Rabu, 18 September 2019 - 09:17 WIB

Papua Merupakan Bagian NKRI

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 05 September 2019 | 19:35 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Demonstrasi menolak aksi rasis terhadap mahasiswa Papua terindikasi dimanfaatkan kelompok separatis untuk menuntut pemisahan diri dari Indonesia. Namun dilihat dari berbagai aspek, pemisahan Papua dari NKRI tidak dapat dilakukan.

Pengaruh disintegrasi kini terus menjadi perhatian utama TNI dan Polri. Pihaknya selalu memantau perkembangan wilayah-wilayah perbatasan termasuk Papua saat ini. Pemerintah-pun juga menegaskan jika Papua adalah bagian tak terpisahkan dari negeri tercinta, Indonesia. Hal ini seharusnya dipahami oleh semua pihak, termasuk luar negeri.

Sejarah panjang kembalinya Papua ke negeri tercinta ini juga bisa dibilang tak mulus terus, banyak halangan serta kegagalan yang menyertai upaya pemerintah mengambil kembali wilayahnya. Apalagi situasi kembali memanas tempo hari akibat isu rasisme.

Sehingga diharapkan untuk seluruh pihak menghindari adanya propaganda serta provokasi seperti kejadian yang berakhir kericuhan seperti tempo hari. TNI dan Polri juga selalu berkomitmen mempertahankan setiap inchi wilayah Papua yang sah menjadi bagian integral NKRI. Berdasarkan hal tersebut, TNI maupun Polri akan bertindak tegas menghadapi setiap hal yang mengancam kedaulatan serta keutuhan NKRI.

Sebelumnya, pada masa pemerintahan SBY banyak ditemukan Adanya isu campur tangan negara lain seperti Australia. Hal ini agaknya membuat Presiden angkat bicara. SBY menegaskan jika Indonesia mengambil tanggung jawab secara penuh guna mengelola Papua.

Ia menyatakan jika kebijakan yang berkenaan mengenai pengelolaan Papua sudah berubah dan jelas adanya. Indonesia mengedepankan keadilan, demokrasi serta kesejahteraan rakyat. Yang mana hal inilah dinilai paling baik untuk pendekatan wilayah Papua. Salah satu contoh yang nyata ialah pembangunan perkapita di seluruh Indonesia yang tertinggi tersebut khusus bagi Papua.

SBY juga mengakui sampai saat ini Papua masih terdapat masalah struktural serta masalah lokal yang harus diperbaiki. Maka dari itu pemerintahan SBY dengan tegas meminta Australia menghormati kedaulatan Indonesia.

Bukti kuat lainnya jika pemerintah memberikan perhatian serius serta mengakui Papua sebagai bagian Integral nusantara ialah: Pernyataan resmi Pepera ( Penentuan Pendapat Rakyat) 1 Mei 1969, yakni Dunia dan PBB resmi mengakui Papua adalah bagian dari NKRI. Hal ini juga dikatakan oleh salah satu pelaku sejarah Pepera ialah Ramses Ohee. Ia juga menegaskan jika Papua telah sah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi melalui Pepera.

Sebelumnya Mantan anggota DPRD Kabupaten Jayapura pada era 1990-an itu menjelaskan, jika saat itu Belanda tak mau melepaskan Papua (dulunya Irian Barat). Sehingga Menteri Luar Negeri, Subandrio dalam sidang PBB menyatakan bahwa seluruh wilayah jajahan Belanda harus diserahkan kepada NKRI. Hal inilah yang merupakan awal cerita hingga Papua diputuskan kembali menjadi bagian dari NKRI ini.

Dukungan bagi Papua juga diberikan pada pemerintahan era Jokowi ini. Banyak dana yang digelontorkan guna mewujudkan pemerataan kesejahteraan serta pembangunan di Bumi Cendrawasih. Tak hanya itu, dibeberkan jika dana yang diperuntukkan Papua ini lebih besar dibanding provinsi lain. Hal ini merupakan bukti jika NKRI memberikan perhatian penuh ke wilayah tersebut.

Jika tempo hari terjadi insiden rusuh yang berakibat tuntutan kemerdekaan Papua ini hanyalah ulah oknum yang tak bertanggung jawab. Oknum-oknum tersebut hanya mendompleng isu rasisme guna kepentingan pribadi maupun kelompok. Maka dari itu pemerintah terus mewanti-wanti agar seluruh warga Indonesia khususnya Papua agar tak terprovokasi berita apapun bentuknya.

Apalagi ditengarai adanya kelompok-kelompok yang ingin mempermasalahkan keabsahan Papua bagian dari NKRI. Yang mana seringkali beraksi dan berujung pada tindakan anarkis serta merugikan banyak pihak. Tentunya ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia, bukan?

Isu rasisme seringkali menimbulkan dampak besar, implikasinya terhadap persatuan dan kedaulatan negara. Rasisme yang berujung tindakan separatis hanya akan membuat kerugian bagi semua pihak. Namun, kita boleh tenang karena kondisi Papua telah aman dan kondusif. Warga bumi Cendrawasih ini juga telah beraktifitas normal seperti biasa.

Kabar baiknya, banyak dari pendemo menyatakan penyesalannya. Terkait aksi rusuh yang mereka lakukan. Mereka mengatakan jika akan berkomitmen tak akan lagi terhasut isu rasisme dalam bentuk apapun.

Dari sini bisa kita lihat, sinkronisasi antara Papua dan Indonesia tak terpisahkan memiliki dasar yang kuat. Maka wajar adanya jika Indonesia menindak tegas segala bentuk rasisme yang mengancam persatuan. Akhirnya, perdamaian ini sebetulnya mudah diwujudkan, karena letaknya pada hati nurani setiap orang. Rasa toleransi tinggi, menghormati dan menghargai sesama warga Indonesia mampu mewujudkan stabilitas nasional yang kokoh tak terpecahkan. Papua Bagian NKRI, harga mati!

Ditulis Oleh : Rebecca Marian
Mahasiswi Papua, Di Jakarta





Fokus : Papua


#Papua #Papua Membara #Papua Damai #Papua Kita Indonesia #Kerusuhan di Papua #Papua Kita Bersaudara\


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Komentar Ayu Ting Ting Tentang Kebakaran Hutan

BeritaCenter.COM - Kabut asap akibat Karhutla di beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sumatra membuat beberapa..
1 jam yang lalu

Iran Tolak Bertemu Empat Mata dengan Donald Trump

Khamenei mengatakan para pemimpin ulama Iran sepakat bahwa semua pejabat di Iran dengan suara bulat mempercayainya.
1 jam yang lalu

Poin-poin Penting Revisi UU KPK

Mendasar pada rapat kerja antara Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan pemerintah, Senin (16/9/2019) kemarin, ada tujuh..
3 jam yang lalu

Setelah Diaudit oleh BPK, PLN Boros Ratusan Miliar Rupiah

BPK mencatat jumlah pemborosan di PLN sebesar Rp 275,19 miliar. Secara lebih rinci temuan ini terjadi pada specific..
3 jam yang lalu

Ingin Terhindar Sakit ? Konsumsilah 5 Makanan Sehat ini

Beritacenter.COM - Semua orang ingin mempunyai badan yang sehat dan terhindar dari penyakit. Salah satu cara yang..
4 jam yang lalu

Persebaya Resmi Datangkan Diego Campos

Beritacenter.COM - Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Diogo Campos dari Kalteng Putra, Selasa sore (17/9/2019)...
5 jam yang lalu

Dua Buruh Tewas Tertimpa Longsor Pasir di Karangasam

Beritacenter.COM - Dua orang buruh galian material tewas seketika terimpa reruntuhan longsing di tebing yang berada..
6 jam yang lalu

Bejat !! Tukang Susu di Bekasi Cabuli Bocah SD

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang penjual susu karena berbuat..
8 jam yang lalu

Sulawesi Utara Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Gorontalo, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Selasa..
9 jam yang lalu

Satpol PP Kota Depok Gelar Razia Miras, Amankan 750 Botol

Beritacenter.COM - Petugas Satpol PP Kota Depok menggelar razia minuman keras (miras) dari berbagai jenis di wilayah..
10 jam yang lalu

Tempo, Topik Utama dan Kepentingan Bisnis

Beberapa waktu ini tempo membuat blunder. Ada banyak reaksi yg terjadi di dunia maya. Sebenarnya cara2 berani yg..
10 jam yang lalu

Makan Ikan Tongkol, Puluhan Siswi Keracunan Massal di Simalungun

Beritacenter.COM - Puluhan siswi di Asrama Putri GKPS Pematang Raya, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami..
11 jam yang lalu

Nyambi Jual Sabu, Pedagang Buah Ditangkap BNN

Beritacenter.COM - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng mengamankan seorang..
11 jam yang lalu

PARAH...! Novel Baswedan "Tuding" Jokowi Punya Kepentingan Revisi UU KPK

Beritacenter.COM - Tanggapan negatif yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi UU KPK..
13 jam yang lalu

Tempo dan Simbol Negara

Ketika sebuah media melansir satu berita, akan ada 2 kelompok yg bereaksi terhadap berita tersebut. Satu kelompok..
14 jam yang lalu

Robot AI Sophia Ngobrol dengan Menteri Kominfo, Ini Yang Dibahas...

Beritacenter.COM - Robot berteknologi Artificial Inteligence meramaikan acara panggung CSIS Global Dialogue. Dalam..
14 jam yang lalu

Nama BJ Habibie Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

BeritaCenter.COM – Nama mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie diusulkan menjadi nama jalan di DKI..
14 jam yang lalu

Ada 3 Miliar Orang di Dunia Yang Belum Kenal Teknologi

BeritaCenter.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, ternyata masih banyak yang belum kenal..
14 jam yang lalu

FIFA Tinjau Stadion Manahan Untuk Piala Dunia U-20 2021

Beritacenter.COM - Delegasi FIFA didampingi Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destia meninjau langusng..
14 jam yang lalu

Awas! Modus Pendanaan Terorisme Dengan Minta Sumbangan ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Koordinator Penelitian Penilaian Risiko Nasional PPATK Patrick Irawan mengungkapkan sejumlah modus..
14 jam yang lalu

Perang Dagang Ternyata Dampaknya Lebih Berbahaya dari Perang Dingin

Beritacenter.COM - Perang dagang antara Amerika Serikat(AS) dan China dinilai lebih berbahaya dibanding perang..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi