Sabtu, 18 Januari 2020 - 00:27 WIB

Pertemuan Tokoh Papua Dengan Presiden Jokowi Merupakan Langkah Positif

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 20 September 2019 | 17:10 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Pasca situasi panas di Papua dan Papua Barat, 61 tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama Papua dan Papua Barat hari Selasa (10/9) bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan tersebut merupakan upaya untuk meredam kerusuhan, menciptakan situasi kondusif, menampung aspirasi masyarakat dan wujud konkret upaya untuk memajukan Papua.

Presiden Jokowi menerima aspirasi dari 61 tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Para tokoh yang diundang merupakan perwakilan dari tokoh adat, agama, kepala suku, aktivis, hingga akademisi. Pertemuan tersebut adalah upaya konkret Pemerintah dalam menyerap aspirasi masyarakat dan mewujudkan perdamaian pasca kerusuhan di Papua.

Terdapat sejumlah pejabat yang ikut mendampingi Presiden Jokowi. Beberapa tokoh tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Selain itu turut hadir pula staf khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya.

Hadirnya para menteri menjadi cerminan keseriusan yang selalu siap mengatasi segala persoalan di Papua

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Badan Intelijen Nasional Budi Gunawan. Dalam sambutannya Ia berharap agar melalui pertemuan ini para tokoh Papua dan Papua Barat dapat menyampaikan aspirasinya langsung kepada Jokowi untuk memajukan dan mewujudkan kesejahteraan di Tanah Papua.

Selanjutnya , Kepala BIN Budi Gunawan mempersilakan salah satu tokoh Papua bernama Abisai Rolio untuk menyampaikan aspirasinya. Presiden Jokowi pun terlihat serius mendengarkan aspirasi dari tokoh Papua tersebut.

Secara langsung, Abisai Rolio meminta beberapa hal kepada Jokowi. Mulai dari meminta untuk pemekaran di 5 Provinsi di Papua dan Papua barat hingga membangun istana kepresidenan di Bumi Cenderawasih. Kemudian mereka juga meminta adanya penempatan pejabat eselon 1 dan eselon 2 di sejumlah Kementerian.

Presiden Jokowi mengatakan pihaknya menyetujui upaya pemekaran wilayah Papua menjadi 2-3 daerah baru, pembangunan asrama nusantara, hingga rencana pembentukan Istana Papua.

Pertemuan Presiden Jokowi dan 61 tokoh Papua secara tegas menunjukkan bahwa Pemerintah Jokowi serius dalam mengatasi persoalan Papua, terutama pasca kerusuhan. Oleh sebab itu, perlu dukungan publik untuk menyelesaikan permasalahan dan tetap melakukan pembangunan di Papua.

Pendekatan dialog ini juga perlu dilaksanakan agar kedua belah pihak dapat saling memahami akar permasalahan. Kendati demikian, Tirto.id menilai bahwa Pertemuan antara Presiden Jokowi dengan 61 Tokoh Papua adalah sebuah kontroversi.

Keanehan Tirto. Id yang meragukan pertemuan Presiden Jokowi dan 61 tokoh Papua di Istana Negara patut diragukan. Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto telah memastikan 61 tokoh Papua dan Papua Barat yang bertemu Presiden Joko Widodo telah mewakili masyarakat setempat. Mereka merupakan tokoh masyarakat dan adat.

“Tokoh-tokoh ini, 61 tokoh, sudah disaring betul bahwa mereka betul-betul tokoh masyarakat, tokoh adat,” kata Wiranto saat konferensi pers terkait Papua, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat, 13 September 2019.

Wiranto juga membantah pernyataan beberapa pihak yang menuduh 61 tokoh Papua itu tidak mewakili tokoh Papua dan hanya untuk kepentingan tertentu.

“Saya juga hadir di sana, dan saya juga yakin tidak ada satu kalimat pun yang mengisyaratkan kalau mereka minta jabatan, minta uang. Tidak ada,” katanya.

Wiranto mengatakan, pertemuan itu semata-mata menyampaikan aspirasi tokoh Papua kepada Presiden Jokowi. Wiranto menyebut Jokowi langsung merespons aspirasi rakyat Papua itu.

Membangun kontroversi dengan meragukan kapabilitas 61 tokoh Papua yang bertemu Jokowi jelas adalah tindakan kontra produktif. Di saat setiap orang mulai percaya terhadap penanganan masalah Papua oleh Pemerintah, media justru memperlihatkan langkah sebaliknya.

Pemberitaan media yang meragukan pertemuan 61 tokoh Papua juga berpotensi membangun kebencian dan polemik baru. Jika hal tersebut dilakukan oleh perseorangan maka dapat dimaklumi, namun jika hal ini dilakukan oleh jurnalis maka justru patut untuk menjadi pertanyaan.

Dalam membangun kontroversi, terlihat jelas media tertentu sedang mencari-cari celah untuk menyudutkan Pemerintah, demi mengejar klik bait. Sulit menepis anggapan bahwa upaya itu hanya sebagai cara agar dianggap sebagai media yang terdepan dalam mengabarkan informasi. Faktanya, upaya tersebut justru hanya memancing masalah baru di masyarakat.

Berkaca pada situasi dan kondisi Papua yang berangsur kondusif, semua pihak termasuk pers sebaiknya ikut mengubah pandangannya. Sebagai bagian dari profesionalitas, pers harusnya mampu menerapkan jurnalisme damai sebagai pemersatu masyarakat, dan bukan sebaliknya. Hal itu perlu dilaksanakan mengingat pertemuan Presiden Jokowi dengan masyarakat Papua merupakan upaya nyata untuk mewujudkan Papua agar lebih sejahtera sekaligus menampung aspirasi masyarakat agar permasalahan Papua dapat segera terselesaikan..

Ditulis Oleh : Abner Wanggai
Mahasiswa Papua tinggal di Jakarta





Fokus : Papua


#Papua #Papua Membara #Papua Kita Bersudara #Papua Kita Indonesia #Papua Damai


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






30 menit yang lalu

Dipecat dari Jabatan Dirut TVRI karena Hak Siar, Ini Kata Helmy

Beritacenter.COM - Dewan Pengawas TVRI telah mencopot Helmy Yahya dari jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) TVRI..
1 jam yang lalu

Dicopot dari Jabatan Dirut TVRI, Helmy Siap Tempuh Jalur Hukum

Beritacenter.COM - Pencopotan Direktur Utama (Dirut) TVRI, Helmy Yahya berlanjut ke jalur hukum. Tim Kuasa Hukum..
1 jam yang lalu

Diterjang Angin Puting Beliung, 5 Rumah di Sulbar Rusak Parah

Beritacenter.COM - Lima rumah warga di Dusun Beluwu, Desa Puccadi, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar,..
2 jam yang lalu

OTT KPK Terhadap Komisioner KPU Cacat Prosedur

Sejumlah pihak menilai penangkapan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan oleh Komisi..
3 jam yang lalu

Nafsu Berujung Maut, Tukang Cilok Bunuh Pemandu Lagu di Puncak Bogor

Beritacenter.COM - Tukang cilok berinisial RA alias B (39) ditangkap polisi karena membunuh seorang pemandu lagu (PL)..
4 jam yang lalu

Banteng, “Lawan” Baru Si Cicak?

Kalau ngomongin soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dulu, sering kali kita membaca judul-judul berita yang..
4 jam yang lalu

Advokat Pencinta Damai Polisikan Pendemo Pro-Anies Soal Poster 'Lengserkan Presiden'

Padahal di dalam konteks ini, demo itu pure masalah banjir bukan masalah politik. Namun dalam persoalan itu yang saya..
5 jam yang lalu

Jokowi Percayakan Kepala Bakamla ke Laksdya Aan Kurnia

BeritaCenter.COM - Laksdya TNI Aan Kurnia ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Kepala Badan Keamanan Laut..
5 jam yang lalu

Mahfud Md Sebut Dugaan Korupsi di Asabri Dari Sumber Terpercaya

BeritaCenter.COM - Menko Polhukam Mahfud Md telah melakukan pertemuan dengan Menteri BUMN Erick Thohir di kantor..
5 jam yang lalu

Jokowi Perintahan Kejaksaan Agung Tuntaskan Kasus Jiwasraya

Beritacenter.COM - Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi..
5 jam yang lalu

Polisi Bongkar Peredaran Dollar Palsu di Apartemen Jaksel, 6.000 Lembar USD 100 Disita!

Beritacenter.COM - Seorang pria berinisial DW alias D ditangkap polisi lantaran membuat uang dollar AS palsu. Tak..
6 jam yang lalu

Bantu Jual Sabu Suaminya, Suniyah Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Suniyah (37) seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota..
6 jam yang lalu

Soal Sunda Empire, Ridwan Kamil : Banyak Orang Stres, Ciptakan Ilusi-ilusi

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut polisi sudah turun tangan soal keberadaan kelompok Sunda..
7 jam yang lalu

Peneliti "Sebut" Anies Cari Muka Masalah Banjir Untuk Pilpres 2024

Beritacenter.COM - Peneliti Populi Center Jefri Ardiansyah mengatakan, Gubernur DKI Anies Baswedan mempolitisasi..
7 jam yang lalu

Tepis Anggapan Dinasti Politik Gibran-Bobby, Jokowi: Dinasti Gimana, Cari Partai Aja Susah

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dirinya tak akan ikut campur mengkampanyekan putra dan..
7 jam yang lalu

Polda Jatim Ambil Alih Kasus Dugaan Pencabulan Santri Oleh Putra Kiai

Beritacenter.COM - Polda Jawa Timur (Jatim) menarik penanganan proses hukum kasus dugaan pencabulan terhadap seorang..
8 jam yang lalu

Jadi Bandar Sabu Si Buntung Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Sat Reskoba Polres Lamongan melakukan penggrebekan di rumah Takim alias Buntung yang juga..
8 jam yang lalu

Polda Jabar Selidiki dan Dalami Kemuculan Sunda Empire-Earth Empire

Beritacenter.COM - Warganet dunia maya, baru-baru ini dihebohkan dengan kemunculan kelompok Sunda Empire. Polda Jabar..
8 jam yang lalu

Tegaskan Sakit Jiwasraya Sudah Lama, Jokowi Akan Reformasi Industri Non Bank

BeritaCenter.COM – Permasalahan yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya dijadikan momentum oleh Presiden Jokowi..
8 jam yang lalu

Jaga Stabilitas Jelang Pilkada 2020, Tito Panggil Partai di Luar dan Dalam Parlemen

BeritaCenter.COM - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah bertemu dengan sekjend partai politik yang masuk masuk..
8 jam yang lalu

Jepang Kritik China yang Berusaha Mengklaim Perairan dan Pulau Natuna

Diketahui juga jika Motegi juga menekankan bukan hanya Natuna tetapi juga pulau-pulau lain yang ada di laut China..
8 jam yang lalu

Gak Punya Duit, Delapan Wanita Ini Jual Miss V Ke Pria Hidung Belang

Beritacenter.COM - Delapan perempuan harus berurusan dengan pihak Satreskrim Polres Ponorogo, karena terlibat kasus..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi