Rabu, 18 September 2019 - 09:12 WIB

"Kala Papua Terkoyak Angkara dan Dupa Cendana"

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 02 September 2019 | 16:10 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Situasi di Papua belum juga reda. Suhu terasa semakin memanas dan korban yang tak berdosa berjatuhan di tanah merah berdarah. Mengapa situasi tak kunjung terkendali ? Mengapa pendemo semakin liar mengumbar nyali ? Tapi sejujurnya saya melihat asap yang membakar sebagian wilayah Jayapura bukan sekadar asap biasa. Keberanian para pendemo mengibarkan bendera bintang kejora di depan Istana juga bukan keberanian biasa. Semua terlihat seperti asap angkara dan keberanian yang dikendalikan dan disemburkan dari jauh oleh kelompok penista penguasa negara.

Siapa kelompok penista penguasa negara ?

Kita pasti sudah mafhum berbagai kelompok kepentingan di negeri ini meradang panas hati karena berbagai kebijakan Jokowi selama ini. Keberanian Jokowi dalam mengambil berbagai kebijakan telah mengusik kenyamanan hidup mereka. Mulai pemberangusan mafia migas Petral sampai pengambilalihan 51% saham Freeport. Dominasi mereka atas negara selama puluhan tahun langsung tersungkur saat Jokowi berkuasa. Kemarahan mereka semakin terkoyak saat Jokowi kembali terpilih pada Pilpres 2019.

Kelompok pengacau negara ini sudah lama mencari momentum untuk mengganggu stabilitas politik dan keamanan negara. Mereka hanya sedang menunggu pemicu agar mereka kembali membuat gaduh Indonesia. Peristiwa pelecehan rasial yang terjadi di Surabaya hanyalah sekadar pemicu yang mereka tunggu. Sayangnya sebagian saudara-saudara saya di Papua begitu mudah terprovokasi oleh nafsu angkara murka para penjahat itu.

Para desainer kerusuhan mengharapkan adanya korban jiwa dari warga Papua, agar gerakan provokasi mereka menjadi sempurna. Supaya mereka bisa meng-internasional-kan masalah Papua. Menurut saya, Papua hanya sasaran antara, tujuan akhir mereka adalah kegaduhan politik di Jakarta. Dan inilah ujian besar bagi aparat keamanan negara untuk mampu menahan diri. Para aparat TNI dan Polri yang saat ini bertugas di Papua sedang uji nyali dan kesabaran. Mereka bukan sekedar sedang menjaga Papua tapi mereka sedang menjaga Merah Putih agar tidak terkoyak di bumi Papua.

Di titik situasi ini, saya bertanya : Mengapa deteksi dini aparat intelijen kita tidak sigap bekerja ? Pengamat intelijen Suhendra Hadikuntono yang saya temui semalam tegas mengatakan : "Kalau aparat intelijen negara bekerja dengan semestinya saya yakin situasi di Papua tidak berkembang liar seperti saat ini", ujarnya. Dan saya mengamini pendapat beliau.

Saya berharap Presiden Jokowi dan para pembantunya jeli mencerna masalah yang sedang terjadi dan punya keberanian untuk menghancurkan kelompok angkara murka yang sedang merajalela. Presiden Jokowi harus yakin bahwa sebagian besar rakyat Indonesia mendukung penuh untuk mengatasi masalah ini. Menyelesaikan masalah Papua tidak bisa hanya sekedar mematikan percikan api yang terjadi di Papua, tapi harus tegas memberantas dan memadamkan sumber api yang sedang duduk manis di Jakarta.

Masyarakat Indonesia harus memberikan penguatan dan dukungan agar Pemerintah berani mengambil sikap tegas menindak otak di balik semua kegaduhan ini. Sementara aparat keamanan di lapangan juga harus mampu memberdayakan semua pemangku kepentingan di Papua untuk mengambil hati masyarakat Papua. Rakyat Papua mestinya menyadari betapa sayangnya Presiden Jokowi kepada mereka. Saya yakin Presiden Jokowi hatinya menangis melihat Papua diperlakukan seperti ini. Presiden Jokowi terlanjur jatuh cinta pada Papua.

Di sisi lain para diplomat kita harus bekerja keras untuk menyuarakan kebenaran Papua kepada dunia internasional. Suara keras Benny Wenda dan Forum Negara Melanesia harus diredam dengan suara lembut dan tegas para diplomat Indonesia. Saya meyakini PBB dan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia dan Uni Eropa bisa melihat dengan jernih akar masalah yang sedang terjadi di Papua.

Papua hanya sedang dijadikan alat oleh segelintir penjahat kemanusiaan dalam negeri yang selalu ingin mengganggu stabilitas Pemerintahan Presiden Jokowi. Dan entah mengapa saya mencium kuat aroma dupa cendana sedang dikipas-kipas ke arah Papua. Entahlah.....

God Bless Indonesia !!!

Salam SATU Indonesia,

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri





Fokus : Papua


#Papua #Papua Membara #Papua Damai #Papua Kita Bersaudara #Rusuh di Papua


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Komentar Ayu Ting Ting Tentang Kebakaran Hutan

BeritaCenter.COM - Kabut asap akibat Karhutla di beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sumatra membuat beberapa..
1 jam yang lalu

Iran Tolak Bertemu Empat Mata dengan Donald Trump

Khamenei mengatakan para pemimpin ulama Iran sepakat bahwa semua pejabat di Iran dengan suara bulat mempercayainya.
1 jam yang lalu

Poin-poin Penting Revisi UU KPK

Mendasar pada rapat kerja antara Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan pemerintah, Senin (16/9/2019) kemarin, ada tujuh..
3 jam yang lalu

Setelah Diaudit oleh BPK, PLN Boros Ratusan Miliar Rupiah

BPK mencatat jumlah pemborosan di PLN sebesar Rp 275,19 miliar. Secara lebih rinci temuan ini terjadi pada specific..
3 jam yang lalu

Ingin Terhindar Sakit ? Konsumsilah 5 Makanan Sehat ini

Beritacenter.COM - Semua orang ingin mempunyai badan yang sehat dan terhindar dari penyakit. Salah satu cara yang..
4 jam yang lalu

Persebaya Resmi Datangkan Diego Campos

Beritacenter.COM - Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Diogo Campos dari Kalteng Putra, Selasa sore (17/9/2019)...
5 jam yang lalu

Dua Buruh Tewas Tertimpa Longsor Pasir di Karangasam

Beritacenter.COM - Dua orang buruh galian material tewas seketika terimpa reruntuhan longsing di tebing yang berada..
6 jam yang lalu

Bejat !! Tukang Susu di Bekasi Cabuli Bocah SD

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang penjual susu karena berbuat..
8 jam yang lalu

Sulawesi Utara Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Gorontalo, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Selasa..
9 jam yang lalu

Satpol PP Kota Depok Gelar Razia Miras, Amankan 750 Botol

Beritacenter.COM - Petugas Satpol PP Kota Depok menggelar razia minuman keras (miras) dari berbagai jenis di wilayah..
10 jam yang lalu

Tempo, Topik Utama dan Kepentingan Bisnis

Beberapa waktu ini tempo membuat blunder. Ada banyak reaksi yg terjadi di dunia maya. Sebenarnya cara2 berani yg..
10 jam yang lalu

Makan Ikan Tongkol, Puluhan Siswi Keracunan Massal di Simalungun

Beritacenter.COM - Puluhan siswi di Asrama Putri GKPS Pematang Raya, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami..
11 jam yang lalu

Nyambi Jual Sabu, Pedagang Buah Ditangkap BNN

Beritacenter.COM - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng mengamankan seorang..
11 jam yang lalu

PARAH...! Novel Baswedan "Tuding" Jokowi Punya Kepentingan Revisi UU KPK

Beritacenter.COM - Tanggapan negatif yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi UU KPK..
12 jam yang lalu

Tempo dan Simbol Negara

Ketika sebuah media melansir satu berita, akan ada 2 kelompok yg bereaksi terhadap berita tersebut. Satu kelompok..
14 jam yang lalu

Robot AI Sophia Ngobrol dengan Menteri Kominfo, Ini Yang Dibahas...

Beritacenter.COM - Robot berteknologi Artificial Inteligence meramaikan acara panggung CSIS Global Dialogue. Dalam..
14 jam yang lalu

Nama BJ Habibie Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

BeritaCenter.COM – Nama mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie diusulkan menjadi nama jalan di DKI..
14 jam yang lalu

Ada 3 Miliar Orang di Dunia Yang Belum Kenal Teknologi

BeritaCenter.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, ternyata masih banyak yang belum kenal..
14 jam yang lalu

FIFA Tinjau Stadion Manahan Untuk Piala Dunia U-20 2021

Beritacenter.COM - Delegasi FIFA didampingi Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destia meninjau langusng..
14 jam yang lalu

Awas! Modus Pendanaan Terorisme Dengan Minta Sumbangan ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Koordinator Penelitian Penilaian Risiko Nasional PPATK Patrick Irawan mengungkapkan sejumlah modus..
14 jam yang lalu

Perang Dagang Ternyata Dampaknya Lebih Berbahaya dari Perang Dingin

Beritacenter.COM - Perang dagang antara Amerika Serikat(AS) dan China dinilai lebih berbahaya dibanding perang..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi