Rabu, 18 September 2019 - 10:07 WIB

Upaya Memutilasi Indonesia Dari Papua

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 31 Agustus 2019 | 12:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Varhan Abdul Aziz (Alumni Magister Ketahanan Nasional, Universitas Indonesia)

Tiga kejadian besar mengenai Papua terjadi dalam waktu yang berdekatan. Peristiwa Asrama Papua di Surabaya, Kerusuhan Manokwari, Hingga Insiden Yang Menggugurkan 1 TNI dan 2 Warga Sipil di Deiyai.Anehnya semua berlangsung cepat. Seperti dikoordinir dengan sistematis. Di Deiyai kemarin 1/2 Jam setelah kejadian, Kantor Berita Reuters yang berpusat di London membuat berita yang menyatakan 6 warga sipil tewas di tangan aparat. Padahal Hoax. Yang sebenarnya terjadi 1 TNI gugur dipanah di kepala dengan beberapa tancapan bambu panah. Melihat fotonya membuat geram, abdi negara dianiaya, gugur dalam tugas oleh sesama saudara sebangsanya di papua.

Tidak ada yang bersuara, mana Komnas HAM yang biasa jadi kompor saat ada sipil wafat? Mana LSM yg biasa semangat koar2 ketika sipil yang jadi korban?

"Tidak ada yang kebetulan dalam politik. Kalau ada yang kebetulan, berarti itu telah direncanakan!"
- Franklin D Roosvelt, Presiden Amerika ke 36-

Mengetahui pemberitaanya hoax, Reuters langsung mengubah judul beritanya kemarin malam. Tapi tetap saja tendensius, sudut pandangnya menyalahkan Aparat. "Shooting at protest in Indonesia's Papua, police say three dead". Judulnya diubah, hoaxnya sudah terlanjur tersebar. Mereka Minta maaf? Tidak!

Sekarang apa tujuan kantor berita asing membuat berita dengan nada mengadu domba, kalau bukan karena tujuan propaganda? Media yang jauh di London, lebih cepat memberitakan daripada Tempo atau Kompas yang ada di Jakarta. Aneh.

Pasti ada Insentif yang didapatkan dari pihak berkepentingan. Tujuannya Apa? Disintegrasi Indonesia. Indonesia mau dimutilasi dimulai dari Papua!

Benar saja, hasil gorengan di Deiyai ini, mem-blow up isu *Referendum*. Bahkan, berdasarkan info Kapendam Cendrawasih, aksi di kantor bupati Deiyai ini,karena masa minta Bupati menyetujui referendum, namun Bupati tidak mau, maka masa lain mulai berdatangan memanah Aparat yang tak bersenjata. Mereka diperintah untuk persuasif, hasilnya, pembantaian aparat yang menjaga keamanan.

Aneh ya kedengaranya? Tapi nyata, karena aparatnya berniat baik tidak mau menyakiti rakyatnya,sedang rakyatnya malah membunuh aparatnya. Serda Rikson Prajurit Kodam II Sriwijaya, jauh ia pergi dari Sumatera menjalankan tugas negara, gugur mengenaskan dipanah di Papua. Melihat fotonya saat terpanah, sungguh biadab para pelakunya.

Ingat Referendum Timor Timur yang akhirnya lepas dari Indonesia? Bagaimana Timor Leste hari ini? Silahkan di Cek Sendiri, kepentingan asing sangat terasa pasca memisahkan diri dari Indonesia.

Belajar dari pengalaman Timor Timur, pemerintah sdh seharusnya takkan pernah menurut pada upaya disintegrasi bangsa. Pada kasus Timor Timur, Mayoritas Rakyat menginginkan tetap bersama NKRI. Namun fakta di TPS, Timor Timur Pisah.

Apapun kecurangan yang mungkin terjadi saat itu, salah satunya, banyaknya warga yg tidak bisa menyuarakan pendapatnya, menjadi pelajaran besar bangsa ini, untuk tetap menjaga kedaulatannya dengan tidak menuruti isu2 referendum.

"Sejengkal Tanahpun Takkan Kita Serahkan Pada Lawan, Tapi Akan Kita Pertahankan Habis - Habisan!"

Quotes Jenderal Sudirman diatas, harusnya menyadarkan seluruh Bangsa Indonesia, untuk memberikan dukungan kepada Papua. Menyemangati mereka untuk cinta pada Tanah Airnya Indonesia.

Betapa kuatnya persaudaraan kita, hingga orang sumatra yang lebih mirip orang malaysia, namun merasa lebih dekat persaudarnya kepada Papua. Meski beda karakter fisik dan budaya, namun dipersatukan dalam satu kata *INDONESIA*.

Kita tidak ingin seperti Soviet yang terpecah menjadi 15 negara. atau mengulang sejarah negara2 boneka bentukan Belanda dalam Republik Indonesia Serikat. Indonesia memiliki hak penuh mempertahankan Negaranya. Tidak ada satupun orang,organisasi atau negara lain yang boleh mendikte apa yang harus Indonesia lakukan untuk menjaga keutuhan negaranya.

Amerika pasti takkan mau kalau Hawai atau San Fransisco menyatakan referendum pemisahan diri bukan? Atau Inggris takan mau bila Scotlandia pisah dari Great Britain? Begitupun negara Cina sedemikian represifnya mempertahankan mempertahankan Provinsi Xinjiang agar tidak lepas dari kekuasaan mereka.

Papua diselamatkan NKRI dengan harga nyawa yang tidak murah. Operasi Trikora, Pertempuran Laut Aru Yang Menenggelamkan KRI macan kumbang, hingga gugurnya komondor Yos Sudarso yang menggelorakan pertempuran habis2an, harusnya menjadi hikmah yang meneguhkan sikap kita.

Ingatlah jasa para veteran Operasi Amfibi terbesar di Indonesia dalam operasi Jaya Wijaya yang melibatkan 1000 wahana tempur dan 16000 Pasukan TNI yang siap membela Papua kedalam pelukan NKRI. Sedemikian kuatnya naluri perjuangan Indonesia sebagai bangsa Merdeka, membuat Belanda saat itu akhirnya melepas Papua menjadi Indonesia Seutuhnya.

Jangan sampai tangis air mata veteran operasi seroja Timor Timur, terulang kembali membasahi tanah Indonesia karena lepasnya papua. Jangan sampai anak cucu kita membaca buku sejarah di sekolah,tentang pernah adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terpecah menjadi negara2 kecil di masa depan nanti.

Kita tentunya tak mau, warga Jakarta Pergi Ke Jawa Timur dengan stempel Passport di perbatasan. Atau Orang sunda yang harus mengurus Visa saat masuk ke Kalimantan. Maka bersatulah, berikan dukungan persatuan Indonesia dengan pandangan positif untuk Indonesia dalam menjaga Papua di media sosial.

Kita yang ingin tetap dapat bergerak bebas dari ujung sabang sampai merauke sebagai seorang Indonesia.

Papua Adalah Kunci.

Sumber : Status Facebook Donzz Angg





Fokus : Papua


#Papua #Papua Membara #Rusuh di Papua


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






9 menit yang lalu

Hasil Lengkap Pertandingan Perdana Liga Champions 2019-2020, Juara Bertahan Liverpool Harus Akui Kemampuan Napoli

Dalam pertandingan tersebut, gol kemenangan Napoli atas juara bertahan Liga Champions itu dicetak oleh Mertenz (82') dan Llorente (90+2').
32 menit yang lalu

Hati-hati... Para Hacker Sekarang Fokus Bobol Data ke Perangkat Ini...

Tentu saja hal tersebut perlu diperhatikan. Pengguna Apple selama ini merasa produk yang mereka dunakan memiliki..
38 menit yang lalu

Tangani Karhutla, Polres Lingga Kepri Bentuk Satgas dan Posko Kesehatan

Beritacenter.COM - Guna menanggulangi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian memprihatinkan,..
1 jam yang lalu

Polda Papua Tangkap Ketua KNPB Terkait Kerusuhan di Jayapura

Beritacenter.COM - Tim gabungan Polda Papua menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Agus Kossay. Bestatus..
2 jam yang lalu

Komentar Ayu Ting Ting Tentang Kebakaran Hutan

BeritaCenter.COM - Kabut asap akibat Karhutla di beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sumatra membuat beberapa..
2 jam yang lalu

Iran Tolak Bertemu Empat Mata dengan Donald Trump

Khamenei mengatakan para pemimpin ulama Iran sepakat bahwa semua pejabat di Iran dengan suara bulat mempercayainya.
2 jam yang lalu

Poin-poin Penting Revisi UU KPK

Mendasar pada rapat kerja antara Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan pemerintah, Senin (16/9/2019) kemarin, ada tujuh..
3 jam yang lalu

Setelah Diaudit oleh BPK, PLN Boros Ratusan Miliar Rupiah

BPK mencatat jumlah pemborosan di PLN sebesar Rp 275,19 miliar. Secara lebih rinci temuan ini terjadi pada specific..
4 jam yang lalu

Ingin Terhindar Sakit ? Konsumsilah 5 Makanan Sehat ini

Beritacenter.COM - Semua orang ingin mempunyai badan yang sehat dan terhindar dari penyakit. Salah satu cara yang..
5 jam yang lalu

Persebaya Resmi Datangkan Diego Campos

Beritacenter.COM - Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Diogo Campos dari Kalteng Putra, Selasa sore (17/9/2019)...
6 jam yang lalu

Dua Buruh Tewas Tertimpa Longsor Pasir di Karangasam

Beritacenter.COM - Dua orang buruh galian material tewas seketika terimpa reruntuhan longsing di tebing yang berada..
7 jam yang lalu

Bejat !! Tukang Susu di Bekasi Cabuli Bocah SD

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang penjual susu karena berbuat..
9 jam yang lalu

Sulawesi Utara Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Gorontalo, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Selasa..
10 jam yang lalu

Satpol PP Kota Depok Gelar Razia Miras, Amankan 750 Botol

Beritacenter.COM - Petugas Satpol PP Kota Depok menggelar razia minuman keras (miras) dari berbagai jenis di wilayah..
11 jam yang lalu

Tempo, Topik Utama dan Kepentingan Bisnis

Beberapa waktu ini tempo membuat blunder. Ada banyak reaksi yg terjadi di dunia maya. Sebenarnya cara2 berani yg..
11 jam yang lalu

Makan Ikan Tongkol, Puluhan Siswi Keracunan Massal di Simalungun

Beritacenter.COM - Puluhan siswi di Asrama Putri GKPS Pematang Raya, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami..
12 jam yang lalu

Nyambi Jual Sabu, Pedagang Buah Ditangkap BNN

Beritacenter.COM - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng mengamankan seorang..
12 jam yang lalu

PARAH...! Novel Baswedan "Tuding" Jokowi Punya Kepentingan Revisi UU KPK

Beritacenter.COM - Tanggapan negatif yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi UU KPK..
13 jam yang lalu

Tempo dan Simbol Negara

Ketika sebuah media melansir satu berita, akan ada 2 kelompok yg bereaksi terhadap berita tersebut. Satu kelompok..
15 jam yang lalu

Robot AI Sophia Ngobrol dengan Menteri Kominfo, Ini Yang Dibahas...

Beritacenter.COM - Robot berteknologi Artificial Inteligence meramaikan acara panggung CSIS Global Dialogue. Dalam..
15 jam yang lalu

Nama BJ Habibie Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

BeritaCenter.COM – Nama mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie diusulkan menjadi nama jalan di DKI..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi