Selasa, 14 Juli 2020 - 02:05 WIB

Eks Staf Ahok Semprot Anies Baswedan Terkait Tudingan Anggaran Warisan

Oleh : Anas Baidowi | Kamis, 31 Oktober 2019 | 10:19 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Anggota DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menepis tudingan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut sistem anggaran warisan guberbur terdahulu menjadi biang kerok munculnya anggaran aneh-aneh semacam lem aibon hingga bolpen miliaran dalam cikal bakal APBD DKI.

Ima menegaskan, pernyataan Anies tidak benar, justru gubernur sebelumnya mendapat penghargaan dari Bappenas.

"Tidak benar bahwa sistemnya yang salah. Dulu itu tidak masalah, justru dapat penghargaan dari Bappnas (Badan Perencanaa Pembangunan Nasional) dan dicontoh oleh kota-kota lain," tegas Ima, Kamis (31/10).

Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2020, sejumlah anggaran menjadi perhatian publik karena tidak masuk akal. Dalam anggaran tersebut ada usulan anggaran lem aibon Rp 82 miliar dan bolpen senilai Rp 124 miliar.

Baca Juga: Netizen Bongkar Borok Gubernur Anies, Website APBD DKI Langsung Ditutup

Menurut Ima yang juga mantan staf Basuki Tjahja Purnama (Ahok), itu bukan gara-gara sistem e-Budgeting warisan Ahok yang salah, tapi Anies yang salah.

"Ini pak Anies yang salah, tidak monitor anak buahnya menyusun angaran. Malah menyalahkan sistem e-Budgeting," tegas Ima.

Dia pun jenjelaskan, sistem penganggaran elektronik sebenarnya memudahkan Anies dalam mengelola anggaran. Dia tak sepaka dengan Gubernur DKI Jakarta saat ini (Anies) yang menyatakan bahwa satu-satunya cara mengetahui anggaran aneh adalah dengan pemeriksaan manual.

Dalam e-Budgeting era Ahok, pelacakan bisa dilakukan oleh sistem anggaran itu sendiri. Namun penyisihan manual tetap diperlukan.

"Sebenarnya e-Budgeting ini kalau mau input atau mau beli apa, sistem bisa blokir barang apa yang nggak boleh diinput atau dibeli. Ini guna menghilangkan proyek titipan dan mark-up anggaran," tuturnya.

Biaya-biaya yang aneh seperti lem aibon bisa terlacak dengan cepat melalui e-Budgeting. Sayangnya, menurutnya, Anies tidak melakukan apa yang dilakukan Ahok dulu.

"Saya mencontohkan apa yang dilakukan Pak BTP (Ahok) waktu menjabat Gubernur. Beliau selama 13 jam dalam sehari menyisir anggaran bersama dengan seluruh SKPD terkait, untuk bisa meminimalisir anggaran siluman," kata Ima.

Dia menyatakan anggaran yang tidak masuk akal berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Gubernur selaku pimpinan memang harus tak serta merta menyetujui usulan SKPD sebelum mencermatinya dengan teliti. Sistem e-Budgeting yang dibangun Ahok sudah lebih baik ketimbang masa sebelumnya.

Baca Juga: Netizen "BONGKAR" Anies Baswedan Bayar Buzzer 5 Miliar

"Kejadian periode sebelum pakai e-Budgeting itu, anggaran yang sudah disetujui kadang berubah-ubah. Maka dari itu e-Budgeting bisa mengunci jika anggaran sudah disetujui," kata dia.

Sebelumnya, Anies menilai masalah penganggaran sudah terjadi selama bertahun-tahun dan pangkalnya adalah di sistem. Dia merasa mendapat 'warisan'.

"Kan ditemukan juga di era-era sebelumnya. Selalu seperti ini. Karenanya, menurut saya, saya tidak akan meninggalkan ini ke gubernur sesudahnya, PR ini. Karena saya menerima warisan nih, sistem ini. Saya tidak ingin meninggalkan sistem ini untuk gubernur berikutnya," ucap Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/10) kemarin.

Dia mengaku telah meneliti anggaran itu satu per satu dengan anak buahnya. Tapi dia memilih untuk tak memarahi anak buahnya di depan publik gara-gara usulan anggaran aneh bisa muncul di KUA PPAS.

"Sebenarnya kelihatan keren sih marahin anak buahnya, tapi bukan itu yang saya cari tapi yang saya cari adalah, ini ada masalahnya ini harus dikoreksi karena mengandalkan manual," kata Anies.





#Berita Center #Berita Kriminal Indonesia #Anies Baswedan #Gubernur Anies Baswedan


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






2 jam yang lalu

Polisi Amankan Pengusaha Berinsial A yang Diduga Pesan Artis Hana Hanifa

Beritacenter.COM - Polisi mengamankan seorang pria berinisial A, yang diduga sebagai pemesan artis FTV Hana Hanifah..
3 jam yang lalu

Psikolog soal WN Prancis Predator Anak Bunuh Diri : Dikalangan Itu Angkanya Memang Tinggi

Beritancenter.COM - WN Prancis tersangka pencabulan 305 bocah, FAC (65), meninggal dunia setelah melakukan percobaan..
3 jam yang lalu

Langgar Protokol Kesehatan, Restoran Sushi Tei di Mal Jakbar Didenda Rp10 Juta

Beritacenter.COM - Sebuah restoran Sushi Tei terpaksa harus diberi sanksi lantaran tidak mematuhi protokol kesehatan..
4 jam yang lalu

Waspadai Potensi Penularan COVID-19 via Airbone, Jokowi : Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan!

Pakai masker, kita nggak bisa menebak arah bergerak virus seperti apa yang penting seluruh rakyat mengikuti disiplin..
5 jam yang lalu

WN Prancis Tersangka Pencabulan Anak Tewas Usai Upaya Bunuh Diri di Sel Mapolda Metro

Beritacenter.COM - Warga Negara (WN) Prancis, FAC (65), tersangka kasus pencabulan ratusan anak dilaporkan meninggal..
5 jam yang lalu

Hana Hanifah Diduga Terima Uang Rp20 Juta Dari A Sebelum Berangkat ke Medan

Beritacenter.COM - Artis FTV Hana Hanifah (HH) diduga telah menerima uang sebesar Rp 20 juta sebelum berangkat ke..
6 jam yang lalu

Malam Ini ! Mapolrestabes Medan Gelar Perkara Kasus Prostitusi Artis FTV Hana Hanifah

Beritacenter.COM - Malam ini, Mapolrestabes Medan rencananya akan melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan..
6 jam yang lalu

Manajer Akui HH Suka Keluar Rumah saat Malam Hari

Beritacenter.COM - Manajer Hana Hanifah (HH), Nico mengatakan bahwa HH mempunyai kebiasaan keluar rumah saat malam..
7 jam yang lalu

Jokowi Berikan Bantuan ke Pedagang Kecil di Jakpus Sebesar Rp2,4 juta

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan bantuan modal sebesar Rp2,4 juta kepada para pelaku Usaha..
7 jam yang lalu

Stop Jadi Kampret Durjana

Nak.. sehebat apa pun dirimu tak ada yang indah bila harus berakhir dibalik terali besi. Cemberut atau senyum engkau..
8 jam yang lalu

SABDA BUNGSU SANG PANGERAN, "KORUPSI SEKARANG LEBIH PARAH..!!"

Si putra bungsu itu pernah bilang bahwa korupsi sekarang lebih parah. "Lebih parah dibanding jaman bapaknya?" "Bisa..
8 jam yang lalu

Jembatan Penghubung Antar-Desa di Ogan Ilir Ambruk, Truk Bermuatan Hasil Pertanian Terprosot

Beritacenter.COM - Sebuah jembatan penghubung antar desa di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ambruk. Akibat kejadian itu,..
8 jam yang lalu

Polisi : Artis FTV HH Ditangkap Dalam Kondisi Setengah Bugil

Beritacenter.COM - Polisi mengungkap detik-detik penangkapan artis FTV, Hana Hanifah (23). Saat itu, tersangka..
9 jam yang lalu

Bejat ! Kakek di Sumsel Tega Cabuli Cucunya Selama 4 Tahun

Beritacenter.COM - Seorang kakek bernama Syafei (60) tega memperkosa cucunya sendiri yang masih duduk di bangku..
9 jam yang lalu

Drama Opposite Babak Kedua

Babak pertama lakon @opposhit6890 ditutup kemaren dengan tertangkapnya sang kaki tangan yang merupakan pegawai..
10 jam yang lalu

Polisi Tangkap Lima Pengedar Narkoba di Jakbar, Amankan 18 Kg Sabu

Beritacenter.COM - Jajaran Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap lima orang peredaran narkotika di..
10 jam yang lalu

Ekspor Benur Ciptakan Banyak Lapangan Kerja

BeritaCenter.COM - Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Bidang UKM dan Dunia Usaha, Andreau Misanta..
11 jam yang lalu

KKP: Permen No 12 Tahun 2020 Untuk Kesejahteraan Nelayan, Pembudidaya dan Pengembangan Lobster

BeritaCenter.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa Permen KP Nomor 12 tahun 2020..
12 jam yang lalu

Bikin Resah, Warga Serang Tangkap Buaya Raksasa

Beritacenter.COM - Sebuah buaya raksasa ditangkap warga Kampung Cipray, Desa Cinangka, Kabupaten Serang. Buaya..
13 jam yang lalu

Wah....! Ternyata Penyandang Dana Akun Opposite6891 "Haikal Hasan" Benarkah ???

Beritacenter.COM - Belum lama ini sempat digemparkan dengan akun twitter @Opposite6891 yang menyebarkan data diri..
13 jam yang lalu

Astaga...! Tusaji Dan Motornya Ditemukan Tewas Didalam Sungai

Beritacenter.COM - Tusaji (35) asal Desa Tepuran Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi, ditemukan tewas membusuk di sebuah..
13 jam yang lalu

Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Maluku Tenggara Barat

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang wilayah Maluku Tenggara Barat pada Senin (13/7/2020)...

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi