Senin, 17 Pebruari 2020 - 23:58 WIB

Pengamat Sosial Politik : Kinerja Pansel Capim KPK Telah Optimal

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 02 September 2019 | 12:36 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Pengamat Sosial Politik, Rahmad Sulistiawan menyoroti tentang kinerja Pasel KPK menuai kritik karena diduga terdapat konflik kepentingan didalam seleksinya.

Dalam artikelnya yang berjudul "Kinerja Pansel Capim KPK Telah Optimal" Rahmad Sulistiawan menulis:

Kinerja Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) menuai kritik karena diduga terdapat konflik kepentingan. Namun diakhir tugasnya, Pansel Capim KPK berhasil menepis anggapan tersebut.

Sejarah Panjang Pemberantasan Korupsi dirasa telah menjadi kebiasaan yang telah mengurat akar. Memang tak semudah yang diucapkan, komitmen yang berkenaan dengan pemberantasan korupsi nyatanya menemui aneka kesulitan. Secara yuridis referensi tentang pemberantasan korupsi ini dimulai pada tahun 1957. Yakni ditandai dengan keluarnya Peraturan Penguasa Militer Nomor PRT/PM/06/1957.

Pada masa orde baru, pemerintah mengeluarkan Keppres No.28 di tahun 1967 tentang pembentukan tim guna memberantas korupsi. Namun dalam pelaksanaannya malah banyak menuai protes, karena kinerjanya dinilai tidak maksimal. Aneka protes dan demonstrasi dilayangkan tahun 1969 hingga menacapai puncaknya di tahun 1970. Maka dari itu komisi IV bertugas menganalisa permasalahan birokrasi serta meluncurkan rekomendasi guna mengatasinya.

Bisa dikatakan orde baru adalah penyumbang terbanyak peraturan karena masa pimpinnanya lumayan panjang. Akan tetapi, banyak peraturan yang dinilai tidak membuat korupsi berkurang dari tanah air tercinta. Bahkan bisa dibilang korupsi makin merajalela. Korupsi tampaknya sudah menjadi bagian yang mendarah daging di tubuh Indonesia. Entah akibat perilaku SDM yang kurang atau memang sudah tidak ada rasa kejujuran bagi pelakunya.

Banyaknya kasus korupsi ini dinilai benar-benar merugikan semua pihak, terlebih rakyat kecil. Bukan hanya berasal dari satu sektor, namun banyak yang ditengarai tergerogoti korupsi ini. Kinerja yang sedari semula dinilai sangat baik harus dinodai dengan tindakan rasuah yang jelas-jelas mengindikasikan pengkhianatan terhadap negara.

Pelaku tindak korupsi biasanya tidak bisa bekerja secara individu, namun seperti berkelompok, berkesinambungan. Seperti yang sudah terbukti, kasus korupsi ini akan menyeret tersangka yang mana jabatannya berhubungan satu dengan lainnya. Kalau sudah begini siapakah yang harus disalahkan?

Sebetulnya korupsi ini bisa dicegah mulai dari sikap disiplin diri. Patuh terhadap peraturan yang berlaku bukan hanya di lahiriah saja, namun lebih ke batiniyah. Hal ini diyakini karena ketakutan kita terhadap Sang Pencipta akan membuat kita bekerja secara lebih jujur dan bijaksana.

Berkenaan dengan hal tersebut, Pansel pilihan Jokowi telah mengantongi 10 nama kandidat Capim terpilih. Yang untuk selanjujtnya akan diadakan uji kelayakan oleh lembaga yang berwenang, yakni Komisi III DPR RI. Dalam hal ini peran Pansel diharap mampu menjaring orang pilihan dimana tak hanya bisa memimpin secara umum, namun juga khusus berkaitan dengan pemberantasan praktik korupsi secara menyeluruh.

Pansel tidak akan mengumumkan 10 nama yang telah diserahkan kepada Jokowi jika tidak diminta. Bekerja sesuai peraturan dengan menerapkan asas keadilan, seharusnya lembaga KPK ini bisa menyentuh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Kinerja Pansel yang dinilai telah bagus dan profesional ini tampaknya juga didukung oleh berbagai pihak. Ia turut menggandeng lembaga yang berkompeten guna ikut membantu mendapatkan capim yang kredibel.

Aneka tes yang diterapkan juga dirasa telah sesuai prosedur. Adapula sesi wawancara yang mengikutsertakan publik kedalamnya. Hal ini sebagai bentuk transparansi Pansel. Guna menyanggah tudingan miring terhadap Pansel yang dinilai tidak kooperatif.

Kabar terbaru juga menyebutkan jika Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj untuk percaya penuh terhadap Pansel yang dibesut oleh Presiden Jokowi. Ia menyatakan pendapatnya terkait keraguan akan Yenti Ganarsih selaku ketua Pansel Capim KPK. Yakni, jika kepercayaan terhadap Yenti tidak ada, berarti sama halnya meragukan Jokowi sebagai pemegang amanah posisi presiden.

Said juga berpesan jika Capim terpilih nantinya harus bisa dan berani menangkap koruptor kelas kakap. Bukan bermaksud mentolerir kasus korupsi receh, namun selalu utamakan yang membuat negara menjadi bangkrut.

Karena kerugian negara ini dinilai lebih vital berdampak bagi seluruh kalangan. Dengan terbiasa menangkap kasus-kasus besar, diharapkan mampu menekan angka korupsi yang terasa mendarah daging ini. Sanksi terhadap kasus korupsi ini sangat berpengaruh untuk menekan adanya kembali praktik yang merugikan ini.

Akhirnya, melalui Pansel dan lembaga terkait bisa menjadi perpanjangan tangan untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Yang mana berkompeten dalam menghasilkan Capim yang berkualitas untuk misi pemberantasan rasuah empat tahun mendatang.

Dengan totalitas kinerja Pansel, kita juga berharap bisa menumbuhkan keberlangsungan kinerja yang baik bagi seluruh elemen masyarakat. Khususnya untuk membantai kasus korupsi ini hingga keakarnya.





Fokus : Capim KPK


#KPK #Capim KPK #Pansel Capim KPK #Pansel KPK #Capim KPK Terbaik


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






47 menit yang lalu

Seluruh Buruh Tolak Omnibus Law, Ini Tanggapan Menaker...

Beritacenter.COM - Randangan Undang-undang(RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law mendapat penolakan dari seluruh pekerja..
1 jam yang lalu

WHO Akan Cek Virus Corona di Indonesia

Beritacenter.COM - Indonesia masih bebas kasus virus Corona atau Covid-19 yang membuat Organisasi Kesehatan Dunia..
2 jam yang lalu

Ini Identitas Pemilik WO Cianjur yang Tipu Puluhan Calon Pengantin

Beritacenter.COM - Polisi telah mengantongi identitas dari pemilik wedding organizer (WO) Cianjur yang diduga telah..
3 jam yang lalu

Lebak Banten Diguncang Gempa 4,9 Magnitudo Getaran Terasa Hingga Pandeglang-Sukabumi

Beritacenter.COM - Wilayah Lebak, Banten diguncang gempa dengan kekuatan 4,9 Magnitudo. Gempa tersebut dirasakan..
3 jam yang lalu

Dibekuk Polisi, Kakek Tukang Kebun di Bandung Tega Sodomi Bocah 44 Kali

Beritacenter.COM - Tukang kebun bernama Fadli (57) tega mencabuli anak di bawah umur. Tindakan itu membuat kakek..
3 jam yang lalu

Polisi Akan Tahan Siapa saja yang Sembunyikan Harun Masiku

Beritacenter.COM - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra..
4 jam yang lalu

Koordinasi dengan Polisi, Bapeten Usut Dugaan Kelalaian soal Limbah Radioaktif

Beritacenter.COM - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) tengah melakukan penyelidikan terkait keberadaan limbah..
4 jam yang lalu

Jokowi Ingin Pariwisata Indonesia Mampu Lampaui Negara Tetangga

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, daya saing pariwisata Indonesia dalam Travel and Tourism..
5 jam yang lalu

Jauh Ungguli Anies Soal Banjir, Ahok: Dari Zaman Belanda Ada Desainnya, Ikut Aturan Saja

Saya kira kita kan hanya mengikuti aturan yang ada ya. DKI dari zaman Belanda sudah ada desainnya, tanggul 1.300..
5 jam yang lalu

Prabowo Disebut Menteri Paling Populer, Mahfud MD : Cuma Survei

Beritacenter.COM - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara terkait..
5 jam yang lalu

Bawa Alat Hisap Sabu ke Polres Jaksel, 2 Pemuda Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Polisi berhasil mengamankan dua tersangka yang nekat membawa timbangan serta alat hisap sabu ke..
5 jam yang lalu

Satu-satunya di Indonesia, Kabupaten Ini Pantang Bagi Presiden Jokowi Untuk Dikunjungi

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilarang keras untuk berkunjung ke Kabupaten Kediri, Jawa..
6 jam yang lalu

Mahfud Md Sebut Radikalisme di Indonesia Miliki 3 Tingkatan Wujud

BeritaCenter.COM – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menyebut..
6 jam yang lalu

Gara-gara Belum Ngopi, Truk Tronton Ngamuk Hingga Tabrak Warung Dan Rumah

Beritacenter.COM - Kecelakaan kembali terjadi dijalur pantura Kota Pasuruan, kali ini kecelakaan melibatkan sebuah..
6 jam yang lalu

Ini Tujuan Pemuda yang Curi Bra dan CD Wanita di Sulawesi Selatan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang pemuda berinisial AP (20) lantaran memasuki sebuah..
6 jam yang lalu

Polri Bantu KPK Cari Nurhadi Koruptor yang Kini Jadi Buronan

BeritaCenter.COM – Polri ikut turun tangan membantu mencari keberadaan eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA)..
7 jam yang lalu

Dihancurkan dengan Bahan Kimia, Kilinik Abosi di Jakpus Buang Janin ke Septic Tank

Beritacenter.COM - Klinik aborsi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, berhasil dibongkar polisi. Telah membunuh..
7 jam yang lalu

Ban Mobil Pick Up Pecah, Tabrak Sepeda Motor Hingga Satu Orang Tewas

Beritacenter.COM - Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah mobil pic up dengan sepada motor terjadi di jalan raya..
7 jam yang lalu

JPU KPK Tuntut Eks Dirut PT INTI 3 Tahun Penjara

Beritacenter.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjatuhkan hukuman tiga tahun..
7 jam yang lalu

Beredar Isu Penyerangan saat Jemput Anak Kiai Jombang, Polda Jatim: Hoax!

Terkait kasus di Jombang ini banyak hoax yang bermunculan di media sosial. Kami terkait ini, Polri, penyidik dari..
8 jam yang lalu

Inter Milan Masih Bersaing Perburuan Gelar Liga Italia

Beritacenter.COM - Pemain sayap Inter Milan Ashley Young menilai timnya masih bisa bersaing dengan Juventus dalam..
8 jam yang lalu

Mahfud MD Terima Dokumen dari BEM UI Terkait Pelanggaran HAM di Papua

Beritacenter.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) telah memberikan dokumen penting kepada..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi