Jumat, 29 Mei 2020 - 07:27 WIB

Papua, Mutiara di Ujung Timur Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 05 September 2019 | 17:23 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak tempat eksotis, salah satunya adalah Papua. Keindahan alam maupun keanekaragaman kebudayaan di Papua yang telah mendunia juga ikut memperkaya kebudayaan Indonesia. Pemerintah Indonesia juga secara khusus telah memberikan pembangunan lebih di Papua. Kendati demikian, keunggulan Papua seringkali tertutupi oleh aksi kelompok separatis yang menuntut Papua Merdeka.

Dalam menangani problema yang ada di Papua, tentu pemeritah tidak tingga diam, salah satu upaya perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia adalah pemberian Otonomi Khusus (Otsus) kepada Papua. Otsus tertuang dalam Garis – Garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999 yang merupakan bagian dari Ketetapan MPR IV/1999.

Dalam GBHN tersebut tertulis: dalam rangka mempertahankan integrasi bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tetap menghargai kesetaraan dan keseragaman kehidupan sosial budaya masyarakat Papua, maka ditetapkan daerah otonomi khusus yang diatur dengan undang – undang, dan penyelesaian kasus – kasus pelanggaran hak asas manusia melalui peradilan yang jujur, adil dan bermanfaat.

Namun sayangnya, kebijakan otsus tersebut tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Pemerintah Indonesia tetap menggunakan cara – cara sentralistis dalam mengendalikan Papua selama lebih dari 30 tahun. Kebijakan tersebut akhirnya dianggap sebagai gula – gula politik untuk meredam gejolak politik di Papua.

Dari pengalaman tersebut, masyarakat Papua tetap tidak yakin denga kebijakan apapun yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia. Masyarakat Papua tidak menginginkan kebijakan Otsus maupun kebijakan lainnya, yang mereka inginkan adalah pelurusan sejarah dan memperjuangkan kemerdekaan.

Selain itu tercatat pada tahun 2001, sekitar 80 persen keluarga di Papua masih hidup dalam kondisi keterbelakangan dalam pertanian, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi. Saat itu harga barang – barang konsumsi di kota Jayapura lebih tinggi 45 persen terhadap Jakarta dan jauh lebih mahal lagi di daerah – daerah terpencil.

Untuk itulah akhirnya Pemerintah di tangan Presiden Jokowi, membangun beragam infrastruktur untuk Papua seperti pembangunan jalan, jembatan dan juga menyeragamkan harga BBM di seluruh Indonesia. Meski beragam upaya pembangunan digencarkan, pemerintah masih tetap harus menjaga Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh kelompok separatis.

Manusia tidak bisa jahat karena warna kulitnya. Manusia jahat karena pikirannya dan niatnya. Jika bangsa Indonesia non – Papua mengejek orang – orang Papua dengan sebutan monyet, maka sesungguhnya mereka merasa lebih mulia sebagai makhluk hidup dari orang Papua. Tentu ini sebuah kejahatan.

Dalam konteks Papua, menghina orang Papua dengan sebutan monyet adalah rasisme model lama. Dalam teori Darwin, monyet adalah perkembangan makhluk pada tingkat yang belum sempurna. Artinya, belum mencapai tahapan menjadi manusia. Teori Darwin ini dalam kaitan teori rasisme sering dipakai untuk menjelaskan dominasi kulit putih terhadap kulit berwarna, khususnya kulit hitam.

Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno tak pernah beranjak dari seruan “Sabang sampai Merauke” sebagai wujud keutuhan kedaulatan Indonesia. Maka soal Papua adalah harga mati.

Dalam pidatonya yang berjudul “Djangan Ragu – Ragu Lagi”. Soekarno secara tegas mengatakan, Indonesia ialah segenap kepulauan antara Sabang dan Merauke. Ini merupakan dasar legal tuntutan Indonesia atas Papua.

Asvi Warman Adam selaku sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dengan atau tanpa daya pikat kekayaan alamnya, Soekarno tetap akan memperjuangkan Papua. Pasalnya, wilayah tersebut berada dalam lingkup kedaulatan nasional.

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD mengatakan, Presiden Indonesia sejak era Soekarno hingga Joko Widodo selalu menaruh perhatian kepada rakyat Papua dan tidak pernah menganggap Papua sebagai anak tiri.

Mahfud bahkan mengapresiasi langkah presiden Jokowi yang telah membangun infrastruktur, agar Papua menjadi semakin maju. Bahkan Jokowi mengatakan bahwa membangun Papua bukan karena ingin menang Pemilu, tetapi karena Papua merupakan bagian yang tak terpisahkan dari NKRI.

Dia mengingatkan agar jangan ada pihak yang mencoba memprovokasi agar Papua berpisah dari Indonesia. Menurutnya tidak ada jalan untuk itu, karena secara konstitusi, tidak ada referendum yang dapat dilakukan oleh suatu daerah.

Untuk itu marilah kita menyerukan bahwa Papua beserta seluruh budaya, rakyatnya dan bahasanya adalah bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artinya Papua adalah Indonesia dan orang Papua adalah orang Indonesia.

Ditulis Oleh : Rebecca Marian
Mahasiswi Papua, Di Jakarta





Fokus : Papua


#Papua #Kerusuhan di Papua #Papua Membara #Papua Kita Indonesia #Papua Damai #Papua Kita Bersaudara\


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






10 jam yang lalu

Terlibat Duel, Dua Pemuda di Deliserdang Tewas Mengenaskan

Beritacenter.COM - Dua pemuda di Deliserdang, Sumatera Utara, terlibat duel di Jalan Sei Mengiring, Kecamatan Sunggal..
11 jam yang lalu

Alhamdulillah, 18 Pasien Positif Corona di Depok Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Jumlah pasien sembuh virus corona (COVID-19) di Kota Depok, Jawa Barat, bertambah 18 orang pada..
12 jam yang lalu

Gasak Uang Rp 600 Juta di ATM, Tiga Pemuda Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap tiga pemuda yang diduga merupakan pelaku pembobolan ATM Bank..
13 jam yang lalu

BNN Bongkar Peredaran 100 Kg Sabu-Ekstasi di Cikarang, Seorang Kurir Dibekuk

Beritacenter.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan peredaran narkoba jenis sabu dan ekstasi di..
13 jam yang lalu

Polisi Ringkus 3 Pembobol ATM Gasak Duit Ratusan Juta di Gianyar Bali

Beritacenter.COM - Polisi meringkus tiga pelaku pembobol mesi anjungan tunai mandiri (ATM) di kawasan Jalan Bypass..
14 jam yang lalu

Jaga Zona Hijau Tetap Hijau, Pemprov Maluku Tetap Terapkan 'New Normal' di 6 Daerah Hijaunya

Beritacenter.COM - Pemprov Maluku memastikan akan menerapkan kebijakan new normal atau pelaksanaan protokol tatanan..
15 jam yang lalu

Bantu Pemerintah Terapkan New Normal, Polri Akan Masif Sosialisasi dan Edukasi Warga

BeritaCenter.COM – Pemerintah akan segera menerapkan kebijakan kehidupan new normal di tengah pandemi Corona...
15 jam yang lalu

3 Hari Pasca Lebaran, 171 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta

Beritacenter.COM - Sebanyak 171.046 kendaraan sudah masuk wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan catatan PT Jasa Marga,..
15 jam yang lalu

Alhamdulillah! Semua Santri Ponpes Temboro Asal Aceh yang Terinfeksi Corona Sembuh

BeritaCenter.COM - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan,..
16 jam yang lalu

Tak Mau Dibanggakan Bisa Putarbalik Puluhan Ribu Kendaraan Pemudik, Polisi: Yang Paling Penting Kesadaran Mereka Mengatasi Corona

BeritaCenter.COM – Sekitar 82.604 kendaraan berhasil diputarbalikkan oleh aparat kepolisian selama..
16 jam yang lalu

Mekah Akan Dibuka Kembali oleh Pemerintah Arab Saudi

Beritacenter.COM - Pemerintah Arab Saudi akan menerapkan kehidupan normal secara bertahap untuk Kota Mekah...
17 jam yang lalu

Akan Persuasif dan Humanis Kawal Penerapan New Normal, Polisi Janji Tak Bawa Senjata

BeritaCenter.COM – Kehidupan new normal di tengah pandemi Corona akan mulai diterapkan. Provinsi Jawa Barat..
17 jam yang lalu

Pemudik Terancam Tak Bisa Masuk Jakarta Jika Tak Punya Surat Ini

Beritacenter.COM - Pemerintah DKI Jakarta akan memaksa masyarakat yang belum mengurus Surat Izin Keluar Masuk..
18 jam yang lalu

Soal Penerapan New Normal, Prioritas Presiden Tetap Keselamatan Masyarakat

BeritaCenter.COM – Kepala Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menegaskan bahwa segala kebijakan yang..
18 jam yang lalu

Langkah Awal! New Normal Akan Diterapkan di 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota Ini

BeritaCenter.COM – Presiden Jokowi meminta seluruh jajarannya mempelajari kondisi di lapangan untuk..
18 jam yang lalu

Real Madrid dan New Castle Berebut Gelandang Muda Ajax Amasterdam

Beritacenter.COM - Dua klub raksasa Real Madrid dan Newcastel saling berebut gelandang muda Ajax Amsterdam, Donny van..
19 jam yang lalu

KABAR BAIK! Jokowi Siapkan Berbagai Insentif Buat Petani dan Nelayan

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan sederet insentif untuk petani dan nelayan di tengah..
19 jam yang lalu

Seorang Pemuda di Tana Toraja Ditemukan Tewas Gantung Diri

Beritacenter.COM - Seorang pemuda berinisal SP (27) di Tana Toraja, Sulawesi Selatan ditemukan tewas gantung diri...
20 jam yang lalu

Kapolri soal New Normal : TNI dan Polri Akan Terjun untuk Mengedukasi Masyarakat

Beritacenter.COM - Kapolri Jendral Polisi Idham Azis menerjunkan anggotanya dibantu TNI untuk mengedukasikan kepada..
20 jam yang lalu

Presiden Jokowi Tegaskan Jutaan Petani dan Nelayan Harus Dapatkan Bansos di Tengah Pandemi

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pembagian bantuan sosial (bansos) kepada jutaan petani dan..
21 jam yang lalu

Ancaman Radikalisme Mengincar Masyarakat

Radikalisme harus diakui bahwa hal tersebut sangatlah berbahaya bagi perdamaian umat manusia, ajaran tersebut berawal..
22 jam yang lalu

Mari Jadi Bangsa yang Cerdas Hadapi Isu Pandemi

Tradisi ilmiah mengarahkan kita untuk menyingkap kebenaran dan menyisihkan segenap prasangka atau asumsi. Nah,..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi