Kamis, 21 Nopember 2019 - 00:13 WIB

Upaya Memutilasi Indonesia Dari Papua

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 31 Agustus 2019 | 12:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Varhan Abdul Aziz (Alumni Magister Ketahanan Nasional, Universitas Indonesia)

Tiga kejadian besar mengenai Papua terjadi dalam waktu yang berdekatan. Peristiwa Asrama Papua di Surabaya, Kerusuhan Manokwari, Hingga Insiden Yang Menggugurkan 1 TNI dan 2 Warga Sipil di Deiyai.Anehnya semua berlangsung cepat. Seperti dikoordinir dengan sistematis. Di Deiyai kemarin 1/2 Jam setelah kejadian, Kantor Berita Reuters yang berpusat di London membuat berita yang menyatakan 6 warga sipil tewas di tangan aparat. Padahal Hoax. Yang sebenarnya terjadi 1 TNI gugur dipanah di kepala dengan beberapa tancapan bambu panah. Melihat fotonya membuat geram, abdi negara dianiaya, gugur dalam tugas oleh sesama saudara sebangsanya di papua.

Tidak ada yang bersuara, mana Komnas HAM yang biasa jadi kompor saat ada sipil wafat? Mana LSM yg biasa semangat koar2 ketika sipil yang jadi korban?

"Tidak ada yang kebetulan dalam politik. Kalau ada yang kebetulan, berarti itu telah direncanakan!"
- Franklin D Roosvelt, Presiden Amerika ke 36-

Mengetahui pemberitaanya hoax, Reuters langsung mengubah judul beritanya kemarin malam. Tapi tetap saja tendensius, sudut pandangnya menyalahkan Aparat. "Shooting at protest in Indonesia's Papua, police say three dead". Judulnya diubah, hoaxnya sudah terlanjur tersebar. Mereka Minta maaf? Tidak!

Sekarang apa tujuan kantor berita asing membuat berita dengan nada mengadu domba, kalau bukan karena tujuan propaganda? Media yang jauh di London, lebih cepat memberitakan daripada Tempo atau Kompas yang ada di Jakarta. Aneh.

Pasti ada Insentif yang didapatkan dari pihak berkepentingan. Tujuannya Apa? Disintegrasi Indonesia. Indonesia mau dimutilasi dimulai dari Papua!

Benar saja, hasil gorengan di Deiyai ini, mem-blow up isu *Referendum*. Bahkan, berdasarkan info Kapendam Cendrawasih, aksi di kantor bupati Deiyai ini,karena masa minta Bupati menyetujui referendum, namun Bupati tidak mau, maka masa lain mulai berdatangan memanah Aparat yang tak bersenjata. Mereka diperintah untuk persuasif, hasilnya, pembantaian aparat yang menjaga keamanan.

Aneh ya kedengaranya? Tapi nyata, karena aparatnya berniat baik tidak mau menyakiti rakyatnya,sedang rakyatnya malah membunuh aparatnya. Serda Rikson Prajurit Kodam II Sriwijaya, jauh ia pergi dari Sumatera menjalankan tugas negara, gugur mengenaskan dipanah di Papua. Melihat fotonya saat terpanah, sungguh biadab para pelakunya.

Ingat Referendum Timor Timur yang akhirnya lepas dari Indonesia? Bagaimana Timor Leste hari ini? Silahkan di Cek Sendiri, kepentingan asing sangat terasa pasca memisahkan diri dari Indonesia.

Belajar dari pengalaman Timor Timur, pemerintah sdh seharusnya takkan pernah menurut pada upaya disintegrasi bangsa. Pada kasus Timor Timur, Mayoritas Rakyat menginginkan tetap bersama NKRI. Namun fakta di TPS, Timor Timur Pisah.

Apapun kecurangan yang mungkin terjadi saat itu, salah satunya, banyaknya warga yg tidak bisa menyuarakan pendapatnya, menjadi pelajaran besar bangsa ini, untuk tetap menjaga kedaulatannya dengan tidak menuruti isu2 referendum.

"Sejengkal Tanahpun Takkan Kita Serahkan Pada Lawan, Tapi Akan Kita Pertahankan Habis - Habisan!"

Quotes Jenderal Sudirman diatas, harusnya menyadarkan seluruh Bangsa Indonesia, untuk memberikan dukungan kepada Papua. Menyemangati mereka untuk cinta pada Tanah Airnya Indonesia.

Betapa kuatnya persaudaraan kita, hingga orang sumatra yang lebih mirip orang malaysia, namun merasa lebih dekat persaudarnya kepada Papua. Meski beda karakter fisik dan budaya, namun dipersatukan dalam satu kata *INDONESIA*.

Kita tidak ingin seperti Soviet yang terpecah menjadi 15 negara. atau mengulang sejarah negara2 boneka bentukan Belanda dalam Republik Indonesia Serikat. Indonesia memiliki hak penuh mempertahankan Negaranya. Tidak ada satupun orang,organisasi atau negara lain yang boleh mendikte apa yang harus Indonesia lakukan untuk menjaga keutuhan negaranya.

Amerika pasti takkan mau kalau Hawai atau San Fransisco menyatakan referendum pemisahan diri bukan? Atau Inggris takan mau bila Scotlandia pisah dari Great Britain? Begitupun negara Cina sedemikian represifnya mempertahankan mempertahankan Provinsi Xinjiang agar tidak lepas dari kekuasaan mereka.

Papua diselamatkan NKRI dengan harga nyawa yang tidak murah. Operasi Trikora, Pertempuran Laut Aru Yang Menenggelamkan KRI macan kumbang, hingga gugurnya komondor Yos Sudarso yang menggelorakan pertempuran habis2an, harusnya menjadi hikmah yang meneguhkan sikap kita.

Ingatlah jasa para veteran Operasi Amfibi terbesar di Indonesia dalam operasi Jaya Wijaya yang melibatkan 1000 wahana tempur dan 16000 Pasukan TNI yang siap membela Papua kedalam pelukan NKRI. Sedemikian kuatnya naluri perjuangan Indonesia sebagai bangsa Merdeka, membuat Belanda saat itu akhirnya melepas Papua menjadi Indonesia Seutuhnya.

Jangan sampai tangis air mata veteran operasi seroja Timor Timur, terulang kembali membasahi tanah Indonesia karena lepasnya papua. Jangan sampai anak cucu kita membaca buku sejarah di sekolah,tentang pernah adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terpecah menjadi negara2 kecil di masa depan nanti.

Kita tentunya tak mau, warga Jakarta Pergi Ke Jawa Timur dengan stempel Passport di perbatasan. Atau Orang sunda yang harus mengurus Visa saat masuk ke Kalimantan. Maka bersatulah, berikan dukungan persatuan Indonesia dengan pandangan positif untuk Indonesia dalam menjaga Papua di media sosial.

Kita yang ingin tetap dapat bergerak bebas dari ujung sabang sampai merauke sebagai seorang Indonesia.

Papua Adalah Kunci.

Sumber : Status Facebook Donzz Angg





Fokus : Papua


#Papua #Papua Membara #Rusuh di Papua


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






33 menit yang lalu

Polisi Tangkap Pasutri Pengedar Narkoba, Amankan 7 Kg Sabu

BeritaCenter.COM - Satreskoba Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan pasangan suami istri (Pasutri) yang kedapatan..
1 jam yang lalu

Aksi Solidaritas, Pedagang Bagikan 1000 Mangkok Bakso Gratis di Depan Gedung DPRD Bekasi

BeritaCenter.COM - Puluhan pedagang bakso menggelar aksi solidaritas dengan membagikan sekitar 1.000 mangkok bakso..
2 jam yang lalu

Ditahan KPK, Mantan Bos Lippo Cikarang Sebut Dirinya Difitnah dan Dikorbankan

BeritaCenter.COM - Eks Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto (BTO) ditahan Komisi Pemberantas Korupsi..
3 jam yang lalu

Baru Kelar Pesta Sabu, Ibu-Anak Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi di Aceh

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polresta Banda Aceh menangkap ibu dan anak penjual sabu di Banda Aceh. Saat..
3 jam yang lalu

Ade Armando soal Meme Joker : Jangan Takut Mengkritik, Kritik Anies Itu 'Fadhu Ain'

Justru itu, saya nggak mau karena ini siapa pun jadi takut kritik Pak Anies. Kritik Pak Anies harus terus dan Bu..
4 jam yang lalu

Soal Penunjukkan Kabareskrim Baru, Polri: Masih Berproses di Wanjakti

Beritacenter.COM - Polri menyebut penunjukkan Kabareskrim baru masih dalam proses di Dewan Kepangkatan dan Jabatan..
5 jam yang lalu

Menag: Pegawai BUMN yang Benci Pemerintah, Keluar! Banyak yang Mau Masuki Sini

Beritacenter.COM - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi meminta agar pegawai BUMN tidak menjelek-jelekkan pemerintah...
5 jam yang lalu

Tegas! Kapolri Pastikan Copot Kapolda-Kapolres yang Minta 'Jatah Proyek' ke Pemda

Saya pernah dinas di luar wilayah dia harus kita tindak. Obatnya cuma satu, kita tindak. Saya kira kita mencopot 10..
6 jam yang lalu

Terobos Lampu Merah, Mobil Pick Up Tabrak Pemotor Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Sebuah mobil pick up menghantam pemotor Honda Verza hingga terpental 10 meter di lampu merah Taman..
6 jam yang lalu

Soal Pegawai KPK Jadi ASN, Agus Rahardjo: Saya Yakin Independensi Tetap Kuat

Beritacenter.COM - Soal rencana pegawai KPK akan berstatus ASN, Ketua KPK Agus Rahadjo tetap meyakini pegawai KPK..
6 jam yang lalu

Ini Tanggapan Ketua KPK Terpilih Soal Pegawainya Bakal Jadi ASN

Beritacenter.COM - Kepala Kabarhankam Mabes Polri yang juga merupakan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)..
6 jam yang lalu

Rumah Produksi Obat Keras Palsu di Bogor Digerebek Polisi

Beritacenter.COM - Sebuah rumah yang dijadikan pembuatan obat keras golongan G palsu di Gang Pesantren RT 02/RW 07..
6 jam yang lalu

Tak Masalahkan Pegawai KPK Jadi ASN, Irjen Firli: Yang Penting Sejahtera, Gaji Tak Boleh Turun

Bukan kebijakan, tapi melaksanakan UU. Nggak ada kebijakan aneh-aneh, yang pasti seluruh pegawai harus tetap..
7 jam yang lalu

Kapolri Intruksikan Jajaranya Tak Pamer Kemawahan, Wapres Ma'ruf Amin : Bagus Untuk Ditiru di Instansi Lain

Beritacenter.COM - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendukung kebijakan Kapolri Jendral Idham Azis mengenai perturan..
7 jam yang lalu

Bahas Terorisme di Laut Indonesia, Kabakamla Sambangi Kemenko Polhukam

Beritacenter.COM - Bahas soal ancaman di kelautan Indonesia, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksdya TNI Achmad..
7 jam yang lalu

Kapolri Beri Penjelasan Soal Pencopotan Kapolres Kampar

Beritacenter.COM - Pencopotan AKBP Asep Darmawan dari Kapolres Kampar mendapat pertanyaan dari Komisi III DPR RI...
7 jam yang lalu

Ratusan Wartawan di Turki Masih Ditahan oleh Pemerintah Setempat

Diketahui juga jika Turki telah mendeklarasikan status gawat darurat tak lama setelah terjadi sebuah upaya kudeta..
8 jam yang lalu

Serahkan Surat Kewarganegaraan, BNPT: Istri Napiter Umar Patek Resmi Jadi WNI

Hari ini kami menyerahkan surat kewarganegaraan dari istri Umar Patek. Karena beritikat yang baik, dan juga..
8 jam yang lalu

Presiden Joko Widodo Terima Surat Kepercayaan dari 14 Duta Besar

Diketahui juga jika penyerahan surat kepercayaan menandai dimulainya penugasan resmi para duta besar di Indonesia...
8 jam yang lalu

Tottenham Hotspurs Tunjuk Jose Mourinho Jadi Pelatih

Beritacenter.COM - Tottenham Hotspurs resmi menunjuk Jose Mourinho menjadi pelatih menggantikan Mauricio Pochettino...
8 jam yang lalu

Begini Rencana Pemerintah Pindahkan ASN ke Ibu Kota Baru

Beritacenter.COM - Badan Perencanaan dan Pembuangan Nasional (Bappenas) telah merencanakan pemindahan Aparatur Sipil..
8 jam yang lalu

Warga Papua Menolak HUT OPM

Masyarakat Papua secara tegas menolak HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang jatuh pada 1 Desember 2019. Kebanyakan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi