Sabtu, 18 Januari 2020 - 02:11 WIB

KPK Lembaga Yang Tak Pernah Dewasa

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 14 September 2019 | 18:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Saya sampai detik ini, gak bisa paham dengan cara berpikir orang2 pinter yang mendukung KPK secara membabi buta itu. Pakai kacamata kuda, yang seolah mendudukkan KPK sebagai lembaga yang paling bersih, suci dari segala dosa, tak tersentuh, dan tak boleh dikoreksi. KPK seolah lembaga yang "sudah selesai", berprestasi paling tinggi, dan berisi malaikat2 yang diturunkan Tuhan langsung dari langit. Padahal prestasi KPK itu terlalu biasa2 saja, bila dilihat dari kewenangan dan kesuperbodian yang diamanatkan negara kepada dirinya. Orang lupa bahwa sesungguhnya ia hanya berbentuk komisi yang bersifat ad hoc, sebuah lembaga penunjang yang sifatnya kelas dua. Ia diadakan karena lembaga yang lebih berwenang dianggap "sedang mandul", Kejaksaan dan Polri khususnya. Lembaga seperti ini sesungguhnya juga hanya tiru2 lembaga sejenis yang ada di Luar negeri. Di negara yang kasus korupsi juga sudah sangat parah dan nyaris mustahil disembuhkan. Di sinilah, kadangkala jadi aneh: harusnya ketika KPK sudah ada, kasus korupsi makin sedikit. Lama2 kehilangan fungsi, lalu dibubarkan dan tugasnya dikembalikan ke lembaga yang menjadi pengampu aslinya. Nah, yang terjadi ada KPK justru korupsi makin banyak dan merajalela. Ribuan kasus yang dilaporkan publik, tak sampai 5% yang ditangani. Bahkan lebih sedikit lagi persentase yang sampai pengadilan dan diputus bersalah. Ironisnya, setiap kali muncul kasus, seolah KPK sedang merayakan kemenangan dan disoraki oleh fans club-nya. Seolah itu kemenangan bagi lembaga ini. Mereka hanya menang dalam pertempuran, tapi sesungguhnya tetap kalah dalam perang. Just win in battle, not in war!

Situasi ini berjalan dari tahun ke tahun, nyaris 17 tahun sejak didirikan tahun 2002. Dan prestasinya semakin buruk, KPK bukannya menangani kasus2 kelas kakap, namun justru ikut masuk kasus yang makin ecek2. Tupoksi kasus yang mustinya bernilai di atas 1 M, sudah lama lenyap. Menurun jadi hanya sekelas Kejaksaan Negeri di angka puluhan atau seratusan juta. Kasus OTT, yang membuat DIY akhirnya pecah telur sebagai provinsi terbersih menguatkan sinyalemen itu. Kasus yang sesungguhnya super memalukan, bagaimana bisa seorang Jaksa yang sesungguhnya bertugas berkoordinasi dengan KPK dan Inspektorat Daerah justru menjadi target. Sejenis jeruk makan jeruk! Kasus ini jadi makin aneh dan membuat publik Jogja heboh karena akhirnya KPK mau juga masuk juga ke daerah ini. Padahal rakyat juga tahu, Jogja tidaklah lebih baik dari provinsi lain. Korupsi juga tumbuh subur, hanya saja berjalan jauh lebih rapi dan kelasnya kecil2an. Hal yang makin aneh, yang terjadi kemudian seolah salah tingkah. Beberapa hari kemudian KPK mengumumkan pemberian hibah rumah sitaan milik Joko Susilo (terpidana kasus Simulator SIM). Sebuah dalem sederhana di lingkungan Jeron Beteng kepada Pemprov DIY untuk dikelola Pemkot Yogyakarta. Sejak kapan KPK bagi2 aset sitaan mereka? Dari kasus ini, saya makin yakin bahwa memang ada yang salah pada diri KPK. Bagaimanapun saya harus setuju dengan Prof. Romli Atmasasmita, Guru Besar Hukum Pidana Unpad Bandung yang sedemikian gemes, jengkel dan muak terhadap KPK. Ia sebagai bidan pembentukan KPK, sedemikian tidak tahan dengan melencengnya sedemikian jauh KPK dari marwah dan semangat asli dibentuknya lembaga ini. Bahkan ia merasa sebagai pendirinya sudah tidak dianggap lagi! How come?

Saya tidak kunjung mengerti, dengan logika para pembela KPK itu. Bagaimana mereka bisa tutup mata bahwa lembaga ini sudah menjadi semacam ATM bagi kelompok Islam radikal. Bagaimana Serikat Pegawai mereka sudah jauh lebih berkuasa daripada para Komisioner-nya. Bagaimana mereka membutakan diri terhadap realitas kasus brengsek Novel Baswedan bisa terjadi? Dalam konteks ini, sebetapa pun tidak adilnya, saya haqul yakin bahwa sampai kapan pun kasus ini tidak akan pernah tuntas. Bukan karena tidak ada keadilan di sana, tapi saking menjijikkannya! Sebetapa pun brengsek dan tidak suka-nya saya dengan figur Fahry Hamzah, ia tidaklah salah2 amat saat bilang betapa sangat tebang pilihnya KPK terhadap para target-nya. Bagaimana Gubernur SI A yang kasusnya lebih banyak dan besar dibiarkan, bagaimana Gubernur Si B yang justru "cuma terindikasi" justru langsung ditangkap. Bagaimana mereka memainkan kasus untuk mempengaruhi elektabilitas Jokowi. Untuk menaikkan? Ya jelas tidak! Jelas untuk menjatuhkan. sebetapa pun menjengkelkannya gaya dan tampang Romi, Si Ketua PPP termuda itu. ia berhak bilang bahwa ia merasa sangat dikerjai. Karena nilai uang "jarahannya" yang diperoleh sesungguhnya bukanlah segmen untuk KPK! Singkat cerita KPK, sudah berubah menjadi alat politik untuk sekelompok kepentingan. Mana penuntasan Kasus Century yang sesungguhnya berujung pada SBY itu? Pun E-KTP? Pun Hambalang. Memble dan non-sen!

Di tengah situasi brengsek dan beroma busuk itulah, situasi ini dimanfaatkan oleh DPR yang memang memiliki intensi melemahkan KPK. Suka tidak suka memang DPR-lah yang paling banyak menjadi korban KPK. Walau sesungguhnya jumlahnya terlalu sedikit dibanding mungkin kasus riilnya. Jika pun ada mereka yang terkena, kemungkinan cuma dua: mereka memang dianggap musuh karena berbeda ideologi atau gank. Atau memang lagi sial saja! Dan saat usulan revisi ini diangkat, Jokowi, sudah memberi jalan tengah: ia menyetujui reviisi walau dengan banyak catatan. Ingat catatan, dengan menghilangkan hal2 yang melemahkan dan memastikan hal2 baru yang menguatkan!

Dan sehari ini, saya melihat betapa lebay dan arogansi-nya para pimpinan dan pegawai KPK, saat mensikapi Firli Bahuri terpilih sebagai Ketua KPK! Dengan Saut Situmorang sebagai simbol potret paling menyebalkan, Sebetapa pun buruk rekam jejak atau kecurigaan terhadap keempat pimpinan baru KPK (satu orang petahana to). Setidaknya ia memberi harapan baru untuk membersihkan KPK dari virus2 kelompok radikalis. Ia memiliki kesempatan mengembalikan fungsi KPK sesuai tracknya: bukan saja memberantas tapi terutama mencegah terjadinya korupsi. Bagi saya itu jauh lebih penting!

Konon mulai hari ini, mereka serentak mundur dan menyerahkan mandat kepada Jokowi. Bukti bahwa di luar tanpa prestasi, mereka ini pengecut dan cuma sejenis beban baru bagi negara ini. Kok bisa jadi lempar handuk bau-nya ke Jokowi. Kok malah jadi yang salah justru Jokowi.

Wahai KPK, jangankan makin dewasa dirimu. Malah semakin kayak anak PAUD saja!

#revisiKPKbersamaJokowi

Sumber : Status Facebook Andi Setijono Mangoenprasodjo





Fokus : KPK


#KPK #UU KPK #KPK Kebakaran Jenggot #Revisi UU KPK #KPK Lembaga Adidaya


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






4 menit yang lalu

Diperiksa Terkait Jiwasraya, Adnan Tabrani Dicecar soal Surat Utang

Beritacenter.COM - Direktur Independen PT Hanson International Adnan Tabrani diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung)..
44 menit yang lalu

Viral! Dua Pria Kuras Kotak Amal Masjid di Medan

Beritacenter.COM - Terecam kamera CCTV, dua orang remaja terlihat sedang mencuri kotak amal di Masjid Silaturrahmi,..
1 jam yang lalu

Tiga Perampok Taksi Online Ditangkap Polisi, Dua Orang Ditembak

Beritacenter.COM - Anggota Subdit III Ditkrimum Polda Metro Jaya berhasil mengamankan tiga pelaku perampokan terhadap..
2 jam yang lalu

Dipecat dari Jabatan Dirut TVRI karena Hak Siar, Ini Kata Helmy

Beritacenter.COM - Dewan Pengawas TVRI telah mencopot Helmy Yahya dari jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) TVRI..
2 jam yang lalu

Dicopot dari Jabatan Dirut TVRI, Helmy Siap Tempuh Jalur Hukum

Beritacenter.COM - Pencopotan Direktur Utama (Dirut) TVRI, Helmy Yahya berlanjut ke jalur hukum. Tim Kuasa Hukum..
3 jam yang lalu

Diterjang Angin Puting Beliung, 5 Rumah di Sulbar Rusak Parah

Beritacenter.COM - Lima rumah warga di Dusun Beluwu, Desa Puccadi, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar,..
4 jam yang lalu

OTT KPK Terhadap Komisioner KPU Cacat Prosedur

Sejumlah pihak menilai penangkapan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan oleh Komisi..
5 jam yang lalu

Nafsu Berujung Maut, Tukang Cilok Bunuh Pemandu Lagu di Puncak Bogor

Beritacenter.COM - Tukang cilok berinisial RA alias B (39) ditangkap polisi karena membunuh seorang pemandu lagu (PL)..
5 jam yang lalu

Banteng, “Lawan” Baru Si Cicak?

Kalau ngomongin soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dulu, sering kali kita membaca judul-judul berita yang..
6 jam yang lalu

Advokat Pencinta Damai Polisikan Pendemo Pro-Anies Soal Poster 'Lengserkan Presiden'

Padahal di dalam konteks ini, demo itu pure masalah banjir bukan masalah politik. Namun dalam persoalan itu yang saya..
6 jam yang lalu

Jokowi Percayakan Kepala Bakamla ke Laksdya Aan Kurnia

BeritaCenter.COM - Laksdya TNI Aan Kurnia ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Kepala Badan Keamanan Laut..
7 jam yang lalu

Mahfud Md Sebut Dugaan Korupsi di Asabri Dari Sumber Terpercaya

BeritaCenter.COM - Menko Polhukam Mahfud Md telah melakukan pertemuan dengan Menteri BUMN Erick Thohir di kantor..
7 jam yang lalu

Jokowi Perintahan Kejaksaan Agung Tuntaskan Kasus Jiwasraya

Beritacenter.COM - Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi..
7 jam yang lalu

Polisi Bongkar Peredaran Dollar Palsu di Apartemen Jaksel, 6.000 Lembar USD 100 Disita!

Beritacenter.COM - Seorang pria berinisial DW alias D ditangkap polisi lantaran membuat uang dollar AS palsu. Tak..
8 jam yang lalu

Bantu Jual Sabu Suaminya, Suniyah Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Suniyah (37) seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota..
8 jam yang lalu

Soal Sunda Empire, Ridwan Kamil : Banyak Orang Stres, Ciptakan Ilusi-ilusi

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut polisi sudah turun tangan soal keberadaan kelompok Sunda..
9 jam yang lalu

Peneliti "Sebut" Anies Cari Muka Masalah Banjir Untuk Pilpres 2024

Beritacenter.COM - Peneliti Populi Center Jefri Ardiansyah mengatakan, Gubernur DKI Anies Baswedan mempolitisasi..
9 jam yang lalu

Tepis Anggapan Dinasti Politik Gibran-Bobby, Jokowi: Dinasti Gimana, Cari Partai Aja Susah

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dirinya tak akan ikut campur mengkampanyekan putra dan..
9 jam yang lalu

Polda Jatim Ambil Alih Kasus Dugaan Pencabulan Santri Oleh Putra Kiai

Beritacenter.COM - Polda Jawa Timur (Jatim) menarik penanganan proses hukum kasus dugaan pencabulan terhadap seorang..
9 jam yang lalu

Jadi Bandar Sabu Si Buntung Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Sat Reskoba Polres Lamongan melakukan penggrebekan di rumah Takim alias Buntung yang juga..
10 jam yang lalu

Polda Jabar Selidiki dan Dalami Kemuculan Sunda Empire-Earth Empire

Beritacenter.COM - Warganet dunia maya, baru-baru ini dihebohkan dengan kemunculan kelompok Sunda Empire. Polda Jabar..
10 jam yang lalu

Tegaskan Sakit Jiwasraya Sudah Lama, Jokowi Akan Reformasi Industri Non Bank

BeritaCenter.COM – Permasalahan yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya dijadikan momentum oleh Presiden Jokowi..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi