Minggu, 17 Nopember 2019 - 08:23 WIB

KPK Bukan Anak Kandung Reformasi, Tapi Anak Kandung Keluarga Cendana Ini Buktinya.....

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 15 Oktober 2019 | 06:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak satu dekade terakhir mengklaim dirinya adalah anak kandung reformasi. Istilah anak kandung reformasi ini pertama kali disosialiasikan oleh Bambang Widjojanto pada tahun 2009 yang dimuat dalam artikelnya Diskriminasi Politik Penegakan Hukum di koran Tempo 15 Oktober 2009.

Bambang Widjojanto yang kemudian menjadi komisioner 2009-2014 itu menulis hal terkait dalam kaitannya sebagai anggota Tim Pembela Pimpinan KPK yang diberhentikan sementara Chandra M Hamzah dan Bibit S Rianto. Bahkan Bambang Widjojanto menyebutkan bahwa KPK adalah icon reformasi dalam sektor pemberantasan korupsi.

Namun benarkah KPK adalah anak kandung reformasi ? ternyata salah satu amanat reformasi yang tertuang sebagai konstitusi dalam Tap MPR Nomor IX/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dimana dalam Pasal 4 menulis dengan tegas nama mantan presiden Soeharto dan keluarganya.

Upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme harus dilakukan secara tegas terhadap siapapun juga, baik pejabat negara, mantan pejabat negara, keluarga, dan kroninya maupun pihak swasta/konglomerat termasuk mantan Presiden Soeharto dengan tetap memperhatikan prinsip praduga tak bersalah dan hak-hak asasi manusia.

Salah satu penggerakan reformasi 1998 Adian Napitupulu mempertanyakan anggapan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah ‘anak kandung reformasi‘. Pasalnya, KPK tak pernah menjalankan agenda reformasi yang terpenting, yakni membongkar kasus-kasus korupsi Soeharto dan keluarga.

Faktanya KPK selama 17 tahun berdiri telah melupakan amanat reformasi yang tertuang dalam Tap MPR Nomor XI/MPR/1998 tersebut. Keluarga Suharto dan kroni-kroninya hingga saat ini tidak tersentuh KPK dan tetap melenggang dan bebas meneruskan ambisi kekuasaan kembali.

“Yang membongkar kasus Yayasan Supersemar justru Kejaksaan, bukan KPK. Yang nangkap Tommy Soeharto dulu juga Kepolisian, bukan Kejaksaan,” kata Adian dalam Dialog Aktivis Lintas Generasi di Balai Sarwono, Jakarta Selatan, Sabtu (5/10/2019).

Adian melanjutkan, KPK justru hanya menangkap banyak koruptor level menengah ke bawah. Walhasil, masyarakat pun menjadi beranggapan era reformasi lebih banyak koruptornya dibandingkan era Soeharto.

Seperti diketahui pada 1 September 1998, Kejaksaan Agung menemukan indikasi penyimpangan penggunaan dana yayasan-yayasan yang dikelola Soeharto dan keluarganya. Setidaknya ada 7 yayasan yang diperiksa, yakni: Dharmais, Dana Abadi Karya Bhakti (DAKAB), Supersemar, Amal Bhakti Muslim Pancasila, Dana Mandiri, Gotong Royong, dan Trikora. Total asetnya diperkirakan mencapai Rp 4,014 triliun.

Kejaksaan Agung juga menemukan rekening atas nama Soeharto di 72 bank di dalam negeri dengan nilai deposito Rp 24 miliar, Rp 23 miliar tersimpan di rekening BCA, dan tanah seluas 400 ribu hektare atas nama Keluarga Cendana.

Pada Oktober 2017, Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa dalam kasus eksekusi Yayasan Supersemar. MA memerintahkan Yayasan Supersemar yang dikelola keluarga Cendana membayar Rp 4,4 triliun.

Hutomo Mandala Putra (Tomy Soeharto) juga sempat mendekam di penjara lantaran terkait sederet kasus hukum. Salah satunya kasus korupsi tukar guling tanah Bulog dengan PT Goro Batara Sakti (GBS) pada 1994. Pada 22 September 2000, Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita menghukum 18 bulan penjara ganti rugi Rp 30 miliar.

Tapi yang membuat Tommy mendekam dipenjara bukan kasus korupsi, melainkan pembunuhan. Dia dinyatakan terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita. Pada Juli 2002 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai Amirudin Zakaria menghukumnya 10 tahun penjara. Dia bebas pada 1 November 2006.

KPK sendiri mengklaim akan meneruskan pengusutan kasus BLBI yang masih menjadi polemik hingga saat ini. Namun faktanya BLBI adalah akibat langsung dari kebijakan korup yang diluncurkan mantan presiden Soeharto sesaat sebelum dilengserkan.

Sehingga reformasi hingga saat ini belum menyentuh langsung keinginan dasar Reformasi itu sendiri yaitu Indonesia yang bebas dan bersih dari KKN. Retorika ‘reformasi’ ternyata hanya ‘new and extended version’ dari yang lama orde baru dari orde lama. Sesuatu yang hanya menggiring kita untuk lebih menyibukkan diri dengan program-program ‘quick win’ dan ‘pencitraan’ yang menyertainya.

KPK sendiri yang saat ini telah mencapai zona nyaman tidak mau diganggu gugat dan direvisi lagi peraturan perundang-undangannya yang menjadi perlindungannya. Wacana perubahan yang sedang digiatkan oleh Presiden Jokowi tidak akan pernah berhasil mereformasi wacana reformasi yang telah menjadi monopoli beberapa pihak saja.

Setiap perubahan selain selalu menuntut tahapan proses yang terencana dan terukur juga menyaratkan ‘reformasi budaya’ yang membangkitkan ‘sense of urgency’ menyeluruh dan merata. Tak cukup hanya pada segelintir tokoh yang ‘bersilat lidah’ di tampuk-tampuk kekuasaan.

KPK dalam memperbaiki kerusakan yang telah berlangsung dalam jangka waktu panjang hingga mengakar, tentu amat-sangat jauh lebih sulit dibanding membangun dari awal sesuatu yang baru. KPK harus masuk dalam wilayah kesetaraan niat, pemahaman, dan pemikiran jalur reformasi yang sejati dan harus mengesampingkan kepentingan kelompok-kelompok yang kini menguasai KPK.

Reformasi merupakan tujuan. Maksudnya kita hijrah dari kondisi dan situasi yang lama kepada yang baru dan lebih baik. Sebagaimana yang dicita-citakan. Proses perubahan menuju kondisi dan situasi yang baru.

Sebuah rangkaian pemikiran, laku, dan tindakan yang membutuhkan energi, sumberdaya, dan pengorbanan istimewa agar dapat memastikan keberlangsungannya. Hal yang perlu diupayakan sebelum kondisi reformasi itu sendiri tercapai, berlaku rutin, dan normal.





Fokus : KPK


#KPK #UU KPK #KPK Kebakaran Jenggot #Revisi UU KPK


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






12 jam yang lalu

BTP Berselancar di Titian Buih

Trending topik yang terjadi dalam 3 hari terakhir ini adalah masuknya BTP dalam jajaran pimpinan BUMN. Sebetulnya..
14 jam yang lalu

Reuni 212 Bernuansa Politis Patut Ditolak

Reuni  212  akan segera di gelar pada 2 Desember. Aksi ini ditengarai hanya akal-akalan untuk memulangkan..
16 jam yang lalu

Benarkah Habib Rizieq Dicekal?

Berita dugaan pencekalan Habib Rizieq Shihab (HRS) menjadi isu yang mengemuka beberapa hari belakangan ini. Dalam..
17 jam yang lalu

Tidak Disangka Rokok Elektrik Bisa Bikin Serangan Jantung Mendadak

Beritacenter.COM - Bahaya rokok elektrik dilakukan oleh banyak penelitian untuk membandingkan lebih berbahaya mana..
18 jam yang lalu

Suami Stres Berat Coba Bunuh Diri Usai Istri Belanja Ratusan Juta

Beritacenter.COM - Seorang suami di Sichuan,China mengalami stres berat dan mencoba bunuh diri setelah mengetahui..
19 jam yang lalu

Polisi Ringkus Pelaku Penyiram Air Keras ke Siswi SMP

Beritacenter.COM - Penyidik Polda Metro Jaya meringkus pelaku yang melakukan penyiraman air keras terhadap pelajar..
20 jam yang lalu

Presiden Jokowi Perintahkan BPJS Kesehatan Kejar Penunggak Iuran

Beritacenter.COM - BPJS Kesehatan menyatakan akan menagih tunggakan iuran kepada peserta mandiri lantaran keuangannya..
21 jam yang lalu

UMK Bekasi Tahun 2020 Lebih Besar dari UMP Jakarta

Beritacenter.COM - Upah minimum kabupaten(UMK) Bekasi, Jawa Barat mendapat sorotan lantaran mengalahi upah minimum..
21 jam yang lalu

Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Accu Lampu Tenaga Surya Jalan di Kota Kupang

Beritacenter.COM - Petugas kepolisian Polres Kupang Kota mengamankan dua roang pelaku pencurian accu lampu penerangan..
23 jam yang lalu

5 Kebiasaan Buruk di Pagi Hari Buatmu Bertambah Gemuk

Beritacenter.COM - Jika Anda mencoba menurunkan berat badan, Anda tahu betapa pentingnya untuk mengikuti aturan dasar..
1 hari yang lalu

Gempa 5,0 Magnitudo Guncang Jailolo

Beritacenter.COM - Gempa bumi berkekuatan 5,0 Magnitudo mengguncang wilayah Jailolo, Maluku Utara, pada Sabtu..
1 hari yang lalu

Juventus Tertarik Boyong Kiper AC Milan

Beritacenter.COM - Klub raksasa Serie A Juventus tertarik untuk memboyong kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma...
1 hari yang lalu

Rupanya Taruh HP di Kantong Celana Bisa Hadapi Risiko Yang Fatal

Beritacenter.COM - Jangan masukan smartphonee atau HP ke dalam kantong celana karena itu sangat berbahaya untuk..
1 hari yang lalu

Waspada, Penyebaran Paham Radikal Bergeser ke Medsos

Beritacenter.COM - Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono menyebutkan, perkembangan..
1 hari yang lalu

Ada 9 Orang Terlibat Bom Bunuh Diri di Medan Akan Jadi Tersangka

Beritacenter.COM - Ada 14 orang menyusul insiden bom bunuh diri di Markas Kepolisian Resor Kota Besar Medan. Sembilan..
1 hari yang lalu

Permen Kadaluarsa Sebabkan Belasan Pelajar SD Keracunan

Beritacenter.COM - Ada 13 siswa SD Fathia di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi mengalami keracunan akibat jajanan..
1 hari yang lalu

Jika Tidak Lulus Program Sertifikasi Persiapan Perkawinan Tidak Boleh Nikah

Beritacenter.COM - Program sertifikasi persiapan perkawinan pada tahun 2020 akan diberlakukan oleh pemerintah...
1 hari yang lalu

Irwansyah Datangi Polrestabes Bandung

Beritacenter.COM - Aktris Irwansyah datangi Polrestabes Bandung untuk mengklarifikasi soal kasus dugaan penipuan..
1 hari yang lalu

Polisi Gerebek Klinik Kecantikan Ilegal

Beritacenter.COM - Seorang kakak bersama adiknya yang merupakan warga negara China ditangkap setelah salon kecantikan..
1 hari yang lalu

Puluhan Rumah Rusak Akibat Gempa Maluku Utara

Beritacenter.COM - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),..
1 hari yang lalu

Benarkah Ahok Tak Layak Masuk BUMN?

Anggota DPR dan ormas bersuara atas rencana Pemerintah akan menunjuk Ahok sebagai pejabat BUMN. Alasan mereka bahwa..
1 hari yang lalu

Ini Nama Cucu Baru Presiden Jokowi

Beritacenter.COM - Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sebuah nama yang akan diberikan untuk..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi