Minggu, 17 Nopember 2019 - 15:42 WIB

Kisah Nyata, Jadi Pendengar yang Baik Sebelum Sahabat Hendak Bunuh Diri...

Bagaikan pengganti buku harian, Instagram adalah tempat kami untuk menumpahkan kegembiraan, kesedihan, keluh kesah, atau hal-hal remeh temeh seperti swafoto aneka gaya.

Oleh : Sari Intan Putri | Selasa, 10 September 2019 | 13:48 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Bagi generasi milenial, termasuk aku, Instagram sudah menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari. Tiada hari tanpa mengintip sebentar ke kanal media sosial yang satu itu, entah hanya sekadar melihat foto terbaru dari akun-akun yang kita ikuti, atau melirik aktivitas yang sedang mereka lakukan lewat Instagram story.

Bagaikan pengganti buku harian, Instagram adalah tempat kami untuk menumpahkan kegembiraan, kesedihan, keluh kesah, atau hal-hal remeh temeh seperti swafoto aneka gaya.

Namun, dua minggu lalu, aku dibuat terkejut saat sedang berselancar di Instagram. Malam itu ada pesan masuk dari teman dekatku, sebut saja Koko, yang tinggal di luar kota. Dia meminta nomorku lagi karena ponselnya hilang. Tentu aku berikan dan bertanya, “Ada apa?”

Dia hanya membalas, “Mau cerita saja.” Aku menunggu pesan darinya lagi tapi tidak kunjung ada. Alih-alih, muncul notifikasi bahwa ia sedang melakukan live streaming di Instagram.

Aku benar-benar kaget saat melihat ia tengah melukai dirinya sendiri. Tanganku sampai ikut bergetar karena ketakutan. Buru-buru aku memberi komentar, “Hei, ayo sini cerita. Sini aku telepon, kita cerita.”

Aku terus menghujaninya dengan komentar sampai dia akhirnya membalas lewat pesan pribadi. Aku langsung menanyakan nomor ponselnya dan menghubunginya lewat WhatsApp. Dengan gelisah aku menunggu ia menjawab panggilan telepon, dan lega sekali ketika akhirnya terdengar suaranya di ujung sana.

Dengan berhati-hati aku menanyakan keadaannya. “Kamu kenapa? “ tanyaku. “Enggak tahu,” suaranya terdengar parau dan berat, seperti menahan tangis. Sayup-sayup terdengar lagu dari Yellow Card, salah satu band favoritnya.

Aku mengajaknya mengobrol hal-hal yang ringan, menanyakan tentang film dan serial televisi apa yang sedang ia tonton saat itu. Sedikit demi sedikit, ia terdengar agak tenang dan akhirnya bercerita tentang apa yang sedang melanda dirinya. Katanya ia sedang ada masalah dalam kuliah. Aku lebih banyak diam, membiarkan ia bicara, hanya sesekali memberi tanggapan pendek. “It’s okay if you are not okay. Kamu bisa ngobrol sama aku,” ujarku berkali-kali.

Setelah lebih dari satu jam kami mengobrol panjang lebar, Koko memutuskan untuk menyudahi obrolan kami. Sebenarnya aku masih gelisah dan takut, tapi Koko meyakinkan bahwa ia sudah agak membaik dan akan mengobati lukanya.

“Oke. Pokoknya kamu kalau ada apa-apa dan enggak tahu mau cerita ke mana, telepon aku aja ya,” kataku. Koko mengiyakan dan menutup teleponnya.

Malam itu aku tidak bisa tidur. Melihat teman dekatku melukai diri sendiri secara live di media sosial membuat jantungku berdegup tak karuan. Aku termenung dan menenangkan diri.

Entah apa yang terjadi pada Koko jika aku tidak melihat live streaming-nya. Aku hanya bisa bersyukur malam itu aku bicara dengan Koko. Saat itu pertama kalinya aku melihat dan membantu orang yang benar-benar sedang bersusah hati sampai memutuskan untuk melukai diri mereka sendiri.

Selain Koko, sebetulnya aku memiliki beberapa teman yang aku tahu juga memiliki gangguan kesehatan jiwa. Banyak sekali dari mereka yang curhat di media sosial saat mereka sedang depresi.

Salah satu teman, yang juga mempunyai masalah kesehatan jiwa, mengatakan, “Kadang, kamu bangun tidur pun bisa aja tiba-tiba perasaan enggak berguna dan enggak berdaya itu datang. Kadang dia muncul tanpa alasan,” ujarnya. Media sosial, menurut mereka, membantu dalam menumpahkan beban yang ada dalam pikiran mereka.

Saat menumpahkan keluh kesah di media sosial, ada beragam tanggapan dari orang-orang yang melihatnya. Ada yang menyemangati, ada yang sekadar meninggalkan jejak emoticon sedih dan ada yang langsung mengirimkan pesan pribadi.

Namun, yang menyebalkan buatku adalah tipe netizen yang sinis dan mengatakan bahwa orang yang sering berkoar-koar di media sosial tentang masalah depresi mereka adalah golongan anak-anak zaman sekarang yang haus perhatian.

Menurut Anda, mereka seharusnya diam saja? Dipendam saja? Menurutku, justru bahaya jika mereka tidak curhat di media sosial dan tertutup dengan kondisi pikiran mereka. Mereka kadang segan untuk bercerita pada keluarga atau teman dekat karena takut.

Sikap segan mereka ini muncul karena stigma buruk yang diberikan oleh masyarakat pada orang yang memiliki gangguan kesehatan jiwa. Mulai dari stigma mereka tidak religius, hingga dituduh sok emo. Ketika mereka mendapatkan stigma ini, lalu mereka diam saja, kondisi mereka bisa memburuk.

Aku baru sadar betapa pentingnya peran seorang ‘pendengar’ untuk mereka yang memiliki gangguan kesehatan jiwa. Dengan menjadi pendengar yang baik, kita bisa membantu mereka meringankan beban yang ada dalam pikiran mereka dan bahkan bisa memberikan informasi mengenai isu kesehatan jiwa.

Dan untukku sendiri, menjadi seorang pendengar yang baik membantu menekan egoku, mengetahui kapan saatnya aku berkomentar dan tentunya berpikir dahulu sebelum berbicara.

Jika sebagian besar orang menganggap kalian hanya anak-anak sok emo yang cuma ingin perhatian lebih, aku akan dengan senang hati menjadi teman mengobrol kalian dan mendengarkan segala hal yang membuat kalian gelisah.

Dan ingat juga, kalian tidak sendiri dalam menghadapi hal ini. Pasti akan selalu ada orang yang mengulurkan tangan untuk kalian.





#Kesehatan #Media Sosial #Lifestyle #Kesehatan Mental


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Lewat IG, Jokowi Posting Komik #JokoMic.. 'Berani Mencoba, Berani Berubah'

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal keberanian dalam berubah untuk menjadi lebih baik...
2 jam yang lalu

Duh, Teror Cabul Pelemparan Sperma Resahkan Wanita di Tasikmalaya

Beritacenter.COM - Belakangan ini, warga Kota Tasikmalaya diresahkan dengan adanya teror pelemparan sperma yang..
3 jam yang lalu

OTK Bakar 9 Perahu Nelayan di Lampung

BeritaCenter.COM - Sembilan perahu nelayan di Lampung dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK). Kejadian itu diketahui..
5 jam yang lalu

Wapres RI Ajak Masyarakat Bangun Narasi Kerukunan dan Sudahi Konflik

BeritaCenter.COM - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak lagi..
6 jam yang lalu

Dua Pekerja Tewas, Proyek Rel Double Track Bogor-Sukabumi Dihentikan Sementara

BeritaCenter.COM - Sebuah tebing di atas proyek rel ganda atau double track Bogor-Sukabumi longsor dan menewaskan dua..
7 jam yang lalu

Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Aceh

BeritaCenter.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa di Aceh. Gempa yang berkekuatan..
19 jam yang lalu

BTP Berselancar di Titian Buih

Trending topik yang terjadi dalam 3 hari terakhir ini adalah masuknya BTP dalam jajaran pimpinan BUMN. Sebetulnya..
21 jam yang lalu

Reuni 212 Bernuansa Politis Patut Ditolak

Reuni  212  akan segera di gelar pada 2 Desember. Aksi ini ditengarai hanya akal-akalan untuk memulangkan..
23 jam yang lalu

Benarkah Habib Rizieq Dicekal?

Berita dugaan pencekalan Habib Rizieq Shihab (HRS) menjadi isu yang mengemuka beberapa hari belakangan ini. Dalam..
1 hari yang lalu

Tidak Disangka Rokok Elektrik Bisa Bikin Serangan Jantung Mendadak

Beritacenter.COM - Bahaya rokok elektrik dilakukan oleh banyak penelitian untuk membandingkan lebih berbahaya mana..
1 hari yang lalu

Suami Stres Berat Coba Bunuh Diri Usai Istri Belanja Ratusan Juta

Beritacenter.COM - Seorang suami di Sichuan,China mengalami stres berat dan mencoba bunuh diri setelah mengetahui..
1 hari yang lalu

Polisi Ringkus Pelaku Penyiram Air Keras ke Siswi SMP

Beritacenter.COM - Penyidik Polda Metro Jaya meringkus pelaku yang melakukan penyiraman air keras terhadap pelajar..
1 hari yang lalu

Presiden Jokowi Perintahkan BPJS Kesehatan Kejar Penunggak Iuran

Beritacenter.COM - BPJS Kesehatan menyatakan akan menagih tunggakan iuran kepada peserta mandiri lantaran keuangannya..
1 hari yang lalu

UMK Bekasi Tahun 2020 Lebih Besar dari UMP Jakarta

Beritacenter.COM - Upah minimum kabupaten(UMK) Bekasi, Jawa Barat mendapat sorotan lantaran mengalahi upah minimum..
1 hari yang lalu

Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Accu Lampu Tenaga Surya Jalan di Kota Kupang

Beritacenter.COM - Petugas kepolisian Polres Kupang Kota mengamankan dua roang pelaku pencurian accu lampu penerangan..
1 hari yang lalu

5 Kebiasaan Buruk di Pagi Hari Buatmu Bertambah Gemuk

Beritacenter.COM - Jika Anda mencoba menurunkan berat badan, Anda tahu betapa pentingnya untuk mengikuti aturan dasar..
1 hari yang lalu

Gempa 5,0 Magnitudo Guncang Jailolo

Beritacenter.COM - Gempa bumi berkekuatan 5,0 Magnitudo mengguncang wilayah Jailolo, Maluku Utara, pada Sabtu..
1 hari yang lalu

Juventus Tertarik Boyong Kiper AC Milan

Beritacenter.COM - Klub raksasa Serie A Juventus tertarik untuk memboyong kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma...
1 hari yang lalu

Rupanya Taruh HP di Kantong Celana Bisa Hadapi Risiko Yang Fatal

Beritacenter.COM - Jangan masukan smartphonee atau HP ke dalam kantong celana karena itu sangat berbahaya untuk..
1 hari yang lalu

Waspada, Penyebaran Paham Radikal Bergeser ke Medsos

Beritacenter.COM - Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono menyebutkan, perkembangan..
1 hari yang lalu

Ada 9 Orang Terlibat Bom Bunuh Diri di Medan Akan Jadi Tersangka

Beritacenter.COM - Ada 14 orang menyusul insiden bom bunuh diri di Markas Kepolisian Resor Kota Besar Medan. Sembilan..
1 hari yang lalu

Permen Kadaluarsa Sebabkan Belasan Pelajar SD Keracunan

Beritacenter.COM - Ada 13 siswa SD Fathia di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi mengalami keracunan akibat jajanan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi