Rabu, 11 Desember 2019 - 13:05 WIB

Eks Staf Ahok Semprot Anies Baswedan Terkait Tudingan Anggaran Warisan

Oleh : Anas Baidowi | Kamis, 31 Oktober 2019 | 10:19 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Anggota DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menepis tudingan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut sistem anggaran warisan guberbur terdahulu menjadi biang kerok munculnya anggaran aneh-aneh semacam lem aibon hingga bolpen miliaran dalam cikal bakal APBD DKI.

Ima menegaskan, pernyataan Anies tidak benar, justru gubernur sebelumnya mendapat penghargaan dari Bappenas.

"Tidak benar bahwa sistemnya yang salah. Dulu itu tidak masalah, justru dapat penghargaan dari Bappnas (Badan Perencanaa Pembangunan Nasional) dan dicontoh oleh kota-kota lain," tegas Ima, Kamis (31/10).

Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2020, sejumlah anggaran menjadi perhatian publik karena tidak masuk akal. Dalam anggaran tersebut ada usulan anggaran lem aibon Rp 82 miliar dan bolpen senilai Rp 124 miliar.

Baca Juga: Netizen Bongkar Borok Gubernur Anies, Website APBD DKI Langsung Ditutup

Menurut Ima yang juga mantan staf Basuki Tjahja Purnama (Ahok), itu bukan gara-gara sistem e-Budgeting warisan Ahok yang salah, tapi Anies yang salah.

"Ini pak Anies yang salah, tidak monitor anak buahnya menyusun angaran. Malah menyalahkan sistem e-Budgeting," tegas Ima.

Dia pun jenjelaskan, sistem penganggaran elektronik sebenarnya memudahkan Anies dalam mengelola anggaran. Dia tak sepaka dengan Gubernur DKI Jakarta saat ini (Anies) yang menyatakan bahwa satu-satunya cara mengetahui anggaran aneh adalah dengan pemeriksaan manual.

Dalam e-Budgeting era Ahok, pelacakan bisa dilakukan oleh sistem anggaran itu sendiri. Namun penyisihan manual tetap diperlukan.

"Sebenarnya e-Budgeting ini kalau mau input atau mau beli apa, sistem bisa blokir barang apa yang nggak boleh diinput atau dibeli. Ini guna menghilangkan proyek titipan dan mark-up anggaran," tuturnya.

Biaya-biaya yang aneh seperti lem aibon bisa terlacak dengan cepat melalui e-Budgeting. Sayangnya, menurutnya, Anies tidak melakukan apa yang dilakukan Ahok dulu.

"Saya mencontohkan apa yang dilakukan Pak BTP (Ahok) waktu menjabat Gubernur. Beliau selama 13 jam dalam sehari menyisir anggaran bersama dengan seluruh SKPD terkait, untuk bisa meminimalisir anggaran siluman," kata Ima.

Dia menyatakan anggaran yang tidak masuk akal berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Gubernur selaku pimpinan memang harus tak serta merta menyetujui usulan SKPD sebelum mencermatinya dengan teliti. Sistem e-Budgeting yang dibangun Ahok sudah lebih baik ketimbang masa sebelumnya.

Baca Juga: Netizen "BONGKAR" Anies Baswedan Bayar Buzzer 5 Miliar

"Kejadian periode sebelum pakai e-Budgeting itu, anggaran yang sudah disetujui kadang berubah-ubah. Maka dari itu e-Budgeting bisa mengunci jika anggaran sudah disetujui," kata dia.

Sebelumnya, Anies menilai masalah penganggaran sudah terjadi selama bertahun-tahun dan pangkalnya adalah di sistem. Dia merasa mendapat 'warisan'.

"Kan ditemukan juga di era-era sebelumnya. Selalu seperti ini. Karenanya, menurut saya, saya tidak akan meninggalkan ini ke gubernur sesudahnya, PR ini. Karena saya menerima warisan nih, sistem ini. Saya tidak ingin meninggalkan sistem ini untuk gubernur berikutnya," ucap Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/10) kemarin.

Dia mengaku telah meneliti anggaran itu satu per satu dengan anak buahnya. Tapi dia memilih untuk tak memarahi anak buahnya di depan publik gara-gara usulan anggaran aneh bisa muncul di KUA PPAS.

"Sebenarnya kelihatan keren sih marahin anak buahnya, tapi bukan itu yang saya cari tapi yang saya cari adalah, ini ada masalahnya ini harus dikoreksi karena mengandalkan manual," kata Anies.





#Berita Kriminal Indonesia #Berita Center #Anies Baswedan #Gubernur Anies Baswedan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






5 menit yang lalu

Anggota TGUPP Eks Ketua KPK Minta Gaji Dobel, KPK Kok Diem Bae...

Beritacenter.COM - Pemilik akun twitter @TheArieAir membagikan artikel berjudul “Anggota DPRD DKI..
15 menit yang lalu

Siap-siap Ujian Nasional Bakal Dihapus

Beritacenter.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim resmi mengumumkan akan menghapus Ujian Nasional..
35 menit yang lalu

Gara-Gara Minum Miras, Agus Tewas Jatuh Ke Sungai

Beritacenter.COM - Penemuan mayat Agus (35), warga Dusun Jurang Kwali, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, sempat..
1 jam yang lalu

Indeks Kerukunan Umat Beragama 2019: Papua-NTT- Bali Teratas, DKI Jakarta-Jabar dan Aceh Diposisi Bawah

BeritaCenter.COM - Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) untuk tahun 2019 telah dirilis. Papua, NTT dan Bali menempati..
1 jam yang lalu

Jual Narkoba Ke Pelajar, 6 Pelaku Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Enam tersangka pengedar sabu dan pil dobel L, yakni Nur Kholid (20), Abdul Rachman (22), Edwin..
1 jam yang lalu

Disebut Tahun 2020 Indonesia Krisis Ekonomi, TNI: Kami Siap Bantu Pemerintah

Beritacenter.COM - Tentara Nasional Indoneaia (TNI) sangat siap membantu negara Indonesia untuk bisa melewati krisis..
1 jam yang lalu

Kumpulkan Pejabat Hingga Pengusaha AS, KPK Bicara Bahaya Korupsi

BeritaCenter.COM – Para pejabat, pengusaha hingga pengamat ekonom hadir dalam seminar tinggi yang diadakan..
1 jam yang lalu

Tragis! Remaja di Gowa Tewas Tenggelam, Awalnya Dikira Nge-prank

BeritaCenter.COM - Seorang remaja di Tombolo Pao, Gowa, Sulawesi Selatan tewas tenggelam karena korban dikira lagi..
1 jam yang lalu

Rakit Dan Jual BOM, Seorang Pria Berhasil Diamankan Polisi

Beritacenter.COM - Pria berinisial AB, warga Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, diamankan pihak kepolisian setelah..
2 jam yang lalu

Napoli Pecat Carlo Ancelotti

BeritaCenter.COM – Napoli telah resmi memecat Carlo Ancelotti dari jabatan pelatih tim utama. Keputusan itu..
2 jam yang lalu

Polisi Ditusuk Oknum TNI Karena Cemburu

Beritacenter.COM - Seorang angota polisi tertusuk benda tajam di Pamekasan, Madura pada Selasa (10/12). Korban..
2 jam yang lalu

Meski Anak Kobra, LIPI Minta Masyarakat Waspada dengan Bisanya yang Mematikan

BeritaCenter.COM – Belakangan marak teror anakan kobra di berbagai daerah. Bahkan jumlahya bisa mencapai..
2 jam yang lalu

Gara-gara Rem Tak Berfungsi, Bus Harapan Baru "Hajar" Motor dan Tiang Listrik

Beritacenter.COM - Diduga akibat rem blong, Bus Harapan Baru Nopol AG 7134 UY yang dikemudian Abdul Syain warga Desa..
2 jam yang lalu

PM Malaysia Berencana Mundur dari Jabatan

Beritacenter.COM - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berjanji akan menyerahkan jabatannya kepada penerusnya,..
2 jam yang lalu

Manfaatnya ke Masyarakat Tidak Ada, TGUPP Anies Hanya Jadi Beban APBD

BeritaCenter.COM - Penasihat Fraksi PDIP DPRD DKI, Pantas Nainggolan mengingatkan Gubernur Anies Baswedan agar..
2 jam yang lalu

Bobol Kotak Amal, Pemuda 13 Tahun Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Remaja berinisila JA (13), harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah, kepergok mencuri uang..
2 jam yang lalu

Polisi Ringkus 3 Karyawan Gojek Gadungan Yang Tipu Puluhan Orang

Beritacenter.COM - Ditreskrimsus Polda DI Yogyakarta meringkus 3 karyawan Gojek gadungan lantaran melakukan penipuan..
2 jam yang lalu

Musim Hujan Melanda, Pemkab Lima Puluh Kota Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

BeritaCenter.COM – Musim hujan datang banjir pun terjadi dan melanda 6 kecamatan di Lima Puluh Kota Sumatera..
3 jam yang lalu

Banyak Kampus Terpapar Wahabi, ITB Awasi Aktivitas yang Ancam Pancasila dan NKRI

BeritaCenter.COM – Rata-rata Universitas di Indonesia terpapar wahabi yang berujung pada sikap intoleran dan..
3 jam yang lalu

Tukang Becak Tagih Janji ke Gubernur Anies, Begini Responnya...

Beritacenter.COM - Janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal becak bisa masuk kembali ke ibu kota mendapat..
3 jam yang lalu

Dubes Agus Maftuh: Ada Tiga Syarat Agar Rizieq Shihab Bisa Cepat Pulang

BeritaCenter.COM - Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyatakan siap membantu Habib..
3 jam yang lalu

Kota Sydney Diselimuti Asap Beracun

Beritacenter.COM - Kota Sydney, Australia dikepung asap beracun lantaran kebakaran hutan dan lahan telah terjadi..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi