Senin, 21 Oktober 2019 - 22:08 WIB

Upaya Keras Jokowi Menghalau Binatang Piaraan

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 21 September 2019 | 20:38 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Rudi S Kamri

Kalau kita cermati beberapa kejadian yang terjadi akhir-akhir ini, mulai gejolak sosial di Papua, gesekan horizontal terkait isu revisi UU KPK dan kebakaran hutan - lahan (karhutla) serta gangguan nyinyiran oleh orang-orang yang tidak ada kerjaan seperti Sri Bintang Pamungkas semua mengarah secara sentral menunjuk sebagai kesalahan Jokowi. Entah mengapa saya tidak percaya hal tersebut kejadian yang berdiri sendiri. Saya meyakini kejadian-kejadian tersebut adalah saling kait mengkait dan 'by design'.

Tujuannya jelas mengganggu bahkan ada upaya untuk menggagalkan pelantikan Presiden Jokowi untuk jabatan periode kedua pada 20 Oktober 2019. Saya bisa katakan usaha mereka inkonstitusional, ilegal dan saya haqul yakin akan berakhir sia-sia belaka. Dengan pertimbangan dan alasan apapun MPR RI tidak mungkin akan menunda atau menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Karena itu perintah konstitusi.

Kerusuhan dan gejolak sosial di Papua yang sampai saat ini belum reda sepenuhnya, jelas terlihat ada kepentingan kelompok tertentu di dalam negeri yang memprovokasi. Dan tentu saja gejolak di tanah Papua dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok Benny Wenda dan kawan-kawan di luar negeri. Namun ternyata usaha mereka gagal total karena dalam kenyataannya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap menyatakan dengan tegas bahwa Papua adalah merupakan bagian dan kedaulatan penuh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Belum tuntas masalah Papua terselesaikan, isu pelemahan KPK terkait revisi UU KPK sengaja dihembuskan oleh internal KPK dengan cara menjijikkan yaitu menggalang opini publik. Meskipun sudah ada penjelasan secara detail dari Presiden Jokowi dan Prof. Romli Atmasasmita yang merupakan salah satu bidan lahirnya KPK, tetap saja berbagai LSM dan beberapa tokoh nasional serta beberapa gelintir mahasiswa berhasil disesatkan oleh Novel Baswedan dan kawan-kawan. Aneh.

Karhutla demikian juga, hal ini merupakan sub ordinasi atau pembangkangan dari perintah Presiden agar kejadian ini dicegah supaya tidak terjadi. Namun kenyataannya di berbagai daerah seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah kejadian karhutla tetap saja terjadi. Apakah kita sudah melihat Kapolda atau Pangdam yang diganti karena dinilai tidak mampu menjalankan perintah Presiden ? Belum ada. Mengapa mereka tidak diganti ? Entahlah, hanya Tuhan dan atasan mereka yang tahu. Kalau hal ini bukan karena faktor ketidakbecusan aparat negara di daerah bisa jadi kejadian ini merupakan kesengajaan yang bertujuan membuat malu Presiden Jokowi.

Gangguan kecil lainnya adalah nyinyiran kelompok orang kurang kerjaan seperti yang dilakukan Sri Bintang Pamungkas (SBP) dan kawan-kawan. Bagaimana mungkin seorang tersangka kasus makar yang telah dicokok oleh aparat kepolisian pada Desember 2016 tetap bebas berkeliaran dan tetap nyinyir bernarasi keras yang jelas-jelas melawan pemerintah yang sah ? Dan anehnya kelakuan memuakkan SBP dan kawan-kawan tidak ditindak oleh Polri. Lalu bagaimana kabar sangkaan kasus tindakan makar yang dilakukan SBP Desember 2016 lalu ? Apakah sengaja ada pembiaran ? Hanya Polri dan Tuhan yang tahu.

Dari rangkaian kegiatan yang menggangu kenyamanan dan kedamaian masyarakat tersebut saya menduga keras ada tali temali yang saling berkait. Tokoh-tokoh pelaku operasional kerusuhan tersebut ibaratnya hanya binatang piaraan yang sengaja dilepas Sang Tuan. Mereka sengaja dilepaskan, disuruh melakukan keonaran dan pembakaran suhu politik di masyarakat kemudian Sang Tuan datang tampil bak pahlawan seolah-olah berhasil memadamkan api yang sengaja dinyalakan.


Bisa jadi hal tersebut bertujuan mencari muka kepada Presiden untuk mendapatkan kredit poin. Bisa jadi juga hal ini merupakan "tes ombak" untuk mengukur dukungan politik baginya. Tapi apapun alasannya semua ini terlihat sangat merepotkan Presiden Jokowi. Fokus kerja Presiden jadi terganggu dan kredibilitasnya secara sengaja telah dihina-dinakan di depan rakyat.

Rangkaian kegiatan tersebut mudah-mudahan dapat dilihat dengan jernih oleh Presiden Jokowi. Sehingga menjadi evaluasi dan pertimbangan dalam memilih pembantunya yang loyal di Kabinet Kerja Jilid II yang akan datang. Jangan lagi Presiden Jokowi salah memilih orang atau justru secara tidak sengaja memelihara harimau di halaman istana. Sejinak-jinaknya macan, pada suatu kesempatan pasti akan berusaha menggigit tuannya.

Tapi satu hal yang dilupakan oleh para pengganggu Jokowi adalah bahwa Jokowi merupakan salah satu kehendak Tuhan atas Indonesia. Otomatis mayoritas rakyat Indonesia akan tetap kukuh berdiri di depan untuk membentengi Presiden Jokowi. Suara mayoritas rakyat Indonesia adalah suara Tuhan. Jadi artinya suara sekelompok orang yang mengganggu Jokowi adalah suara setan.

Kapan ada cerita setan mengalahkan kehendak Tuhan ? Tidak pernah terjadi, kawan !!!

Salam SATU Indonesia,

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri





Fokus : Kebakaran Hutan


#Kebakaran #Kebakaran Hutan #Kasus kebakaran #Kebakaran Lahan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Jadi Calon Menhan, Ini Kata Puan Maharani soal Prabowo Subianto

Beritacenter.COM - Ketum Gerindra Prabowo Subianto diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi calon Menteri..
2 jam yang lalu

Masih Diinterogasi, Pemilik Mobil B 1 RI Ngaku Beli Undangan Pelantikan Presiden

Ada undangan warna merah, undangan dia bisa menghadiri pelantikan itu sedang kita cek. Dia katanya beli, tapi ini..
2 jam yang lalu

Ruben Onsu Apresiasi Keputusan Rafi Ahmad Memilih Vakum Dari Dunia Hiburan

Beritacenter.COM - Artis Ruben Onnsu mengapresiasi soal keputusan Rafi Ahmad yang memilih rehat sejenak dari dunia..
3 jam yang lalu

Kasus Penyalahgunaan Ganja, Jefri Nichol Dituntut 10 Bulan Rehabilitasi

Dua, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Jefri Nichol selama 10 bulan dikurangi selama terdakwa ditangkap..
3 jam yang lalu

Polisi Tahan Pemilik Mobil B 1 RI Bermuatan Sajam yang Halangi Tamu Pelantikan Presiden

Beritacenter.COM - Pemilik mobil Nissan Terra bernopol B-1-RI, IL (39), ditetapkan polisi sebagai tersangka, usai..
3 jam yang lalu

Soal Menteri Dari Gerindra, Prabowo : Yang Dipanggil Dua

Beritacenter.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyambangi Istana Negara bersama Edhy Prabowo, Senin..
4 jam yang lalu

Santri Tewas Terjatuh dari Pohon Kelapa Setinggi 6 Meter di Indralaya Sumsel

Beritacenter.COM - Santri bernama Phiter (14) dilaporkan tewas usai terjatuh saat memanjat pohon kelapa, di are..
4 jam yang lalu

Siap Bantu Jokowi di Kabinet, Prabowo: Saya Bantu Beliau di Bidang Pertahanan

Beliau izinkan saya untuk menyampaikan, saya membantu beliau diminta di bidang pertahanan
4 jam yang lalu

Jarang Bermain, Pedro Akan Tinggalkan Chelsea

Beritacenter.COM - Gelandang Chelsea, Pedro Rodriguez dikabakaran akan meninggalkan Chelsea pada bursa transfer musim..
4 jam yang lalu

Sok Sibuk OTT, KPK Melupakan Kasus-Kasus Di Internalnya

Beritacenter.COM - Citra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bersih dan suci seperti yang dipikir masyarakat luas..
5 jam yang lalu

Kebakaran Hanguskan Bangunan Semi Permanen Ponpes di Cianjur

Beritacenter.COM - Kebakaran melanda Pondok Pesantren Salafiyah Salamina, yang berlokasi di Kampung Bantargebang,..
5 jam yang lalu

Merapat ke Istana, Prabowo Gunakan Baju Putih Seperti Calon Menteri

Beritacenter.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dikabarkan akan merapat ke Istana Kepresidenan pada..
6 jam yang lalu

Gerindra Benarkan Jokowi Undang Prabowo ke Istana, Soal Menteri Kah?

Beritacenter.COM - Ketum Gerindra Prabowo Subianto diundang untuk datang ke Istana, tepat dihari Presiden Joko Widodo..
6 jam yang lalu

Rampung dan Kembalikan Berkas Mak Susi ke Jaksa, Polisi : Semoga Segera P21

Beritacenter.COM - Polisi rampung melengkapi berkas kasus Tri Susanti atau Mak Susi dan Syamsul Arifin, setelah..
6 jam yang lalu

PR Jokowi di Periode Kedua

Menghadiri acara bedah buku Jokowi Periode Kedua: Agenda dan Harapan ditulis oleh Dr. Ahmad Suaedy. Di PBNU Jakarta..
7 jam yang lalu

Dua Rumah Terduga Teroris di Bandar Lampung Digeledah Densus 88

Beritacenter.COM - Tim Detasemen Khusus (Densus )88 Antiteror Mabes Polri menggeledah dua rumah terduga teroris di..
7 jam yang lalu

Belum Bertemu Jokowi, Bupati Minahasa Selatan Urung Jadi Menteri?

Beritacenter.COM - Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu disebut batal menjadi menteri di Kabinet..
7 jam yang lalu

Bertemu Jokowi di Istana, Erick Thohir : Lebih Banyak Bahas di Ekonomi

Beritacenter.COM - Pengusaha sukses Erick Thohir bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Dalam..
7 jam yang lalu

Jelang Pengumuman Menteri, Prabowo Akan ke Istana Sore Ini

BeritaCenter.COM – Calon-calon para menteri Presiden Joko Widodo tengah dipanggil ke Istana jelang pengumuman...
8 jam yang lalu

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Zebra Jaya

Beritacenter.COM - Dalam menegakan displin berlalu lintas, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra Jaya 2019 dimana..
8 jam yang lalu

Jokowi untuk Masa Depan

Seorang mahasiswa yang baru semester pertama belajar Teknik Komputer terbinar matanya manakala seorang petinggi..
8 jam yang lalu

Calon Kuat Menko Perekonomian, ini Tanggapan Airlangga Hartarto

Beritacenter.COM - Politisi Partai Golkar Airlangga Hartarto di isukan menjadi kandidat kuat sebagai Menteri..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi