

Terpapar Covid-19, Arief Budiman Tunjuk Ilham Saputra Jadi Plh Ketua KPU

Beritacenter.COM - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ilham Saputra ditunjuk sebagai Plh Ketua KPU,..
3 jam yang lalu

Heboh Info Pesilat Akan Turun ke Jalan di Solo, Polisi : Itu Dilarang, Kita Ditengah Pandemi

Beritacenter.COM - Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa salah satu kelompok pesilat di Solo, Jawa Tengah, disebut..
4 jam yang lalu

GNPF Sebut Pilkada Tak Ditunda Gegara Anak-Mantu Jokowi Maju, Gibran: Kapan Saja Saya Siap

Putra Presiden Joko WIdodo (Jokowi),  Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terkait tudingan GNPF..
4 jam yang lalu

Panti Pijat di Kelapa Gading Ternyata Tawarkan Layanan Plus Plus Via Whatsapp

Beritacenter.COM - Sebuah panti pijat di kawasan Kelapa Gading yang juga membuka layanan jasa prostitusi berhasil..
4 jam yang lalu

PERURI, KENAPA HARUS AHOK ?

Sepertinya, Ahok moment perlahan tapi pasti akan mulai menjadi bagian atmosfir kehidupan kita bersama. Kritis ide..
5 jam yang lalu

Soal Kasus Pelecehan di Soetta, Polda Metro : Ini Penipuan, Hasil Rapid Test Korban Reaktif

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya menduga adanya indikasi penipuan di kasus pelecehan terhadap perempuan berinisial..
5 jam yang lalu

BPBD Jabar : Delapan Jembatan Putus Akibat Banjir Bandang di Sukabumi

Beritacenter.COM - Banjir bandang menerjang tiga kecamatan di Sukabumi, Jawa Barat, yakni di Kecamatan Cicurug,..
6 jam yang lalu

JOKOWI...MIMPI BURUK KELUARGA CENDANA

Berdarah tidak biru, keturunan rakyat biasa, bukan berlatar belakang tentara apalagi anak konglomerat, serta tidak..
6 jam yang lalu

Jadi Agen Togel Online, Wanita di Aceh Terancam Bui dan Hukuman Cambuk

Beritacenter.COM - Wanita di Banda Aceh berinisial AAY (45) ditangkap polisi atas dugaan menjadi agen judi togel..
7 jam yang lalu

Pilkada Tetap Lanjut Sesuai Jadwal, Istana: Ini Demi Menjaga Hak Konstitusi Rakyat

BeritaCenter.COM - Pilkada Serentak 2020 tidak jadi ditunda dan tetap lanjut sesuai jadwal, 9 Desember 2020. Juru..
7 jam yang lalu

Ekskavator Terguling Timpa JPO Kampung Melayu, Operator Diduga Kelelahan Siaga Semalaman

Beritacenter.COM - Sebuah eskavator milik UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, dilaporkan..
8 jam yang lalu

JOKOWI "IS THE BEST" YANG LAIN MUNDUR

Tahun 2014 sewaktu beliau mencalonkan diri jadi Presiden, hujatan, cacian dan makian menyerang beliau habis -..
8 jam yang lalu

DPR RI : Indonesia Diambang Resesi Ekonomi Gegara Penerapan PSBB Ketat Tanpa Persiapan

Beritacenter.COM - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, MH Said Abdullah memperkirakan ekonomi Indonesia menuju ambang..
8 jam yang lalu

Mendagri Minta Agar Tak Ada 'Kerumunan Massa' di Penetapan Paslon Pilkada Besok

Beritacenter.COM - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau para pasangan calon untuk senantiasa menaati..
9 jam yang lalu

Pemerintah Punya Cara Jitu Cegah Kerumunan di Pilkada Serentak 2020

BeritaCenter.COM – Sejumlah pihak dan tokoh banyak meminta Pilkada 2020 ditunda. Mendagri Tito Karnavian..
9 jam yang lalu

WAH...! Ternyata PSSB Taktik Anies Untuk Cairkan Dana Cadangan, Netizen : Ternyata Ada Udang Gurih di balik PSBB Total...

Beritacenter.COM - Belum lama ini Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan berencana untuk mencairkan dana..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi