Rabu, 18 September 2019 - 09:50 WIB

Mengungkap 'Penguasa KPK' Sesungguhnya

Oleh : Lukman Salasi | Kamis, 29 Agustus 2019 | 09:57 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


BeritaCenter.COM – Calon pimpinan (capim) KPK yang berasal dari lembaga antirasuah, Alexander Marwata, mengungkap adanya ketidakpatuhan pegawai KPK terhadap pimpinan.

Ini dibuktikan oleh Alexander saat dirinya sebagai pimpinan meminta Berita Acara Pemeriksaan (BAP) salah satu saksi. Kagetnya, penyidik KPK tidak memberikan apa yang dimintanya.

"Nah itu makanya, justru aneh kalau pimpinan minta BAP tidak diberi. Saya sangat kaget luar biasa. (Padahal) saya yang terbitkan sprindik," ungkap Alex di hadapan pansel capim KPK saat tes wawancara dan uji publik di Gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Selasa (27/8).

SOP dan Aturan Pegawai Tak Jelas

Apa yang diungkap Alexander di hadapan pansel waktu itu adalah fakta ironi yang selama ini belum mencuat kepermukaan.

Aneh ada anak buah yang bisa punya kewenangan yang begitu luar biasa.Sampai hasil kerjanya gak boleh dilongok pimpinannya sendiri. Seolah kekuasaan penyidik jauh lebih tinggi ketimbang kekuasaan komisioner.

Berkaca pada apa yang disebut Alexander, bisa jadi masalahnya adalah SOP (standard operational prusedure) di KPK yang tidak terlalu detil dan lengkap. Sehingga dimanfaatkan oleh sebagian karyawan seolah punya wewenang jauh melebihi komisioner.

Apalagi komisioner berganti setiap empat tahun. Tapi karyawan KPK bisa duduk di posisinya dalam waktu lama.

Aturan kepegawaian KPK kabarnya juga gak jelas. Apakah pegawai KPK ikut aturan ASN yang usia pensiunnya ditentukan oleh UU. Atau ikut aturan pegawai BUMN?

Nyatanya banyak pegawai KPK yang sudah melampaui usia pensiun ASN tetap dipergunakan. Demikian juga dengan hak dan kewajibannya, standarnya tidak sama dengan lembaga pemerintahan lain.

Dalam urusan mengatur karyawan, KPK seperti lembaga tersendiri yang tidak mengacu kemana-mana. Seolah lembaga ini begitu spesialnya hingga dalam soal aturan kepegawaian juga berbeda dengan lainnya. Entahlah, kita tidak tahu bagaimana sistem renumerasi dan sebagainya.

Siapa Sebetulnya yang Berkuasa di KPK?

Problem SOP juga yang tampaknya menjadi ihwal konflik di internal KPK. Ada kabar perekrutan penyidik tanpa prosedur yang jelas. Demikian juga dengan pergeseran posisi yang banyak ditengarai hanya menguntungkan satu kelompok sambil menyingkirkan kelompok lainnya. Problem inilah yang kemudian mencuatkan isu bahwa di dalam tubuh KPK ada kelompok Taliban ada juga Polisi India.

Kelompok polisi India tersingkir. Sementara kelompok Taliban berhasil menancapkan kukunya sangat dalam di KPK. Modalnya adalah SOP yang banyak bolongnya itu.

Jadi jangan kaget jika dalam proses seleksi Capim KPK sekarang ini karyawan KPK ikut bermain. Mereka menolak calon tertentu sambil menjadi 'tim sukses' calon lainnya. Mereka juga mengkritik panitia seleksi yang dimandatkan Presiden. Padahal mereka yang duduk sebagai panitia seleksi Capim KPK ini adalah orang-orang yang sejak dulu pasang badan membela KPK sebagai lembaga.

Tapi begitu hasil panitia seleksi tidak sesuai dengan kepentingan kelompok karyawan yang menguasai KPK, panitia seleksi juga kena hajar.

Artinya siapa saja yang dianggap melawan kepentingan penguasa KPK ini, mereka akan disudutkan sebagai pembela koruptor. Atau menentang pemberantasan korupsi.

Mereka inilah yang menguasai lembaga anti rasuah itu. Bisa jadi komisioner KPK akan disudutkan juga jika tak patuh pada kepentingannya.

Sebuah stigma yang tentu saja buruk. Sepertinya yang suci hanya mereka yang mendukung kepentingan kelompok penguasa KPK itu.

Seperti biasa, suara karyawan dianggap mewakili KPK sebagai lembaga. Jadilah isu save KPK digaungkan. Padahal mungkin saja sesungguhnya yang mau disave adalah hanya kepentingan kelompok karyawan yang sudah begitu menggurita menguasai lembaga anti korupsi itu.

Bahkan untuk kompetisi pemilihan Capim KPK, mau mendengungkan lagi isu Cicak vs Buaya. Mereka mau mengkapitalisasi kenaifan rakyat agar berdiri berderet lagi di belakangnya. Seperti beberapa tahun lalu.

Rakyat yang naif, membela para pejuangan anti korupsi. Padahal, ini hanya soal gaya tim sukses calon pimpinan KPK yang prosesnya sedang berlangsung.

Calon pimpinan yang didukung tentu yang 'nurut' pada karyawan KPK. Sebab kekuasaan komisioner gak boleh melebihi penguasa KPK sesungguhnya. Wong, sekadar menengok BAP saja dihalangi.

Atau seperti yang pernah ditengarai berbagai kalangan. Kelompok Taliban yang menguasai KPK sekarang hendak menjegal masuknya orang yang dianggap bisa menghambat geraknya.

Kita wajib menjaga marwah KPK. Kita harus menjaga lembaga ini dari dominasi satu kelompok. Apalagi jika ternyata kelompok itu juga punya orientasi politik.

Buktinya Prabowo pernah bicara, Novel Baswedan adalah calon jaksa agungnya. Dan kita tahu, kemana afiliasi penguasa KPK ini bermuara.

Sumber: www.ekokuntadhi.id





#Berita Center #KPK #Pegawai KPK #WP KPK #Komisioner KPK #Penguasa KPK


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






15 menit yang lalu

Hati-hati... Para Hacker Sekarang Fokus Bobol Data ke Perangkat Ini...

Tentu saja hal tersebut perlu diperhatikan. Pengguna Apple selama ini merasa produk yang mereka dunakan memiliki..
55 menit yang lalu

Polda Papua Tangkap Ketua KNPB Terkait Kerusuhan di Jayapura

Beritacenter.COM - Tim gabungan Polda Papua menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Agus Kossay. Bestatus..
1 jam yang lalu

Komentar Ayu Ting Ting Tentang Kebakaran Hutan

BeritaCenter.COM - Kabut asap akibat Karhutla di beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sumatra membuat beberapa..
1 jam yang lalu

Iran Tolak Bertemu Empat Mata dengan Donald Trump

Khamenei mengatakan para pemimpin ulama Iran sepakat bahwa semua pejabat di Iran dengan suara bulat mempercayainya.
2 jam yang lalu

Poin-poin Penting Revisi UU KPK

Mendasar pada rapat kerja antara Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan pemerintah, Senin (16/9/2019) kemarin, ada tujuh..
3 jam yang lalu

Setelah Diaudit oleh BPK, PLN Boros Ratusan Miliar Rupiah

BPK mencatat jumlah pemborosan di PLN sebesar Rp 275,19 miliar. Secara lebih rinci temuan ini terjadi pada specific..
4 jam yang lalu

Ingin Terhindar Sakit ? Konsumsilah 5 Makanan Sehat ini

Beritacenter.COM - Semua orang ingin mempunyai badan yang sehat dan terhindar dari penyakit. Salah satu cara yang..
5 jam yang lalu

Persebaya Resmi Datangkan Diego Campos

Beritacenter.COM - Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Diogo Campos dari Kalteng Putra, Selasa sore (17/9/2019)...
6 jam yang lalu

Dua Buruh Tewas Tertimpa Longsor Pasir di Karangasam

Beritacenter.COM - Dua orang buruh galian material tewas seketika terimpa reruntuhan longsing di tebing yang berada..
7 jam yang lalu

Bejat !! Tukang Susu di Bekasi Cabuli Bocah SD

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang penjual susu karena berbuat..
9 jam yang lalu

Sulawesi Utara Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Gorontalo, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Selasa..
10 jam yang lalu

Satpol PP Kota Depok Gelar Razia Miras, Amankan 750 Botol

Beritacenter.COM - Petugas Satpol PP Kota Depok menggelar razia minuman keras (miras) dari berbagai jenis di wilayah..
10 jam yang lalu

Tempo, Topik Utama dan Kepentingan Bisnis

Beberapa waktu ini tempo membuat blunder. Ada banyak reaksi yg terjadi di dunia maya. Sebenarnya cara2 berani yg..
11 jam yang lalu

Makan Ikan Tongkol, Puluhan Siswi Keracunan Massal di Simalungun

Beritacenter.COM - Puluhan siswi di Asrama Putri GKPS Pematang Raya, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami..
11 jam yang lalu

Nyambi Jual Sabu, Pedagang Buah Ditangkap BNN

Beritacenter.COM - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng mengamankan seorang..
12 jam yang lalu

PARAH...! Novel Baswedan "Tuding" Jokowi Punya Kepentingan Revisi UU KPK

Beritacenter.COM - Tanggapan negatif yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi UU KPK..
13 jam yang lalu

Tempo dan Simbol Negara

Ketika sebuah media melansir satu berita, akan ada 2 kelompok yg bereaksi terhadap berita tersebut. Satu kelompok..
14 jam yang lalu

Robot AI Sophia Ngobrol dengan Menteri Kominfo, Ini Yang Dibahas...

Beritacenter.COM - Robot berteknologi Artificial Inteligence meramaikan acara panggung CSIS Global Dialogue. Dalam..
14 jam yang lalu

Nama BJ Habibie Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

BeritaCenter.COM – Nama mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie diusulkan menjadi nama jalan di DKI..
15 jam yang lalu

Ada 3 Miliar Orang di Dunia Yang Belum Kenal Teknologi

BeritaCenter.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, ternyata masih banyak yang belum kenal..
15 jam yang lalu

FIFA Tinjau Stadion Manahan Untuk Piala Dunia U-20 2021

Beritacenter.COM - Delegasi FIFA didampingi Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destia meninjau langusng..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi