Minggu, 17 Nopember 2019 - 18:09 WIB

Papua Merupakan Bagian NKRI

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 05 September 2019 | 19:35 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Demonstrasi menolak aksi rasis terhadap mahasiswa Papua terindikasi dimanfaatkan kelompok separatis untuk menuntut pemisahan diri dari Indonesia. Namun dilihat dari berbagai aspek, pemisahan Papua dari NKRI tidak dapat dilakukan.

Pengaruh disintegrasi kini terus menjadi perhatian utama TNI dan Polri. Pihaknya selalu memantau perkembangan wilayah-wilayah perbatasan termasuk Papua saat ini. Pemerintah-pun juga menegaskan jika Papua adalah bagian tak terpisahkan dari negeri tercinta, Indonesia. Hal ini seharusnya dipahami oleh semua pihak, termasuk luar negeri.

Sejarah panjang kembalinya Papua ke negeri tercinta ini juga bisa dibilang tak mulus terus, banyak halangan serta kegagalan yang menyertai upaya pemerintah mengambil kembali wilayahnya. Apalagi situasi kembali memanas tempo hari akibat isu rasisme.

Sehingga diharapkan untuk seluruh pihak menghindari adanya propaganda serta provokasi seperti kejadian yang berakhir kericuhan seperti tempo hari. TNI dan Polri juga selalu berkomitmen mempertahankan setiap inchi wilayah Papua yang sah menjadi bagian integral NKRI. Berdasarkan hal tersebut, TNI maupun Polri akan bertindak tegas menghadapi setiap hal yang mengancam kedaulatan serta keutuhan NKRI.

Sebelumnya, pada masa pemerintahan SBY banyak ditemukan Adanya isu campur tangan negara lain seperti Australia. Hal ini agaknya membuat Presiden angkat bicara. SBY menegaskan jika Indonesia mengambil tanggung jawab secara penuh guna mengelola Papua.

Ia menyatakan jika kebijakan yang berkenaan mengenai pengelolaan Papua sudah berubah dan jelas adanya. Indonesia mengedepankan keadilan, demokrasi serta kesejahteraan rakyat. Yang mana hal inilah dinilai paling baik untuk pendekatan wilayah Papua. Salah satu contoh yang nyata ialah pembangunan perkapita di seluruh Indonesia yang tertinggi tersebut khusus bagi Papua.

SBY juga mengakui sampai saat ini Papua masih terdapat masalah struktural serta masalah lokal yang harus diperbaiki. Maka dari itu pemerintahan SBY dengan tegas meminta Australia menghormati kedaulatan Indonesia.

Bukti kuat lainnya jika pemerintah memberikan perhatian serius serta mengakui Papua sebagai bagian Integral nusantara ialah: Pernyataan resmi Pepera ( Penentuan Pendapat Rakyat) 1 Mei 1969, yakni Dunia dan PBB resmi mengakui Papua adalah bagian dari NKRI. Hal ini juga dikatakan oleh salah satu pelaku sejarah Pepera ialah Ramses Ohee. Ia juga menegaskan jika Papua telah sah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi melalui Pepera.

Sebelumnya Mantan anggota DPRD Kabupaten Jayapura pada era 1990-an itu menjelaskan, jika saat itu Belanda tak mau melepaskan Papua (dulunya Irian Barat). Sehingga Menteri Luar Negeri, Subandrio dalam sidang PBB menyatakan bahwa seluruh wilayah jajahan Belanda harus diserahkan kepada NKRI. Hal inilah yang merupakan awal cerita hingga Papua diputuskan kembali menjadi bagian dari NKRI ini.

Dukungan bagi Papua juga diberikan pada pemerintahan era Jokowi ini. Banyak dana yang digelontorkan guna mewujudkan pemerataan kesejahteraan serta pembangunan di Bumi Cendrawasih. Tak hanya itu, dibeberkan jika dana yang diperuntukkan Papua ini lebih besar dibanding provinsi lain. Hal ini merupakan bukti jika NKRI memberikan perhatian penuh ke wilayah tersebut.

Jika tempo hari terjadi insiden rusuh yang berakibat tuntutan kemerdekaan Papua ini hanyalah ulah oknum yang tak bertanggung jawab. Oknum-oknum tersebut hanya mendompleng isu rasisme guna kepentingan pribadi maupun kelompok. Maka dari itu pemerintah terus mewanti-wanti agar seluruh warga Indonesia khususnya Papua agar tak terprovokasi berita apapun bentuknya.

Apalagi ditengarai adanya kelompok-kelompok yang ingin mempermasalahkan keabsahan Papua bagian dari NKRI. Yang mana seringkali beraksi dan berujung pada tindakan anarkis serta merugikan banyak pihak. Tentunya ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia, bukan?

Isu rasisme seringkali menimbulkan dampak besar, implikasinya terhadap persatuan dan kedaulatan negara. Rasisme yang berujung tindakan separatis hanya akan membuat kerugian bagi semua pihak. Namun, kita boleh tenang karena kondisi Papua telah aman dan kondusif. Warga bumi Cendrawasih ini juga telah beraktifitas normal seperti biasa.

Kabar baiknya, banyak dari pendemo menyatakan penyesalannya. Terkait aksi rusuh yang mereka lakukan. Mereka mengatakan jika akan berkomitmen tak akan lagi terhasut isu rasisme dalam bentuk apapun.

Dari sini bisa kita lihat, sinkronisasi antara Papua dan Indonesia tak terpisahkan memiliki dasar yang kuat. Maka wajar adanya jika Indonesia menindak tegas segala bentuk rasisme yang mengancam persatuan. Akhirnya, perdamaian ini sebetulnya mudah diwujudkan, karena letaknya pada hati nurani setiap orang. Rasa toleransi tinggi, menghormati dan menghargai sesama warga Indonesia mampu mewujudkan stabilitas nasional yang kokoh tak terpecahkan. Papua Bagian NKRI, harga mati!

Ditulis Oleh : Rebecca Marian
Mahasiswi Papua, Di Jakarta





Fokus : Papua


#Papua #Papua Membara #Kerusuhan di Papua #Papua Kita Indonesia #Papua Damai #Papua Kita Bersaudara\


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Resahkan Warga, Tim Buser Ringkus Begal Payudara di Pangkek Sulsel

Beritacenter.COM - Pelarian begal payudara di Pangkep, Sulawesi Selatan, berakhir di tangan tim buru sergap (Buser)..
2 jam yang lalu

Jawab Protes Saksi Tabrak Lari 'GrabWheels', Polisi: Pembuktian di Pengadilan, Hakim Wasitnya!

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian merespon adanya protes salah satu saksi kasus tabrak lari pengguna GrabWheels..
3 jam yang lalu

Lewat IG, Jokowi Posting Komik #JokoMic.. 'Berani Mencoba, Berani Berubah'

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal keberanian dalam berubah untuk menjadi lebih baik...
4 jam yang lalu

Duh, Teror Cabul Pelemparan Sperma Resahkan Wanita di Tasikmalaya

Beritacenter.COM - Belakangan ini, warga Kota Tasikmalaya diresahkan dengan adanya teror pelemparan sperma yang..
6 jam yang lalu

OTK Bakar 9 Perahu Nelayan di Lampung

BeritaCenter.COM - Sembilan perahu nelayan di Lampung dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK). Kejadian itu diketahui..
7 jam yang lalu

Wapres RI Ajak Masyarakat Bangun Narasi Kerukunan dan Sudahi Konflik

BeritaCenter.COM - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak lagi..
9 jam yang lalu

Dua Pekerja Tewas, Proyek Rel Double Track Bogor-Sukabumi Dihentikan Sementara

BeritaCenter.COM - Sebuah tebing di atas proyek rel ganda atau double track Bogor-Sukabumi longsor dan menewaskan dua..
9 jam yang lalu

Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Aceh

BeritaCenter.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa di Aceh. Gempa yang berkekuatan..
21 jam yang lalu

BTP Berselancar di Titian Buih

Trending topik yang terjadi dalam 3 hari terakhir ini adalah masuknya BTP dalam jajaran pimpinan BUMN. Sebetulnya..
23 jam yang lalu

Reuni 212 Bernuansa Politis Patut Ditolak

Reuni  212  akan segera di gelar pada 2 Desember. Aksi ini ditengarai hanya akal-akalan untuk memulangkan..
1 hari yang lalu

Benarkah Habib Rizieq Dicekal?

Berita dugaan pencekalan Habib Rizieq Shihab (HRS) menjadi isu yang mengemuka beberapa hari belakangan ini. Dalam..
1 hari yang lalu

Tidak Disangka Rokok Elektrik Bisa Bikin Serangan Jantung Mendadak

Beritacenter.COM - Bahaya rokok elektrik dilakukan oleh banyak penelitian untuk membandingkan lebih berbahaya mana..
1 hari yang lalu

Suami Stres Berat Coba Bunuh Diri Usai Istri Belanja Ratusan Juta

Beritacenter.COM - Seorang suami di Sichuan,China mengalami stres berat dan mencoba bunuh diri setelah mengetahui..
1 hari yang lalu

Polisi Ringkus Pelaku Penyiram Air Keras ke Siswi SMP

Beritacenter.COM - Penyidik Polda Metro Jaya meringkus pelaku yang melakukan penyiraman air keras terhadap pelajar..
1 hari yang lalu

Presiden Jokowi Perintahkan BPJS Kesehatan Kejar Penunggak Iuran

Beritacenter.COM - BPJS Kesehatan menyatakan akan menagih tunggakan iuran kepada peserta mandiri lantaran keuangannya..
1 hari yang lalu

UMK Bekasi Tahun 2020 Lebih Besar dari UMP Jakarta

Beritacenter.COM - Upah minimum kabupaten(UMK) Bekasi, Jawa Barat mendapat sorotan lantaran mengalahi upah minimum..
1 hari yang lalu

Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Accu Lampu Tenaga Surya Jalan di Kota Kupang

Beritacenter.COM - Petugas kepolisian Polres Kupang Kota mengamankan dua roang pelaku pencurian accu lampu penerangan..
1 hari yang lalu

5 Kebiasaan Buruk di Pagi Hari Buatmu Bertambah Gemuk

Beritacenter.COM - Jika Anda mencoba menurunkan berat badan, Anda tahu betapa pentingnya untuk mengikuti aturan dasar..
1 hari yang lalu

Gempa 5,0 Magnitudo Guncang Jailolo

Beritacenter.COM - Gempa bumi berkekuatan 5,0 Magnitudo mengguncang wilayah Jailolo, Maluku Utara, pada Sabtu..
1 hari yang lalu

Juventus Tertarik Boyong Kiper AC Milan

Beritacenter.COM - Klub raksasa Serie A Juventus tertarik untuk memboyong kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma...
1 hari yang lalu

Rupanya Taruh HP di Kantong Celana Bisa Hadapi Risiko Yang Fatal

Beritacenter.COM - Jangan masukan smartphonee atau HP ke dalam kantong celana karena itu sangat berbahaya untuk..
1 hari yang lalu

Waspada, Penyebaran Paham Radikal Bergeser ke Medsos

Beritacenter.COM - Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono menyebutkan, perkembangan..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi