Senin, 21 Oktober 2019 - 22:41 WIB

KPK Lembaga Yang Tak Pernah Dewasa

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 14 September 2019 | 18:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Saya sampai detik ini, gak bisa paham dengan cara berpikir orang2 pinter yang mendukung KPK secara membabi buta itu. Pakai kacamata kuda, yang seolah mendudukkan KPK sebagai lembaga yang paling bersih, suci dari segala dosa, tak tersentuh, dan tak boleh dikoreksi. KPK seolah lembaga yang "sudah selesai", berprestasi paling tinggi, dan berisi malaikat2 yang diturunkan Tuhan langsung dari langit. Padahal prestasi KPK itu terlalu biasa2 saja, bila dilihat dari kewenangan dan kesuperbodian yang diamanatkan negara kepada dirinya. Orang lupa bahwa sesungguhnya ia hanya berbentuk komisi yang bersifat ad hoc, sebuah lembaga penunjang yang sifatnya kelas dua. Ia diadakan karena lembaga yang lebih berwenang dianggap "sedang mandul", Kejaksaan dan Polri khususnya. Lembaga seperti ini sesungguhnya juga hanya tiru2 lembaga sejenis yang ada di Luar negeri. Di negara yang kasus korupsi juga sudah sangat parah dan nyaris mustahil disembuhkan. Di sinilah, kadangkala jadi aneh: harusnya ketika KPK sudah ada, kasus korupsi makin sedikit. Lama2 kehilangan fungsi, lalu dibubarkan dan tugasnya dikembalikan ke lembaga yang menjadi pengampu aslinya. Nah, yang terjadi ada KPK justru korupsi makin banyak dan merajalela. Ribuan kasus yang dilaporkan publik, tak sampai 5% yang ditangani. Bahkan lebih sedikit lagi persentase yang sampai pengadilan dan diputus bersalah. Ironisnya, setiap kali muncul kasus, seolah KPK sedang merayakan kemenangan dan disoraki oleh fans club-nya. Seolah itu kemenangan bagi lembaga ini. Mereka hanya menang dalam pertempuran, tapi sesungguhnya tetap kalah dalam perang. Just win in battle, not in war!

Situasi ini berjalan dari tahun ke tahun, nyaris 17 tahun sejak didirikan tahun 2002. Dan prestasinya semakin buruk, KPK bukannya menangani kasus2 kelas kakap, namun justru ikut masuk kasus yang makin ecek2. Tupoksi kasus yang mustinya bernilai di atas 1 M, sudah lama lenyap. Menurun jadi hanya sekelas Kejaksaan Negeri di angka puluhan atau seratusan juta. Kasus OTT, yang membuat DIY akhirnya pecah telur sebagai provinsi terbersih menguatkan sinyalemen itu. Kasus yang sesungguhnya super memalukan, bagaimana bisa seorang Jaksa yang sesungguhnya bertugas berkoordinasi dengan KPK dan Inspektorat Daerah justru menjadi target. Sejenis jeruk makan jeruk! Kasus ini jadi makin aneh dan membuat publik Jogja heboh karena akhirnya KPK mau juga masuk juga ke daerah ini. Padahal rakyat juga tahu, Jogja tidaklah lebih baik dari provinsi lain. Korupsi juga tumbuh subur, hanya saja berjalan jauh lebih rapi dan kelasnya kecil2an. Hal yang makin aneh, yang terjadi kemudian seolah salah tingkah. Beberapa hari kemudian KPK mengumumkan pemberian hibah rumah sitaan milik Joko Susilo (terpidana kasus Simulator SIM). Sebuah dalem sederhana di lingkungan Jeron Beteng kepada Pemprov DIY untuk dikelola Pemkot Yogyakarta. Sejak kapan KPK bagi2 aset sitaan mereka? Dari kasus ini, saya makin yakin bahwa memang ada yang salah pada diri KPK. Bagaimanapun saya harus setuju dengan Prof. Romli Atmasasmita, Guru Besar Hukum Pidana Unpad Bandung yang sedemikian gemes, jengkel dan muak terhadap KPK. Ia sebagai bidan pembentukan KPK, sedemikian tidak tahan dengan melencengnya sedemikian jauh KPK dari marwah dan semangat asli dibentuknya lembaga ini. Bahkan ia merasa sebagai pendirinya sudah tidak dianggap lagi! How come?

Saya tidak kunjung mengerti, dengan logika para pembela KPK itu. Bagaimana mereka bisa tutup mata bahwa lembaga ini sudah menjadi semacam ATM bagi kelompok Islam radikal. Bagaimana Serikat Pegawai mereka sudah jauh lebih berkuasa daripada para Komisioner-nya. Bagaimana mereka membutakan diri terhadap realitas kasus brengsek Novel Baswedan bisa terjadi? Dalam konteks ini, sebetapa pun tidak adilnya, saya haqul yakin bahwa sampai kapan pun kasus ini tidak akan pernah tuntas. Bukan karena tidak ada keadilan di sana, tapi saking menjijikkannya! Sebetapa pun brengsek dan tidak suka-nya saya dengan figur Fahry Hamzah, ia tidaklah salah2 amat saat bilang betapa sangat tebang pilihnya KPK terhadap para target-nya. Bagaimana Gubernur SI A yang kasusnya lebih banyak dan besar dibiarkan, bagaimana Gubernur Si B yang justru "cuma terindikasi" justru langsung ditangkap. Bagaimana mereka memainkan kasus untuk mempengaruhi elektabilitas Jokowi. Untuk menaikkan? Ya jelas tidak! Jelas untuk menjatuhkan. sebetapa pun menjengkelkannya gaya dan tampang Romi, Si Ketua PPP termuda itu. ia berhak bilang bahwa ia merasa sangat dikerjai. Karena nilai uang "jarahannya" yang diperoleh sesungguhnya bukanlah segmen untuk KPK! Singkat cerita KPK, sudah berubah menjadi alat politik untuk sekelompok kepentingan. Mana penuntasan Kasus Century yang sesungguhnya berujung pada SBY itu? Pun E-KTP? Pun Hambalang. Memble dan non-sen!

Di tengah situasi brengsek dan beroma busuk itulah, situasi ini dimanfaatkan oleh DPR yang memang memiliki intensi melemahkan KPK. Suka tidak suka memang DPR-lah yang paling banyak menjadi korban KPK. Walau sesungguhnya jumlahnya terlalu sedikit dibanding mungkin kasus riilnya. Jika pun ada mereka yang terkena, kemungkinan cuma dua: mereka memang dianggap musuh karena berbeda ideologi atau gank. Atau memang lagi sial saja! Dan saat usulan revisi ini diangkat, Jokowi, sudah memberi jalan tengah: ia menyetujui reviisi walau dengan banyak catatan. Ingat catatan, dengan menghilangkan hal2 yang melemahkan dan memastikan hal2 baru yang menguatkan!

Dan sehari ini, saya melihat betapa lebay dan arogansi-nya para pimpinan dan pegawai KPK, saat mensikapi Firli Bahuri terpilih sebagai Ketua KPK! Dengan Saut Situmorang sebagai simbol potret paling menyebalkan, Sebetapa pun buruk rekam jejak atau kecurigaan terhadap keempat pimpinan baru KPK (satu orang petahana to). Setidaknya ia memberi harapan baru untuk membersihkan KPK dari virus2 kelompok radikalis. Ia memiliki kesempatan mengembalikan fungsi KPK sesuai tracknya: bukan saja memberantas tapi terutama mencegah terjadinya korupsi. Bagi saya itu jauh lebih penting!

Konon mulai hari ini, mereka serentak mundur dan menyerahkan mandat kepada Jokowi. Bukti bahwa di luar tanpa prestasi, mereka ini pengecut dan cuma sejenis beban baru bagi negara ini. Kok bisa jadi lempar handuk bau-nya ke Jokowi. Kok malah jadi yang salah justru Jokowi.

Wahai KPK, jangankan makin dewasa dirimu. Malah semakin kayak anak PAUD saja!

#revisiKPKbersamaJokowi

Sumber : Status Facebook Andi Setijono Mangoenprasodjo





Fokus : KPK


#KPK #KPK Kebakaran Jenggot #Revisi UU KPK #UU KPK #KPK Lembaga Adidaya


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






32 menit yang lalu

Akibat Terlilit Utang, Pasutri di Tangsel Nekat Menjual Mobil Tetangganya

BeritaCenter.COM - Polsek Pamulang berhasil mengamankan sepasang suami istri (Pasutri) yang nekat menjual mobil..
2 jam yang lalu

Jadi Calon Menhan, Ini Kata Puan Maharani soal Prabowo Subianto

Beritacenter.COM - Ketum Gerindra Prabowo Subianto diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi calon Menteri..
2 jam yang lalu

Masih Diinterogasi, Pemilik Mobil B 1 RI Ngaku Beli Undangan Pelantikan Presiden

Ada undangan warna merah, undangan dia bisa menghadiri pelantikan itu sedang kita cek. Dia katanya beli, tapi ini..
3 jam yang lalu

Ruben Onsu Apresiasi Keputusan Rafi Ahmad Memilih Vakum Dari Dunia Hiburan

Beritacenter.COM - Artis Ruben Onnsu mengapresiasi soal keputusan Rafi Ahmad yang memilih rehat sejenak dari dunia..
3 jam yang lalu

Kasus Penyalahgunaan Ganja, Jefri Nichol Dituntut 10 Bulan Rehabilitasi

Dua, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Jefri Nichol selama 10 bulan dikurangi selama terdakwa ditangkap..
4 jam yang lalu

Polisi Tahan Pemilik Mobil B 1 RI Bermuatan Sajam yang Halangi Tamu Pelantikan Presiden

Beritacenter.COM - Pemilik mobil Nissan Terra bernopol B-1-RI, IL (39), ditetapkan polisi sebagai tersangka, usai..
4 jam yang lalu

Soal Menteri Dari Gerindra, Prabowo : Yang Dipanggil Dua

Beritacenter.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyambangi Istana Negara bersama Edhy Prabowo, Senin..
4 jam yang lalu

Santri Tewas Terjatuh dari Pohon Kelapa Setinggi 6 Meter di Indralaya Sumsel

Beritacenter.COM - Santri bernama Phiter (14) dilaporkan tewas usai terjatuh saat memanjat pohon kelapa, di are..
5 jam yang lalu

Siap Bantu Jokowi di Kabinet, Prabowo: Saya Bantu Beliau di Bidang Pertahanan

Beliau izinkan saya untuk menyampaikan, saya membantu beliau diminta di bidang pertahanan
5 jam yang lalu

Jarang Bermain, Pedro Akan Tinggalkan Chelsea

Beritacenter.COM - Gelandang Chelsea, Pedro Rodriguez dikabakaran akan meninggalkan Chelsea pada bursa transfer musim..
5 jam yang lalu

Sok Sibuk OTT, KPK Melupakan Kasus-Kasus Di Internalnya

Beritacenter.COM - Citra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bersih dan suci seperti yang dipikir masyarakat luas..
5 jam yang lalu

Kebakaran Hanguskan Bangunan Semi Permanen Ponpes di Cianjur

Beritacenter.COM - Kebakaran melanda Pondok Pesantren Salafiyah Salamina, yang berlokasi di Kampung Bantargebang,..
6 jam yang lalu

Merapat ke Istana, Prabowo Gunakan Baju Putih Seperti Calon Menteri

Beritacenter.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dikabarkan akan merapat ke Istana Kepresidenan pada..
6 jam yang lalu

Gerindra Benarkan Jokowi Undang Prabowo ke Istana, Soal Menteri Kah?

Beritacenter.COM - Ketum Gerindra Prabowo Subianto diundang untuk datang ke Istana, tepat dihari Presiden Joko Widodo..
7 jam yang lalu

Rampung dan Kembalikan Berkas Mak Susi ke Jaksa, Polisi : Semoga Segera P21

Beritacenter.COM - Polisi rampung melengkapi berkas kasus Tri Susanti atau Mak Susi dan Syamsul Arifin, setelah..
7 jam yang lalu

PR Jokowi di Periode Kedua

Menghadiri acara bedah buku Jokowi Periode Kedua: Agenda dan Harapan ditulis oleh Dr. Ahmad Suaedy. Di PBNU Jakarta..
7 jam yang lalu

Dua Rumah Terduga Teroris di Bandar Lampung Digeledah Densus 88

Beritacenter.COM - Tim Detasemen Khusus (Densus )88 Antiteror Mabes Polri menggeledah dua rumah terduga teroris di..
7 jam yang lalu

Belum Bertemu Jokowi, Bupati Minahasa Selatan Urung Jadi Menteri?

Beritacenter.COM - Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu disebut batal menjadi menteri di Kabinet..
8 jam yang lalu

Bertemu Jokowi di Istana, Erick Thohir : Lebih Banyak Bahas di Ekonomi

Beritacenter.COM - Pengusaha sukses Erick Thohir bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Dalam..
8 jam yang lalu

Jelang Pengumuman Menteri, Prabowo Akan ke Istana Sore Ini

BeritaCenter.COM – Calon-calon para menteri Presiden Joko Widodo tengah dipanggil ke Istana jelang pengumuman...
8 jam yang lalu

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Zebra Jaya

Beritacenter.COM - Dalam menegakan displin berlalu lintas, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra Jaya 2019 dimana..
8 jam yang lalu

Jokowi untuk Masa Depan

Seorang mahasiswa yang baru semester pertama belajar Teknik Komputer terbinar matanya manakala seorang petinggi..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi