Rabu, 18 September 2019 - 09:21 WIB

Tuduhan Pencekalan Habib Rizieq Shihab (HRS) Mengada-ada

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 29 Agustus 2019 | 09:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Nama pentolan FPI Rizieq Shihab kembali menjadi sorotan publik. Pemulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi kembali ke Indonesia disebut sebagai salah satu syarat rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo. Namun yang terjadi Prabowo dan Jokowi telah bertemu dalam suasana suka cita tanpa dendam.

Munarman selaku Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) menyebut jika pimpinannya, Habib Rizieq dicekal oleh Indonesia sehingga belum juga pulang ke Indonesia.

Denda yang dibebankan kepada Habib Rizieq sebesar Rp 100 juta per orang, sementara Habib Rizieq tinggal bersama dengan keempat orang lainnya di Arab Saudi.

Sebelumnya, Habib Rizieq berbicara mengenai dirinya yang hingga detik ini belum juga kembali ke tanah air. Rizieq Shihab menuduh pemerintah Jokowi berada di balik pencekalan dirinya.

Dalam videonya yang disiarkan langsung di Youtube melalui chanel FrontTv. Habib Rizieq meminta dengan sangat untuk didoakan agar dirinya dan keluarganya yang sudah 1 tahun berjuang mencabut pencekalan di Arab Saudi agar bisa pulang ke Tanah Air untuk kembali bergabung dengan rakyat dan bangsa Indonesia melawan segala bentuk kezaliman dan kecurangan.

Habib Rizieq mengatakan bahwa sudah 1 tahun lebih pemerintah Indonesia mengirim permintaan ke Kerajaan Arab Saudi agar dirinya dicekal dan tidak diizinkan keluar. Dia menduga bahwa dirinya dikondisikan agar tidak bisa kembali ke Indonesia saat Pilpres 2019 berlangsung.

Dalam Videonya Habib Rizieq juga mengatakan bahwa presiden yang akan dilantik pada Oktober mendatang adalah Presiden Ilegal karena hasil dari Pilpres curang dan zalim.

Menanggapi tudingan atas pencekalan Imam Besar FPI tersebut. Pihak Kementrian Luar Negeri mempersilakan Habib Rizieq untuk membuktikan ucapannya. Hal tersebut disampaikan oleh Teuku Faizasyah selaku juru bicara Kemenlu.

Faizasyah mempertanyakan pernyataan Rizieq yang menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia seolah – olah mengintervensi otoritas Arab Saudi. Menurut Faizasyah, setiap negara di dunia pasti tidak mau diintervensi oleh negara lain, karena setiap negara jelas memiliki regulasi / aturan yang berbeda.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin meminta agar Rizieq tidak asal tuduh. Dirinya merasa heran dengan pernyataan Habib Rizieq terkait dengan tuduhan pencekalan. Sebab, menurutnya pemerintah telah menyebutkan adanya proses yang harus dilakukan untuk tahap pemulangan.

Hal tersebut juga diluruskan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Ham (Menko Polhukam) Wiranto yang juga menegaskan bahwa Imam Besar Habib Rizieq memiliki masalah pribadi sehingga terlambat kembali ke tanah air.

Wiranto mengatakan bahwa, Pemerintah Indonesia tidak ada tujuan untuk menghalangi Habib Rizieq untuk pulang ke tanah air. Dirinya juga menuturkan tidak ada rekayasa dalam kasus ini.

Sehingga Pemerintah tentu tidak ada kewajiban untuk memulangkan Habib Rizieq, toh dia juga pergi atas inisiatif sendiri dan tidak ada pengusiran dari Pemerintah.

Dalam menanggapi kasus ini tentu kita harus sadar bahwa masih banyak masalah di negeri ini daripada mengurus kepulangan Tokoh yang kerap mengeluarkan kalimat provokatif.

Masih banyak pekerjaan pemerintah yang lebih besar untuk kemajuan Indonesia di masa depan daripada hanya berfokus pada kepulangan 1 orang saja.

Bahkan Habib Rizieq tercatat pernah terbang ke Maroko untuk suatu keperluan dan bisa kembali lagi ke Arab Saudi, hal tersebut membuktikan bahwa memang jika Habib Rizieq ingin pulang , ia dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk langsung terbang dari Maroko ke Indonesia. Sedangkan kasus batalnya ke Malaysia untuk ujian disertasi itu semata – mata urusan Habib Rizieq dengan Pemerintah Malaysia, tidak ada kaitannya dengan Indonesia.

Secara logika, untuk apa Indonesia mencekal kepulangan Habib Rizieq, toh dirinya pergi ke Arab Saudi atas inisiatifnya sendiri. Jika penahanan Habib Rizieq di Arab Saudi merupakan intervensi dari pemerintahan Indonesia, lantas apa dasar hukum pemerintahan kerajaan Arab untuk menahan Habib Rizieq?

Jika memang hal itu terjadi, tentu Habib Rizieq bisa membawa permasalahan ini ke pengadilan Arab Saudi karena otoritas Arab Saudi tidak memiliki dasar yang kuat untuk menahan Habib Rizieq agar tidak kembali ke Indonesia.

 

Oleh : Muhammad Zaky
Penulis adalah pengamat sosial politik





Fokus : Habib Rizieq


#Habib Rizieq


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Komentar Ayu Ting Ting Tentang Kebakaran Hutan

BeritaCenter.COM - Kabut asap akibat Karhutla di beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sumatra membuat beberapa..
1 jam yang lalu

Iran Tolak Bertemu Empat Mata dengan Donald Trump

Khamenei mengatakan para pemimpin ulama Iran sepakat bahwa semua pejabat di Iran dengan suara bulat mempercayainya.
1 jam yang lalu

Poin-poin Penting Revisi UU KPK

Mendasar pada rapat kerja antara Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan pemerintah, Senin (16/9/2019) kemarin, ada tujuh..
3 jam yang lalu

Setelah Diaudit oleh BPK, PLN Boros Ratusan Miliar Rupiah

BPK mencatat jumlah pemborosan di PLN sebesar Rp 275,19 miliar. Secara lebih rinci temuan ini terjadi pada specific..
3 jam yang lalu

Ingin Terhindar Sakit ? Konsumsilah 5 Makanan Sehat ini

Beritacenter.COM - Semua orang ingin mempunyai badan yang sehat dan terhindar dari penyakit. Salah satu cara yang..
4 jam yang lalu

Persebaya Resmi Datangkan Diego Campos

Beritacenter.COM - Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Diogo Campos dari Kalteng Putra, Selasa sore (17/9/2019)...
5 jam yang lalu

Dua Buruh Tewas Tertimpa Longsor Pasir di Karangasam

Beritacenter.COM - Dua orang buruh galian material tewas seketika terimpa reruntuhan longsing di tebing yang berada..
6 jam yang lalu

Bejat !! Tukang Susu di Bekasi Cabuli Bocah SD

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang penjual susu karena berbuat..
8 jam yang lalu

Sulawesi Utara Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Gorontalo, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Selasa..
9 jam yang lalu

Satpol PP Kota Depok Gelar Razia Miras, Amankan 750 Botol

Beritacenter.COM - Petugas Satpol PP Kota Depok menggelar razia minuman keras (miras) dari berbagai jenis di wilayah..
10 jam yang lalu

Tempo, Topik Utama dan Kepentingan Bisnis

Beberapa waktu ini tempo membuat blunder. Ada banyak reaksi yg terjadi di dunia maya. Sebenarnya cara2 berani yg..
10 jam yang lalu

Makan Ikan Tongkol, Puluhan Siswi Keracunan Massal di Simalungun

Beritacenter.COM - Puluhan siswi di Asrama Putri GKPS Pematang Raya, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami..
11 jam yang lalu

Nyambi Jual Sabu, Pedagang Buah Ditangkap BNN

Beritacenter.COM - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng mengamankan seorang..
11 jam yang lalu

PARAH...! Novel Baswedan "Tuding" Jokowi Punya Kepentingan Revisi UU KPK

Beritacenter.COM - Tanggapan negatif yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi UU KPK..
13 jam yang lalu

Tempo dan Simbol Negara

Ketika sebuah media melansir satu berita, akan ada 2 kelompok yg bereaksi terhadap berita tersebut. Satu kelompok..
14 jam yang lalu

Robot AI Sophia Ngobrol dengan Menteri Kominfo, Ini Yang Dibahas...

Beritacenter.COM - Robot berteknologi Artificial Inteligence meramaikan acara panggung CSIS Global Dialogue. Dalam..
14 jam yang lalu

Nama BJ Habibie Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

BeritaCenter.COM – Nama mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie diusulkan menjadi nama jalan di DKI..
14 jam yang lalu

Ada 3 Miliar Orang di Dunia Yang Belum Kenal Teknologi

BeritaCenter.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, ternyata masih banyak yang belum kenal..
14 jam yang lalu

FIFA Tinjau Stadion Manahan Untuk Piala Dunia U-20 2021

Beritacenter.COM - Delegasi FIFA didampingi Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destia meninjau langusng..
14 jam yang lalu

Awas! Modus Pendanaan Terorisme Dengan Minta Sumbangan ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Koordinator Penelitian Penilaian Risiko Nasional PPATK Patrick Irawan mengungkapkan sejumlah modus..
15 jam yang lalu

Perang Dagang Ternyata Dampaknya Lebih Berbahaya dari Perang Dingin

Beritacenter.COM - Perang dagang antara Amerika Serikat(AS) dan China dinilai lebih berbahaya dibanding perang..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi