Sabtu, 30 Mei 2020 - 11:34 WIB

Membongkar Strategi Jaringan SS Dalam Menguasai KPK Untuk Kepentingan Politik

Oleh : Anas Baidowi | Senin, 07 Oktober 2019 | 16:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said (SS) dikenal sebagai tokoh antikorupsi. Pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah itu diganti oleh Archandra Tahar pada reshuffle kabinet kedua. SS pernah mengikuti Pilgub Jateng pada tahun 2018 berpasangan dengan Ida Fauziyah yang diusung oleh Gerindra dan PKS. Namun perjuangannya gagal dan akhirnya bergabung dengan kubu Capres Prabowo Subianto sebagai penasihat Tim Kampanye Nasional.

Kiprah Sudirman dibidang pemberantasan korupsi bersama beberapa aktivis anti korupsi lainnya memiliki agenda untuk menguasai lembaga anti rasuah (KPK) dengan menempatkan orang kepercayaannya di pos-pos strategis.

Lantas bagaimana strategi Sudirman Said dalam membangun jaringan untuk menguasai KPK.

Pada tahun 1998 Sudirman Said mendirikan Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI). sudirman bersama MTI pada saat itu mendukung percepatan pemberantasankorupsi di Indonesia dengan mendorong penyelesaian beberapa kasus rasuah.

Di masa-masa awal tahun 1998, Sudirman memiliki jaringan MTI seperti; Ahmad Fikri Assegaf yang merupakan Anggota Badan Pengurus MTI. Dia Pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Idonesia dan Pendiri HukumOnline.com (situs internet yang berorientasi pada penegakan supremasi hukum di Indonesia) Partner di LGS Law Firm. Ahmad menyelesaikan LLM di Cornell Law Scholl Amerika Serikat.

Amien Sunaryadi Penyusun Sistem Pemberantasan Korupsi Nasional BPKP. Amien memiliki pengalaman yang luas dalam studi-studi tentang anti korupsi. Amien menjabat sebagai Anggota Badan pelaksana MTI, Anggota Tim Pembentukan Komisi Anti Korupsi.

Bambang Harymurti Pemimpin Redaksi Majalah Mingguan TEMPO. Lebih dari 15 tahun ia berkecimpung dalam bidang jurnalistik.

Chandra Hamzah Anggota Badan Pelaksana MTI. Dia seorang Lawyer pada LGS Law Firm dan mantan Ketua Senat Mahasiswa Universitas Indonesia yang pertama.

Erry Riyana Hardjapamekas Sekretaris Jenderal MTI. Direktur Utama PT Timah Tbk. Komisaris Utama PT Bursa Efek Jakarta. Ketua Majelis Kehormatan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Hamid Chalid menyelesaikan LLM di Melbourne University Australia, aktif diberbagai organisasi sosial kemasyarakatan. Anggota Badan Pelaksana MTI. Mewakili MTI di Tim Gabungan Penyelidikan Tindak Pidana Korupsi.

Pemekaran Jaringan MTI Untuk Mendukung Langkah Sudirman Said Dalam Menguasai KPK

Ahmad Fikri Assegaf
Salah satu pendiri MTI, dalam jaringan Sudirman Said yang bergerak untuk mengkoordinir Akademisi Hukum UI. Saat ini posisi terpentingnya adalah Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum UI. Dia juga ipar dari Najwa Shihab dan Koridor informasi dan pergerakan mahasiswa, Serta jaringan alumni UI dalam persoalan KPK.

Amien Sunaryadi
Pendiri MTI, ditempatkan Sudirman Said sebagai Ketua SKK Migas, dan jadi salah satu jaringan SS Dalam skema Minyak Nasional. Ditugaskan melaporkan semua persoalan energi juga memberi info dalam lingkup Pertamina, serta menjadi Salah satu informan kepada SS terhadap gerakan Jonan dalam Kementerian ESDM. Amien disiapkan, bila Pertamina dikuasai lagi oleh jaringan SS dan Ari Soemarno, untuk mendapatkan posisi Direktur ISC (Jaringan Agen Perdagangan Pengganti Petral di dalam tubuh Pertamina)

Bambang Harimurty
Bambang Harimurty merupakan tokoh sentral dari Pergerakan media yang membela KPK dan juga kepentingan politik Sudirman Said. Jaringannya Kepada wartawan dan tim investigasi. Ia juga yang menugaskan dari subordinat wartawan Wartawannya untuk membocorkan surat surat KPK Sprindik banyak bocor di tangan jaringan Bambang Harimurty dan dimuat di majalah TEMPO. Termasuk Kasus pencalonan Komjen Budi Gunawan ke DPR.

Ia bersama SS sekarang berada dalam satu gerakan pemenangan SS di Jawa Tengah, juga menjadi tim Senyap di KPK dalam urusan media. Dia juga mendirikan MTI bersama Sudirman Said pada tahun 1998.

Chandra Hamzah
Chandra Hamzah pernah menjadi Komisioner KPK, ia adalah sahabat Sudirman Said sejak masa MTI, tugasnya. Dalam operasi Sudirman Said adalah Menggalang dukungan simpatisan KPK Baik di kampus UI maupun jaringan kelas menengah Indonesia. Namanya yang harum sejak kasus BibitChandra, membuat ia menjadi kepercayaan Publik, saat ini ia juga bergabung dengan tim transisi Sudirman Said, dan jadi tokoh utama dalam penggalangan operasi operasi politik Sudirman Said yang berkaitan dengan gerak internal KPK.

Erry Riyana Hardjapamekas
Erry Riyana adalah titik terpenting semua jalur Sudirman Said, dari jalur politik, jalur KPK dan jalur bisnis. Dia menjadi operator politik kelompok SS. Dia mengembangkan banyak proyek, konsultan untuk kepentingan SS. Ia memiliki jaringan ke KPK lewat Wadah Pegawai KPK. Erry, adalah pertaruhan opini publik bagi SS.

Hamid Chalid
Seorang pakar hukum tata negara UI jaringan SS di kelompok ATS. Dia masuk kedalam tim senyap Anies Baswedan dan memihak pada Anies . Hamid kerap mengeluarkan pendapat di massa pilkada 2017 dengan menyudutkan Ahok. Hamid merupakan senjata SS diranah hukum tata negara termasuk dalam konseptor menggagalkan legalitas pansus DPR RI terhadap KPK.

Jaringan MTI
Sudah jelas bila ditelusuri secara mendalam maka jaringan MTI, adalah jaringan inti yang mempengaruhi KPK dan juga operator bagi Sudirman Said. Jaringan ini mengkamuflase dirinya sebagai kelompok bersih tapi nyatanya adalah sekelompok yang mengejar jabatan. Mereka menggunakan KPK sebagai Marketplace Politics.

Sudirman Said di Politik Bisnis Minyak Indonesia
Tujuan utama dalam menguasai KPK adalah untuk menguasai jaringan perdagangan minyak di Indonesia. Ditempatkannya banyak pegawai pegawai KPK yang terafiliasi dengan ATS dalam soal perdagangan minyak.

ISC dalam tubuh Pertamina adalah unit anak usaha yang akan jadi alat dalam perdagangan minyak menggantikan posisi Petral melalui perusahaan broker bernama Concord dibawah Ari Soemarno.

Jaringan tokoh tokoh MTI dijadikan alat politik untuk menguasai Indonesia pada tahun 2019.

Bocornya surat Surat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno terkait kekhawatiran terhadap keadaan PT PLN Persero merupakan kebutuhan internal.

Kemenkeu menganggap hal tersebut tindakan melanggar peraturan dan disiplin administrasi negara dan tidak sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Ada indikasi permainan Sudirman Said.

Cara Sudirman Said Menguasai KPK

Sudirman Said menggunakan jaringan Pramadina, dan menempatkan Novel Baswedan sebagai tim khusus jaringan MTI di KPK.

Penyidik KPK Novel Baswedan merupakan komandan paling dipatuhi di wadah pegawai KPK yang menjadi tangan utama SS di lembaga antirasuah, bila terdapat bukti yang kuat hubungan antara SS dan KPK maka cukuplah untuk merestrukturisasi KPK dari atasa hingga bawah.

Sudirman Said dan Bambang Widjojanto
Hubungan Bambang dan SS sangat penting dalam infiltrasi ke KPK sekaligus membaca gerakan politik praktisnya. Hubungan ini adalah pintu paling kuat membongkar permainan SS dalam internal KPK dimana Bambang sebagai eks Komisioner yang memiliki pengaruh kuat di dalam wadah pegawai KPK dan memasukkan kepentingan-kepentingan politik SS.

Pembongkarang Jaringan
Menguasai KPK untuk kepentingan politik adalah sebuah kejahatan serius, bukti-bukti sudah cukup kuat keterlibatan kepentingan politik Sudirman Said ke dalam internal tubuh KPK, bisa dilakukan penangkapan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Densus Anti Korupsi.

Yang terjadi saat gerakan Bachtiar di KPK. Tempo, kumparan, dan Tirto sebagai operator gerakan media.

Jika kita lihat kasus Papa Minta Saham, publik harus tahu data rekaman ini adalah milik KPK yang diserahkan pada Sudirman Said dalam operasi pendongkelan Setya Novanto dan menghantam Luhut dan ini adalah permainan tabu KPK.

Operasi pembeberan Sudirman Said atas rekaman ini bukanlah operasi politik suci membantai koruptor tapi sebuah operasi politik murni perebutan kekuasaan, dan Sudirman Said menggunakan data rekaman KPK untuk tujuan-tujuan perebutan kekuasaan.

Banyak yang mengira data rekaman itu milik Maroef, padahal data rekaman yang dibeberkan ke publik adalah data sadapan gelap oknum KPK yang tujuannya hanya satu: "Penyingkiran Novanto dan melabur hitam nama Luhut Binsar Panjaitan" dalam pertarungan di ring satu Istana dan konflik internal Golkar. Kemudian, rekaman gelap itu dijadikan bisnis oleh salah satu media.

Bila kemudian Sudirman terbukti menggunakan data rekaman KPK itu untuk tujuan-tujuan politik maka disinilah KPK sudah diceburkan Sudirman Said pada lembah kelam sejarah.

 

 





#Berita Center #Berita Kriminal Indonesia #KPK #Sudirman Said


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






19 menit yang lalu

Kesalahanmu Dalam Berinternet Akan Tersimpan Disini

Beritacenter.COM - Para perselancar dunia maya harus ekstra hati-hati jika mengunggah apa saja di sosial media, mulai..
1 jam yang lalu

Waktu Sekolah Akan Dikurangi di Skenario New Normal

Beritacenter.COM - Pemerintah menyiapkan Protokol untuk mencegah merebaknya virus Corona (COVID-19). Saat ini..
2 jam yang lalu

WHO Resmi Diputus Hubungan oleh AS

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutus hubungan dengan Organisasi..
3 jam yang lalu

Pasukan Brimob Bagikan Paket Sembako ke Warga

Beritacenter.COM - Tim Batalyon A Pelopor Brimob Polda DIY memberikan sembako sebagai bakti sosial (baksos)...
13 jam yang lalu

Angkut Penumpang Tanpa SIKM, Travel Ilegal Terjaring Razia di Depok

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menyetop kendaraan pariwisata atau travel yang nekat membawa pemudik..
13 jam yang lalu

Warga Lahat Digegerkan Temuan Mayat Penuh Luka di Pinggir Jalan, Polisi : Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Warga Kecamatan Gumay Talang digegerkan temuan mayat penuh luka di pinggir jalan, Lahat, Sumatera..
15 jam yang lalu

Gegara Rem Blong, Truk Bermuatan Sayur Terjun Bebas ke Jurang di Jambi

Beriitacenter.COM - Sebuah truk diesel bermuatan sayur mengalami kecelakaan di jalan Desa Muara Emat, Batang..
17 jam yang lalu

Luapan Kekecewaan Risma saat Mobil PCR BNPB Dibawa ke Tulungagung dan Lamongan

Beritacenter.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini seketika merasa kecewa dan sedih saat mendengar ratusan..
18 jam yang lalu

Sempat Positif Corona Setelah Melahirkan, Ibu di Kudus Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Ibu hamil berinisial M (35) warga Desa Trenggeles, Kecamatan Mejobo, sempat terkonfirmasi positif..
19 jam yang lalu

Diamankan Terkait Postingan Hoax soal Jokowi di Twitter, Pria di Cianjur Ngaku di Hack

Itu akun saya, tapi saya tidak tahu (postingan) pak, akun saya di-hack
20 jam yang lalu

Dukung Pelibatan TNI-Polri Disiplinkan Masyarakat, NasDem: Demi Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

BeritaCenter.COM - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mendukung upaya presiden Jokowi menerapkan tatanan normal..
20 jam yang lalu

Dukung Jokowi soal New Normal, Golkar: Kebijakan Strategis Tanpa Abaikan Penanganan Corona

BeritaCenter.COM - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mendukung kebijakan Presiden Jokowi yang tengah..
21 jam yang lalu

Jokowi Siapkan Kebijakan New Normal, NasDem: Bagus dan Perlu Didukung

BeritaCenter.COM - Partai NasDem mendukung rencana presiden Jokowi untuk menerapkan tatanan normal baru atau 'new..
21 jam yang lalu

Berubah! Dokter Ini Pakai Kostum Unik Saat Periksa Pasien

Beritacenter.COM - Dokter bernama Rollando Erric Manibuy memiliki cara untuk menghibur para pasiennya di Rumah..
21 jam yang lalu

Gerindra Dukung Jokowi Persiapkan New Normal dengan Melibatkan TNI-Polri

BeritaCenter.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Putih Sari mendukung upaya Jokowi yang menerjunkan..
22 jam yang lalu

Pemerintah Siapkan Protokol Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona

BeritaCenter.COM - Protokol untuk masyarakat agar dapat kembali produktif namun tetap aman dari COVID-19 tengah..
22 jam yang lalu

Kabar Baik! Pemeriksaan Spesimen Corona Capai Target, Pakar UGM Minta Dipertahankan Secara Konsisten

BeritaCenter.COM - Pakar Epidemiologi Universitas Gajah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad meminta pemerintah..
22 jam yang lalu

Suami Ini Tebas Leher Istrinya Setelah Lebaran

Beritacenter.COM - Setan apa yang merasuki HI (29) warga Dusun II, Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat,..
23 jam yang lalu

Geger !!! Warga Temukan Kerangka Manusia Misterius di Bogor

Beritacenter.COM - Warga di Kampung Cigorowong, Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat..
1 hari yang lalu

Setubuhi Bocah Dibawah Umur, Seorang Remaja di Makassar Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Seorang remaja bernama Pandi alias Lele (25) ditangkap Tim Jatanras Polrestabes Makassar karena..
1 hari yang lalu

Media Sebagai Sarana Psy Ops Politik Menyerang Presiden Jokowi?

Beberapa hari terakhir, penulis mendapat message dari beberapa teman tentang adanya psychological Operation, berita..
1 hari yang lalu

Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas, Motor Yamaha Vixion Terbakar Hebat

Beritacenter.COM - Motor Vixon terbakar hebat setelah terlibat kecelakaan di jalur pantura Tuban, tepatnya Desa..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi