Rabu, 18 September 2019 - 10:14 WIB

Video...! Debat Panas "Yenny Wahid vs Benny Wenda" Tentang Papua

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 11 September 2019 | 12:15 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid tampak terlibat debat panas dengan tokoh separatis Papua Benny Wenda. Dalam debat di acara The Stream, Al Jazeera, yang diunggah di YouTube pada 5 September 2019, Senin (8/9/2019), Yenny menekankan dialog, sedangkan Benny ngotot ingin merdeka.

Benny bicara bahwa Indonesia telah menduduki Papua yang telah dijanjikan kemerdekaan oleh Belanda sejak 1961. Menurutnya, Indonesia tak punya hak untuk menduduki Papua pada saat itu. Benny juga menambahkan soal perbedaan antara Papua dan wilayah lain di Indonesia sebagai alasan memisahkan diri.

“Kami telah terpisah, kami berbeda, secara geografis, budaya, bahasa, kami tak pernah menjadi bagian Indonesia. Itulah kenapa mereka memanggil kami ‘monyet’,” kata Benny, merujuk pada insiden ujaran bernada rasisme di Surabaya pada pertengahan Agustus lalu.

Yenny menyatakan keragaman suku bukan berarti halangan untuk bisa bersatu dalam bingkai Indonesia. Hidup bersama bisa dibina lewat proses politik yang baik.

“Beragamnya kelompok etnis bukan berarti kita tidak bisa hidup dalam harmoni. Yang kita butuhkan adalah proses politik. Ambil contoh Amerika Serikat, ada banyak orang dari banyak etnis dan latar belakang, namun mereka mampu hidup koeksis secara damai,” kata Yenny.

Benny kemudian mengklaim 500 ribu orang di Papua telah dibunuh sejak 1963. Hingga kini, menurut Benny, aksi kekerasan terus berlangsung, termasuk pembunuhan, pemerkosaan, hingga penahanan. Pembawa acara Al Jazeera di tayangan ini, Femi Oke, kemudian meminta tanggapan Yenny, apakah benar bahwa Indonesia tak punya hak mengklaim Papua sebagai bagian dari wilayahnya sebagaimana ditegaskan Benny.

“Perjanjian New York (1962) yang disebut Benny, kemudian tahun 1969 (Penentuan Pendapat Rakyat), telah memberikan Papua ke Indonesia. Papua adalah bagian dari Indonesia,” kata Yenny.

Timpal-menimpal dan memotong pembicaraan terjadi beberapa kali. Yenny menjelaskan masalah di Papua disebabkan isu pembangunan, isu transparansi, dan pemerintahan yang tidak baik. Otonomi khusus yang diberikan Indonesia kepada Papua belum dijalankan dengan sempurna, sehingga pembangunan juga tidak maksimal.

“Papua tidak meminta pembangunan, Papua minta penentuan nasib sendiri,” ujar Benny merespons Yenny.

Yenny juga menanggapi klaim Benny perihal ratusan ribu orang yang menjadi korban kekerasan di Papua selama puluhan tahun. Yenny memahami ada lingkaran kekerasan yang terjadi di Papua hingga saat ini.

“Namun itu bukan selalu dilakukan oleh Indonesia, tapi juga oleh pihak pergerakan Papua Merdeka (kelompok kriminal sipil bersenjata Papua/KKSB),” kata Yenny.

Saling sergah terjadi menyoroti kondisi di Papua. Bila ingin perdamaian terwujud, referendum harus dilakukan. Kemudian Femi Oke selaku pembawa acara bertanya ke Yenny soal referendum sebagai syarat perdamaian. Yenny mengetengahkan semua warga Indonesia bersimpati atas kekecewaan warga Papua terhadap umpatan bernada rasisme di Surabaya. Kini yang diperlukan untuk mewujudkan damai adalah dialog.

“Ini adalah proses yang kami terus dorong, yakni lebih banyak dialog, lebih banyak mendengar satu dan lainnya. Dasar pemikiran bersama yang lebih baik bagi saya dan Benny bahwa kami berdua ingin kondisi yang lebih baik untuk orang Papua, kami sama-sama ingin kesejahteraan untuk orang Papua, kami sama-sama ingin demokrasi untuk Papua. Caranya adalah mendengarkan satu sama lain,” tutur Yenny.

Benny terus mengungkit pokok pikiran terkait insiden di Surabaya yang berisi umpatan bernada rasisme itu. Kemudian Al Jazeera menayangkan video pernyataan Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Victor Yeimo yang mendesak Indonesia membawa kasus Papua ke PBB agar PBB mensupervisi referendum Papua.

Di akhir acara, Yenny kembali menegaskan poin soal kekerasan di Papua. Masalah ini sudah berlangsung lama tapi tak melulu dilakukan oleh militer Indonesia.

“Salah satu problem di papua adalah lingkaran kekerasan yang terjadi sekarang. Bukan saja oleh militer Indonesia, tapi juga dilakukan oleh sipil bersenjata di sana, yakni kelompok pro-kemerdekaan. Banyak penduduk sipil terbunuh. Juga ada kasus kekerasan antar-suku di sana. Kita mencoba memahami konflik Papua. Papua sangat beragam. Ada sekitar 157 suku di sana dan mereka punya bahasa dan adat masing-masing,” tutur Yenny di pengujung acara.

Saksikan Video Debat Panas soal Papua Antara Yenny Wahid vs Benny Wenda :





Fokus : Papua


#Papua Kita Bersudara #Papua #Papua Membara #Papua Damai #Papua Kita Indonesia


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






16 menit yang lalu

Hasil Lengkap Pertandingan Perdana Liga Champions 2019-2020, Juara Bertahan Liverpool Harus Akui Kemampuan Napoli

Dalam pertandingan tersebut, gol kemenangan Napoli atas juara bertahan Liga Champions itu dicetak oleh Mertenz (82') dan Llorente (90+2').
39 menit yang lalu

Hati-hati... Para Hacker Sekarang Fokus Bobol Data ke Perangkat Ini...

Tentu saja hal tersebut perlu diperhatikan. Pengguna Apple selama ini merasa produk yang mereka dunakan memiliki..
45 menit yang lalu

Tangani Karhutla, Polres Lingga Kepri Bentuk Satgas dan Posko Kesehatan

Beritacenter.COM - Guna menanggulangi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian memprihatinkan,..
1 jam yang lalu

Polda Papua Tangkap Ketua KNPB Terkait Kerusuhan di Jayapura

Beritacenter.COM - Tim gabungan Polda Papua menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Agus Kossay. Bestatus..
2 jam yang lalu

Komentar Ayu Ting Ting Tentang Kebakaran Hutan

BeritaCenter.COM - Kabut asap akibat Karhutla di beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sumatra membuat beberapa..
2 jam yang lalu

Iran Tolak Bertemu Empat Mata dengan Donald Trump

Khamenei mengatakan para pemimpin ulama Iran sepakat bahwa semua pejabat di Iran dengan suara bulat mempercayainya.
2 jam yang lalu

Poin-poin Penting Revisi UU KPK

Mendasar pada rapat kerja antara Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan pemerintah, Senin (16/9/2019) kemarin, ada tujuh..
4 jam yang lalu

Setelah Diaudit oleh BPK, PLN Boros Ratusan Miliar Rupiah

BPK mencatat jumlah pemborosan di PLN sebesar Rp 275,19 miliar. Secara lebih rinci temuan ini terjadi pada specific..
4 jam yang lalu

Ingin Terhindar Sakit ? Konsumsilah 5 Makanan Sehat ini

Beritacenter.COM - Semua orang ingin mempunyai badan yang sehat dan terhindar dari penyakit. Salah satu cara yang..
5 jam yang lalu

Persebaya Resmi Datangkan Diego Campos

Beritacenter.COM - Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Diogo Campos dari Kalteng Putra, Selasa sore (17/9/2019)...
6 jam yang lalu

Dua Buruh Tewas Tertimpa Longsor Pasir di Karangasam

Beritacenter.COM - Dua orang buruh galian material tewas seketika terimpa reruntuhan longsing di tebing yang berada..
7 jam yang lalu

Bejat !! Tukang Susu di Bekasi Cabuli Bocah SD

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang penjual susu karena berbuat..
9 jam yang lalu

Sulawesi Utara Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Gorontalo, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Selasa..
10 jam yang lalu

Satpol PP Kota Depok Gelar Razia Miras, Amankan 750 Botol

Beritacenter.COM - Petugas Satpol PP Kota Depok menggelar razia minuman keras (miras) dari berbagai jenis di wilayah..
11 jam yang lalu

Tempo, Topik Utama dan Kepentingan Bisnis

Beberapa waktu ini tempo membuat blunder. Ada banyak reaksi yg terjadi di dunia maya. Sebenarnya cara2 berani yg..
11 jam yang lalu

Makan Ikan Tongkol, Puluhan Siswi Keracunan Massal di Simalungun

Beritacenter.COM - Puluhan siswi di Asrama Putri GKPS Pematang Raya, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami..
12 jam yang lalu

Nyambi Jual Sabu, Pedagang Buah Ditangkap BNN

Beritacenter.COM - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng mengamankan seorang..
12 jam yang lalu

PARAH...! Novel Baswedan "Tuding" Jokowi Punya Kepentingan Revisi UU KPK

Beritacenter.COM - Tanggapan negatif yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi UU KPK..
13 jam yang lalu

Tempo dan Simbol Negara

Ketika sebuah media melansir satu berita, akan ada 2 kelompok yg bereaksi terhadap berita tersebut. Satu kelompok..
15 jam yang lalu

Robot AI Sophia Ngobrol dengan Menteri Kominfo, Ini Yang Dibahas...

Beritacenter.COM - Robot berteknologi Artificial Inteligence meramaikan acara panggung CSIS Global Dialogue. Dalam..
15 jam yang lalu

Nama BJ Habibie Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

BeritaCenter.COM – Nama mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie diusulkan menjadi nama jalan di DKI..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi