Senin, 21 Oktober 2019 - 21:01 WIB

"Jangan Biarkan Jokowi Terperangkap Dalam Dilema KPK"

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 14 September 2019 | 20:14 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Oleh: Rudi S Kamri

 

Seperti yang saya tulis dalam artikel pada 9 September 2019 yang berjudul "Jangan Biarkan Jokowi Terperangkap Dalam Dilema KPK" :

Apapun keputusan yang diambil oleh Presiden Jokowi pasti menimbulkan pro dan kontra. Karena semua pihak penuh kepentingan. 

Saya merasa bersyukur sikap Presiden Jokowi dalam menanggapi draft revisi UU KPK yang dituangkan dalam Surat Presiden tertanggal 11 September 2019 kepada DPR RI senada dan seiram dengan saran yang saya tulis dalam artikel tersebut yaitu :


1. Presiden Jokowi tidak menghalangi niat dan inisiatif DPR RI untuk melakukan revisi UU KPK.


2. Presiden Jokowi tidak setuju dengan poin-poin draft UU yang berpotensi akan melemahkan KPK.


3. Presiden Jokowi setuju dengan adanya Dewan Pengawas KPK yang bertujuan untuk memperkuat KPK. Diantaranya Dewan Pengawas KPK tidak boleh dari partai atau pejabat negara lainnya tapi harus diisi dengan tokoh-tokoh nasional yang bersih dan mempunyai kredibilitas tinggi.


4. Pegawai KPK harus merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti instansi negara lainnya.

Menurut saya sikap Presiden Jokowi cukup jelas dan tegas dalam koridor mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi. Namun bagi orang-orang yang mempunyai kepentingan membuat KPK menjadi lembaga "super body" dan tidak tersentuh, sikap bijaksana dari Presiden Jokowi dirasakan tidak cukup. Bagi kelompok ini, pendapat mereka adalah maha benar dan siapapun termasuk Presiden Jokowi harus tunduk dalam keinginan mereka. Arogansi kelompok ini disuarakan secara menggebu-gebu melalui Wadah Pegawai KPK dan sebagian oknum pimpinan KPK. 

Gerakan "kelompok sok merasa maha benar" ini semakin mencari perhatian publik dan sensasi dengan pengunduran diri Saut Sitomorang. Padahal tidak mundur pun, Saut harus mundur pada Desember 2019 karena masa pengabdian yang memang sudah selesai. Alih-alih mendapat perhatian dari Presiden, yang terjadi Presiden Jokowi justru hanya menyatakan bahwa mundur itu adalah hak dan menghormati keputusan Saut.

Langkah zig-zag Saut ternyata diikuti Ketua KPK Agus Rahardjo dan Laode Muhammad Syarief (note : Basaria Panjaitan dan Alexander Marwata tidak ikut). Namun statement Agus tampak lebih halus dan penuh aroma kebimbangan. Dia hanya menyerahkan pengelolaan KPK kepada Presiden. Dia menunggu instruksi Presiden apakah masih ditugaskan mengelola KPK sampai akhir masa tugasnya Desember 2019 nanti atau tidak. 

Bagi yang mengerti sistem ketatanegaraan akan tertawa terbahak-bahak terguling-guling melihat ulah 'childish' dari Agus Rahardjo dan kawan-kawan. Karena dalam UU ditegaskan KPK adalah lembaga negara independen dan bukan lembaga pemerintah di bawah Presiden. Agus dan kawan-kawan hanya seperti orang yang terlihat gamang dan tidak percaya diri yang sedang mencari simpati dan dukungan publik. Tapi dilakukan secara konyol dan norak.

Kalau saya jadi Presiden, saya akan menegur keras sikap ambigu dari Agus Rahardjo dan kawan-kawan. Agus Rahardjo harus diminta memberikan sikap yang tegas apakah masih mau meneruskan tugasnya atau sudah lempar handuk putih menyerah kalah. Kalau Agus dan kawan-kawan memutuskan mengundurkan diri Presiden Jokowi sebagai Kepala Negara bisa segera menunjuk pejabat pelaksana tugas sampai dilantiknya Pimpinan KPK periode 2019 - 2024 pada Desember 2029 nanti.

Negara tidak boleh takluk dan tunduk dengan kemauan sekelompok orang yang ingin membuat KPK negara dalam negara. Kelompok yang anti revisi UU KPK adalah kelompok yang ingin membuat KPK mempunyai kekuasaan absolut dan tidak tersentuh. Kelompok yang ingin menyudutkan Presiden Jokowi ini, sekarang bercokol kuat di tubuh KPK dan disamarkan dalam bentuk wadah pegawai KPK yang dikuasai kelompok tertentu. 

Kita semua ingin KPK kuat dan bekerja dengan profesional. Tapi KPK tidak boleh dibiarkan menjadi lembaga absolut tanpa pengawasan dan merasa memegang otoritas tertinggi hukum di Indonesia. Biaya operasional KPK dan gaji para pegawai KPK itu berasal dari uang rakyat Indonesia termasuk saya. Jadi jangan biarkan mereka bertindak seenaknya semau-maunya.

Pimpinan KPK yang baru sudah terpilih. Secara pribadi saya juga tidak puas dan meragukan integritas personal mereka. Tapi hal ini sudah menjadi keniscayaan proses demokrasi. Jadi kita ikuti saja kiprahnya seperti apa. Kalau mereka melenceng dan membuat performa kerja KPK melempem, nanti kita sikat mereka ramai-ramai. Gitu aja kok repot.

Sekarang kita pelototi peran Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) sebagai wakil pemerintah yang ditugaskan Presiden Jokowi untuk mengawal pembahasan revisi UU KPK di DPR. Mereka harus bekerja keras untuk memastikan poin-poin yang diinginkan Presiden Jokowi untuk memperkuat institusi KPK dapat disetujui DPR.

Saran saya, lebih baik pembahasan revisi UU KPK ini diserahkan pada DPR RI periode 2019 - 2024 dan anggota kabinet kerja Jokowi jilid II. Jadi tidak terburu-buru dan grusa-grusu. Lagian siapa tahu Menkumham Kabinet Kerja Jokowi Jilid II lebih kualified dan lebih profesional dibanding yang sekarang, bukan ?

Salam SATU Indonesia
14092019

 

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)





#KPK #KPK Kebakaran Jenggot #Revisi UU KPK #UU KPK #KPK Lembaga Adidaya


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






21 menit yang lalu

Jadi Calon Menhan, Ini Kata Puan Maharani soal Prabowo Subianto

Beritacenter.COM - Ketum Gerindra Prabowo Subianto diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi calon Menteri..
59 menit yang lalu

Masih Diinterogasi, Pemilik Mobil B 1 RI Ngaku Beli Undangan Pelantikan Presiden

Ada undangan warna merah, undangan dia bisa menghadiri pelantikan itu sedang kita cek. Dia katanya beli, tapi ini..
1 jam yang lalu

Ruben Onsu Apresiasi Keputusan Rafi Ahmad Memilih Vakum Dari Dunia Hiburan

Beritacenter.COM - Artis Ruben Onnsu mengapresiasi soal keputusan Rafi Ahmad yang memilih rehat sejenak dari dunia..
2 jam yang lalu

Kasus Penyalahgunaan Ganja, Jefri Nichol Dituntut 10 Bulan Rehabilitasi

Dua, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Jefri Nichol selama 10 bulan dikurangi selama terdakwa ditangkap..
2 jam yang lalu

Polisi Tahan Pemilik Mobil B 1 RI Bermuatan Sajam yang Halangi Tamu Pelantikan Presiden

Beritacenter.COM - Pemilik mobil Nissan Terra bernopol B-1-RI, IL (39), ditetapkan polisi sebagai tersangka, usai..
2 jam yang lalu

Soal Menteri Dari Gerindra, Prabowo : Yang Dipanggil Dua

Beritacenter.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyambangi Istana Negara bersama Edhy Prabowo, Senin..
3 jam yang lalu

Santri Tewas Terjatuh dari Pohon Kelapa Setinggi 6 Meter di Indralaya Sumsel

Beritacenter.COM - Santri bernama Phiter (14) dilaporkan tewas usai terjatuh saat memanjat pohon kelapa, di are..
3 jam yang lalu

Siap Bantu Jokowi di Kabinet, Prabowo: Saya Bantu Beliau di Bidang Pertahanan

Beliau izinkan saya untuk menyampaikan, saya membantu beliau diminta di bidang pertahanan
3 jam yang lalu

Jarang Bermain, Pedro Akan Tinggalkan Chelsea

Beritacenter.COM - Gelandang Chelsea, Pedro Rodriguez dikabakaran akan meninggalkan Chelsea pada bursa transfer musim..
3 jam yang lalu

Sok Sibuk OTT, KPK Melupakan Kasus-Kasus Di Internalnya

Beritacenter.COM - Citra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bersih dan suci seperti yang dipikir masyarakat luas..
4 jam yang lalu

Kebakaran Hanguskan Bangunan Semi Permanen Ponpes di Cianjur

Beritacenter.COM - Kebakaran melanda Pondok Pesantren Salafiyah Salamina, yang berlokasi di Kampung Bantargebang,..
4 jam yang lalu

Merapat ke Istana, Prabowo Gunakan Baju Putih Seperti Calon Menteri

Beritacenter.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dikabarkan akan merapat ke Istana Kepresidenan pada..
5 jam yang lalu

Gerindra Benarkan Jokowi Undang Prabowo ke Istana, Soal Menteri Kah?

Beritacenter.COM - Ketum Gerindra Prabowo Subianto diundang untuk datang ke Istana, tepat dihari Presiden Joko Widodo..
5 jam yang lalu

Rampung dan Kembalikan Berkas Mak Susi ke Jaksa, Polisi : Semoga Segera P21

Beritacenter.COM - Polisi rampung melengkapi berkas kasus Tri Susanti atau Mak Susi dan Syamsul Arifin, setelah..
5 jam yang lalu

PR Jokowi di Periode Kedua

Menghadiri acara bedah buku Jokowi Periode Kedua: Agenda dan Harapan ditulis oleh Dr. Ahmad Suaedy. Di PBNU Jakarta..
6 jam yang lalu

Dua Rumah Terduga Teroris di Bandar Lampung Digeledah Densus 88

Beritacenter.COM - Tim Detasemen Khusus (Densus )88 Antiteror Mabes Polri menggeledah dua rumah terduga teroris di..
6 jam yang lalu

Belum Bertemu Jokowi, Bupati Minahasa Selatan Urung Jadi Menteri?

Beritacenter.COM - Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu disebut batal menjadi menteri di Kabinet..
6 jam yang lalu

Bertemu Jokowi di Istana, Erick Thohir : Lebih Banyak Bahas di Ekonomi

Beritacenter.COM - Pengusaha sukses Erick Thohir bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Dalam..
6 jam yang lalu

Jelang Pengumuman Menteri, Prabowo Akan ke Istana Sore Ini

BeritaCenter.COM – Calon-calon para menteri Presiden Joko Widodo tengah dipanggil ke Istana jelang pengumuman...
6 jam yang lalu

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Zebra Jaya

Beritacenter.COM - Dalam menegakan displin berlalu lintas, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra Jaya 2019 dimana..
7 jam yang lalu

Jokowi untuk Masa Depan

Seorang mahasiswa yang baru semester pertama belajar Teknik Komputer terbinar matanya manakala seorang petinggi..
7 jam yang lalu

Calon Kuat Menko Perekonomian, ini Tanggapan Airlangga Hartarto

Beritacenter.COM - Politisi Partai Golkar Airlangga Hartarto di isukan menjadi kandidat kuat sebagai Menteri..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi