Sabtu, 25 Januari 2020 - 11:54 WIB

Upaya Keras Jokowi Menghalau Binatang Piaraan

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 21 September 2019 | 20:38 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Rudi S Kamri

Kalau kita cermati beberapa kejadian yang terjadi akhir-akhir ini, mulai gejolak sosial di Papua, gesekan horizontal terkait isu revisi UU KPK dan kebakaran hutan - lahan (karhutla) serta gangguan nyinyiran oleh orang-orang yang tidak ada kerjaan seperti Sri Bintang Pamungkas semua mengarah secara sentral menunjuk sebagai kesalahan Jokowi. Entah mengapa saya tidak percaya hal tersebut kejadian yang berdiri sendiri. Saya meyakini kejadian-kejadian tersebut adalah saling kait mengkait dan 'by design'.

Tujuannya jelas mengganggu bahkan ada upaya untuk menggagalkan pelantikan Presiden Jokowi untuk jabatan periode kedua pada 20 Oktober 2019. Saya bisa katakan usaha mereka inkonstitusional, ilegal dan saya haqul yakin akan berakhir sia-sia belaka. Dengan pertimbangan dan alasan apapun MPR RI tidak mungkin akan menunda atau menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Karena itu perintah konstitusi.

Kerusuhan dan gejolak sosial di Papua yang sampai saat ini belum reda sepenuhnya, jelas terlihat ada kepentingan kelompok tertentu di dalam negeri yang memprovokasi. Dan tentu saja gejolak di tanah Papua dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok Benny Wenda dan kawan-kawan di luar negeri. Namun ternyata usaha mereka gagal total karena dalam kenyataannya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap menyatakan dengan tegas bahwa Papua adalah merupakan bagian dan kedaulatan penuh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Belum tuntas masalah Papua terselesaikan, isu pelemahan KPK terkait revisi UU KPK sengaja dihembuskan oleh internal KPK dengan cara menjijikkan yaitu menggalang opini publik. Meskipun sudah ada penjelasan secara detail dari Presiden Jokowi dan Prof. Romli Atmasasmita yang merupakan salah satu bidan lahirnya KPK, tetap saja berbagai LSM dan beberapa tokoh nasional serta beberapa gelintir mahasiswa berhasil disesatkan oleh Novel Baswedan dan kawan-kawan. Aneh.

Karhutla demikian juga, hal ini merupakan sub ordinasi atau pembangkangan dari perintah Presiden agar kejadian ini dicegah supaya tidak terjadi. Namun kenyataannya di berbagai daerah seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah kejadian karhutla tetap saja terjadi. Apakah kita sudah melihat Kapolda atau Pangdam yang diganti karena dinilai tidak mampu menjalankan perintah Presiden ? Belum ada. Mengapa mereka tidak diganti ? Entahlah, hanya Tuhan dan atasan mereka yang tahu. Kalau hal ini bukan karena faktor ketidakbecusan aparat negara di daerah bisa jadi kejadian ini merupakan kesengajaan yang bertujuan membuat malu Presiden Jokowi.

Gangguan kecil lainnya adalah nyinyiran kelompok orang kurang kerjaan seperti yang dilakukan Sri Bintang Pamungkas (SBP) dan kawan-kawan. Bagaimana mungkin seorang tersangka kasus makar yang telah dicokok oleh aparat kepolisian pada Desember 2016 tetap bebas berkeliaran dan tetap nyinyir bernarasi keras yang jelas-jelas melawan pemerintah yang sah ? Dan anehnya kelakuan memuakkan SBP dan kawan-kawan tidak ditindak oleh Polri. Lalu bagaimana kabar sangkaan kasus tindakan makar yang dilakukan SBP Desember 2016 lalu ? Apakah sengaja ada pembiaran ? Hanya Polri dan Tuhan yang tahu.

Dari rangkaian kegiatan yang menggangu kenyamanan dan kedamaian masyarakat tersebut saya menduga keras ada tali temali yang saling berkait. Tokoh-tokoh pelaku operasional kerusuhan tersebut ibaratnya hanya binatang piaraan yang sengaja dilepas Sang Tuan. Mereka sengaja dilepaskan, disuruh melakukan keonaran dan pembakaran suhu politik di masyarakat kemudian Sang Tuan datang tampil bak pahlawan seolah-olah berhasil memadamkan api yang sengaja dinyalakan.


Bisa jadi hal tersebut bertujuan mencari muka kepada Presiden untuk mendapatkan kredit poin. Bisa jadi juga hal ini merupakan "tes ombak" untuk mengukur dukungan politik baginya. Tapi apapun alasannya semua ini terlihat sangat merepotkan Presiden Jokowi. Fokus kerja Presiden jadi terganggu dan kredibilitasnya secara sengaja telah dihina-dinakan di depan rakyat.

Rangkaian kegiatan tersebut mudah-mudahan dapat dilihat dengan jernih oleh Presiden Jokowi. Sehingga menjadi evaluasi dan pertimbangan dalam memilih pembantunya yang loyal di Kabinet Kerja Jilid II yang akan datang. Jangan lagi Presiden Jokowi salah memilih orang atau justru secara tidak sengaja memelihara harimau di halaman istana. Sejinak-jinaknya macan, pada suatu kesempatan pasti akan berusaha menggigit tuannya.

Tapi satu hal yang dilupakan oleh para pengganggu Jokowi adalah bahwa Jokowi merupakan salah satu kehendak Tuhan atas Indonesia. Otomatis mayoritas rakyat Indonesia akan tetap kukuh berdiri di depan untuk membentengi Presiden Jokowi. Suara mayoritas rakyat Indonesia adalah suara Tuhan. Jadi artinya suara sekelompok orang yang mengganggu Jokowi adalah suara setan.

Kapan ada cerita setan mengalahkan kehendak Tuhan ? Tidak pernah terjadi, kawan !!!

Salam SATU Indonesia,

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri





Fokus : Kebakaran Hutan


#Kebakaran #Kasus kebakaran #Kebakaran Hutan #Kebakaran Lahan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






4 menit yang lalu

Kebakaran Hanguskan 48 Kios di Pasar Induk Caringan Bandung

Beritacenter.COM - Sebanyak 48 kios di Pasar Induk Caringan, Kota Bandung habis terbakar, Sabtu (25/1/2020)...
1 jam yang lalu

Ratusan Personel Gabungan Amankan Imlek di Wihara Dharma Bhakti Petak Sembilan

Beritacenter.COM - Jajaran personel gabungan dari TNI - Polri disiagakan untuk mengamankan Tahun Baru Imlek 2571 di..
3 jam yang lalu

Negara Ini Yang Pertama di Wilayah Eropa Terpapar Virus Corona Wuhan

Beritacenter.COM - Negara Prancis menjadi wilayah Eropa pertama yang mengkonfirmasi terpapar kasus virus corona..
4 jam yang lalu

Pelaku Begal Warteg Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Pelaku tiga begal yang beraksi di sebuah Warteg di kawasan Petukangan..
5 jam yang lalu

Gempa Mengguncang Negara Turki

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan 6,8 skala richter(SR) mengguncang provinsi Elazig di Turki Timur pada..
6 jam yang lalu

Bosan dengan Istri dan Tak Kuat Menahan Nafsu, Kakek di Pandeglang Cabuli 2 Bocah

Beritacenter.COM - Kakek berinisial ES (66) warga Citumenggung, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Banten,..
7 jam yang lalu

Polisi Usut Laporan Roy Suryo Soal Sunda Empire Terkait Tudingan Tak Mengerti Sejarah

Beritacenter.COM - Petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana, dipolisikan politikus Roy Suryo lantaran menyebut dirinya..
9 jam yang lalu

Soal Bentrokan Massa di Sukabumi, Polisi: Salah Paham Karena Video Viral

Beritacenter.COM - Bentrokan antar dua kelompok massa terjadi dekat area pabrik sepati PT PAI, Kecamata Sukalarang,..
10 jam yang lalu

Iming-imingi Korban Gaji Belasan Juta, Kafe Remang Jakut Rekrut PSK lewat Medsos

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya membongkar praktik prostitusi yang melibatkan wanita ABG di Cafe Khayangan, Rawa..
12 jam yang lalu

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi di Kafe Remang Jakut, PSK ABG Direkrut dari Medsos

Beritacenter.COM - Polisi menangkap enam tersangka penjaja layanan seks ABG di Cafe Khayangan, Rawa Bebek,..
12 jam yang lalu

Bentrokan Antar Dua Kelompok Massa Pecah di Sukabumi

Beritacenter.COM - Dua kelompok massa di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dillaporkan terlibat..
13 jam yang lalu

Ada Pilu di Ultah Megawati ?

Memasuki usia 73 tahun mungkin jadi semacam privelege yang gak bisa dimilikin banyak orang. Privilege itu kemudian..
13 jam yang lalu

Soal Video Banjir Pintu Monas Depan Istana, Sekda DKI Omeli Dishub Tak Cek Kebenaran

Beritacenter.COM - Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Juaini Yusuf, memastikan viral video soal genangan di..
14 jam yang lalu

Mewaspadai Gerakan Radikal di Indonesia

Radikalisme masih menjadi kekhawatiran yang perlu diantisipasi masyarakat dan Pemerintah. Pasalnya, paham Anti..
15 jam yang lalu

Pemenang Tender Penataan Monas, Seperti HANTU Tidak BERUJUD....

Edan! Pemenang Tender Penataan Monas Senilai Rp 71,3 Miliar “Kantor”nya di Rumah Petak Kejanggalan..
15 jam yang lalu

Modus Kasih Permen, Kakek di Pandeglang Cabuli Bocah SD

Beritacenter.COM - Seorang kakek di Pandeglang diamankan petugas kepolisian Polres Pandeglang karena mencabuli bocah..
16 jam yang lalu

Gara-gara Alami Kecelakaan, Pengantin Ini Ijab Kabul Di RS

Beritacenter.COM - Pernikahan tentunya menjadi momen bahagia sehingga tak sedikit orang yang menyiapkan pernikahan..
16 jam yang lalu

Rasain !! DPO Pelaku Curanmor Dihadiahi Timah Panas

Beritacenter.COM - Petugas Polsek Medan Kota menghadiahi timah panas ke pelaku Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus..
17 jam yang lalu

Gubernur Banten Prihatin Dengan Nasib Pegawai Honorer Yang Terancam Putus Kontrak

Beritacenter.COM - Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku sangat prihatin dengan nasib ribuan tenaga honorer baik guru..
17 jam yang lalu

Netizen Sebut Anies Gubernur Kurang Ajar...

Beritacenter.COM - Saat kota lain di seluruh dunia berusaha merawat pepohonan agar kehidupan lebih beradab, di..
17 jam yang lalu

Berikut Jadwal Lengkap MotoGP Musim 2020

Diketahui juga selain Finlandia, Republik Ceko juga mendapat kesempatan menjadi tuan rumah MotoGP. Gelaran MotoGP..
17 jam yang lalu

Perangkat Kulkas Mulai Dikenakan Tarif Bea Masuk

Diketahui juga jika aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengenaan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi