Jumat, 24 Januari 2020 - 13:46 WIB

Wujudkan Perdamaian di Papua, Kita Adalah Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 23 Agustus 2019 | 19:50 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Sumatera itu Indonesia, Kalimantan itu Indonesia, Sulawesi Itu Indonesia, Begitu juga Papua merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sehingga perbedaan Suku maupun Warna kulit tentu tidak menjadi halangan bagi seluruh elemen bangsa untuk menegakkan rasa persatuan dan kesatuan.

Amarah yang meledak karena ujaran bernada rasis, belum lama ini muncul di berbagai pemberitaan baik media massa maupun media daring. Rupanya ujaran bernada rasis berdampak serius terhadap keamanan bangsa.

Kita jangan sampai lupa bahwa perbedaan yang dimiliki oleh Indonesia tercipta agar dunia Indonesia memiliki harmoni yang Indah. Bayangkan saja, jika dari Sabang sampai Merauke semua sama, bukankah hal itu ajan menjadi sesuatu yang menjenuhkan.

Ibarat sebuah gitar, tentu akan bisa dinikmati ketika memiliki 6 senar yang berbeda, bagaimana jika ke 6 senar yang ada memiliki suara dengan nada yang sama? memang bisa berbunyi namun tidak menunjukkan harmonisasi.

Bahkan Pancasila yang dirumuskan sejak lama, memiliki semboyan yang dicengkeram oleh Burung Garuda, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang bermakna berbeda – beda tetapi tetap satu jua.

Namun Masalah rasisme yang telah lama tidak muncul, ternyata muncul juga 2 hari setelah perayaan kemerdekaan. Mahasiswa Papua yang tinggal di Surabaya mendapatkan sebutan “Monyet” dan hal ini lantas menjadi pemicu amarah masyarakat Papua di Manokwari dan Jayapura. Ditambahlagi dengan adanya fitnah maupun mis-informasi yang semakin meminyaki ledakan amarah yang sulit terbendung. Akibatnya, blokade jalan dan kebakaran Gedung DPRD Papua menjadi tak terelakkan.

Jika masih ada yang meragukan bahwa Papua merupakan bagian dari NKRI, mungkin sejarah ini bisa menjadi pedoman bagi kita. Bahwasanya bergabungnya Wilayah Irian Barat menjadi Provinsi ke – 26 bagi Indonesia pada tahun 1969, telah resmi melalui PEPERA yang diikuti oleh seluruh wakil dari Wilayah Irian di hadapan PBB, serta dengan disahkannya Resolusi Majelis Umum PBB No. 2504 tanggal 19 Oktober 1969.

Hal tersebut merupakan perjalanan panjang perjuangan rakyat Papua. Sebuah perjuangan untuk membulatkan tekad agar dapat bergabung, berdaulat dan menjadi bagian dalam Republik Indonesia.

Patut kita pahami bersama, bahwa dalam kurun waktu yang panjang, terdapat peristiwa heroik demi mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dimana 4 tahun setelah Indonesia Merdeka ternyata Belanda tetap saja belum mau hengkang dari Papua.

Saat itu Indonesia berusaha terus dan memaksa Belanda agar dapat meninggalkan Indonesia, salah satunya adalah melalui konferensi Meja Bundar (KMB) yang saat itu berlangsung di Den Haag Belanda pada tanggal 23 Agustus 1949.

Dalam kesempatan tersebut, telah disepakati bahwa seluruh bekas jajahan Belanda merupakan wilayah Republik Indonesia, kecuali Papua Barat yang akan dikembalikan Belanda ke Pangkuan Ibu Pertiwi 2 tahun kemudian.

Namun dari perjanjian KMB yang sudah dilakukan tersebut, Belanda masih mengingkari sendiri isi perjanjian tersebut. Hingga pada tahun 1961, Belanda masih berada di Papua. Bahkan Belanda juga mempersiapkan langkah – langkah untuk memisahkan Papua dari Republik Indonesia.

Kelicikan Belanda dalam membentuk negara bonekanya di Papua tersebut tentu membuat bangsa Indonesia berang. Oleh karena itu pada tanggal 19 Desember 1961 di Alun – Alun Utara Yogyakarta, Presiden Indonesia Ir Soekarno mengumumkan Tri Komando Rakyat (Trikora) untuk mengembalikan Irian Barat ke pangkuan NKRI.

Setelah melalui diplomasi yang alot yang difasilitasi oleh PBB, Belanda akhirnya bersedia menandatangani New York Agreement (NYA) bersama Indonesia pada tanggal 15 Agustus 1962. Isi kesepatakan itu adalah road map penyelesaian sengketa atas wilayah Papua.

Agar Belanda tidak kehilangan muka, maka perundingan New York mengatur penyerahan kekuasaan dari Belanda atas tanah Papua dilakukan secara tidak langsung. Belanda akhirnya menyerahkannya kepada PBB, setelah itu barulah PBB menyerahkannya ke pemerintah Indonesia melalui referendum (PEPERA)

Dari kisah diatas tentu kita dapat mengetahui, betapa besar perjuangan Indonesia dalam mempertahankan wilayahnya, bahkan setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan.

Kita tentu sepakat bahwa Rakyat Papua haruslah merdeka, namun bukan dalam konteks merdeka untuk berpisah dari Indonesia. Melainkan merdeka untuk dapat berkembang dan berdikari diatas tanah air.

Ditulis Oleh : Antonia Iek
Pegiat media sosial di Papua





Fokus : Papua


#NKRI Harga Mati #Kerusuhan Papua #Papua Adalah Indonesia #Papua Membara #Jokowi Papua #Papua Adalah Kita #Indonesia Bersatu


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






4 menit yang lalu

China Akui Natuna Milik Indonesia

BeritaCenter.COM - Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia, Xiao Qian mengatakan, pemerintah China dan Indonesia..
14 menit yang lalu

Tenaga Honorer Bakal Dirumahkan, Pemerintah Dinilai Tidak Punya Rasa Kemanusiaan

Beritacenter.COM - DPRD Sumatera Selatan meminta agar pemerintah tidak memecat begitu saja para tenaga honorer yang..
20 menit yang lalu

Berkas Penyidik Rampung, Eks Menpora Segera Disidang

Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera menyidang tersangka kasus dugaan suap penyaluran..
20 menit yang lalu

Bejat !! Pedagang Pakaian di Pandeglang Cabuli Bocah Dibawah Umur

Beritacenter.COM - Satreskrim Polres Pandeglang menangkap seorang pedagang pakaian berinisal MD (21), warga Desa..
22 menit yang lalu

Komisi IX DPR Minta Masyarakat Tak Panik Soal Wabah Virus Corona

BeritaCenter.COM - Komisi IX DPR mengimbau agar warga tidak panik dengan wabah virus corona yang kian menyebar...
29 menit yang lalu

Dubes China untuk RI Tegaskan Virus Corona Belum Darurat untuk Global namun Sebisa Mungkin Dilakukan Pencegahan

Diketahui juga jika menurut Dubes China untuk Indonesia Xiao Qian, berdasarkan rapat darurat WHO, virus corona belum..
41 menit yang lalu

Siswi SMP di Makassar Diculik 6 Pria Bertopeng, Polisi: Kena Prank, Bohong!

BeritaCenter.COM – Polisi menegaskan kasus penculikan yang dialami siswi SMP di Makassar, VN (14) oleh enam..
56 menit yang lalu

Bareskrim Polri dan Polda Banten Tutup 10 Tambang Emas Ilegal di Lebak

BeritaCenter.COM - Bareskrim Polri dan Polda Banten membuat satuan tugas (Satgas) mengantisipasi adanya tambang..
1 jam yang lalu

Menkes Terawan: Indonesia Siaga Satu Virus Corona

BeritaCenter.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengaku sudah mengecek ke lapangan terkait virus..
1 jam yang lalu

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Diperiksa KPK

BeritaCenter.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto..
1 jam yang lalu

Bukti Anies Tak Becus, Monas Aja Kebanjiran

Beritacenter.COM - Genangan banjir tampak terlihat di depan pintu masuk Monas di Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat..
1 jam yang lalu

Waspada! 1 Pasien di Jakarta Suspect Virus Corono

BeritaCenter.COM – Pihak Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara mengatakan tengah..
2 jam yang lalu

Terancam Dipecat, Seluruh Honorer Indonesia Sangat Kecewa Dengan Pemerintah

Beritacenter.COM - Kebijakan penghapusan tenaga honorer di seluruh jajaran instansi pemerintah pusat dan daerah..
2 jam yang lalu

Hujan Dari Pagi, Ini Titik-titik Banjir dan Genangan di Jakarta

BeritaCenter.COM – Hujan deras mengguyur Jakarta dari pagi hingga kini belum reda. Bahkan hujan diprediksi bisa..
3 jam yang lalu

Kebakaran Hebat Hanguskan Puluhan Rumah Warga di Sumatera Utara

Beritacenter.COM - Terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan 30 rumah warga di Kelurahan Aek Habil, Kota Sibolga,..
3 jam yang lalu

WHO Bantah Wabah Virus Korona Jadi Darurat Global

Beritacenter.COM - WHO menegaskan terlalu dini menetapkan wabah virus novel korona dikatakan sebagai darurat..
3 jam yang lalu

Tenaga Honorer Akan Dihapus Terancam Dipecat, Guru Ini Ungkapkan Kesedihannya...

Beritacenter.COM - Kebijakan pemerintah yang akan menghapus tenaga honorer membuat banyak para pekerja di instansi..
4 jam yang lalu

Tenaga Honorer Akan Dihapus Pemerintah, Bagaimana Nasib Mereka?

Beritacenter.COM - Seluruh tenaga honorer akan dihapus oleh pemerintah dan akan didorong untuk jadi Pegawai Negeri..
4 jam yang lalu

Viral Video Wanita Pemangsa Kelelawar Dikaitkan Dengan Virus Corona

Beritacenter.COM - Video seorang wanita sedang menikmati sup kelelawar viral di sosial media. Video tersebut..
5 jam yang lalu

Siap-siap Tilang Elektronik Akan Berlaku

Beritacenter.COM - Bagi para pelanggar lalu lintas di jalur bus Transjakarta akan dipantau langsung kamera Tilang..
6 jam yang lalu

Penderita Kanker Servick Divonis Tak Bisa Hamil, Wanita Ini Malah Hamil Anak Kembar

Beritacenter.COM - Seorang wanita asal Ingris, Rebecca Allen (41) diagnosis kanker servick pada 2017 lalu. Wanita itu..
6 jam yang lalu

Polda Metro Tahan Ketua Ormas Goib

Beritacenter.COM - Buntut dari pemasangan spanduk 'Tolak Bioskoop di Dekat Masjid' di Pusat Grosir Cililitan (PGC),..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi