Senin, 09 Desember 2019 - 05:14 WIB

Mengapa Wiranto Jadi Target Teroris?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 07:10 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Marsda Pur Prayitno Ramelan (Pengamat Intelijen)

Siang tadi, Kamis (10/10/ 2019) sekitar Pukul 11.50 di depan Gerbang Lapangan Menes Ds. Purwaraja Kec. Menes Kabupaten Pandeglang telah terjadi serangan berupa penusukan terhadap Menko Polhukam, Wiranto yang mengalami luka di bagian perut bawah.

Serangan brutal yang dilakujan sepasang suami isteri itu juga menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka-luka. Keduanya adalah Kompol Dariyanto SH, MH ( Kapolsek Menes ), serta Sdr. H. Fuad staf Menko Polhukam.

Pelaku dan Kronologi Kejadian

Dari hasil pemeriksaan para pelaku yang berhasil ditangkap, pertama, SA alias ABU RARA, Medan, 24/08 / 1988 (31 th), alamat Jl. Syahrial VI No 104 LK, Ds, Tanjung Mulia Hilir, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatra Utara.

Kedua, Fitri Andriana binti
Sunarto (21th), Brebes 5/5/1998, alamat Ds, Sitanggai Kec. Karangan Kab. Brebes. (Saat ini yang bersangkutan mengontrak di Kp. Sawah Ds/ Kec .Menes Kab. Pandeglang ).

Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan menyebutkan SA alias Abu Rara, pelaku penusukan merupakan anggota kelompok JAD Bekasi. Abu Rara juga terkait dengan para terduga teroris yang ditangkap Densus 88/Antiteror di Bekasi beberapa waktu lalu. Dari Bekasi SA pindah ke Bogor kemudian di fasilitasi Abu Syamsudin dan kemudian pindah ke Menes.

Pelaku melakukan serangan brutal sejenis Kunai (pisau lempar Ninja) ya g sangat tajam, sehingga mengakibatkan luka tusuk selain Wiranto di perut, serta Fuad, staf Menko Polhukam luka di dada. Sementara Kompol Dariyanto mengalami luka di punggung diserang si isteri. "Untuk perempuan itu (menyerang) menggunakan gunting menyerang Kapolsek dari belakang," kata Kepala Urusan Penerangan Umum Polda Banten M Ridzky di Polsek Menes, Pandeglang

Sebelum ditusuk, Wiranto sempat menghadiri acara di Universitas Mathlaul Anwar.
Penusukan terjadi, pada saat Wiranto turun kendaraan dan hendak kembali dengan helikopter ke Jakarta lewat Alun-alun Menes. Saat itu pelaku dari belakang mobil melakukan serangan brutal. Menko Wiranto dibawa ke RS di Pandeglang, kemudian diterbangkan ke Jakarta dengan helikopter ke RSGS. Dilaporkan kondisinya stabil setelah dilakukan operasi.

Analisis

Seperti yang penulis anslisis pada artikel sebelumnya bahwa menjelang atau pada hari pelantikan Presiden Jokowi serta Wakil Presiden Ma'ruf Amin, tanggal
20 Oktober 2019 ada potensi pendompleng beraksi bila terjadi demo atau kumpulan massa. Pendompleng itu adalah kader atau simpatisan yang tergabung dalam JAD (Jamaah Anshorut Daulah) yang berafiliasi ke ISIS.

Sel tidur ISIS yg sudah cukup lama tidak beraksi kini mulai menggeliat. Setelah terbukti ada ilmuwan yang membuat bom rakitan dan molotov, dipersiapkan menyerang target tertentu menjelang pelantikan, kini aksi teror dilakulan dengan senjata semacam senjata tajam khusus. Pada serangan teror di beberapa negara Eropa, serangan teror terpilih dengan pisau efektif dalam melukai target.

Sesuai dengan teori, bahwa teror dalam ilmu intelijen adalah sarana conditioning (penggalangan) untuk menciptakan rasa takut. Serangan teror di sini untuk menunjukkan mereka tetap eksis. Korban (target) jumlahnya tidak perlu banyak, tetapi apabila target kedudukan sosialnya tinggi, efek menciptakan rasa takut akan makin besar karena akan terus diberitakan oleh media.

Wiranto adalah studi kasus, satu korban, tetapi terus diberitakan. Karena itulah dia ditetapkan menjadi target, teroris JAD/ISIS eksistesinya diberitakan gratis oleh media, ini yang mereka harapkan.

Melihat keberanian pelaku yang melakukan serangan pada wilayah pengamanan yang steril, nampaknya semua sudah diperhitungkan dan direncanakan dengan matang. Pelaku SA mampu mengelabui petugas yang ada. Dia mampu menerobos celah kelemahan sistem pengamanan Menko Polhukam. Ini menunjukkan SA atau Abu Rara adalah teroris yang terlatih dan sudah termotivasi siap mati (fatwa ; Siap menjemput Surga).

Dari kasus di Menes ini, menjelang sembilan hari pelantikan Presiden dan Wapres, perlu diperdalam, seberapa besar kelompok JAD/ TWJ akan melibatkan diri melakukan serangan teror? Kelebihan teroris dari aparat keamanan karena inisiatif berada ditangan mereka. Nampaknya dukungan dana dari luar negeri, khususnya Timur Tengah semakin mengecil, terlebih setelah tokoh teroris Bachrun Naim sebagai handler diberitakan tewas oleh serangam rudal drone milik AU Amerika (USAF).

Kesimpulan dan Saran

Disimpulkan, serangan di Menes terencana dengan baik, pelaku termasuk simpatisan yang sudah tercuci otaknya dan siap mati. Serangan pisau menunjukkan JAD tidak memiliki dana khusus untuk membuat bom. Kemungkinan mereka telah mempersiapkan pelaku teror tidak hanya satu ini saja untuk melakukan serangan serupa.

Pengamanan VVIP perlu ditingkatkan. Saran penulis khusus bagi Presiden Jokowi sebaiknya sementara mengurangi kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat (selfi dibatasi) hingga tanggal 20 Oktober 2019.

Mengingat Menko Polhukam pernah disebut sebagai target teror bersama KABIN Budi Gunawan, Menko Maritim Luhut Panjaitan dan Stsf Khusus Presiden Goris Mere, nampaknya order ke para pelaksana (eksekutor) masih berjalan. Perlu pendalaman masalah ini melalui Kivlan Zein serta mereka yang sudah ditangkap.

Selain itu perlu pendalaman, apakah JAD yang selama ini fanatis bersolo karir memiliki hubungan tertentu dengan kelompok-kelompok yang anti pemerintah? Atau apakah JAD dimanfaatkan sebagai proxy dari kekuatan asing? Jelas banyak UUK dari end user yang harus dijawab.

Khusus bagi mereka yang ramai-ramai akan mendukung pak Jokowi saat pelantikan, sebaiknya nenggunakan seragam atau tanda pengenal khusus sehingga mudah mengenali bila ada penyusup. Dibentuk simpul yang saling mengenal. Para pemimpin simpul perlu nemahami jalan pendekat dan cara bertindak bila terjadi keadaan emergensi.

Bagi kelompok yang akan demo (bila ada), walaupun sistim demokrasi memberi kebebasan, sebaiknya dikontrol anggota Polri dengan back up TNI. Mohon Polri dan TNI tidak mengambil resiko terhadap pendemo dan pembuat kekacauan. Agar dibuat kompartmentasi bagi yang pro dan kontra untuk menghindari konflik horizontal. Hindari penggunaan Senpi dengan peluru tajam.

Anggota Koopsus serta pasukan anti teror TNI sebaiknya pada hari yang sangat penting itu menyatu dengan Densus 88 untuk menanggulangi kemungkinan terjadinya aksi teror, dengan SOP yang jelas . Aparat keamanan harus tegas sesuai SOP. Perlu dan penting diingat bahwa konflik di Suriah yang sudah lebih satu dekade tidak juga selesai. Negara itu porak poranda, hancur, rakyatnya menderita, sebagian mengungsi. Pada awalnya penyebab perang saudara hanya karena ada demo yang kemudian ditembak oleh aparat militer, menyebabkan 13 pendemo tewas. Itulah awal hancurnya Suriah.

Pengamanan pelantikan akan sukses bila dilakukan dengan menggunakan dasar info, analisis, serta operasi Intelijen strategis (Intelstrat). Operasi taktis serta law enforcement tidak akan mampu menangkal ancaman dalam bentuk strategis. Sel-sel subversi telah mereka kolaborasikan dengan sel separatis, kelompok Islam sempalan (fundamentalis, radikal dan teroris) dan kelompok tidak puas dengan kondisi yang berlaku.

Ini menunjukan bahwa negara butuh kekuatan serta kemampuan intelijen strategis yang didukung sumda manusia untuk menjawab pemahaman dan kebutuhan intelijen sebagai sebuah fungsi, organisasi dan produk. Kasus penusukan Menko Polhukam hanyalah sebuah noktah dan detonator yang bisa sewaktu-waktu akan memicu detonator yang lain. Apakah ini bukan disebut sebagai kegagalan dari fungsi intelijen (Lid, Pam, Gal)?

Semoga Allah melindungi bangsa Indonesia, Aamiin. Semoga bermanfaat.

 

PRAY, Old Soldier Never Die.

Jakarta, 10 Oktober 2019





Fokus : Menko Polhukam Wiranto Ditusuk


#Wiranto #Penusukan Wiranto #Menko Polhukam Wiranto #Wiranto Ditusuk


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






8 jam yang lalu

Innalillah, Balita Tanpa Kepala Ditemukan di Parit

Beritacenter.COM - Mayat balita tanpa kepala ditemukan disebuah parit, Jl Antasari, Kecamatan Samarinda Ulu,..
10 jam yang lalu

Warga Jember Digegerkan Temuan Mayat Tanpa Busana Dialiran Sungai Antirogo

BeritaCenter.COM - Warga digegerkan temuan mayat tanpa busana mengambang di aliran sungai Antirogo, Jember. Mayat..
12 jam yang lalu

Tim Voli Putra Berpeluang Bawa Mas Setelah Singkirkan Myanmar

Beritacenter.COM - Tim voli putra berpeluang membawa mas setelah memperoleh tiket final usai mengalahkan Myanmar..
13 jam yang lalu

Dua Pelaku Curat Diringkus Polisi di Tanjung Priok

BeritaCenter.COM - Polisi mengamankan dua orang pemuda berinisial AM (27) dan MRS (16) di Jalan Danau Agung 2,..
14 jam yang lalu

Kembangkan SDM, Kemnaker Ajak Investor Amerika Tuk Investasi ke Indonesia

BeritaCenter.COM - Pemerintahan Indonesia mengajak para investor dari perusahaan-perusahaan besar asal Amerika untuk..
15 jam yang lalu

Beraksi di Apartemen Depok, Spesialis Pencuri HP ini Ditangkap Polisi

BeritaCenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan satu pelaku pencurian di kamar apartemen Margonda..
17 jam yang lalu

Rumah Warga di Sigi Sulteng Diterjang Banjir Lumpur dan Batu dari Pegunungan Poi

Beritacenter.COM - Banjir lumpur menerjang sedikitnya tujuh rumah warga di Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan,..
18 jam yang lalu

Layanan Samsat Keliling Dekat Bundaran HI Ramai Dipadati Pengunjung CFD

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian membuka pelayanan perpanjangan STNK keliling di kawasan Car Free Day (CFD),..
19 jam yang lalu

Warga Rokan Hulu Riau Diamankan Polisi Terkait Kepemilikan Senpi Ilegal

Beritacenter.COM - Seorang warga bernisial MW alias Boiman (46) diamankan polisi atas dugaan kepemilikan senjata api..
20 jam yang lalu

FMPP Apresiasi Langkah Cepat Polres Malang Tangkap Oknum Guru Cabul

Beritacenter.COM - Front Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) mengapresiasi langkah cepat personel Polres Malang..
21 jam yang lalu

Tepis Anggapan Dinasti, Gibran: Kontestasi Politik Bisa Menang Bisa Kalah, Tergantung Rakyat

Beritacenter.COM - Gibran Rakabuming Raka menepis adanya anggapan soal dinasti politik terkait majunya dirinya di..
22 jam yang lalu

Mobil Rombongan Waketum NasDem Kecelakaan di Trans Kalimantan, 1 Sopir Terluka

Beritacenter.COM - Kecelakaan menimpa mobil rombongan Wakil Ketum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Ahmad..
1 hari yang lalu

Android dan Windows Phone Versi Ini Akan Dihentikan dari WhatsApp di Akhir Tahun

Beritacenter.COM - Aplikasi chatting WhatsApp mengumumkan pihaknya tidak akan lagi mendukung beberapa sistem operasi..
1 hari yang lalu

Iran Mulai Jantungan Saat Israel Pamer Rudal Nuklir, AS Bisu

Beritacenter.COM - Militer Israel dilaporkan menguji coba rudal kendali berkemampuan nuklir pada Jumat (6/12/2019) di..
1 hari yang lalu

Layanan Kartu Sehat Bekasi Akan Dihentikan

Beritacenter.COM - Surat Peraturan Kementerian Dalam Negeri No 33 tahun 2019 tentang pedoman penyusunan APBD 2020,..
1 hari yang lalu

Jakarta Akan Diguyur Hujan Disertai Petir di Malam Minggu

Beritacenter.COM - Untuk masyarakat DKI Jakarta yang akan menghabiskannya di dalam kota, ada baiknya mengetahui lebih..
1 hari yang lalu

Guru Besar Hukum Universitas Padjadjaran : Rocky Gerung Itu Tukang Provokasi, Sebut Jokowi Tidak Paham Pancasila

Beritacenter.COM - Ucapan Rocky Gerung yang dilontarkan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) dengan tema..
1 hari yang lalu

Koruptor dan Penyelundup Itu Tidak Pancasilais

Dalam pelbagai forum, saya sering mendapat pertanyaan dan saran. Salah satu saran tentang Pembumian Pancasila adalah..
1 hari yang lalu

Mendukung Pemberantasan Paham Radikal

Dewasa ini penyebaran paham radikal dianggap mengkhawatirkan karena didukung, perkembangan teknologi yang makin..
1 hari yang lalu

Mantap...! Indonesia 2020 Akan Ekspor Beras Premium Sebanyak 500 Ribu Ton

Beritacenter.COM - Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin tengah gencar melakukan ekspor. Salah satunya,..
1 hari yang lalu

Simpan Sabu di Selangkangan, Penumpang Bus Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Petugas kepolisian Polres Langkat mengamankan seorang penumpang bus, Syahfril warga Dusun Nelayan,..
1 hari yang lalu

Asik Berenang Dengan Teman, Bocah SD Tenggalam di Sungai Ciliwung

Beritacenter.COM - Seorang bocah SD tenggelam saat berenang di aliran Sungai Ciliwung, tak jauh dari pintu utama..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi