Rabu, 18 September 2019 - 09:29 WIB

Masyarakat Papua Ingin Tetap Bersama Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 03 September 2019 | 16:03 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Segala gerak gerik perlawanan dari kelompok separatis semakin menghambat pembangunan di Papua. Namun Sebagian Besar masyarakat Papua secara sadar mengatakan bahwa dirinya adalah bagian yang tak terpisahkan dari nusantara, dan tidak ingin berpisah dari pangkuan NKRI. Sebab, kedaulatan NKRI dari Sabang sampai Merauke telah dan masih diakui oleh seluruh negara di dunia dan telah disahkan oleh lembaga dunia tertinggi yaitu PBB.

Papua sebagai salah satu bagian dari kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah melalui proses referendum yang dikenal dengan PEPERA dan hasilnya telah disahkan melalui resolusi PBB No 2504 yang dikeluarkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 19 November 1969.

Resolusi tersebut diusulkan oleh 6 negara dan diterima oleh Majelis umum PBB dengan timbangan suara 84 setuju, 0 yang menentang dan 30 abstain. Dengan tidak dipermasalahkan PEPERA oleh Negara manapun menunjukkan bahwa, PEPERA diterima oleh masyarakat internasional. Artinya, Papua sebagai bagian dari NKRI telah diakui oleh masyarakat internasional dan disahkan oleh lembaga internasional tertinggi yaitu PBB.

Meskipun Benny Wenda melalui ULMWP dan pihak – pihak nya yang tidak mau mengakui hasil PEPERA dan menyatakan Pepera cacat secara hukum, namun pada kenyataannya hingga saat ini Resolusi PBB No. 2504 belum pernah terkoreksi apalagi dicabut. Hal tersebut tentu menunjukkan bahwa Papua sebagai bagian dari kedaulatan NKRI yang tidak terbantahkan lagi.

Sehingga jika ingin benar – benar memerdekakan Papua, seharusnya merdekakanlah Papua “secara makna” dari kata merdeka tersebut, kemerdekaan Papua tidaklah harus melulu bermakna berdaulat lantas menjadi sebuah negara secara mandiri, namun kemerdekaan Papua juga bisa dimaknai dengan Papua yang mampu bangkit dan hidup sejahtera.

Kemerdekaan Papua dapat dimaknai dengan Papua yang mampu bangkit dan hidup sejahtera. Kemerdekaan Papua dapat dimaknai dengan Papua yang bebas dari kesengsaraan dan ketidakadilan. Kemerdekaan Papua dapat dimaknai dengan Papua yang merdeka dan bebas dari segala permasalahan.

Jika sosok Benny Wenda berkata, Papua kini hidup dalam kesengsaraan dibawah pemerintah Indonesia, tentu akan muncul pertanyaan besar juga, apakah jika Papua terpisah dari NKRI, apakah Papua akan lebih sejahtera? Lupakah Ia terhadap kebijakan pemerintah yang bisa menyeragamkan harga bahan bakar minyak dari Sabang sampai Merauke.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), H Isran Noor, menyatakan keyakinannya terhadap rakyat Papua 99,9 persen masih mencintai Indonesia dan tetap mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Artinya hanya 0.1 persen saja yang masih menjadi anggota OPM.

Terlebih lagi pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi, bahkan menurut survey kepuasan warga Papua mencapai 90 persen. Artinya Warga Papua sendiri mengaku puas dengan program – program yang dijalankan pemerintahan Jokowi di Tanah Papua, sehingga tidak ada alasan bagi Papua untuk memisahkan diri dari NKRI.

Pada kesempatan berbeda, sejumlah warga kota madiun dan Papua menggelar deklarasi di hadapan Walikota dan Formkompimda Kota Madiun.

Perwakilan warga Sorong, Papua Barat yang juga prajurit Batalyon Yonif para Raider 501 Bajrayudha Madiun, Agus Fattari mengatakan, deklarasi tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa kebanggaannya atas kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia.

Selain itu, hal tersebut juga sebagai bentuk apresiasi atas kegiatan positif yang dilakukan Pemkot Madiun dalam mengisi momen hari kemerdekaan. Agus bersama dengan warga Papua di Kota Madiun pun juga mengaku merasa nyaman dan aman selama berada di Madiun.

Dijelaskan bahwa deklarasi tersebut dilakukan karena seluruh rakyat Indonesia adalah sama, bersatunya, seluruhnya memiliki hak yang sama terhadap kemerdekaan dan tidak ada satupun yang berhak untuk mendiskriminasi satu sama lain.

Dalam deklarasi itu pula, warga Kota Madiun dan Papua menyatakan diri bersaudara dan tetap membela dan mempertahankan keutuhan NKRI.

Selain di Jawa Timur, di Papua juga terdapat pernyataan sikap dari forum komunikasi umat beragama kota Sorong, dimana tokoh lintas agama se-Kota Sorong tersebut telah secara tegas untuk menolak segala bentuk perpecahan yang mengatasnamakan SARA.

Lambert juga mengatakan, Pemerintah Daerah TNI – Polri serta tokoh agama se-Kota Sorong telah mendeklarasikan cinta damai sebagai tanda bahwa situasi Kota Sorong hingga saat ini aman dan kondusif.

Dengan adanga deklarasi tersebut, artinya tokoh masyarakat di Papua sepakat dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, dimana semboyan tersebut merupakan semangat persatuan Indonesia dari beragam budaya, suku, agama maupun warna kulit.


Ditulis Oleh : Edward Krey
Mahasiswwa Papua





Fokus : Papua


#Papua Membara #Papua Damai #Papua Kita Bersaudara #Papua Adalah Indonesia


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






34 menit yang lalu

Polda Papua Tangkap Ketua KNPB Terkait Kerusuhan di Jayapura

Beritacenter.COM - Tim gabungan Polda Papua menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Agus Kossay. Bestatus..
1 jam yang lalu

Komentar Ayu Ting Ting Tentang Kebakaran Hutan

BeritaCenter.COM - Kabut asap akibat Karhutla di beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sumatra membuat beberapa..
1 jam yang lalu

Iran Tolak Bertemu Empat Mata dengan Donald Trump

Khamenei mengatakan para pemimpin ulama Iran sepakat bahwa semua pejabat di Iran dengan suara bulat mempercayainya.
2 jam yang lalu

Poin-poin Penting Revisi UU KPK

Mendasar pada rapat kerja antara Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan pemerintah, Senin (16/9/2019) kemarin, ada tujuh..
3 jam yang lalu

Setelah Diaudit oleh BPK, PLN Boros Ratusan Miliar Rupiah

BPK mencatat jumlah pemborosan di PLN sebesar Rp 275,19 miliar. Secara lebih rinci temuan ini terjadi pada specific..
3 jam yang lalu

Ingin Terhindar Sakit ? Konsumsilah 5 Makanan Sehat ini

Beritacenter.COM - Semua orang ingin mempunyai badan yang sehat dan terhindar dari penyakit. Salah satu cara yang..
4 jam yang lalu

Persebaya Resmi Datangkan Diego Campos

Beritacenter.COM - Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Diogo Campos dari Kalteng Putra, Selasa sore (17/9/2019)...
5 jam yang lalu

Dua Buruh Tewas Tertimpa Longsor Pasir di Karangasam

Beritacenter.COM - Dua orang buruh galian material tewas seketika terimpa reruntuhan longsing di tebing yang berada..
6 jam yang lalu

Bejat !! Tukang Susu di Bekasi Cabuli Bocah SD

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang penjual susu karena berbuat..
8 jam yang lalu

Sulawesi Utara Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Gorontalo, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Selasa..
9 jam yang lalu

Satpol PP Kota Depok Gelar Razia Miras, Amankan 750 Botol

Beritacenter.COM - Petugas Satpol PP Kota Depok menggelar razia minuman keras (miras) dari berbagai jenis di wilayah..
10 jam yang lalu

Tempo, Topik Utama dan Kepentingan Bisnis

Beberapa waktu ini tempo membuat blunder. Ada banyak reaksi yg terjadi di dunia maya. Sebenarnya cara2 berani yg..
10 jam yang lalu

Makan Ikan Tongkol, Puluhan Siswi Keracunan Massal di Simalungun

Beritacenter.COM - Puluhan siswi di Asrama Putri GKPS Pematang Raya, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami..
11 jam yang lalu

Nyambi Jual Sabu, Pedagang Buah Ditangkap BNN

Beritacenter.COM - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng mengamankan seorang..
11 jam yang lalu

PARAH...! Novel Baswedan "Tuding" Jokowi Punya Kepentingan Revisi UU KPK

Beritacenter.COM - Tanggapan negatif yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi UU KPK..
13 jam yang lalu

Tempo dan Simbol Negara

Ketika sebuah media melansir satu berita, akan ada 2 kelompok yg bereaksi terhadap berita tersebut. Satu kelompok..
14 jam yang lalu

Robot AI Sophia Ngobrol dengan Menteri Kominfo, Ini Yang Dibahas...

Beritacenter.COM - Robot berteknologi Artificial Inteligence meramaikan acara panggung CSIS Global Dialogue. Dalam..
14 jam yang lalu

Nama BJ Habibie Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

BeritaCenter.COM – Nama mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie diusulkan menjadi nama jalan di DKI..
14 jam yang lalu

Ada 3 Miliar Orang di Dunia Yang Belum Kenal Teknologi

BeritaCenter.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, ternyata masih banyak yang belum kenal..
14 jam yang lalu

FIFA Tinjau Stadion Manahan Untuk Piala Dunia U-20 2021

Beritacenter.COM - Delegasi FIFA didampingi Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destia meninjau langusng..
14 jam yang lalu

Awas! Modus Pendanaan Terorisme Dengan Minta Sumbangan ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Koordinator Penelitian Penilaian Risiko Nasional PPATK Patrick Irawan mengungkapkan sejumlah modus..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi