Rabu, 20 Nopember 2019 - 17:28 WIB

Membongkar Modus Pembunuhan Bulutangkis Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 10 September 2019 | 16:20 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Eko Kuntadhi

Adakah olahragawan sukses yang merokok? Atau adakah orang yang suka olahraga sekaligus perokok berat? Kayaknya gak ada. Artinya kalau mau mengurangi populasi perokok, salah satu caranya, budayakan olahraga.

Bagaimana cara budayakan olahraga, bikin event olahraga besar yang melibatkan banyak orang. Khususnya anak-anak. Agar mereka menjauhi rokok.

Tapi bagaimana jika yang membuat event itu justru perusahaan yang berafiliasi dengan pabrik rokok? Itulah, kerennya industri rokok.

Di bungkus rokok, sudah ada peringatan dengan gambar menyeramkan. Kata-katanya kasar. Tapi para perokok gak juga berhenti membeli. Piye?

Sebab yang menyebabkan orang merokok adalah lingkungan. Merokok adalah kebiasaan. Tanpa iklanpun, orang akan tetap saja merokok. Bahkan dengan iklan buruk sekalipun --seperti dalam gambar bungkus rokok-- gak ngaruh bagi mereka.

Untuk memerangi rokok, tidak ada jalan lain selain dengan pendekatan kebiasaan. Buoan dengan koar-koar. Kebiasaan berolahraga salah satunya.

Tapi apakah di dunia ini hanya rokok yang berbahaya? Asapnya merusak tubuh? Ohh, gak juga. Asap kendaraan juga bahaya. Asap pabrik juga bahaya. Buktinya Jakarta jadi kota dengan udara terburuk. Tapi gak ada batasan iklan untuk jualan mobil dan motor.

Bagi anak-anak, yang berbahaya juga makanan ber-SMG tinggi. Zat pewarna. Racikan kimiawi menyedap rasa dalam berbagai snack dan mie instans. Jenis zat ini sama adiktifnya dengan nikotin. Sama-sama menganggu kesehatan.

Bedanya dalam nikotin banyak juga manfaatnya bagi tubuh. Banyak pabrik farmasi memanfaatkan nikotin untuk pengobatan. Termasuk untuk menghentikan kebiasaan merokok.

“Tembakau melancarkan pencernaan, meringankan encok, sakit gigi, mencegah infeksi melalui bau-bauan. Tembakau menghangatkan yang kedinginan, sekaligus menyejukkan mereka yang berkeringat. Tembakau juga bisa dijadikan asap untuk penyakit tuberkolusis, diuapkan untuk sakit rematik dan semua penyakit hawa dingin dan lembab.” (John Joseslyn 1675, dikutip C.A. Weslager, Magic Medicines of the Indians, 1974)

Sejak 1988 terbit laporan Surgeon General AS untuk pertama kalinya menyatakan bahwa nikotin adalah zat yang menyebabkan kecanduan, mendorong kebiasaan (habituating) dan ketagihan (addiction).

Karena itu perlu ditangani dengan terapi. Sejak saat itu kampanye anti tembakau meluas di AS. Disambut hadirnya produk farmasi untuk berhenti merokok.

Sebut saja Johnson & Johnson, GlaxoSmithKline, Pharmacia & Upjohn, Advanced Tobacco Products, Inc, Hoechst Marion Roussel, Novartis, dan Pfizer. Mereka mendukung kampanye anti rokok sambil mendulang uang milyaran dolar.

Semua produk mereka berbasis nikotin. Ada yang berbentuk obat, koyo, atau permen karet. Sebab nikotin memang punya efek terapi bagi tubuh.

Pada akhir 2000, penjualan obat 'berhenti merokok' berbasis nikotin di Amerika mencapai US$ 700 juta. Tidak termasuk penjualan Zyban obat berhenti merokok non nikotin. Belum lagi di luar AS. Agar penjualannya laku, disasarlah pasar-pasar perokok seperti di Asia termasuk Indonesia.

Kampanye antirokok digalakkan. Dana marketing dikerahkan. Dampaknya pendapatan industri farmasi meningkat terus. Jangan kaget kalau Yayasan Lentera Anak pendukung KPAI juga dapat kucuran dana dari Blommberg untuk memerangi semua unsur rokok.

Bahkan event olahraga seperti audisi bulutabgkis Djarum --yang justru sebagai kegiatan paling efektif mengurangi kebiasaan merokok-- ikut diperangi. Tujuannya bukan untuk mengurangi orang terpapar rokok. Sebab event olahraga justru berdampak orang menjauhi rokok. Tetapi agar diskursus soal bahaya merokok meluas. Agar industri farmasi dunia di belakangnya bisa menangguk untung.

Begini. Salah satu produk grup Djarum memang rokok. Tetapi even olahraga justru kampanye paling efektif untuk menjauhi rokok. Protes pada audisi bukutangkis Djarum, bukan bertujuan untuk menghindari anak terpapar rokok. Tapi lebih sebagai efek kampanye bahaya merokok. Sekaligus iklan buat industri farmasi.

Dan ketika kehebohan melanda publik karena penghentian audisi bukutangkis, justru itulah letak keberhasilan program yang diinisiasi Blommberg. Kehobohan itu yang dicari. Soal prestasi bulutangkis, tidak termasuk dalam agenda mereka.

Sebetulnya wajar PB Djarum menghentikan aktivitasnya. Buat apa buang-buang duit membangun prestasi bangsa tapi justru malah dituding mengeksploitasi anak. Wong, eventnya saja sudah paradoks dengan produk rokoknya. Artinya Djarum menggelar event olahraga justru sebagai bagian dari kampanye anti rokok. Anak-anak menggemar olahraga otomatis mereka menjauhi rokok. Artinya Djarum keluar duit ratusan miliar untuk 'membunuh' produknya sendiri.

Saya amat yakin, dari event audisi bukutangkis itu lebih banyak anak yang dijauhi dari rokok. Bisa disurvei kepada para peserta yang saban tahun meningkat. Apakah setelah itu mereka jadi giat merokok atau malah menjauhi rokok karena bermimpi jadi atlet?

Yang patut dipertanyakan justru KPAI dan Lentera Anak. Seberapa banyak anak-anak yang dijauhi dari rokok akibat program yang mereka hela.

Beginilah kalau orang hanya melihat bungkusnya saja. Mereka mengira anak yang memakai kaos berlogo Djarum, itu sudah mirip dengan bungkus rokok. Nah, soal kemasan itulah yang dihebohkan. Sebab memang tujuannya hanya memerangi kemasan.

Djarum mah, nyantai. Mau nyumbang untuk pembinaan atlet dipersulit, ya sudah. Duitnya bisa buat yang lain. Atau dialihkan untuk program iklan rokok secara terang-teranga. Toh, gak dilarang. Kan, asyik. Menambah kocek mereka.

Yang bodoh ya, bangsa ini. Atau lebih tepatnya lembaga-lembaga norak itu. Yang sibuk dengan agenda kepentingan orang lain ketimbang prestasi bangsanya sendiri.

"Mas, bagi rokoknya, dong," Abu Kumkum nyeletuk.

Hush! Nanti aku disemprot KPAI, Komisi Perlindungan Aki-Aki Indonesia...

(www.ekokuntadhi.id)





Fokus : KPAI Obok-obok Olah Raga


#KPAI #KPAI Obok-obok Olah Raga #KPAI Sok Bener #KPAI Bunuh Bibit Atlit Bulutagkis #Bubarkan KPAI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






28 menit yang lalu

Kapolri Intruksikan Jajaranya Tak Pamer Kemawahan, Wapres Ma'ruf Amin : Bagus Untuk Ditiru di Instansi Lain

Beritacenter.COM - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendukung kebijakan Kapolri Jendral Idham Azis mengenai perturan..
44 menit yang lalu

Bahas Terorisme di Laut Indonesia, Kabakamla Sambangi Kemenko Polhukam

Beritacenter.COM - Bahas soal ancaman di kelautan Indonesia, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksdya TNI Achmad..
1 jam yang lalu

Kapolri Beri Penjelasan Soal Pencopotan Kapolres Kampar

Beritacenter.COM - Pencopotan AKBP Asep Darmawan dari Kapolres Kampar mendapat pertanyaan dari Komisi III DPR RI...
1 jam yang lalu

Ratusan Wartawan di Turki Masih Ditahan oleh Pemerintah Setempat

Diketahui juga jika Turki telah mendeklarasikan status gawat darurat tak lama setelah terjadi sebuah upaya kudeta..
1 jam yang lalu

Serahkan Surat Kewarganegaraan, BNPT: Istri Napiter Umar Patek Resmi Jadi WNI

Hari ini kami menyerahkan surat kewarganegaraan dari istri Umar Patek. Karena beritikat yang baik, dan juga..
1 jam yang lalu

Presiden Joko Widodo Terima Surat Kepercayaan dari 14 Duta Besar

Diketahui juga jika penyerahan surat kepercayaan menandai dimulainya penugasan resmi para duta besar di Indonesia...
1 jam yang lalu

Tottenham Hotspurs Tunjuk Jose Mourinho Jadi Pelatih

Beritacenter.COM - Tottenham Hotspurs resmi menunjuk Jose Mourinho menjadi pelatih menggantikan Mauricio Pochettino...
1 jam yang lalu

Begini Rencana Pemerintah Pindahkan ASN ke Ibu Kota Baru

Beritacenter.COM - Badan Perencanaan dan Pembuangan Nasional (Bappenas) telah merencanakan pemindahan Aparatur Sipil..
2 jam yang lalu

Warga Papua Menolak HUT OPM

Masyarakat Papua secara tegas menolak HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang jatuh pada 1 Desember 2019. Kebanyakan..
2 jam yang lalu

Densus 88 Amankan Bahan Peledak di Rumah Terduga Teroris di Gunung Kidul

Beritacenter.COM - Densus 88 Anti Teror Mabes Polri mengamankan dua orang pria berinisal AU alias MKN di Dusun Ngunut..
2 jam yang lalu

Ahok Adalah Sebuah Kategori

Siapa diri Ahok yang sebenarnya ? Akan berakhir bagaimana kah ia ? Tersedia Surga atau neraka kah kelak diakhirat..
3 jam yang lalu

Bisakah Pasien Yang Sudah Pasang Ring Terkena Serangan Jantung?

Beritacenter.COM - Pemain sinteron(Pesinetron) bernama Cecep Reza sempat memasang ring jantung sebelum meninggal..
3 jam yang lalu

Gempa 3,0 Magnitudo Guncang Buleleng Bali

Beritacenter.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan wilayah Bulelang Bali, diguncang..
3 jam yang lalu

MUI Nilai Sukmawati Tidak Paham Agama

Beritacenter.COM - Sukmawati Soekarnoputri terkait pernyataan yang membicarakan Soekarno dan Nabi Muhammad masih jadi..
3 jam yang lalu

Pake Baju Pertamina, AHOK Siap Benahi Pertamina

Beritacenter.COM - Sebelumnya nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikabarkan akan menjadi komisioner di Pertamina...
4 jam yang lalu

Ade Armando Penuhi Panggilan Penyidik Polda Metro Jaya

Beritacenter.COM - Penyidik Polda Metro Jaya melakukan panggilan terhdap Dosen UniversitasIndonesia (UI) Ade Armando..
4 jam yang lalu

Ada Ratusan Mobil Yang Masih Nunggak Pajak Diburu PKB

Beritacenter.COM - Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor(PKB) memburu ribuan mobil mewah yang menunggak pajak...
4 jam yang lalu

Hanya Tuhan yang Bisa Halangi Liverpool Jadi Juara

Diketahui juga jika Carragher telah memuji Juergen Klopp dan menilai pria asal Jerman itu selevel dengan pelatih..
5 jam yang lalu

Proyek Ibu Kota Baru Dikejar-kejar Oleh Para Investor Asing

Lebih lanjut Luhut juga menyebutkan jika negara-negara seperti Jepang, Hongkong, bahkan Pangeran Mahkota Abu Dhabi..
5 jam yang lalu

Dengan Modus Pura-pura Bisa Masukin Korbannya ke Kampus Kedokteran, Umariyah Tipu Hingga Ratusan Juta

Beritacenter.COM - Umariyah (31), harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah melakukan penipuan. Dengan modus..
5 jam yang lalu

Keren... Tak Hanya Orang Jawa dan Sunda Paham Bahasa Daerahnya, Google Kini Sudah Menguasainya...

Yang terbaru, Google kini berhasil menambahkan penguasaan bahasanya. Para pengguna kini dapat menerjemahkan segala..
5 jam yang lalu

Kabel Diplomatik Iran yang Berada di Irak Bocor, Peran Iran Terbongkar Saat Invasi AS

Diketahui juga jika kabel diplomatik tersebut terdiri dari sekitar 700 halaman laporan dan ditulis terutama pada..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi