Selasa, 07 April 2020 - 09:32 WIB

"Jangan Biarkan Jokowi Terperangkap Dalam Dilema KPK"

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 14 September 2019 | 20:14 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Oleh: Rudi S Kamri

 

Seperti yang saya tulis dalam artikel pada 9 September 2019 yang berjudul "Jangan Biarkan Jokowi Terperangkap Dalam Dilema KPK" :

Apapun keputusan yang diambil oleh Presiden Jokowi pasti menimbulkan pro dan kontra. Karena semua pihak penuh kepentingan. 

Saya merasa bersyukur sikap Presiden Jokowi dalam menanggapi draft revisi UU KPK yang dituangkan dalam Surat Presiden tertanggal 11 September 2019 kepada DPR RI senada dan seiram dengan saran yang saya tulis dalam artikel tersebut yaitu :


1. Presiden Jokowi tidak menghalangi niat dan inisiatif DPR RI untuk melakukan revisi UU KPK.


2. Presiden Jokowi tidak setuju dengan poin-poin draft UU yang berpotensi akan melemahkan KPK.


3. Presiden Jokowi setuju dengan adanya Dewan Pengawas KPK yang bertujuan untuk memperkuat KPK. Diantaranya Dewan Pengawas KPK tidak boleh dari partai atau pejabat negara lainnya tapi harus diisi dengan tokoh-tokoh nasional yang bersih dan mempunyai kredibilitas tinggi.


4. Pegawai KPK harus merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti instansi negara lainnya.

Menurut saya sikap Presiden Jokowi cukup jelas dan tegas dalam koridor mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi. Namun bagi orang-orang yang mempunyai kepentingan membuat KPK menjadi lembaga "super body" dan tidak tersentuh, sikap bijaksana dari Presiden Jokowi dirasakan tidak cukup. Bagi kelompok ini, pendapat mereka adalah maha benar dan siapapun termasuk Presiden Jokowi harus tunduk dalam keinginan mereka. Arogansi kelompok ini disuarakan secara menggebu-gebu melalui Wadah Pegawai KPK dan sebagian oknum pimpinan KPK. 

Gerakan "kelompok sok merasa maha benar" ini semakin mencari perhatian publik dan sensasi dengan pengunduran diri Saut Sitomorang. Padahal tidak mundur pun, Saut harus mundur pada Desember 2019 karena masa pengabdian yang memang sudah selesai. Alih-alih mendapat perhatian dari Presiden, yang terjadi Presiden Jokowi justru hanya menyatakan bahwa mundur itu adalah hak dan menghormati keputusan Saut.

Langkah zig-zag Saut ternyata diikuti Ketua KPK Agus Rahardjo dan Laode Muhammad Syarief (note : Basaria Panjaitan dan Alexander Marwata tidak ikut). Namun statement Agus tampak lebih halus dan penuh aroma kebimbangan. Dia hanya menyerahkan pengelolaan KPK kepada Presiden. Dia menunggu instruksi Presiden apakah masih ditugaskan mengelola KPK sampai akhir masa tugasnya Desember 2019 nanti atau tidak. 

Bagi yang mengerti sistem ketatanegaraan akan tertawa terbahak-bahak terguling-guling melihat ulah 'childish' dari Agus Rahardjo dan kawan-kawan. Karena dalam UU ditegaskan KPK adalah lembaga negara independen dan bukan lembaga pemerintah di bawah Presiden. Agus dan kawan-kawan hanya seperti orang yang terlihat gamang dan tidak percaya diri yang sedang mencari simpati dan dukungan publik. Tapi dilakukan secara konyol dan norak.

Kalau saya jadi Presiden, saya akan menegur keras sikap ambigu dari Agus Rahardjo dan kawan-kawan. Agus Rahardjo harus diminta memberikan sikap yang tegas apakah masih mau meneruskan tugasnya atau sudah lempar handuk putih menyerah kalah. Kalau Agus dan kawan-kawan memutuskan mengundurkan diri Presiden Jokowi sebagai Kepala Negara bisa segera menunjuk pejabat pelaksana tugas sampai dilantiknya Pimpinan KPK periode 2019 - 2024 pada Desember 2029 nanti.

Negara tidak boleh takluk dan tunduk dengan kemauan sekelompok orang yang ingin membuat KPK negara dalam negara. Kelompok yang anti revisi UU KPK adalah kelompok yang ingin membuat KPK mempunyai kekuasaan absolut dan tidak tersentuh. Kelompok yang ingin menyudutkan Presiden Jokowi ini, sekarang bercokol kuat di tubuh KPK dan disamarkan dalam bentuk wadah pegawai KPK yang dikuasai kelompok tertentu. 

Kita semua ingin KPK kuat dan bekerja dengan profesional. Tapi KPK tidak boleh dibiarkan menjadi lembaga absolut tanpa pengawasan dan merasa memegang otoritas tertinggi hukum di Indonesia. Biaya operasional KPK dan gaji para pegawai KPK itu berasal dari uang rakyat Indonesia termasuk saya. Jadi jangan biarkan mereka bertindak seenaknya semau-maunya.

Pimpinan KPK yang baru sudah terpilih. Secara pribadi saya juga tidak puas dan meragukan integritas personal mereka. Tapi hal ini sudah menjadi keniscayaan proses demokrasi. Jadi kita ikuti saja kiprahnya seperti apa. Kalau mereka melenceng dan membuat performa kerja KPK melempem, nanti kita sikat mereka ramai-ramai. Gitu aja kok repot.

Sekarang kita pelototi peran Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) sebagai wakil pemerintah yang ditugaskan Presiden Jokowi untuk mengawal pembahasan revisi UU KPK di DPR. Mereka harus bekerja keras untuk memastikan poin-poin yang diinginkan Presiden Jokowi untuk memperkuat institusi KPK dapat disetujui DPR.

Saran saya, lebih baik pembahasan revisi UU KPK ini diserahkan pada DPR RI periode 2019 - 2024 dan anggota kabinet kerja Jokowi jilid II. Jadi tidak terburu-buru dan grusa-grusu. Lagian siapa tahu Menkumham Kabinet Kerja Jokowi Jilid II lebih kualified dan lebih profesional dibanding yang sekarang, bukan ?

Salam SATU Indonesia
14092019

 

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)





#KPK #UU KPK #KPK Kebakaran Jenggot #Revisi UU KPK #KPK Lembaga Adidaya


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






27 menit yang lalu

Agen HTI Kolektor Bokep Penghina Presiden Ingin Hancurkan Negara

Setahu saya sih, politik itu bertujuan menegakkan keadilan, sehingga dalam upaya menegakkan keadilan itu sebagai..
1 jam yang lalu

Menteri Agama Imbau Tarawih Dirumah dan Tiadakan Sholat IED Ditengah Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Menteri Agama mengeluarkan surat edaran terkait ibadah Ramadhan dan Idul Fitri di tengah wabah..
1 jam yang lalu

AS Krisis Corona, Ribuan Pasien Dirawat Dengan Obat Anti Malaria

Beritacenter.COM - Pejabat Kesehatan Amerika Serikat (AS) mengatakan ribuan pasien virus corona yang kondisinya sakit..
2 jam yang lalu

Orang Tanpa Gejala Bisa Tularkan Virus Corona, Seperti Apa Ciri-ciri-nya

Beritacenter.COM - Pemerintah baru-baru ini menyinggung adanya sumber penular yang susah terdeteksi dan ditandai...
8 jam yang lalu

Mayat Tanpa Identitas dengan Kondisi Muka Rusak Ditemukan Mengapung di Perairan Aceh Timur

Beritacenter.COM - Warga Aceh digegerkan temuan mayat tanpa identitas mengambang di Perairan Aceh Timur. Mayat itu..
10 jam yang lalu

Nekat!! Pelajar SMA di Tasikmalaya Curi Mobil Milik Mantan Kapolda Jabar

Beritacenter.COM - Polisi berhasil mengamankan satu orang pelajar SMA kelas XI yang nekat mencuri mobil milik mantan..
10 jam yang lalu

Sebar Hoaks Terkait Corona, Dua Pemuda di Jabar Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil memecahkan dua dari 5 kasus penyebaran berita bohong terkait..
11 jam yang lalu

Gegara Uang, Pemuda di Bekasi Aniaya Pacarnya Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Seorang pria berinisial H (34) tega membunuh kekasihnya sendiri karena emosi saat dimintai uang...
11 jam yang lalu

Peneliti Akui Obat Ini Diklaim Bisa Bunuh Virus Corona Dalam Waktu 2 Hari

Beritacenter.COM - Para peneliti di Australia mengakui obat bernama Ivermectin bisa membunuh virus corona..
12 jam yang lalu

Kabar Baik ! Satu Pasien Positif Corona di RSUD Jombang Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Kabar baik kembali datang dari Jombang, Jawa Timur, seorang pasien positif corona (COVID-19) yang..
12 jam yang lalu

Luar Biasa, Kakek Ini Lawan Corona Dengan Bagikan Beras dan Uang ke Warga

Beritacenter.COM - Seeorang pria tuadi Solo membagikan beras dan uang tunai dengan menggunakan mobil sport...
12 jam yang lalu

Kejam!! Mamah Muda di Sumsel Aniaya Bayinya Hingga Tewas Gegara Gamau Makan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang mamah muda di Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunung..
13 jam yang lalu

Tak Perpanjang Kontrak, Wilian Diburu 2 Klub Elite Eropa

Beritacenter.COM - Winger Chelsea, Wilian Borger dikabarkan akan meninggalkan Chelsea pada musim panas 2020. Wilian..
13 jam yang lalu

Karyawan Yang Terkena PHK Diharapkan Ajukan Program Kartu Prakerja

Beritacenter.COM - Ada 1.600 orang di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) mengajukan ke program kartu prakerja...
13 jam yang lalu

Kemenag Keluarkan Aturan Untuk Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Menjelang puasa Ramadan yang dimana ibadah puasa dalam suasana berbeda, seiring terjadinya wabah..
13 jam yang lalu

BNPB Sebut Penerapan PSBB Merupakah Langkah yang Tepat Untuk Hadapi COVID-19

Beritacenter.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengatakan, penerapan Pembatasan..
14 jam yang lalu

Cegah Penyebaran Virus Corona, 20 Orang yang Berkerumun di Jakut Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Sebanyak 20 orang diamankan petugas kepolisian Polres Jakarta Utara karena tidak mematuhi himbauan..
14 jam yang lalu

Asik Cari Ikan di Sungai Leren, Nelayan di Gresik Hilang Tenggelam

Beritacenter.COM - Seorang nelayan, M Khasan (60) warga asal Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik..
14 jam yang lalu

Pengajuan PSBB di Jabar Terhambat, Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Selidiki 50 Ribu Hasil Rapid Test Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sedang berupaya mengajukan pembatasan sosial berskala..
15 jam yang lalu

Mendukung Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Daerah

Covid-19 atau virus corona telah mewabah di berbagai daerah, apalagi dengan adanya masyarakat perantauan yang memaksa..
15 jam yang lalu

Pemda DKI Jakarta Perpanjang Waktu Kerja dari Rumah

Beritacenter.COM - Pemerintah Derah Propinsi DKI Jakarta resmi memperpanjang imbauan pelaksanaan bekerja dari rumah..
15 jam yang lalu

Pemkot Bekasi Gelar Patroli Gabungan untuk Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah Kota (pemkota) Bekasi, Jawa Berat terus menggelar operasi gabungan antara Pemkot,..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi