Jumat, 29 Mei 2020 - 08:16 WIB

Mengungkap 'Penguasa KPK' Sesungguhnya

Oleh : Lukman Salasi | Kamis, 29 Agustus 2019 | 09:57 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


BeritaCenter.COM – Calon pimpinan (capim) KPK yang berasal dari lembaga antirasuah, Alexander Marwata, mengungkap adanya ketidakpatuhan pegawai KPK terhadap pimpinan.

Ini dibuktikan oleh Alexander saat dirinya sebagai pimpinan meminta Berita Acara Pemeriksaan (BAP) salah satu saksi. Kagetnya, penyidik KPK tidak memberikan apa yang dimintanya.

"Nah itu makanya, justru aneh kalau pimpinan minta BAP tidak diberi. Saya sangat kaget luar biasa. (Padahal) saya yang terbitkan sprindik," ungkap Alex di hadapan pansel capim KPK saat tes wawancara dan uji publik di Gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Selasa (27/8).

SOP dan Aturan Pegawai Tak Jelas

Apa yang diungkap Alexander di hadapan pansel waktu itu adalah fakta ironi yang selama ini belum mencuat kepermukaan.

Aneh ada anak buah yang bisa punya kewenangan yang begitu luar biasa.Sampai hasil kerjanya gak boleh dilongok pimpinannya sendiri. Seolah kekuasaan penyidik jauh lebih tinggi ketimbang kekuasaan komisioner.

Berkaca pada apa yang disebut Alexander, bisa jadi masalahnya adalah SOP (standard operational prusedure) di KPK yang tidak terlalu detil dan lengkap. Sehingga dimanfaatkan oleh sebagian karyawan seolah punya wewenang jauh melebihi komisioner.

Apalagi komisioner berganti setiap empat tahun. Tapi karyawan KPK bisa duduk di posisinya dalam waktu lama.

Aturan kepegawaian KPK kabarnya juga gak jelas. Apakah pegawai KPK ikut aturan ASN yang usia pensiunnya ditentukan oleh UU. Atau ikut aturan pegawai BUMN?

Nyatanya banyak pegawai KPK yang sudah melampaui usia pensiun ASN tetap dipergunakan. Demikian juga dengan hak dan kewajibannya, standarnya tidak sama dengan lembaga pemerintahan lain.

Dalam urusan mengatur karyawan, KPK seperti lembaga tersendiri yang tidak mengacu kemana-mana. Seolah lembaga ini begitu spesialnya hingga dalam soal aturan kepegawaian juga berbeda dengan lainnya. Entahlah, kita tidak tahu bagaimana sistem renumerasi dan sebagainya.

Siapa Sebetulnya yang Berkuasa di KPK?

Problem SOP juga yang tampaknya menjadi ihwal konflik di internal KPK. Ada kabar perekrutan penyidik tanpa prosedur yang jelas. Demikian juga dengan pergeseran posisi yang banyak ditengarai hanya menguntungkan satu kelompok sambil menyingkirkan kelompok lainnya. Problem inilah yang kemudian mencuatkan isu bahwa di dalam tubuh KPK ada kelompok Taliban ada juga Polisi India.

Kelompok polisi India tersingkir. Sementara kelompok Taliban berhasil menancapkan kukunya sangat dalam di KPK. Modalnya adalah SOP yang banyak bolongnya itu.

Jadi jangan kaget jika dalam proses seleksi Capim KPK sekarang ini karyawan KPK ikut bermain. Mereka menolak calon tertentu sambil menjadi 'tim sukses' calon lainnya. Mereka juga mengkritik panitia seleksi yang dimandatkan Presiden. Padahal mereka yang duduk sebagai panitia seleksi Capim KPK ini adalah orang-orang yang sejak dulu pasang badan membela KPK sebagai lembaga.

Tapi begitu hasil panitia seleksi tidak sesuai dengan kepentingan kelompok karyawan yang menguasai KPK, panitia seleksi juga kena hajar.

Artinya siapa saja yang dianggap melawan kepentingan penguasa KPK ini, mereka akan disudutkan sebagai pembela koruptor. Atau menentang pemberantasan korupsi.

Mereka inilah yang menguasai lembaga anti rasuah itu. Bisa jadi komisioner KPK akan disudutkan juga jika tak patuh pada kepentingannya.

Sebuah stigma yang tentu saja buruk. Sepertinya yang suci hanya mereka yang mendukung kepentingan kelompok penguasa KPK itu.

Seperti biasa, suara karyawan dianggap mewakili KPK sebagai lembaga. Jadilah isu save KPK digaungkan. Padahal mungkin saja sesungguhnya yang mau disave adalah hanya kepentingan kelompok karyawan yang sudah begitu menggurita menguasai lembaga anti korupsi itu.

Bahkan untuk kompetisi pemilihan Capim KPK, mau mendengungkan lagi isu Cicak vs Buaya. Mereka mau mengkapitalisasi kenaifan rakyat agar berdiri berderet lagi di belakangnya. Seperti beberapa tahun lalu.

Rakyat yang naif, membela para pejuangan anti korupsi. Padahal, ini hanya soal gaya tim sukses calon pimpinan KPK yang prosesnya sedang berlangsung.

Calon pimpinan yang didukung tentu yang 'nurut' pada karyawan KPK. Sebab kekuasaan komisioner gak boleh melebihi penguasa KPK sesungguhnya. Wong, sekadar menengok BAP saja dihalangi.

Atau seperti yang pernah ditengarai berbagai kalangan. Kelompok Taliban yang menguasai KPK sekarang hendak menjegal masuknya orang yang dianggap bisa menghambat geraknya.

Kita wajib menjaga marwah KPK. Kita harus menjaga lembaga ini dari dominasi satu kelompok. Apalagi jika ternyata kelompok itu juga punya orientasi politik.

Buktinya Prabowo pernah bicara, Novel Baswedan adalah calon jaksa agungnya. Dan kita tahu, kemana afiliasi penguasa KPK ini bermuara.

Sumber: www.ekokuntadhi.id





#Berita Center #KPK #WP KPK #Pegawai KPK #Komisioner KPK #Penguasa KPK


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






13 menit yang lalu

Harga Emas Dunia Meroket Imbas Ketegangan AS-China

Beritacenter.COM - Harga emas dunia kembbali naik imbas ketegangan Amerika Serikat dan China. Harga emas di pasar..
34 menit yang lalu

Bareskrim Panggil Saksi Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Abu Janda

Beritacenter.COM - Kasus dugaan ujaran kebencian dengan terlapor Permadi Arya atau Abu Janda masuk dalam..
11 jam yang lalu

Terlibat Duel, Dua Pemuda di Deliserdang Tewas Mengenaskan

Beritacenter.COM - Dua pemuda di Deliserdang, Sumatera Utara, terlibat duel di Jalan Sei Mengiring, Kecamatan Sunggal..
12 jam yang lalu

Alhamdulillah, 18 Pasien Positif Corona di Depok Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Jumlah pasien sembuh virus corona (COVID-19) di Kota Depok, Jawa Barat, bertambah 18 orang pada..
12 jam yang lalu

Gasak Uang Rp 600 Juta di ATM, Tiga Pemuda Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap tiga pemuda yang diduga merupakan pelaku pembobolan ATM Bank..
13 jam yang lalu

BNN Bongkar Peredaran 100 Kg Sabu-Ekstasi di Cikarang, Seorang Kurir Dibekuk

Beritacenter.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan peredaran narkoba jenis sabu dan ekstasi di..
14 jam yang lalu

Polisi Ringkus 3 Pembobol ATM Gasak Duit Ratusan Juta di Gianyar Bali

Beritacenter.COM - Polisi meringkus tiga pelaku pembobol mesi anjungan tunai mandiri (ATM) di kawasan Jalan Bypass..
15 jam yang lalu

Jaga Zona Hijau Tetap Hijau, Pemprov Maluku Tetap Terapkan 'New Normal' di 6 Daerah Hijaunya

Beritacenter.COM - Pemprov Maluku memastikan akan menerapkan kebijakan new normal atau pelaksanaan protokol tatanan..
16 jam yang lalu

Bantu Pemerintah Terapkan New Normal, Polri Akan Masif Sosialisasi dan Edukasi Warga

BeritaCenter.COM – Pemerintah akan segera menerapkan kebijakan kehidupan new normal di tengah pandemi Corona...
16 jam yang lalu

3 Hari Pasca Lebaran, 171 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta

Beritacenter.COM - Sebanyak 171.046 kendaraan sudah masuk wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan catatan PT Jasa Marga,..
16 jam yang lalu

Alhamdulillah! Semua Santri Ponpes Temboro Asal Aceh yang Terinfeksi Corona Sembuh

BeritaCenter.COM - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan,..
16 jam yang lalu

Tak Mau Dibanggakan Bisa Putarbalik Puluhan Ribu Kendaraan Pemudik, Polisi: Yang Paling Penting Kesadaran Mereka Mengatasi Corona

BeritaCenter.COM – Sekitar 82.604 kendaraan berhasil diputarbalikkan oleh aparat kepolisian selama..
17 jam yang lalu

Mekah Akan Dibuka Kembali oleh Pemerintah Arab Saudi

Beritacenter.COM - Pemerintah Arab Saudi akan menerapkan kehidupan normal secara bertahap untuk Kota Mekah...
18 jam yang lalu

Akan Persuasif dan Humanis Kawal Penerapan New Normal, Polisi Janji Tak Bawa Senjata

BeritaCenter.COM – Kehidupan new normal di tengah pandemi Corona akan mulai diterapkan. Provinsi Jawa Barat..
18 jam yang lalu

Pemudik Terancam Tak Bisa Masuk Jakarta Jika Tak Punya Surat Ini

Beritacenter.COM - Pemerintah DKI Jakarta akan memaksa masyarakat yang belum mengurus Surat Izin Keluar Masuk..
18 jam yang lalu

Soal Penerapan New Normal, Prioritas Presiden Tetap Keselamatan Masyarakat

BeritaCenter.COM – Kepala Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menegaskan bahwa segala kebijakan yang..
19 jam yang lalu

Langkah Awal! New Normal Akan Diterapkan di 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota Ini

BeritaCenter.COM – Presiden Jokowi meminta seluruh jajarannya mempelajari kondisi di lapangan untuk..
19 jam yang lalu

Real Madrid dan New Castle Berebut Gelandang Muda Ajax Amasterdam

Beritacenter.COM - Dua klub raksasa Real Madrid dan Newcastel saling berebut gelandang muda Ajax Amsterdam, Donny van..
19 jam yang lalu

KABAR BAIK! Jokowi Siapkan Berbagai Insentif Buat Petani dan Nelayan

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan sederet insentif untuk petani dan nelayan di tengah..
20 jam yang lalu

Seorang Pemuda di Tana Toraja Ditemukan Tewas Gantung Diri

Beritacenter.COM - Seorang pemuda berinisal SP (27) di Tana Toraja, Sulawesi Selatan ditemukan tewas gantung diri...
21 jam yang lalu

Kapolri soal New Normal : TNI dan Polri Akan Terjun untuk Mengedukasi Masyarakat

Beritacenter.COM - Kapolri Jendral Polisi Idham Azis menerjunkan anggotanya dibantu TNI untuk mengedukasikan kepada..
21 jam yang lalu

Presiden Jokowi Tegaskan Jutaan Petani dan Nelayan Harus Dapatkan Bansos di Tengah Pandemi

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pembagian bantuan sosial (bansos) kepada jutaan petani dan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi