Rabu, 18 September 2019 - 09:49 WIB

Membunuh Mimpi dengan Bekal Persepsi

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 11 September 2019 | 13:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Ini artikel kedua saya tentang kiprah "sukses" dewa anak Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pada artikel kedua ini saya ingin belajar bagaimana para dewa anak Indonesia tersebut mengambil sebuah keputusan penting hanya berdasarkan bekal survei persepsi publik.

Syahdan, KPAI yang konon didorong oleh LSM Lentera Anak mengadakan survei persepsi publik tentang nama Djarum. Hasilnya katanya mayoritas publik mempunyai persepsi bahwa Djarum adalah produk tembakau. Hanya berdasarkan hasil survei tersebut KPAI langsung mengambil kesimpulan bahwa PB Djarum dituduh melakukan eksploitasi anak. Hanya berbekal survei yang saya ragukan akurasinya tersebut, KPAI telah sukses besar membunuh mimpi jutaan anak Indonesia untuk bisa menjadi atlet bulutangkis yang bisa mengharumkan nama bangsa dan negara di forum internasional. Luar biasa KPAI !!!

Tanpa mempertimbangkan bahwa PB Djarum telah 50 tahun berjasa besar mendidik dan melahirkan atlet-atlet bulutangkis Indonesia yang telah membanggakan bangsa dan negara; tanpa memperdulikan bagaimana nasib jutaan anak Indonesia yang bermimpi menjadi atlet bulutangkis Indonesia; dan tanpa memberikan solusi bagaimana dengan nasib pembibitan dan pembinaan jutaan anak Indonesia yang telah terpupus mimpi indahnya; para dewa anak Indonesia yang digaji negara untuk melindungi masa depan anak Indonesia justru telah memporak-porandakan nasib jutaan anak Indonesia. Itulah hebatnya KPAI.

Ada pertanyaan yang ingin saya sampaikan kepada KPAI :

PERTAMA, beranikah KPAI membuka ke publik metodologi dan hasil survei yang menjadi landasan keputusan mereka, untuk diaudit akurasi dan validitasnya.

KEDUA, mengapa yang ditanyakan KPAI kepada publik adalah kata Djarum, bukan PB Djarum atau Djarum Badminton Club ?

KETIGA, saya ingin bertanya apa definisi eksploitasi anak versi KPAI. Apakah anak yang diberikan latihan bulutangkis, diberikan makan bergizi dan diberikan beasiswa untuk pendidikan dan hanya dikasih kaos berlabel PB Djarum atau Djarum Badminton Club itu termasuk eksploitasi anak ? Apakah ratusan ribu anak-anak Indonesia yang dipaksa menjadi pengamen jalanan dan pengemis itu tidak menarik perhatian KPAI untuk disebut sebagai eksploitasi anak ? Apakah anak-anak yang dipaksa orangtuanya untuk teriak-teriak khilafah itu bagi KPAI bukan dianggap sebagai kegiatan eksploitasi anak yang menjijikkan ?

KEEMPAT, mengapa komisioner KPAI yang setiap bulannya lahap makan uang rakyat, begitu bodoh dan sembrono dalam mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi nasib jutaan anak Indonesia yang bermimpi menjadi atlet bulutangkis ?

Pertanyaan yang sama ingin saya sampaikan kepada Menteri Negeri Urusan Perempuan dan Perlindungan Anak, Seto Mulyadi dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang memakai kacamata kuda dalam mendukung keputusan brutal dari KPAI. Di mata saya mereka semua seolah bersikap seperti dewa mabuk yang mengeksploitasi isu anak untuk mencari panggung dan sensasi.

Saya sebenarnya berharap Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Wiranto bersikap tegas tentang polemik ini. Tapi ternyata yang keluar tetap "khas Wiranto", hanya pernyataan normatif tanpa solusi. Preeeettt lah

Sekarang saya ingin juga melakukan hal yang sama dengan apa yang telah dilakukan KPAI terhadap PB Djarum. Melakukan survei tentang persepsi masyarakat saat melihat wajah-wajah para komisioner KPAI.

Apa persepsi Anda, begitu melihat tampang para komisioner KPAI saat ini ?

Seperti kelompok orang pendukung khilafah yang saat kampanye Pilpres 2019 kemaren gencar menyerang Jokowi. Itu persepsi saya. Persepsi orang bebas, kan ?

Bagaimana persepsi anda ?

Salam SATU Indonesia,
10092019

(Sumber: Facebook Rudi S kamri)





Fokus : KPAI Obok-obok Olah Raga


#KPAI #KPAI Obok-obok Olah Raga #KPAI Sok Bener #KPAI Bunuh Bibit Atlit Bulutagkis #Bubarkan KPAI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






14 menit yang lalu

Hati-hati... Para Hacker Sekarang Fokus Bobol Data ke Perangkat Ini...

Tentu saja hal tersebut perlu diperhatikan. Pengguna Apple selama ini merasa produk yang mereka dunakan memiliki..
54 menit yang lalu

Polda Papua Tangkap Ketua KNPB Terkait Kerusuhan di Jayapura

Beritacenter.COM - Tim gabungan Polda Papua menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Agus Kossay. Bestatus..
1 jam yang lalu

Komentar Ayu Ting Ting Tentang Kebakaran Hutan

BeritaCenter.COM - Kabut asap akibat Karhutla di beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sumatra membuat beberapa..
1 jam yang lalu

Iran Tolak Bertemu Empat Mata dengan Donald Trump

Khamenei mengatakan para pemimpin ulama Iran sepakat bahwa semua pejabat di Iran dengan suara bulat mempercayainya.
2 jam yang lalu

Poin-poin Penting Revisi UU KPK

Mendasar pada rapat kerja antara Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan pemerintah, Senin (16/9/2019) kemarin, ada tujuh..
3 jam yang lalu

Setelah Diaudit oleh BPK, PLN Boros Ratusan Miliar Rupiah

BPK mencatat jumlah pemborosan di PLN sebesar Rp 275,19 miliar. Secara lebih rinci temuan ini terjadi pada specific..
4 jam yang lalu

Ingin Terhindar Sakit ? Konsumsilah 5 Makanan Sehat ini

Beritacenter.COM - Semua orang ingin mempunyai badan yang sehat dan terhindar dari penyakit. Salah satu cara yang..
5 jam yang lalu

Persebaya Resmi Datangkan Diego Campos

Beritacenter.COM - Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Diogo Campos dari Kalteng Putra, Selasa sore (17/9/2019)...
6 jam yang lalu

Dua Buruh Tewas Tertimpa Longsor Pasir di Karangasam

Beritacenter.COM - Dua orang buruh galian material tewas seketika terimpa reruntuhan longsing di tebing yang berada..
7 jam yang lalu

Bejat !! Tukang Susu di Bekasi Cabuli Bocah SD

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang penjual susu karena berbuat..
9 jam yang lalu

Sulawesi Utara Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Gorontalo, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Selasa..
10 jam yang lalu

Satpol PP Kota Depok Gelar Razia Miras, Amankan 750 Botol

Beritacenter.COM - Petugas Satpol PP Kota Depok menggelar razia minuman keras (miras) dari berbagai jenis di wilayah..
10 jam yang lalu

Tempo, Topik Utama dan Kepentingan Bisnis

Beberapa waktu ini tempo membuat blunder. Ada banyak reaksi yg terjadi di dunia maya. Sebenarnya cara2 berani yg..
11 jam yang lalu

Makan Ikan Tongkol, Puluhan Siswi Keracunan Massal di Simalungun

Beritacenter.COM - Puluhan siswi di Asrama Putri GKPS Pematang Raya, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami..
11 jam yang lalu

Nyambi Jual Sabu, Pedagang Buah Ditangkap BNN

Beritacenter.COM - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng mengamankan seorang..
12 jam yang lalu

PARAH...! Novel Baswedan "Tuding" Jokowi Punya Kepentingan Revisi UU KPK

Beritacenter.COM - Tanggapan negatif yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi UU KPK..
13 jam yang lalu

Tempo dan Simbol Negara

Ketika sebuah media melansir satu berita, akan ada 2 kelompok yg bereaksi terhadap berita tersebut. Satu kelompok..
14 jam yang lalu

Robot AI Sophia Ngobrol dengan Menteri Kominfo, Ini Yang Dibahas...

Beritacenter.COM - Robot berteknologi Artificial Inteligence meramaikan acara panggung CSIS Global Dialogue. Dalam..
14 jam yang lalu

Nama BJ Habibie Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

BeritaCenter.COM – Nama mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie diusulkan menjadi nama jalan di DKI..
15 jam yang lalu

Ada 3 Miliar Orang di Dunia Yang Belum Kenal Teknologi

BeritaCenter.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, ternyata masih banyak yang belum kenal..
15 jam yang lalu

FIFA Tinjau Stadion Manahan Untuk Piala Dunia U-20 2021

Beritacenter.COM - Delegasi FIFA didampingi Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destia meninjau langusng..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi