Rabu, 18 September 2019 - 09:21 WIB

Papua, Mutiara di Ujung Timur Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 05 September 2019 | 17:23 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak tempat eksotis, salah satunya adalah Papua. Keindahan alam maupun keanekaragaman kebudayaan di Papua yang telah mendunia juga ikut memperkaya kebudayaan Indonesia. Pemerintah Indonesia juga secara khusus telah memberikan pembangunan lebih di Papua. Kendati demikian, keunggulan Papua seringkali tertutupi oleh aksi kelompok separatis yang menuntut Papua Merdeka.

Dalam menangani problema yang ada di Papua, tentu pemeritah tidak tingga diam, salah satu upaya perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia adalah pemberian Otonomi Khusus (Otsus) kepada Papua. Otsus tertuang dalam Garis – Garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999 yang merupakan bagian dari Ketetapan MPR IV/1999.

Dalam GBHN tersebut tertulis: dalam rangka mempertahankan integrasi bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tetap menghargai kesetaraan dan keseragaman kehidupan sosial budaya masyarakat Papua, maka ditetapkan daerah otonomi khusus yang diatur dengan undang – undang, dan penyelesaian kasus – kasus pelanggaran hak asas manusia melalui peradilan yang jujur, adil dan bermanfaat.

Namun sayangnya, kebijakan otsus tersebut tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Pemerintah Indonesia tetap menggunakan cara – cara sentralistis dalam mengendalikan Papua selama lebih dari 30 tahun. Kebijakan tersebut akhirnya dianggap sebagai gula – gula politik untuk meredam gejolak politik di Papua.

Dari pengalaman tersebut, masyarakat Papua tetap tidak yakin denga kebijakan apapun yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia. Masyarakat Papua tidak menginginkan kebijakan Otsus maupun kebijakan lainnya, yang mereka inginkan adalah pelurusan sejarah dan memperjuangkan kemerdekaan.

Selain itu tercatat pada tahun 2001, sekitar 80 persen keluarga di Papua masih hidup dalam kondisi keterbelakangan dalam pertanian, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi. Saat itu harga barang – barang konsumsi di kota Jayapura lebih tinggi 45 persen terhadap Jakarta dan jauh lebih mahal lagi di daerah – daerah terpencil.

Untuk itulah akhirnya Pemerintah di tangan Presiden Jokowi, membangun beragam infrastruktur untuk Papua seperti pembangunan jalan, jembatan dan juga menyeragamkan harga BBM di seluruh Indonesia. Meski beragam upaya pembangunan digencarkan, pemerintah masih tetap harus menjaga Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh kelompok separatis.

Manusia tidak bisa jahat karena warna kulitnya. Manusia jahat karena pikirannya dan niatnya. Jika bangsa Indonesia non – Papua mengejek orang – orang Papua dengan sebutan monyet, maka sesungguhnya mereka merasa lebih mulia sebagai makhluk hidup dari orang Papua. Tentu ini sebuah kejahatan.

Dalam konteks Papua, menghina orang Papua dengan sebutan monyet adalah rasisme model lama. Dalam teori Darwin, monyet adalah perkembangan makhluk pada tingkat yang belum sempurna. Artinya, belum mencapai tahapan menjadi manusia. Teori Darwin ini dalam kaitan teori rasisme sering dipakai untuk menjelaskan dominasi kulit putih terhadap kulit berwarna, khususnya kulit hitam.

Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno tak pernah beranjak dari seruan “Sabang sampai Merauke” sebagai wujud keutuhan kedaulatan Indonesia. Maka soal Papua adalah harga mati.

Dalam pidatonya yang berjudul “Djangan Ragu – Ragu Lagi”. Soekarno secara tegas mengatakan, Indonesia ialah segenap kepulauan antara Sabang dan Merauke. Ini merupakan dasar legal tuntutan Indonesia atas Papua.

Asvi Warman Adam selaku sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dengan atau tanpa daya pikat kekayaan alamnya, Soekarno tetap akan memperjuangkan Papua. Pasalnya, wilayah tersebut berada dalam lingkup kedaulatan nasional.

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD mengatakan, Presiden Indonesia sejak era Soekarno hingga Joko Widodo selalu menaruh perhatian kepada rakyat Papua dan tidak pernah menganggap Papua sebagai anak tiri.

Mahfud bahkan mengapresiasi langkah presiden Jokowi yang telah membangun infrastruktur, agar Papua menjadi semakin maju. Bahkan Jokowi mengatakan bahwa membangun Papua bukan karena ingin menang Pemilu, tetapi karena Papua merupakan bagian yang tak terpisahkan dari NKRI.

Dia mengingatkan agar jangan ada pihak yang mencoba memprovokasi agar Papua berpisah dari Indonesia. Menurutnya tidak ada jalan untuk itu, karena secara konstitusi, tidak ada referendum yang dapat dilakukan oleh suatu daerah.

Untuk itu marilah kita menyerukan bahwa Papua beserta seluruh budaya, rakyatnya dan bahasanya adalah bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artinya Papua adalah Indonesia dan orang Papua adalah orang Indonesia.

Ditulis Oleh : Rebecca Marian
Mahasiswi Papua, Di Jakarta





Fokus : Papua


#Papua #Papua Membara #Papua Damai #Papua Kita Indonesia #Kerusuhan di Papua #Papua Kita Bersaudara\


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Komentar Ayu Ting Ting Tentang Kebakaran Hutan

BeritaCenter.COM - Kabut asap akibat Karhutla di beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sumatra membuat beberapa..
1 jam yang lalu

Iran Tolak Bertemu Empat Mata dengan Donald Trump

Khamenei mengatakan para pemimpin ulama Iran sepakat bahwa semua pejabat di Iran dengan suara bulat mempercayainya.
1 jam yang lalu

Poin-poin Penting Revisi UU KPK

Mendasar pada rapat kerja antara Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan pemerintah, Senin (16/9/2019) kemarin, ada tujuh..
3 jam yang lalu

Setelah Diaudit oleh BPK, PLN Boros Ratusan Miliar Rupiah

BPK mencatat jumlah pemborosan di PLN sebesar Rp 275,19 miliar. Secara lebih rinci temuan ini terjadi pada specific..
3 jam yang lalu

Ingin Terhindar Sakit ? Konsumsilah 5 Makanan Sehat ini

Beritacenter.COM - Semua orang ingin mempunyai badan yang sehat dan terhindar dari penyakit. Salah satu cara yang..
4 jam yang lalu

Persebaya Resmi Datangkan Diego Campos

Beritacenter.COM - Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Diogo Campos dari Kalteng Putra, Selasa sore (17/9/2019)...
5 jam yang lalu

Dua Buruh Tewas Tertimpa Longsor Pasir di Karangasam

Beritacenter.COM - Dua orang buruh galian material tewas seketika terimpa reruntuhan longsing di tebing yang berada..
6 jam yang lalu

Bejat !! Tukang Susu di Bekasi Cabuli Bocah SD

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang penjual susu karena berbuat..
8 jam yang lalu

Sulawesi Utara Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Gorontalo, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Selasa..
9 jam yang lalu

Satpol PP Kota Depok Gelar Razia Miras, Amankan 750 Botol

Beritacenter.COM - Petugas Satpol PP Kota Depok menggelar razia minuman keras (miras) dari berbagai jenis di wilayah..
10 jam yang lalu

Tempo, Topik Utama dan Kepentingan Bisnis

Beberapa waktu ini tempo membuat blunder. Ada banyak reaksi yg terjadi di dunia maya. Sebenarnya cara2 berani yg..
10 jam yang lalu

Makan Ikan Tongkol, Puluhan Siswi Keracunan Massal di Simalungun

Beritacenter.COM - Puluhan siswi di Asrama Putri GKPS Pematang Raya, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami..
11 jam yang lalu

Nyambi Jual Sabu, Pedagang Buah Ditangkap BNN

Beritacenter.COM - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng mengamankan seorang..
11 jam yang lalu

PARAH...! Novel Baswedan "Tuding" Jokowi Punya Kepentingan Revisi UU KPK

Beritacenter.COM - Tanggapan negatif yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi UU KPK..
13 jam yang lalu

Tempo dan Simbol Negara

Ketika sebuah media melansir satu berita, akan ada 2 kelompok yg bereaksi terhadap berita tersebut. Satu kelompok..
14 jam yang lalu

Robot AI Sophia Ngobrol dengan Menteri Kominfo, Ini Yang Dibahas...

Beritacenter.COM - Robot berteknologi Artificial Inteligence meramaikan acara panggung CSIS Global Dialogue. Dalam..
14 jam yang lalu

Nama BJ Habibie Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

BeritaCenter.COM – Nama mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie diusulkan menjadi nama jalan di DKI..
14 jam yang lalu

Ada 3 Miliar Orang di Dunia Yang Belum Kenal Teknologi

BeritaCenter.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, ternyata masih banyak yang belum kenal..
14 jam yang lalu

FIFA Tinjau Stadion Manahan Untuk Piala Dunia U-20 2021

Beritacenter.COM - Delegasi FIFA didampingi Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destia meninjau langusng..
14 jam yang lalu

Awas! Modus Pendanaan Terorisme Dengan Minta Sumbangan ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Koordinator Penelitian Penilaian Risiko Nasional PPATK Patrick Irawan mengungkapkan sejumlah modus..
15 jam yang lalu

Perang Dagang Ternyata Dampaknya Lebih Berbahaya dari Perang Dingin

Beritacenter.COM - Perang dagang antara Amerika Serikat(AS) dan China dinilai lebih berbahaya dibanding perang..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi