Kamis, 16 Juli 2020 - 00:32 WIB

Pemimpin yang Blingsatan

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 31 Oktober 2019 | 18:01 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Anies Rasyid Baswedan, menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin. Setidaknya, kelas pemimpin yang blingsatan. Dalam kasus-kasus paling mutakhir, ia jelas lebih menunjukkan pemimpin reaktif daripada responsive. Harap dimengerti, reaksi dan respons sesuatu yang beda. Bahkan bisa bertolak belakang.

Sikap Anies dalam sorotan kasus anggaran, justeru reaktif sibuk membela diri. Ia lebih membentengi diri, sehingga makin tampak kelemahannya. Bukan lagi menyalahkan orang lain, bawahan atau staf lagi. Melainkan kemampuan komputer pun disalahkan. Disalahkan sebagai system maupun media, warisan pendahulunya. Padahal, hukum presisi dalam computer; garbage in garbage out.

Dengan kemampuan bersilat lidah, pemimpin ini makin tak bisa menutupi kelemahan pokoknya. Yang ia tahu, menguasai anggaran besar, dan ia hambur-hamburkan hal itu senyampang penghamburan kata-kata langitnya.

Ketika ia menjadi anggota Kabinet Jokowi 2014, dan kemudian dicopot, kita bertanya-tanya, kenapa? Kini perlahan terjawab, dengan kasus-kasus yang terungkap. Ketika menjadi Mendiknas, beberapa kali Sri Mulyani sebagai Menkeu mengingatkan soal pagu anggaran. Demikian juga ketika sebagai Gubernur DKI Jakarta, Sri Mulyani sebagai Menkeu mengingatkan lagi dalam kasus proporsi penggunaan anggaran daerah.

Anies khas pemimpin bermasalah sejak kemunculannya. Beberapa orang Yayasan Paramadina mungkin lebih mengetahui hal itu. Demikian juga setelah dicopot sebagai menteri, kemudian Jusuf Kalla menyodorkan orang ini maju Pilkada DKI Jakarta 2017. Untuk mengganyang Ahok. Kita tahu manuver-manuvernya, dan dengan demikian juga kelasnya. Ia pemimpin berwatak minyak.

Ibarat minyak, ia glowing. Juga licin. Sebagai minyak, ia berbahaya jika bermain api. Baik api kata-kata maupun api anggaran. Berbeda diametral dengan Jokowi, sebagai pemimpin dengan karakter air. Padahal, untuk kasus yang justeru berbalikan. Jokowi dengan 34 Menteri dan 12 Wamen bisa dihujat-hujat tak karuan. Sementara untuk kelas Gubernur, Anies mengangkat 70 anggota TGUPP banyak yang diem. Sebagaimana Bambang Widjojanto juga mingkem, meski ia konon membidangi divisi korupsi. Karena ahli korupsi?

Tentu beda kelas Menteri dengan TGUPP. Tapi justeru beda kelas, buat apa 70 orang? Kita pura-pura tak tahu, antara tanggung-jawab dengan gaji mereka bisa bertolak belakang. Gaji TGUPP lebih gede dibanding menteri. Dan itu memakai anggaran daerah. Beda pula dengan jaman Ahok dulu, memakai tunjangan pribadi selaku Gubernur untuk TGUPP.

Minyak dengan air, tentu saja beda. Dan tak bisa campur. Tapi, kita lebih suka yang glowing. Pada sisi itu saja, kita gagal membaca arah Jokowi, dengan watak airnya. Dan kita biarkan Jokowi kini sendirian. Di tengah kepungan elite ekonomi dan politik, yang sudah sibuk dengan agenda 2024. Termasuk Anies, berhalu karena kebanyakan ngelem.

 

(Sumber: Facebook Sunardian Wirodono)





Fokus : DKI Jakarta


#Anies Baswedan #DKI Jakarta #Gubernur DKI Jakarta #Anggaran DKI #Anggaran Janggal DKI #Gubernur Anies Baswedan #APBD DKI #Anggara Pembelian Lem Rp82 M


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






56 menit yang lalu

Toko Bahan Kimia di Solo Terbakar, 17 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Beritacenter.COM - Kebakaran melanda sebuah toko bahan kimia Bratachem di Kota Solo, Jawa Tengah, malam ini. Petugas..
1 jam yang lalu

Edarkan Sabu di Tempat Kerja, Karyawan Hiburan Malam Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang pemuda berinisial AH (31) lantaran diduga mengedarkan..
2 jam yang lalu

Bukti Tak Cukup Kuat, Laporan Dewi Tanjung soal Bendara PKI Ditolak

Beritacenter.COM - Laporan politikus PDIP Dewi Tanjung soal kepemilikan bendera PKI yang dikaitkan dengan Peraudaraan..
2 jam yang lalu

Gegara Warisan, Tiga Anak di Sumut Tega Gugat Ibu Kandungnya Sendiri ke Pengadilan

Beritacenter.COM - Tiga orang anak di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, tega menggugat ibu kandungnya..
3 jam yang lalu

BIJAK! Cara Menteri Edhy Sikapi Pemberitaan Kritis

"Kritik itu perlu, tapi memberi solusi dan mengedukasi publik jauh lebih penting"
3 jam yang lalu

Tolak Jalani Test Swab, Lapak 16 Pedagang di Pasar Abian Timbul Disegel

Beritacenter.COM - Pengelola Pasar Abian Timbul, Denpasar, Bali, melarang 16 pedagang untuk berjualan lantaran..
4 jam yang lalu

Soal Laporan Dewi Tanjung Terkait Bendera PKI, PA 212 : Kita Gak Tau Siapa yang Bawa!

Beritacenter.COM - Politikus PDIP Dewi Tanjung melaporkan Presidium Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) ke Polda Metro..
5 jam yang lalu

Malam Ini, Polisi Periksa 2 Saksi Usut Kasus Tewasnya Editor Metro TV

Beritacenter.COM - Polisi tengah mengumpulkan saksi-saksi guna mengungkap kasus tewasnya editor Metro TV, Yodi..
5 jam yang lalu

Sambangi Polda Metro, Dewi Tanjung Berniat Laporkan PA 212 soal Bendera PKI

Beritacenter.COM - Politikus PDIP, Dewi Tanjung, sambangi Mapolda Metro Jaya siang tadi. Kedatangan Dewi ke Mapolda..
6 jam yang lalu

Gus Yasin soal Ponpes Mbah Moen Disebut Klaster Corona : Sampai Hari Ini Alhamdulillah Aman!

Beritacenter.COM - Taj Yasin Maimoen atau lebih dikenal Gus Yasin, menanggapi pernyataan Wasekjen PBNU Masduki..
7 jam yang lalu

Kelelahan dan Kena Serangan Jantung, Pesepeda di Yogya Seketika Jatuh dan Meninggal

Beritacenter.COM - Seorang pria dilaporkan meninggal dunia saat tengah bersepeda di Jalan Menteri Supeno, Kota..
7 jam yang lalu

Kami Satu Keluarga Besar Memilih Jokowi

Ibu saya almamater Pondok Pesantren Diniyah Putri, Aisyiah. Walau ibu saya anaknya banyak namun dia tetaplah aktifis..
8 jam yang lalu

Polisi Bongkar Jaringan Penjual Materai Palsu di Bojonegoro

Beritacenter.COM - Jajaran Stareskrim Polres Bojonegoro berhasil membongkar puluhan ribu materai palsu dan daur..
8 jam yang lalu

Sekjen Masyarakat Perikanan Nusantara: Perkembangan Budidaya Lobster Era Susi Nihil, Hanya Marak Penyelundupan

BeritaCenter.COM – Sekjen Masyarakat Perikanan Nusantara, Dr Nimmi Zulbainarni mengatakan, maraknya aktivitas..
8 jam yang lalu

Tommy Soeharto Keluarkan Jurus "Prihatin Lagi"

Tommy Soeharto mengatakan setelah 22 tahun reformasi, pemilu malah semakin buruk dan memprihatinkan. Kali ini Tommy..
9 jam yang lalu

Ditawari Jadi Calon Wakil Wali Kota Tanggerang Selatan, ini Tanggapan Rafi Ahmad

Beritacenter.COM - Artis Raffi Ahmad masih belum bisa menentukan sikapnya soal tawaran menjadi calon wakil Wali Kota..
9 jam yang lalu

HASUTAN ITU KIAN MENCEKAM

Membaca beberapa artikel yg makin berani menguak siapa PKI sebenarnya, jelas bahwa rencana luar bisa itu berhasil..
10 jam yang lalu

Edhy Prabowo Sebut Satu Ekor Lobster di Perairan RI Mampu Bertelur Hingga 500 Ribu Benih

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan Dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengklaim lobster di Indonesia bisa bertelur..
10 jam yang lalu

Inilah 6 Pemain yang Dibuang Manchester United

Beritacenter.COM - Klub Liga Inggris Manchester United merombak besar - besaran pemainnya pada bursa transfer musim..
10 jam yang lalu

Tolak Rasisme, Kepala Kampung Papua Serukan Jaga Keutuhan NKRI Dalam Bingkai Persaudaraan

Dalam penyampaianya tersebut Kepala Kampung yang biasa disapa Bapa Hengky menyampaikan bahwa kenyataan dikehidupan..
11 jam yang lalu

Dibalik Kritik Pedas Susi Tentang Ekspor Lobster Sarat Kepentingan Pribadi, Netizen : TERNYATA...! Beliau Pengusaha Lobster...

Beritacenter.COM - Legalisasi ekspor benih Lobster pasca terbitnya Permen KP No. 12/2020, tampak memantik perdebatan..
11 jam yang lalu

Ancam Ledakan Restoran Siap Saji, Seorang Pemuda di Makassar Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Tim Resmob Polsek Panakkukang menangkap seorang remaja berinisal MH (35) karena diduga ingin..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi