Rabu, 05 Agustus 2020 - 19:53 WIB

Membongkar Modus Pembunuhan Bulutangkis Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 10 September 2019 | 16:20 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Eko Kuntadhi

Adakah olahragawan sukses yang merokok? Atau adakah orang yang suka olahraga sekaligus perokok berat? Kayaknya gak ada. Artinya kalau mau mengurangi populasi perokok, salah satu caranya, budayakan olahraga.

Bagaimana cara budayakan olahraga, bikin event olahraga besar yang melibatkan banyak orang. Khususnya anak-anak. Agar mereka menjauhi rokok.

Tapi bagaimana jika yang membuat event itu justru perusahaan yang berafiliasi dengan pabrik rokok? Itulah, kerennya industri rokok.

Di bungkus rokok, sudah ada peringatan dengan gambar menyeramkan. Kata-katanya kasar. Tapi para perokok gak juga berhenti membeli. Piye?

Sebab yang menyebabkan orang merokok adalah lingkungan. Merokok adalah kebiasaan. Tanpa iklanpun, orang akan tetap saja merokok. Bahkan dengan iklan buruk sekalipun --seperti dalam gambar bungkus rokok-- gak ngaruh bagi mereka.

Untuk memerangi rokok, tidak ada jalan lain selain dengan pendekatan kebiasaan. Buoan dengan koar-koar. Kebiasaan berolahraga salah satunya.

Tapi apakah di dunia ini hanya rokok yang berbahaya? Asapnya merusak tubuh? Ohh, gak juga. Asap kendaraan juga bahaya. Asap pabrik juga bahaya. Buktinya Jakarta jadi kota dengan udara terburuk. Tapi gak ada batasan iklan untuk jualan mobil dan motor.

Bagi anak-anak, yang berbahaya juga makanan ber-SMG tinggi. Zat pewarna. Racikan kimiawi menyedap rasa dalam berbagai snack dan mie instans. Jenis zat ini sama adiktifnya dengan nikotin. Sama-sama menganggu kesehatan.

Bedanya dalam nikotin banyak juga manfaatnya bagi tubuh. Banyak pabrik farmasi memanfaatkan nikotin untuk pengobatan. Termasuk untuk menghentikan kebiasaan merokok.

“Tembakau melancarkan pencernaan, meringankan encok, sakit gigi, mencegah infeksi melalui bau-bauan. Tembakau menghangatkan yang kedinginan, sekaligus menyejukkan mereka yang berkeringat. Tembakau juga bisa dijadikan asap untuk penyakit tuberkolusis, diuapkan untuk sakit rematik dan semua penyakit hawa dingin dan lembab.” (John Joseslyn 1675, dikutip C.A. Weslager, Magic Medicines of the Indians, 1974)

Sejak 1988 terbit laporan Surgeon General AS untuk pertama kalinya menyatakan bahwa nikotin adalah zat yang menyebabkan kecanduan, mendorong kebiasaan (habituating) dan ketagihan (addiction).

Karena itu perlu ditangani dengan terapi. Sejak saat itu kampanye anti tembakau meluas di AS. Disambut hadirnya produk farmasi untuk berhenti merokok.

Sebut saja Johnson & Johnson, GlaxoSmithKline, Pharmacia & Upjohn, Advanced Tobacco Products, Inc, Hoechst Marion Roussel, Novartis, dan Pfizer. Mereka mendukung kampanye anti rokok sambil mendulang uang milyaran dolar.

Semua produk mereka berbasis nikotin. Ada yang berbentuk obat, koyo, atau permen karet. Sebab nikotin memang punya efek terapi bagi tubuh.

Pada akhir 2000, penjualan obat 'berhenti merokok' berbasis nikotin di Amerika mencapai US$ 700 juta. Tidak termasuk penjualan Zyban obat berhenti merokok non nikotin. Belum lagi di luar AS. Agar penjualannya laku, disasarlah pasar-pasar perokok seperti di Asia termasuk Indonesia.

Kampanye antirokok digalakkan. Dana marketing dikerahkan. Dampaknya pendapatan industri farmasi meningkat terus. Jangan kaget kalau Yayasan Lentera Anak pendukung KPAI juga dapat kucuran dana dari Blommberg untuk memerangi semua unsur rokok.

Bahkan event olahraga seperti audisi bulutabgkis Djarum --yang justru sebagai kegiatan paling efektif mengurangi kebiasaan merokok-- ikut diperangi. Tujuannya bukan untuk mengurangi orang terpapar rokok. Sebab event olahraga justru berdampak orang menjauhi rokok. Tetapi agar diskursus soal bahaya merokok meluas. Agar industri farmasi dunia di belakangnya bisa menangguk untung.

Begini. Salah satu produk grup Djarum memang rokok. Tetapi even olahraga justru kampanye paling efektif untuk menjauhi rokok. Protes pada audisi bukutangkis Djarum, bukan bertujuan untuk menghindari anak terpapar rokok. Tapi lebih sebagai efek kampanye bahaya merokok. Sekaligus iklan buat industri farmasi.

Dan ketika kehebohan melanda publik karena penghentian audisi bukutangkis, justru itulah letak keberhasilan program yang diinisiasi Blommberg. Kehobohan itu yang dicari. Soal prestasi bulutangkis, tidak termasuk dalam agenda mereka.

Sebetulnya wajar PB Djarum menghentikan aktivitasnya. Buat apa buang-buang duit membangun prestasi bangsa tapi justru malah dituding mengeksploitasi anak. Wong, eventnya saja sudah paradoks dengan produk rokoknya. Artinya Djarum menggelar event olahraga justru sebagai bagian dari kampanye anti rokok. Anak-anak menggemar olahraga otomatis mereka menjauhi rokok. Artinya Djarum keluar duit ratusan miliar untuk 'membunuh' produknya sendiri.

Saya amat yakin, dari event audisi bukutangkis itu lebih banyak anak yang dijauhi dari rokok. Bisa disurvei kepada para peserta yang saban tahun meningkat. Apakah setelah itu mereka jadi giat merokok atau malah menjauhi rokok karena bermimpi jadi atlet?

Yang patut dipertanyakan justru KPAI dan Lentera Anak. Seberapa banyak anak-anak yang dijauhi dari rokok akibat program yang mereka hela.

Beginilah kalau orang hanya melihat bungkusnya saja. Mereka mengira anak yang memakai kaos berlogo Djarum, itu sudah mirip dengan bungkus rokok. Nah, soal kemasan itulah yang dihebohkan. Sebab memang tujuannya hanya memerangi kemasan.

Djarum mah, nyantai. Mau nyumbang untuk pembinaan atlet dipersulit, ya sudah. Duitnya bisa buat yang lain. Atau dialihkan untuk program iklan rokok secara terang-teranga. Toh, gak dilarang. Kan, asyik. Menambah kocek mereka.

Yang bodoh ya, bangsa ini. Atau lebih tepatnya lembaga-lembaga norak itu. Yang sibuk dengan agenda kepentingan orang lain ketimbang prestasi bangsanya sendiri.

"Mas, bagi rokoknya, dong," Abu Kumkum nyeletuk.

Hush! Nanti aku disemprot KPAI, Komisi Perlindungan Aki-Aki Indonesia...

(www.ekokuntadhi.id)





Fokus : KPAI Obok-obok Olah Raga


#KPAI #KPAI Obok-obok Olah Raga #KPAI Sok Bener #KPAI Bunuh Bibit Atlit Bulutagkis #Bubarkan KPAI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






23 menit yang lalu

Polres Metro Depok Tangkap Pelaku Pembunuh Wanita yang Mayatnya Diikat di Apartemen Margonda

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku pembunuhan perempuan..
1 jam yang lalu

Jokowi Terbitkan Inpres Atur Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang..
1 jam yang lalu

Pasca Ledakan Lebanon, Rusia, Prancis, Yordania, Hingga Mesir Kirim Bantuan Medis-Tim Dokter

Beritacenter.COM - Pasca terjadinya ledakan dahsyat di Lebanon, pemerintah Rusia langsung mengirimkan lima pesawat..
1 jam yang lalu

Positif Covid-19 Meningkat, Pemkot Cilegon Batalkan KBM Tatap Muka

Beritacenter.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon membatalkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka yang..
2 jam yang lalu

Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sumba Barat Daya NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang gempa berkekuatan 5,5 magnitudo...
3 jam yang lalu

Polisi Selidiki 17 Laporan Kasus Dugaan Sunat Dana Bansos COVID-19 di Jabar

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Jawa Barat (Jabar) tengah melakukan pengusutan terkait kasus dugaan sunat dana..
3 jam yang lalu

PN Jakbar ditutup Sementara Usai Dua Pegawai Dinyatakan Positif Corona

Beritacenter.COM - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat terpaksa harus menutup sementara kantor dikarenakan ada dua..
4 jam yang lalu

Inilah 5 Manfaat Kunyit Putih untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Kunyit putih merupakan bahan makanan yang bisa digunakan sebagai rempah - rempah. Ramuan ini bisa..
4 jam yang lalu

Polda Sumsel Musnahkan Ratusan Senjata Api Rakitan Hasil Sitaan dari Rakyat

Beritacenter.COM - Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memusnahkan ratusan senjata api rakitan yang disita dari para..
5 jam yang lalu

Wapres Imbau Ulama Ambil Landasan Jaga Keselamatan Jiwa

Beritacenter.COM - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta para ulama untuk mengambil landasan utama yaitu menjaga..
5 jam yang lalu

Manchester City Resmi Mendatangkan Ferran Torres

Beritacenter.COM - Manchester City resmi mendatangkan pemain pertamanya di bursa transfer musim panas ini. Pada Rabu..
6 jam yang lalu

Penyebab Ledakan Dahsyat di Lebanon, Puluhan Orang Tewas dan Ribuan Luka-luka

Beritacenter.COM - Lebanon diguncang peristiwa ledakan yang menewaskan puluhan orang dan ribuan lainnya mengalami..
6 jam yang lalu

Seorang Kakek di Depok Ditemukan Tewas

Beritacenter.COM - Musa (89) seorang pria paruh baya tewas di kamar rumah kontrakannya di RT.4/7, Pasir Putih,..
7 jam yang lalu

Ditangan Jokowi Indonesia Naik Kelas, "Bank Dunia Naikkan Status Indonesia" Apa Keuntungannya?

Bank Dunia memasukkan Indonesia ke dalam negara berpendapatan menegah atas dari sebelumnya berpendapatan menengah ke..
7 jam yang lalu

Polisi Ringkus 7 Pelaku Pengedar Narkoba, Amankan 75 Paket Dodol Berisi Ganja

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap tujuh pelaku pengedar narkoba jenis ganja. Para..
8 jam yang lalu

KAYU CENDANA DITEBANG SI TUKANG KAYU

Ketika bapaknya ngebet pingin "ngingu"(memelihara) sapi, pada tahun 1973 ia mengungsikan penduduk di lima desa yang..
8 jam yang lalu

Wisudawan Unpad, Menteri Edhy Ajak Alumni Jadi Solusi

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjadi salah satu wisudawan dalam prosesi wisuda..
8 jam yang lalu

Wess...! Rizal Ramli Siap Pimpin Indonesia, Politisi Demokrat : RR Cocoknya Jadi Pelawak Bukan Pemimpin...

Beritacenter.COM - Belum lama ini Mantan Menko Ekuin yang dipecat jokowi, Rizal Ramli, bekoar-koar bahwa dirinya..
9 jam yang lalu

Mangkir Dari Panggilan Pertama, Bareskrim Kembali Periksa Anita Kolopaking dan Brigjen Prasetijo 7 Agustus

Beritacenter.COM - Bareskrim Mabes Polri kembali melakukan panggilan ulang kepada Anita Kolopaking usai sebelumnya..
9 jam yang lalu

Geger !! Warga Temukan Wanita Tewas Terikat di Atas Ranjang Apartemen di Margonda Depok

Beritacenter.COM - Warga Margonda, Kota Depok digegerkan dengan penemuan sesosok mayat wanita di salah satu Apartemen..
10 jam yang lalu

MANTAP...! Polisi Berhasil Amankan Jaringan Pengedar Sabu Malang

Beritacenter.COM - Adi Lukito alais Lukman (34) warga Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Haidir Ali (24) warga Desa..
11 jam yang lalu

KAMI "Kaum Berisik Sama Halu"

Ada kelompok-kelompok di republik ini yang hobinya ngimpi atau halu. Dan sekarang ini sedang sama-sama halu. Kalau..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi