Jumat, 18 Oktober 2019 - 02:53 WIB

Ada Apa Sebenarnya Dengan KPK?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 19 September 2019 | 20:09 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Apa jadinya jika kejahatan korupsi antara kepentingan Kelompok Oligarkhi bersinergi dengan kepentingan Kelompok Ideologi? Tiga tahun lalu pada bulan Maret 2016, saya pernah diundang oleh Komisioner KPK Irjen Pol Basaria Panjaitan dalam sebuah forum diskusi tertutup. Forum yang mengundang pegiat Anti Korupsi dari berbagai elemen itu, diantaranya membahas salah satu modus korupsi yang nyaris sempurna. Yaitu pembobolan uang negara melalui modus kredit fiktif. Sebuah modus korupsi melalui perbankan yang jauh lebih canggih daripada modus Bank Century. Bedanya, disini sasarannya adalah bank sehat (Plat Merah), bukan bank sakit seperti Century. Dana disuntik dari bawah melalui Kredit Program, bukan Bail Out dari atas. Pencucian Uangnya diduga melalui IPO, dan Lembaga Penjamin dibentuk melaui BUMD yang dinamakan Jamkrida (Jaminan Kredit Daerah). Intinya, sistem dibangun nyaris sempurna tanpa mengotori tangan pelakunya. Sehingga susah diendus!

Ngerinya lagi dalam modus ini, negara diduga "terlibat". Sistem pengawasan perbankan bisa dikatakan "kosong" dalam waktu interval satu tahun. OJK yang seharusnya sudah bisa bekerja efektif per 31 Desember 2012, justru baru bisa menjalankan tugasnya secara penuh setahun kemudian atau per 31 Desember 2013. Dengan begitu, kelompok oligarkhi begitu leluasa mengeruk uang negara. Dengan nilai yang sangat fantastis mencapai trilliunan rupiah. Saat itu, ada dua propinsi yang menjadi sorotan KPK. Yaitu Jawa Timur dan Jawa Barat. Bahkan Abraham Samad selaku Komisioner KPK saat itu, sempat menyatakan bahwa Koruptor Kakap ada di Jawa Timur. Namun akhirnya ia harus tumbang oleh skenario Cicak vs Buaya.

Sementara di Jawa Barat, KPK juga bergerak. Bahkan sempat mengendus keterlibatan Gubernur Aher. Tapi apa lacur, sejak kejadian Cicak vs Buaya, pengusutan kasus korupsi dengan modus kredit fiktif di dua propinsi terbesar itu seperti tersapu angin. Dan tiba-tiba saja, komisioner pengganti seolah membawa angin segar akan membuka kasus tersebut. Termasuk melakukan diskusi dan kajian untuk mengurai dan membuka kotak pandora ATM Politik bermodus kredit fiktif di era pemerintahan SBY itu. Dihadapan para peserta diskusi, KPK berkomitmen akan membayar "hutang" kasus kakap tersebut.

Setahun setelah kajian dan diskusi itu, tepatnya 11 April 2017, tiba-tiba kita dikejutkan kejadian penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan (NB). Kejadian yang hanya selang beberapa jam setelah KPK mengeluarkan Surat Cekal terhadap Setya Novanto (SN) yang terbelit kasus eKTP. Disitulah kejanggalannya! Menurut analisa saya, apa yang menimpa NB seharusnya tidak terjadi secepat itu jika memang dilatar belakangi terbitnya Surat Pencekalan. Dibutuhkan waktu yang cukup untuk menyiapkan pelaku, alat dan observasi lokasi eksekusi. Namun, masyarakat terlanjur menyoroti SN dan surat cekalnya. Saya justru berpikir, jangan-jangan ada penumpang gelap yang hanya menunggu momentum ini. Artinya, SN hanya sebagai pengalih perhatian sekaligus menjadi "tertuduh". Padahal bisa jadi, NB juga sedang mengusut kasus lebih besar yang bisa mengusik kepentingan sebuah oligarkhi. Dan skenario intelijen tingkat tinggi dimainkan oleh mereka dengan umpan SN. Sebagaimana KPK pernah terseret skenario Cicak vs Buaya saat akan mengusut kasus ini.

Setelah kejadian penganiayaan itu, saya menaruh harapan sekaligus simpati setinggi-tingginya terhadap KPK dan khususnya pada Novel Baswedan. Berharap saat sudah pulih, ia semakin kencang membuka kasus yang sedang ditangani dan bisa jadi juga melatarbelakangi penyerangan tersebut. Namun janggalnya, seantero Republik ini fokus pada upaya pengungkapan pelaku penyiramanan. Bahkan ujung-ujungnya malah terbentuk narasi bahwa Jokowi berhutang mata pada Novel Baswedan. Padahal menurut saya, jika kita lebih mendorong pada kasus besar yang sedang ditangani NB, secara otomatis juga mendorong terungkapnya (dalang) kasus penyerangan itu. Inilah yang menurut saya cukup janggal. Bahkan tema "Hutang Mata" termasuk salah satu gorengan menjelang Pilpres 2019. Mirip dengan narasi "Koruptor Berhutang Budi Pada Jokowi" saat ini.

Kejanggalan mandegnya pengusutan ATM Politik di Jawa Barat juga semakin kentara sejak Kepolisian justru lebih aktif bergerak. Bahkan tak lama setelah dilantik, Pj Gubernur Jabar Komjen Pol Iriawan sempat menggeledah rumah dinas Wagub Jabar yang diduga terkait kasus yang membidik Aher. Kini kasus itu sudah ditangani Polri dan Aher juga telah dipanggil untuk diperiksa pada Maret 2019 lalu.

Kini saat isu Talibanisasi KPK vs Pelemahan KPK muncul, beberapa pertanyaan mengganjal dalam benak saya. Jika Talibanisasi benar adanya, bukankah tiga diantara lima Komisioner KPK adalah Non Muslim? Apa bisa? Jika isu itu benar, apakah berarti pengaruh Wadah Pegawai lebih dominan dari Komisioner dalam tubuh KPK?

Dan jika terpilihnya Ketua Komisioner yang baru dari Polri aktif dianggap sebagai pelemahan KPK, bukankah Polri akhir-akhir ini tidak kalah garang dengan mengungkap Kasus Korupsi Besar yang sempat mangkrak ketika ditangani KPK? Apalagi kasus itu menjerat Aher sebagai jajaran elit PKS yang ideologinya identik dengan Talibanisasi.

Yang terakhir, apakah perlunya pengawasan terhadap internal KPK akan memperlemah atau justru memperkuat KPK? Contohnya seperti kasus dugaan korupsi Aher yang sempat terkatung-katung di tangan KPK bisa dikatakan indikasi "lemah"nya KPK. Apakah justru itu pelemahan yang sesungguhnya? Karena jika kasus serupa di Jawa Timur diungkap, dampaknya akan mengusik Kelompok Oligarkhi. Sementara di Jawa Barat mengarah pada kepentingan Kelompok Ideologi.

Jadi, jangan sampai ada dusta di antara kita. Karena saya yakin antara Pemerintah dan KPK sudah sama-sama tahu simpulnya. Dan saya sebagai masyarakat biasa mengambil sikap "wait and see" sambil terus memantau di mana PKS berpihak. Simpel 'kan?

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan





Fokus : KPK


#KPK #KPK Kebakaran Jenggot #KPK Lembaga Adidaya #Polisi Taliban


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






43 menit yang lalu

Begini Kata Jokowi Soal Menteri Barunya

Beritacenter.COM - Penyusunan Kabinet Kerja Jilid II telah rampung. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Presiden..
1 jam yang lalu

Begini Formasi CPNS Yang Dibuka Pemerintah

Beritacenter.COM - Rencananya Pemerintah akan membuka sebanyak 197.117 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada..
2 jam yang lalu

Tim Cobra Polres Lumajang Ringkus 4 Rampok Sadis

Beritacenter.COM - Jajaran Cobra Polres Lumajang melumpuhkan empat perampok yang menggasak rumah milik Tiara (24) di..
3 jam yang lalu

Benarkah Mager Lebih Bahaya dari Merokok? Ini Penjelasan Dokter...

Beritacenter.COM - Di era zaman serba instan ini membuat banyak orang malas bergerak alias mager dan lebih banyak..
4 jam yang lalu

Polisi Buru Pelaku Penculikan Disertai Pembunuhan Bangkit

Beritacenter.COM - Kasus penculikan disertai pembunuhan terhadap korban Bangkit Maknutu Dunirat, warga Malang hingga..
5 jam yang lalu

Syok Suaminya Tewas, Istri Korban Akui Sedih dan Kehilangan

Beritacenter.COM - Seorang istri bernama Mei Nuriawati(28) mengaku sedih atas tewasnya sang suami Bangkit Maknutu..
5 jam yang lalu

Pasar Blabak di Magelang Terbakar Malam ini

BeritaCenter.COM - Pasar Blabak Kelurahan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terbakar malam ini (17/10). Warga..
5 jam yang lalu

Woow.. Juara Bulutangkis Dunia Bertekuk Lutut di Tangan Anak Muda

Dalam pertandingan yang digelar di Odense Sportspark, Odense Denmark, Kamis (17/10/2019), penguasa ranking 6 dunia..
6 jam yang lalu

Soal Jokowi Umumkan Menteri, Moeldoko Bicara Kemungkinan di Hari Pelantikan

Beritacenter.COM - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bicara kemungkinan soal Presiden Jokowi akan mengumumkan nama..
6 jam yang lalu

iPhone SE 2 Akan Hadir di Indonesia dengan Harga Terjangkau

iPhone 2 SE terbaru akan menggunakan SoC yang sama dengan iPhone 11. Fitur lain mencakup 3GB LPDDR4, opsi penyimpanan..
7 jam yang lalu

Malam Ini Petinggi Gerindra Kumpul Dikediaman Prabowo, Bahas Apa...?

BeritaCenter.COM - Para petinggi Partai Gerindra malam ini, Kamis (17/10/2019) berkumpul di kediaman Prabowo..
7 jam yang lalu

Warga Protes Ceceran Tanah Dari Proyek Perumahan Citra di Semanan

BeritaCenter.COM - Akibat Proyek perumahan Citra di kawasan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, banyak warga..
8 jam yang lalu

Pengembangan Penusukan Wiranto, Densus 88 Berhasil Amankan Puluhan Teroris

BeritaCenter.COM - Usai kejadian penusukan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam)..
8 jam yang lalu

Polri Soal Penusuk Wiranto: Abu Rara Juga Perintahkan Anaknya Serang Polisi

Beritacenter.COM - Setelah melakukan berbagai pengembangan, Polri menguak fakta baru terkait kasus penusukan Menko..
8 jam yang lalu

Ketauan Sembunyikan Sabu di Kemaluan, 2 Wanita WN Thailand Dibekuk di Soetta

Beritacenter.COM - Upaya penyelundupan sabu seberat 586 gram oleh dua wanita warga negara Thailand, Chiangka Wandee..
9 jam yang lalu

Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Perairan Pulau Tunda, Ciri-cirinya Sebagai Berikut...

BeritaCenter.COM - Seorang nelayan menemukan mayat tanpa identitas di perairan Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Kamis..
9 jam yang lalu

Presiden Amerika Serikat Enggan Hentikan Perang Dagang Sebelum Hal Ini Terjadi...

Selain itu, Trump juga menyatakan jika kesepakatan perdagangan parsial yang diumumkan pekan lalu masih dalam proses..
9 jam yang lalu

Akibat Kecanduan Gadget, Ratusan Anak Dirawat di RSJ Jakbar

BeritaCenter.COM - Akibat kecanduan gadget, ratusan anak dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jakarta Barat (Jakbar)..
10 jam yang lalu

Kebakaran Hanguskan Peternakan di Situbondo, Ribuan Ayam Mati Terpanggang

Beritacenter.COM - Kebakaran melanda sebuah kadang peternakan ayam di Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, Kabupaten..
10 jam yang lalu

Kepsek SD di Kalimantan Barat Tewas saat Berangkat ke Sekolah

BeritaCenter.COM - Sukirman (54) meninggal dunia saat terlibat perkelahian dengan seseorang berisial TR (40) pada..
11 jam yang lalu

Pasca Penusukan Menko Polhukam, Puluhan Orang Afiliasi ISIS Ditangkap

Diketahui juga jika penangkapan 36 orang tersebut merupakan tindak lanjut dari pengembangan atas penangkapan SA alias..
11 jam yang lalu

Turun Tangan Soal Kucing Dicekoki Ciu, Polisi Datangi Tempat Kerja Pengunggah Video

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian turun tangan menanggapi viralnya video pemuda yang mengaku mencekoki kucing..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi