Sabtu, 14 Desember 2019 - 18:56 WIB

"Kala Papua Terkoyak Angkara dan Dupa Cendana"

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 02 September 2019 | 16:10 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Situasi di Papua belum juga reda. Suhu terasa semakin memanas dan korban yang tak berdosa berjatuhan di tanah merah berdarah. Mengapa situasi tak kunjung terkendali ? Mengapa pendemo semakin liar mengumbar nyali ? Tapi sejujurnya saya melihat asap yang membakar sebagian wilayah Jayapura bukan sekadar asap biasa. Keberanian para pendemo mengibarkan bendera bintang kejora di depan Istana juga bukan keberanian biasa. Semua terlihat seperti asap angkara dan keberanian yang dikendalikan dan disemburkan dari jauh oleh kelompok penista penguasa negara.

Siapa kelompok penista penguasa negara ?

Kita pasti sudah mafhum berbagai kelompok kepentingan di negeri ini meradang panas hati karena berbagai kebijakan Jokowi selama ini. Keberanian Jokowi dalam mengambil berbagai kebijakan telah mengusik kenyamanan hidup mereka. Mulai pemberangusan mafia migas Petral sampai pengambilalihan 51% saham Freeport. Dominasi mereka atas negara selama puluhan tahun langsung tersungkur saat Jokowi berkuasa. Kemarahan mereka semakin terkoyak saat Jokowi kembali terpilih pada Pilpres 2019.

Kelompok pengacau negara ini sudah lama mencari momentum untuk mengganggu stabilitas politik dan keamanan negara. Mereka hanya sedang menunggu pemicu agar mereka kembali membuat gaduh Indonesia. Peristiwa pelecehan rasial yang terjadi di Surabaya hanyalah sekadar pemicu yang mereka tunggu. Sayangnya sebagian saudara-saudara saya di Papua begitu mudah terprovokasi oleh nafsu angkara murka para penjahat itu.

Para desainer kerusuhan mengharapkan adanya korban jiwa dari warga Papua, agar gerakan provokasi mereka menjadi sempurna. Supaya mereka bisa meng-internasional-kan masalah Papua. Menurut saya, Papua hanya sasaran antara, tujuan akhir mereka adalah kegaduhan politik di Jakarta. Dan inilah ujian besar bagi aparat keamanan negara untuk mampu menahan diri. Para aparat TNI dan Polri yang saat ini bertugas di Papua sedang uji nyali dan kesabaran. Mereka bukan sekedar sedang menjaga Papua tapi mereka sedang menjaga Merah Putih agar tidak terkoyak di bumi Papua.

Di titik situasi ini, saya bertanya : Mengapa deteksi dini aparat intelijen kita tidak sigap bekerja ? Pengamat intelijen Suhendra Hadikuntono yang saya temui semalam tegas mengatakan : "Kalau aparat intelijen negara bekerja dengan semestinya saya yakin situasi di Papua tidak berkembang liar seperti saat ini", ujarnya. Dan saya mengamini pendapat beliau.

Saya berharap Presiden Jokowi dan para pembantunya jeli mencerna masalah yang sedang terjadi dan punya keberanian untuk menghancurkan kelompok angkara murka yang sedang merajalela. Presiden Jokowi harus yakin bahwa sebagian besar rakyat Indonesia mendukung penuh untuk mengatasi masalah ini. Menyelesaikan masalah Papua tidak bisa hanya sekedar mematikan percikan api yang terjadi di Papua, tapi harus tegas memberantas dan memadamkan sumber api yang sedang duduk manis di Jakarta.

Masyarakat Indonesia harus memberikan penguatan dan dukungan agar Pemerintah berani mengambil sikap tegas menindak otak di balik semua kegaduhan ini. Sementara aparat keamanan di lapangan juga harus mampu memberdayakan semua pemangku kepentingan di Papua untuk mengambil hati masyarakat Papua. Rakyat Papua mestinya menyadari betapa sayangnya Presiden Jokowi kepada mereka. Saya yakin Presiden Jokowi hatinya menangis melihat Papua diperlakukan seperti ini. Presiden Jokowi terlanjur jatuh cinta pada Papua.

Di sisi lain para diplomat kita harus bekerja keras untuk menyuarakan kebenaran Papua kepada dunia internasional. Suara keras Benny Wenda dan Forum Negara Melanesia harus diredam dengan suara lembut dan tegas para diplomat Indonesia. Saya meyakini PBB dan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia dan Uni Eropa bisa melihat dengan jernih akar masalah yang sedang terjadi di Papua.

Papua hanya sedang dijadikan alat oleh segelintir penjahat kemanusiaan dalam negeri yang selalu ingin mengganggu stabilitas Pemerintahan Presiden Jokowi. Dan entah mengapa saya mencium kuat aroma dupa cendana sedang dikipas-kipas ke arah Papua. Entahlah.....

God Bless Indonesia !!!

Salam SATU Indonesia,

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri





Fokus : Papua


#Papua #Papua Membara #Papua Kita Bersaudara #Papua Damai #Rusuh di Papua


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






46 menit yang lalu

Resmi !! Liverpool Sodorkan Kontrak Baru Jurgen Klopp

Beritacenter.COM - Klub raksasa Liga Inggris Liverpool resmi mengajukan kontrak baru ke Jurgen Klopp hingga..
1 jam yang lalu

Edarkan Sabu, BNN Ringkus Pemuda Bertato di Babel

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bertato diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bangka Belitung..
3 jam yang lalu

Makhluk Primitif yang Tersesat di Zaman Modern

Zaman dahulu, ketika masyarakat masih sangat primitif, kekuatan fisik adalah hal paling utama untuk bertahan hidup...
4 jam yang lalu

Jual Miras Maut, Suharto Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Mohamad Suharto warga Desa Margoanyar Kecamatan Glagah Lamongan berhasil diamankan. Karena diduga..
5 jam yang lalu

Korupsi dari Diri Sendiri

Dengan gagah berani, dalam Hari Anti-korupsi (HAK) Internasional, Saut Situmoran mengatakan, "Pedang Pemberantasan..
6 jam yang lalu

Nekat Curi Gabah, Demi Bayar Uang Sekolah Taskim Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Taskim (45) warga Desa Talang Kembar Kecamaatn Montong Tuban, harus berurusan dengan pihak..
9 jam yang lalu

Propinsi NTB Siaga Darurat Puting Beliung

Beritacenter.COM - Puting beliung diprediksi akan melanda di semua kecamatan di Lombok Tengah. Selain itu di daerah..
10 jam yang lalu

Rusia Kecam AS Langgar Perjanjian Uji Coba Rudal

Beritacenter.COM - Rusia mengecam uji coba rudal jelajah berbasis darat yang dilakukan Amerika Serikat (AS) yang..
11 jam yang lalu

Gerindra dan PKS 'Sikut-sikutan' Soal Wagub DKI Jakarta

Beritacenter.COM - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abrurrahman Suhaimi..
12 jam yang lalu

Tega, Gara-gara Tidak Mau Pulang Istri Dibantai Suami

Beritacenter.COM - Seorang istri bernama Sarina (34) tewas dibunuh suaminya, Nurdin (35) gara-gara tidak mau pulang...
13 jam yang lalu

Ngaku Intel, Pria Pembawa Pil Ekstasi Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polisi lalu lintas Polda Riau menangkap seorang pemuda berisial AH (29) karena kedapatan membawa..
15 jam yang lalu

Kecelakaan Tunggal, Truk Trailer Tabrak Pembatas Jalan di KM 46 Tol Cikampek

Beritacenter.COM - Sebuah truk trailer mengalami kecelakaan tunggal di Km 46 Tol Cikampek. Kecelakaan tersebut..
15 jam yang lalu

PKS Pastikan Tahun 2020 Anies Tak Lagi "Jomblo" Pimpin Jakarta

Beritacenter.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meyakini pada tahun 2020 mendatang, Gubernur DKI Jakarta Anies..
16 jam yang lalu

KH Ma'ruf Amin Pinta Masyarakat Ikut Serta Kawal Program Pemerintah

Beritacenter.COM - Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin meminta seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam untuk..
17 jam yang lalu

Ular Berbahaya Ini Teror Warga Sukabumi

Beritacenter.COM - Warga Jawa Barat digegerkan dengan adanya penemuan berbagai macam ular berbisa di Perumahan Pakuan..
17 jam yang lalu

Maluku Utara Diguncang Gempa 5,3 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Labuha Maluku Utara diguncang gempa dengan kekuatan 5,3 magnitudo (M). Pusat gempa berada..
18 jam yang lalu

Geledah Rutan Makassar, Petugas Sita Timbangan Hingga Alat Hisap Sabu

Beritacenter.COM - Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Taufiqurrakhman..
19 jam yang lalu

Bertemu Menhan Uni Emirat Arab, Ini yang Dibahas Prabowo

Beritacenter.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto melangsungkan pertemuan..
20 jam yang lalu

8 Mobil Mewah Seharga Miliaran Rupiah Disita Polisi, Ini Alasannya..

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian mengamankan 8 mobil mewah mulai dari Ferrari, Jaguar, hingga McLaren...
20 jam yang lalu

Tanpa Sebab, Pemilik Cafe di Jakut Pukul Pengunjung Hingga Lebam

Beritacenter.COM - Seorang pengunjung karaoke terkejut saat dirinya tiba-tiba dihantam oleh pemilik tempat hiburan di..
22 jam yang lalu

Polri soal Kasus Sukmawati-Gus Muwafiq : Tetap Berjalan, Masih Diselidiki

Beritacenter.COM - Polri angkat bicaara soal tuntutan massa PA 212 dan FPI yang berunjuk rasa di depan Mabes Polri,..
22 jam yang lalu

BMKG: Gempa Magnitudo 5 Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, dilaporkan diguncang gempa magnitudo 5. Gempa itu..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi