Minggu, 17 Nopember 2019 - 19:16 WIB

Mengungkap 'Penguasa KPK' Sesungguhnya

Oleh : Lukman Salasi | Kamis, 29 Agustus 2019 | 09:57 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


BeritaCenter.COM – Calon pimpinan (capim) KPK yang berasal dari lembaga antirasuah, Alexander Marwata, mengungkap adanya ketidakpatuhan pegawai KPK terhadap pimpinan.

Ini dibuktikan oleh Alexander saat dirinya sebagai pimpinan meminta Berita Acara Pemeriksaan (BAP) salah satu saksi. Kagetnya, penyidik KPK tidak memberikan apa yang dimintanya.

"Nah itu makanya, justru aneh kalau pimpinan minta BAP tidak diberi. Saya sangat kaget luar biasa. (Padahal) saya yang terbitkan sprindik," ungkap Alex di hadapan pansel capim KPK saat tes wawancara dan uji publik di Gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Selasa (27/8).

SOP dan Aturan Pegawai Tak Jelas

Apa yang diungkap Alexander di hadapan pansel waktu itu adalah fakta ironi yang selama ini belum mencuat kepermukaan.

Aneh ada anak buah yang bisa punya kewenangan yang begitu luar biasa.Sampai hasil kerjanya gak boleh dilongok pimpinannya sendiri. Seolah kekuasaan penyidik jauh lebih tinggi ketimbang kekuasaan komisioner.

Berkaca pada apa yang disebut Alexander, bisa jadi masalahnya adalah SOP (standard operational prusedure) di KPK yang tidak terlalu detil dan lengkap. Sehingga dimanfaatkan oleh sebagian karyawan seolah punya wewenang jauh melebihi komisioner.

Apalagi komisioner berganti setiap empat tahun. Tapi karyawan KPK bisa duduk di posisinya dalam waktu lama.

Aturan kepegawaian KPK kabarnya juga gak jelas. Apakah pegawai KPK ikut aturan ASN yang usia pensiunnya ditentukan oleh UU. Atau ikut aturan pegawai BUMN?

Nyatanya banyak pegawai KPK yang sudah melampaui usia pensiun ASN tetap dipergunakan. Demikian juga dengan hak dan kewajibannya, standarnya tidak sama dengan lembaga pemerintahan lain.

Dalam urusan mengatur karyawan, KPK seperti lembaga tersendiri yang tidak mengacu kemana-mana. Seolah lembaga ini begitu spesialnya hingga dalam soal aturan kepegawaian juga berbeda dengan lainnya. Entahlah, kita tidak tahu bagaimana sistem renumerasi dan sebagainya.

Siapa Sebetulnya yang Berkuasa di KPK?

Problem SOP juga yang tampaknya menjadi ihwal konflik di internal KPK. Ada kabar perekrutan penyidik tanpa prosedur yang jelas. Demikian juga dengan pergeseran posisi yang banyak ditengarai hanya menguntungkan satu kelompok sambil menyingkirkan kelompok lainnya. Problem inilah yang kemudian mencuatkan isu bahwa di dalam tubuh KPK ada kelompok Taliban ada juga Polisi India.

Kelompok polisi India tersingkir. Sementara kelompok Taliban berhasil menancapkan kukunya sangat dalam di KPK. Modalnya adalah SOP yang banyak bolongnya itu.

Jadi jangan kaget jika dalam proses seleksi Capim KPK sekarang ini karyawan KPK ikut bermain. Mereka menolak calon tertentu sambil menjadi 'tim sukses' calon lainnya. Mereka juga mengkritik panitia seleksi yang dimandatkan Presiden. Padahal mereka yang duduk sebagai panitia seleksi Capim KPK ini adalah orang-orang yang sejak dulu pasang badan membela KPK sebagai lembaga.

Tapi begitu hasil panitia seleksi tidak sesuai dengan kepentingan kelompok karyawan yang menguasai KPK, panitia seleksi juga kena hajar.

Artinya siapa saja yang dianggap melawan kepentingan penguasa KPK ini, mereka akan disudutkan sebagai pembela koruptor. Atau menentang pemberantasan korupsi.

Mereka inilah yang menguasai lembaga anti rasuah itu. Bisa jadi komisioner KPK akan disudutkan juga jika tak patuh pada kepentingannya.

Sebuah stigma yang tentu saja buruk. Sepertinya yang suci hanya mereka yang mendukung kepentingan kelompok penguasa KPK itu.

Seperti biasa, suara karyawan dianggap mewakili KPK sebagai lembaga. Jadilah isu save KPK digaungkan. Padahal mungkin saja sesungguhnya yang mau disave adalah hanya kepentingan kelompok karyawan yang sudah begitu menggurita menguasai lembaga anti korupsi itu.

Bahkan untuk kompetisi pemilihan Capim KPK, mau mendengungkan lagi isu Cicak vs Buaya. Mereka mau mengkapitalisasi kenaifan rakyat agar berdiri berderet lagi di belakangnya. Seperti beberapa tahun lalu.

Rakyat yang naif, membela para pejuangan anti korupsi. Padahal, ini hanya soal gaya tim sukses calon pimpinan KPK yang prosesnya sedang berlangsung.

Calon pimpinan yang didukung tentu yang 'nurut' pada karyawan KPK. Sebab kekuasaan komisioner gak boleh melebihi penguasa KPK sesungguhnya. Wong, sekadar menengok BAP saja dihalangi.

Atau seperti yang pernah ditengarai berbagai kalangan. Kelompok Taliban yang menguasai KPK sekarang hendak menjegal masuknya orang yang dianggap bisa menghambat geraknya.

Kita wajib menjaga marwah KPK. Kita harus menjaga lembaga ini dari dominasi satu kelompok. Apalagi jika ternyata kelompok itu juga punya orientasi politik.

Buktinya Prabowo pernah bicara, Novel Baswedan adalah calon jaksa agungnya. Dan kita tahu, kemana afiliasi penguasa KPK ini bermuara.

Sumber: www.ekokuntadhi.id





#Berita Center #KPK #Pegawai KPK #WP KPK #Komisioner KPK #Penguasa KPK


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






2 jam yang lalu

Resahkan Warga, Tim Buser Ringkus Begal Payudara di Pangkek Sulsel

Beritacenter.COM - Pelarian begal payudara di Pangkep, Sulawesi Selatan, berakhir di tangan tim buru sergap (Buser)..
3 jam yang lalu

Jawab Protes Saksi Tabrak Lari 'GrabWheels', Polisi: Pembuktian di Pengadilan, Hakim Wasitnya!

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian merespon adanya protes salah satu saksi kasus tabrak lari pengguna GrabWheels..
4 jam yang lalu

Lewat IG, Jokowi Posting Komik #JokoMic.. 'Berani Mencoba, Berani Berubah'

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal keberanian dalam berubah untuk menjadi lebih baik...
5 jam yang lalu

Duh, Teror Cabul Pelemparan Sperma Resahkan Wanita di Tasikmalaya

Beritacenter.COM - Belakangan ini, warga Kota Tasikmalaya diresahkan dengan adanya teror pelemparan sperma yang..
7 jam yang lalu

OTK Bakar 9 Perahu Nelayan di Lampung

BeritaCenter.COM - Sembilan perahu nelayan di Lampung dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK). Kejadian itu diketahui..
9 jam yang lalu

Wapres RI Ajak Masyarakat Bangun Narasi Kerukunan dan Sudahi Konflik

BeritaCenter.COM - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak lagi..
10 jam yang lalu

Dua Pekerja Tewas, Proyek Rel Double Track Bogor-Sukabumi Dihentikan Sementara

BeritaCenter.COM - Sebuah tebing di atas proyek rel ganda atau double track Bogor-Sukabumi longsor dan menewaskan dua..
10 jam yang lalu

Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Aceh

BeritaCenter.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa di Aceh. Gempa yang berkekuatan..
22 jam yang lalu

BTP Berselancar di Titian Buih

Trending topik yang terjadi dalam 3 hari terakhir ini adalah masuknya BTP dalam jajaran pimpinan BUMN. Sebetulnya..
1 hari yang lalu

Reuni 212 Bernuansa Politis Patut Ditolak

Reuni  212  akan segera di gelar pada 2 Desember. Aksi ini ditengarai hanya akal-akalan untuk memulangkan..
1 hari yang lalu

Benarkah Habib Rizieq Dicekal?

Berita dugaan pencekalan Habib Rizieq Shihab (HRS) menjadi isu yang mengemuka beberapa hari belakangan ini. Dalam..
1 hari yang lalu

Tidak Disangka Rokok Elektrik Bisa Bikin Serangan Jantung Mendadak

Beritacenter.COM - Bahaya rokok elektrik dilakukan oleh banyak penelitian untuk membandingkan lebih berbahaya mana..
1 hari yang lalu

Suami Stres Berat Coba Bunuh Diri Usai Istri Belanja Ratusan Juta

Beritacenter.COM - Seorang suami di Sichuan,China mengalami stres berat dan mencoba bunuh diri setelah mengetahui..
1 hari yang lalu

Polisi Ringkus Pelaku Penyiram Air Keras ke Siswi SMP

Beritacenter.COM - Penyidik Polda Metro Jaya meringkus pelaku yang melakukan penyiraman air keras terhadap pelajar..
1 hari yang lalu

Presiden Jokowi Perintahkan BPJS Kesehatan Kejar Penunggak Iuran

Beritacenter.COM - BPJS Kesehatan menyatakan akan menagih tunggakan iuran kepada peserta mandiri lantaran keuangannya..
1 hari yang lalu

UMK Bekasi Tahun 2020 Lebih Besar dari UMP Jakarta

Beritacenter.COM - Upah minimum kabupaten(UMK) Bekasi, Jawa Barat mendapat sorotan lantaran mengalahi upah minimum..
1 hari yang lalu

Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Accu Lampu Tenaga Surya Jalan di Kota Kupang

Beritacenter.COM - Petugas kepolisian Polres Kupang Kota mengamankan dua roang pelaku pencurian accu lampu penerangan..
1 hari yang lalu

5 Kebiasaan Buruk di Pagi Hari Buatmu Bertambah Gemuk

Beritacenter.COM - Jika Anda mencoba menurunkan berat badan, Anda tahu betapa pentingnya untuk mengikuti aturan dasar..
1 hari yang lalu

Gempa 5,0 Magnitudo Guncang Jailolo

Beritacenter.COM - Gempa bumi berkekuatan 5,0 Magnitudo mengguncang wilayah Jailolo, Maluku Utara, pada Sabtu..
1 hari yang lalu

Juventus Tertarik Boyong Kiper AC Milan

Beritacenter.COM - Klub raksasa Serie A Juventus tertarik untuk memboyong kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma...
1 hari yang lalu

Rupanya Taruh HP di Kantong Celana Bisa Hadapi Risiko Yang Fatal

Beritacenter.COM - Jangan masukan smartphonee atau HP ke dalam kantong celana karena itu sangat berbahaya untuk..
1 hari yang lalu

Waspada, Penyebaran Paham Radikal Bergeser ke Medsos

Beritacenter.COM - Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono menyebutkan, perkembangan..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi