Minggu, 15 September 2019 - 14:17 WIB

Apakah Tommy Soeharto "Aktor Dibalik" Gerakan Papua Merdeka ?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 24 Agustus 2019 | 16:10 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Rupanya keluarga Cendana sangat terusik dengan pemerintahan Jokowi. Setelah ikut memfasillitasi ijtima’ ulama 1 sampai 4. Kini Tomy Soeharto mulai bermain di Papua. Dia memanas-manasi rakyat Papua kalau saat ini ketergantungan negara yang besar terhadap asing dan tingginya hutang. Seakan lupa kalau bapaknya, Soeharto yang memberi karpet merah terhadap Freeport. Sebelumnya, Tomy totalitas merongrong Papua dengan ikut menjadi bacaleg dari partai Berkarya.

Seperti diberitakan detik.com, Tommy Soeharto kembali menyerang pemerintah. Serangannya kali ini dilontarkan ketika Ketum Partai Berkarya itu saat mengunjungi Wamena, Papua.

Senin (10/9/2018), caleg dapil Papua ini berbicara tentang ekonomi dan utang pemerintah yang semakin besar. Menurut Tommy, untuk membawa perubahan ekonomi Indonesia, pemerintah harus menerapkan Trilogi Pembangunan, yang pernah dilaksanakan pada masa Orde Baru.

“Saya melihat selama 20 tahun reformasi malah menurun di mana ketergantungan terhadap asing dan utang luar negeri yang semakin besar. Kegiatan ekonomi masyarakat kecil tidak berkembang,” katanya saat ditemui di Wamena.

Trilogi pembangunan yang dimaksud adalah stabilitas nasional yang dinamis, pertumbuhan ekonomi tinggi, serta pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya sebagai landasan penentuan kebijakan politik, ekonomi, dan sosial dalam melaksanakan pembangunan negara.

“Tanpa stabilitas keamanan, bagaimana kita membangun. Kalau bangsa ini ribut terus, bagaimana ekonomi rakyat akan bertumbuh dan bagaimana pembangunan dilaksanakan. Memang pertumbuhan domestik bruto kita 5 persen, tetapi itu hanya dinikmati segelintir orang, bahkan orang asing, akhirnya utang luar negeri kita membengkak,” katanya.

Sebelum menyerang soal utang, Tommy juga menyerang tentang KKN yang makin marak. Menurut Tommy, di era seperti saat ini, KKN makin menggila dibanding saat Orde Baru.

Tommy menyentil pemerintahan pasca reformasi. Baginya, tidak ada perbaikan dalam pembangunan di Indonesia.

“Reformasi janjikan KKN hilang, tapi nyatanya makin parah. Utang luar negeri semakin besar. Investasi asing pun semakin dimanja,” kata Tommy, Minggu (22/7).

Tomy ini buta sejarah atau bagaimana. Justru Soeharto alias bapaknyalah koruptor terbesar di dunia. Semoga rakyat Papua ikut membaca artikel ini agar tidak termakan hasutan manusia rakus berkedok simpati terhadap “wong cilik”.

Saya tak membayangkan apa yang dilakukan Tomy kalau menetap di Papua sebagai pejabat daerah. Dalam kunjungan pertamanya saja dia sudah berani mencela pemerintah dan mengompori rakyat Papua. Semoga langkah Tomy mencalonkan diri sebagai caleg di Papua tak mendapat suara rakyat.

Seperti diberitakan detik.com juga, Tommy masuk dalam DCS yang dirilis KPU. Di Dapil Papua, putra bungsu Presiden ke-2 RI Soeharto itu menempati nomor urut 1.

Kembali ke Dapil Papua, Tommy menantang sejumlah caleg incumbent. Beberapa di antaranya adalah Komarudin Watubun (PDIP), Elion Numberi (Golkar), Peggi Patrisia (PKB), dan Willem Wandik (Demokrat)

Partai Berkarya sendiri mencalonkan 575 caleg di Pemilu 2019. Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso sebelumnya mengungkap alasan Tommy memilih Dapil Papua.

“Kenapa memilih Papua, saya pun sempat bertanya kepada beliau, kenapa akhirnya memilih Papua. Saya baru akhir-akhir ini memahami ternyata kegandrungan tokoh Tommy Soeharto terhadap rakyat kecil dan daerah terpinggirkan di republik ini,” ujar Priyo beberapa waktu lalu.

Alasan Tomy terlihat sangat konyol mengingat banyak daerah lain di Indonesia yang juga kekurangan dan terpinggirkan. Apalagi Tomy ikut mendukung ijtima ulama yang menginginkan negara bersyariah. Lah Papua sendiri mayoritas agama apa? Pasti ada udang dibalik batu.

Dan ternyata memang keluarga Cendana memiliki saham di Freeport yang kini diusik Jokowi lewat kebijakannya. Saya tak membayangkan kalau Tomy sampai masuk jadi wakil rakyat di Papua, bukannya mensejahterakan, bisa-bisa ikut mendukung gerakan Papua merdeka agar kepentingannya bersama Freeport bisa leluasa di sana.

Berikut sedikit cuplikan hasil penelitian kekayaan Cendana yang bersinggungan dengan Freeport di Papua. Paul Hunt yang menulis di koran Guardian & Mail yang terbit di Inggris, 1 Agustus beberapa tahun lalu, memperkirakan bahwa nilai kekayaan tak teraudit dari yayasan-yayasan Suharto sendiri sekitar US$ 5 milyar.

Dengan kurs terakhir di mana US$ 1 melonjak-lonjak di sekitar Rp 14.000, berarti kekayaan yayasan-yayasan Suharto sekitar Rp 60 trilyun. Namun menurut taksiran badan rahasia AS, Central Intelligence Agency (CIA), sebagaimana dikutip dalam tesis Ph.D. Jeffrey Winters tahun 1991, kekayaan Presiden Suharto sendiri mencapai US$ 15 billion. Jumlah itu harus dilipat dua, kalau kekayaan seluruh anggota keluarga besarnya mau dimasukkan juga (Vriens, 1995: 49).

Itu baru taksiran tahun 1991, delapan tahun sebelum Nusamba menguasai saham-saham empuk di tambang tembaga-emas-perak PT Freeport Indonesia di Irian Jaya, serta raksasa automotif PT Astra Internasional. Makanya taksiran nilai total kekayaan seluruh keluarga besar Suharto, sebesar US$ 40 milyar (Newsweek, 26 Januari 1998), cukup masuk akal. Juga, cukup untuk menebus bangsa Indonesia dari kemelut moneter sekarang ini, tanpa harus berhutang pada IMF.

Begitulah kira-kira alasan Tomy begitu muak dengan pemerintah sekarang yang berusaha mengacak-acak Freeport yang berarti mengacak-acak keluarga Cendana. Akankah kita serahkan Papua kembali ke pangkuan orba yang sekian lama menjarah kekayaan alamnya tanpa balas budi pada rakyat Papua. Menariknya setelah Papua terpinggirkan begitu lama dan dikuras banyak oleh Freeport, kenapa baru sekarang Tomy bersuara? Pastinya ada sesuatu besar dibalik itu.





Fokus : Papua


#Papua #Papua Membara #Kerusuhan Papua


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






2 jam yang lalu

Tak Akan Mundur, Basaria Panjaitan Pastikan Pimpin KPK Hingga Desember 2019

Harus meneruskan tanggung jawab sampai Desember nanti
3 jam yang lalu

Tiba-tiba Tak Sadarkan Diri, Mahasiwi Meninggal Dunia di Penginapan di Tanjung Bira

Beritacenter.COM - Mahasiswi bernama Salwiah Baharuddin (18) dilaporkan meninggal dunia saat tengah berwisata di..
4 jam yang lalu

Kompak Mundur, Agus Rahardjo dkk Dinilai Lemah, Mudah Didikte dan Lakukan Manuver Politik

Ternyata 5 pimpinan KPK sangat lemah, mudah menyerah tidak hanya pada kritik dari masyarakat tetapi mudah didikte oleh Wadah Pegawai KPK
6 jam yang lalu

Polri Sarankan Veronica Koman Tempuh Praperadilan Jika Merasa Dirugikan

Beritacenter.COM - Polri tak mempermasalahkan pernyataan Veronica Koman yang merasa di diskriminalisasi terkait..
7 jam yang lalu

Mortir Sisa Perang Dunia II Biang Ledakan di Mako Brimob Srondol

Beritacenter.COM - Ledakan mortir sisa Perang Dunia II di Mako Brimob, Srondol, Semarang, Jawa Tengah, membuat heboh..
16 jam yang lalu

UU KPK Bukan Kitab Suci, Bisa Saja Direvisi untuk Penyempurnaan KPK

Hal itu disampaikan oleh Djarot menanggapi pertanyaan wartawan soal tekanan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang..
16 jam yang lalu

Komisioner KPK Berikan Mandat ke Presiden, Arsul Sani : Kabur dari Segi Hukum dan Tidak Jelas Maksudnya

Menurut Arsul, pernyataan ketiganya telah menimbulkan pertanyaan apakah dengan pernyataan tersebut mereka secara..
17 jam yang lalu

Aliansi Masyarakat Ini Setuju dan Dukung Penuh Revisi UU KPK Sebagai Penyempurnaan KPK

Aksi demo pertama dilaksanakan beberapa warga yang tergabung dalam Aliansui Masyarakat Yogyakarta. Mereka menggelar..
18 jam yang lalu

"Jangan Biarkan Jokowi Terperangkap Dalam Dilema KPK"

Oleh: Rudi S Kamri   Seperti yang saya tulis dalam artikel pada 9 September 2019..
18 jam yang lalu

Diperkuat Secara Sistemik, KPK Bukan Lembaga Sempurna yang Tak Boleh Disentuh

Sudah menonton tayangan konferensi pers Presiden mengenai isu Revisi UU KPK? Bagaimana? Anda masih percaya..
19 jam yang lalu

KPK Lembaga Yang Tak Pernah Dewasa

Saya sampai detik ini, gak bisa paham dengan cara berpikir orang2 pinter yang mendukung KPK secara membabi buta itu...
20 jam yang lalu

5 Pimpinan Terbaru KPK Sudah Terpilih "Saut Ancam Mundur" Jokowi : Silakan Saja Itu Haknya

Beritacenter.COM - Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintouli Siregar, Nurul Ghufron, dan Nawawi Pomolango..
21 jam yang lalu

Komitmen Jokowi dalam Memperkuat KPK

Sikap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait KPK dipertanyakan, terlebih kini muncul rencana DPR merevis Undang..
22 jam yang lalu

Jambert HP dan Tas, Dua Bandit Dibekuk Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polsek Tanah Abang menangkap dua pelaku penjambretan saat menjalankan aksinya..
1 hari yang lalu

Gubernur DKI Keruk Sungai - Waduk di Jakarta Antisipasi Banjir di Musim Hujan

BeritaCenter.COM - Untuk mengantisipasi banjir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa pemerintahan..
1 hari yang lalu

Polri Ungkap Dugaan Penyebab Gudang Mako Brimob Jateng Meledak

Beritacenter.COM - Sebuah gudang di Mako Brimob Polda Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah meledak hingga terbakar..
1 hari yang lalu

Gudang Bahan Peledak Mako Brimob Terbakar, Satu Orang Terluka

Beritacenter.COM - Sebuah gudang yang menyimpan bahan peledak di Mako Brimob Polda Jateng, Kota Semarang, Jawa Tengah..
1 hari yang lalu

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Papua Barat

Beritacenter.COM - Wilayah Papua Barat diguncang gempa magnitudo 5,3. Pusat gempa berada di 57 kilometer timur laut..
1 hari yang lalu

Indahnya Wisata Pantai Pulau Temajo Yang Menyegarkan Mata

Beritacenter.COM - Belum cukup rasanya jjika belum berkunjung ke wisata bak kepingan surga, Pulau Temajo. Pulau..
1 hari yang lalu

Teori Mr Crack Cetusan BJ Habibie Jadi Penyelamat Dunia Penerbangan

Beritacenter.COM - BJ Habibie bukan hanya saja membuat pesawat terbang, ia pun sebagai penemu teori keretakan pesawat..
1 hari yang lalu

Pelatih Persikabo Waspadai Pemain-pemain 'Maung Bandung'

Beritacenter.COM - Tira-Persikabo siap menjamu Persib Bandung pada pertandingan pekan ke-18 Liga 1 2019 di Stadion..
1 hari yang lalu

Harimau Sumatera Mulai Resahkan Warga

Beritacenter.COM - Satwa liar Harimau Sumatera di Kawasan Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi