Rabu, 18 September 2019 - 09:16 WIB

Warga Papua Sepenuhnya Mencintai Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 11 September 2019 | 14:42 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Provokasi kelompok separatis Papua yang terus menerus menyisakan kekhawatiran lunturnya nasionalisme masyarakat. Namun ternyata, hanya sekitar 0,1 persen masyarakat Papua yang menjadi anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), sisanya 99 persen rakyat Papua masih mencintai dan mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat Papua yang mencintai Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Isran Noor selaku Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia (Apkasi) saat itu. Pernyataan tersebut didasari oleh pengalamannya dalam melakukan kunjungan ke berbagai daerah di Papua, dan berbicara langsung dengan para Bupati, anggota DPRD, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat dari berbagai lapisan dalam kapasitasnya sebagai ketua umum Apkasi.

Faktanya gerakan separatis di Papua mendapat penolakan secara tegas dari para tokoh adat di Papua. Mereka juga menolak anggapan bahwa 1 Desember adalah hari kemerdekaan Bangsa Papua. Mereka juga menolak dengan tegas bahwa tanggal 1 Desember sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Papua.

Ramses atas nama tokoh Papua juga menyerukan kepada semua pihak separatis, agar menghentikan semua aksi atau demo yang menyerukan kemerdekaan Papua. Ia menilai aksi tersebut tidak dapat mensejahterakan Papua, justru akan menimbulkan perpecahan bagi Bangsa Indonesia sekaligus masyarakat Papua.

Pada periode pemerintahan Jokowi – JK, MPR sebagai institusi negara telah mengambil langkah konkret dalam mensosialisasikan prinsip – prinsip dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat Papua. Mungkin hal tersebut merupakan bagian dari ‘revolusi mental’ yang saat itu sering digaungkan oleh Joko Widodo.

Komitmen masyarakat untuk tetap bersama Indonesia menjadi penting, karena sebuah bangsa tidak akan pernah sampai ke tujuan yang di cita – citakan apabila visi kebangsaan kita belum menjadi satu. Ibarat pesawat dengan 2 pilot yang memiliki arah tujuan yang berbeda, para penumpangnya tentu akan kebingungan, mau ke arah barat atau ke arah timur. Apabila tidak ada yang mempersatukan, bisa saja tujuan tidak akan sampai dan pesawat akan pecah berantakan.

Tentu kita masih ingat pengalaman pahit atas lepasnya provinsi Timor Timur yang sekarang menjadi Negara Timor Leste. Meski saat itu pemerintah Indonesia telah mengirim generasi muda Timor Timur ke kampus – kampus ternama di Indonesia untuk menempuh pendidikan, namun karena gagal membangun ikatan emosional, maka akhirnya mereka beralih pandangan pada referendum yang dilakukan pada masa presiden BJ Habibie.

Dalam konteks itu pula patut kita pahami bahwa membangun Papua disamping membangun secara fisik maupun sumber daya manusia (SDM), juga tak kalah penting adalah membangun semangat kebangsaan. Hal ini tentu bukan pekerjaan yang ringan di tengah kondisi redefinisi diri orang Papua sebagai orang berumpun Melanesia yang non-Austronesia sedang dan akan terus berlangsung dengan mentransmisikannya dari satu generasi ke generasi Papua berikutnya.

Di tingkat Nasional pemerintah juga memberikan kesempatan kepada orang Papua untuk berkontribusi. Seperti di era Presiden Megawati, ada Manuel Kaisiepo yang menjabat sebagai Menteri Muda Urusan Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia Kabinet Persatuan Nasional.

Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ada orang asli Papua Freddy Numberi yang menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dan Balthasar Kambuaya sebagai menteri Lingkungan Hidup. Selain itu di era Presiden Jokowi ada juga Ibu Yohana Yembise yang menempati posisi sebagai menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Semboyan Bhineka tunggal ika harus di implementasikan secara merata. Masyarakat Papua tentu sudah selayaknya mendapat tempat di daerah luar Papua untuk berkontribusi kepada Negara, tentunya dengan mempertimbangkan kapasitas SDM.

Upaya Pemerintah dalam membangun semangat kebangsaan melalui program dan kinerja pemerintah juga menunjukkan hasil yang baik, dimana 90 persen responden mengatakan puas dengan program – program dari pemerintah pusat di Papua, sementara itu 62 persen diantaranya menyatakan bahwa program – program tersebut berjalan dengan baik.

Belajar dari peristiwa di Jawa Timur pada Agustus lalu, Sikap rasisme terhadap masyarakat Papua tentu harus kita hindari. Hal ini merupakan wujud kita dalam mengamalkan nilai – nilai Pancasila yang sudah menjadi ideologi Bangsa serta sebagai upaya dalam menerapkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perbedaan suku maupun warna kulit tentu tak bisa menjadi alasan untuk tidak bersatu, ucapan dari ‘Sabang sampai Merauke’ yang dengan tegas menunjukkan kedaulatan NKRI jangan sampai berubah. Artinya dengan kita menjaga orang papua, maka kita juga telah menjaga orang Indonesia.


Ditulis Oleh : Edward Krey
Mahasiwa Papua, di Yogyakarta





Fokus : Papua


#Papua Kita Bersudara #Papua #Papua Membara #Papua Damai #Papua Kita Indonesia


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Komentar Ayu Ting Ting Tentang Kebakaran Hutan

BeritaCenter.COM - Kabut asap akibat Karhutla di beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sumatra membuat beberapa..
1 jam yang lalu

Iran Tolak Bertemu Empat Mata dengan Donald Trump

Khamenei mengatakan para pemimpin ulama Iran sepakat bahwa semua pejabat di Iran dengan suara bulat mempercayainya.
1 jam yang lalu

Poin-poin Penting Revisi UU KPK

Mendasar pada rapat kerja antara Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan pemerintah, Senin (16/9/2019) kemarin, ada tujuh..
3 jam yang lalu

Setelah Diaudit oleh BPK, PLN Boros Ratusan Miliar Rupiah

BPK mencatat jumlah pemborosan di PLN sebesar Rp 275,19 miliar. Secara lebih rinci temuan ini terjadi pada specific..
3 jam yang lalu

Ingin Terhindar Sakit ? Konsumsilah 5 Makanan Sehat ini

Beritacenter.COM - Semua orang ingin mempunyai badan yang sehat dan terhindar dari penyakit. Salah satu cara yang..
4 jam yang lalu

Persebaya Resmi Datangkan Diego Campos

Beritacenter.COM - Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Diogo Campos dari Kalteng Putra, Selasa sore (17/9/2019)...
5 jam yang lalu

Dua Buruh Tewas Tertimpa Longsor Pasir di Karangasam

Beritacenter.COM - Dua orang buruh galian material tewas seketika terimpa reruntuhan longsing di tebing yang berada..
6 jam yang lalu

Bejat !! Tukang Susu di Bekasi Cabuli Bocah SD

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang penjual susu karena berbuat..
8 jam yang lalu

Sulawesi Utara Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Gorontalo, Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Selasa..
9 jam yang lalu

Satpol PP Kota Depok Gelar Razia Miras, Amankan 750 Botol

Beritacenter.COM - Petugas Satpol PP Kota Depok menggelar razia minuman keras (miras) dari berbagai jenis di wilayah..
10 jam yang lalu

Tempo, Topik Utama dan Kepentingan Bisnis

Beberapa waktu ini tempo membuat blunder. Ada banyak reaksi yg terjadi di dunia maya. Sebenarnya cara2 berani yg..
10 jam yang lalu

Makan Ikan Tongkol, Puluhan Siswi Keracunan Massal di Simalungun

Beritacenter.COM - Puluhan siswi di Asrama Putri GKPS Pematang Raya, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami..
11 jam yang lalu

Nyambi Jual Sabu, Pedagang Buah Ditangkap BNN

Beritacenter.COM - Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng mengamankan seorang..
11 jam yang lalu

PARAH...! Novel Baswedan "Tuding" Jokowi Punya Kepentingan Revisi UU KPK

Beritacenter.COM - Tanggapan negatif yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas revisi UU KPK..
13 jam yang lalu

Tempo dan Simbol Negara

Ketika sebuah media melansir satu berita, akan ada 2 kelompok yg bereaksi terhadap berita tersebut. Satu kelompok..
14 jam yang lalu

Robot AI Sophia Ngobrol dengan Menteri Kominfo, Ini Yang Dibahas...

Beritacenter.COM - Robot berteknologi Artificial Inteligence meramaikan acara panggung CSIS Global Dialogue. Dalam..
14 jam yang lalu

Nama BJ Habibie Diusulkan Jadi Nama Jalan di Jakarta

BeritaCenter.COM – Nama mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie diusulkan menjadi nama jalan di DKI..
14 jam yang lalu

Ada 3 Miliar Orang di Dunia Yang Belum Kenal Teknologi

BeritaCenter.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, ternyata masih banyak yang belum kenal..
14 jam yang lalu

FIFA Tinjau Stadion Manahan Untuk Piala Dunia U-20 2021

Beritacenter.COM - Delegasi FIFA didampingi Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destia meninjau langusng..
14 jam yang lalu

Awas! Modus Pendanaan Terorisme Dengan Minta Sumbangan ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Koordinator Penelitian Penilaian Risiko Nasional PPATK Patrick Irawan mengungkapkan sejumlah modus..
14 jam yang lalu

Perang Dagang Ternyata Dampaknya Lebih Berbahaya dari Perang Dingin

Beritacenter.COM - Perang dagang antara Amerika Serikat(AS) dan China dinilai lebih berbahaya dibanding perang..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi