Senin, 09 Desember 2019 - 05:32 WIB

Anies dan Kisruh RAPBD DKI: Habis "Ngelem" Terbitlah "Ngeles"

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 04 Nopember 2019 | 12:29 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Bagaimana tidak kisruh, rancangan anggaran APBD DKI detailnya sangat fantastis, ada anggaran ballpoint sebesar123 milyar, ada juga anggaran lem aibon 82 milyar untuk 37,500 anak SD, yang artinya setiap murid dapat 2 kaleng lem aibon setiap bulan. Buat apa? Buat "ngelem"?

Informasi menggemparkan itu disampaikan oleh Anggota DPRD Jakarta dari fraksi PSI, William Aditya Sarana pada tanggal 29 Oktober 2019. Tak berapa lama informasi tersebut diunggah, portal website APBD DKI (KUA-PPAS) pun tidak bisa diakses.

Bukan Gubernur namanya jika tidak ber-klarifikasi Anies Baswedan justru mengatakan bahwa sistem e-budgetting APBD DKI tidak snart. Dan disusul kemudian pembelaan bahwa dirinya dan dinas Pemprov DKI telah membahas kisruh RAPBD tersebut pada tanggal 23 Oktober 2019.

Dengan kata lain, beliau ingin mengatakan bahwa apa yang diunggah William itu basi. Pembelaan itu lengkap dengan unggahan video youtube rapat Gubernur DKI bersama jajaran Pemprov DKI, disitu tertera tanggal 23 Oktober 2019. Gubernur boleh berkelit, tapi netizen atau warganet berkata lain.

Warganet dengan segala kecanggihan analisanya justru bertanya: "Lho, kalau sudah dibahas di tanggal 23 Oktober kenapa masih muncul di tanggal 29 Oktober? Pak Anies ngapain aja??"

Ada lagi warganet yang lebih nyinyir: "Jangan-jangan video (tanggal 23 Oktober) itu baru dibuat kemarin (29 Oktober)?! edit powerpoint aja mah gampang!"

Bagi saya, nyinyiran warganet tersebut sungguh jahat. Sangat tidak santuy plus penuh niatan ghibah bin su'udzon tingkat tinggi.

Saya pusing kemudian menghirup kopi, dan tiba-tiba ada pencerahan, kata warganet ghibah tadi benar juga, jika RAPBD sudah di bahas dan di tolak Anies di tanggal 23 Oktober, kok bisa masih muncul di tanggal 29 Oktober? Apa yang sudah dilakukan Anies dengan teguran seperti di dalam video tersebut percuma dong?

Belum lagi klarifikasi jajaran Pemprov DKI yang seperti kebakaran jenggot, seperti kata Sekdis Pendidikan DKI Jakarta, Susi Nurhati, bahwa ada indikasi "salah ketik" di RAPBD tersebut, janggal sekali, jika ada indikasi salah ketik kenapa ketika rapat pembahasan di tanggal 23 Oktober (di video menit ke 25:00) tidak ada satupun jajaran Pemprov yang memprotes atau paling tidak mengklarifikasi indikasi "salah ketik" tersebut?

Okelah, sudah di klarifikasi lagi oleh jajaran Pemprov lain , yaitu Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat, kata beliau, anggaran itu hanya "sementara". Lho kok?

Kata-kata "sementara" ini rancu, jika masih berstatus sementara, kenapa Anies Baswedan terlihat kesal di video tersebut? Bukankah lazim jika Anies sudah mendapat laporan dari bawahan terlebih dahulu, apalagi jika ada anggaran ganjil yang berpotensi jadi polemik masyarakat?

Jika normal, Anies hanya akan bilang, "bapak ibu, ini terlihat ganjil tapi anggaran ini masih sementara, sedang di kaji lebih detail untuk kebutuhan yang harusnya menjadi prioritas".

Jadi sekali lagi, menurut saya, kaitan antara video tersebut dengan penyataan pejabat Pemprov tidak nyambung sama sekali. Entah mana yang harus dipercaya.

Tapi baiklah saya tidak akan menghakimi Anies Baswedan dengan niatan ini-itu, tapi pembelajaran bagi kita semua bahwa secanggih-canggihnya sistem, yang namanya sistem hanyalah alat! Sistem hanyalah tools untuk mempermudah operator dalam beroperasi.


Sistem e-budgetting hanyalah alat untuk mempermudah konsumen (masyarakat) untuk melihat (check and balance) transparansi Pemerintah Daerah dalam mengatur anggaran, agar tidak ada hal-hal aneh.

Sistem, apapun dan secanggih apapun itu, tergantung dari sumber input. Jika yang di input sampah, yang keluar tetap sampah.

Jadi yang dilakukan William sebagai perwakilan rakyat daerah sudah betul. Yang William lakukan adalah melakukan check and balance dari yang namanya sistem itu tadi. Apa gunanya sistem jika tidak bisa sebagai alat kontrol?

Justru harusnya Anies berterima kasih kepada William, bukan lantas mengatakan bahwa PSI adalah partai yang cari panggung. William telah membantu Anies untuk membuktikan bahwa jangan-jangan Anies memelihara "singa lapar" di dalam tubuh Pemprov DKI.

Ada aktor-aktor lapar yang berniat mempermainkan anggaran, atau bisa juga berniat sengaja menjatuhkan citra Anies di mata masyarakat. Sehingga seyogyanya jika Anies tidak memakai jurus ngeles, tapi justru segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik terhadap pejabat Pemprov maupun eselon di bawahnya.

Lebih elok jika Anies meminta maaf dan berjanji untuk memperbaiki kinerja jajaran Pemprov dan sistem tersebut daripada menyalahkan pejabat sebelumnya, apalagi menuduh anggota DPRD cari panggung, bahkan SBY pun tidak pernah menyalahkan Pemerintah sebelumnya padahal SBY kebagian warisan yang masih kacau balau, begitupula Jokowi atau sekelas Gubernur seperti Foke dan Sutiyoso. Mereka pemimpin yang sibuk memperbaiki diri di masa jabatannya.

Jika Anies menuduh sistem tidak smart, harusnya sejak 2017 beliau fokus memperbaiki sistem tersebut, toh sudah dua tahun beliau menjabat, sudah tiga kali terjadi rapat RAPBD, yaitu RAPBD 2018, 2019 dan 2020. Kenapa baru berkomentar sekarang ketika keganjilan ini terbongkar?

Bukan ini saja polemik soal budget DKI, sebelum ini ada kontroversi Pemda DKI soal anggaran 166 milyar untuk membangun 30 WC umum, akibat ucapan seorang istri walikota Jakarta Barat yang menginformasikan bahwa ada masyarakat Jakarta yang masih BAB di kali.

166 milyar untuk 30 WC, satu WC kebagian 5,5 milyar rupiah.

"Paijo, kamu pernah BAB yang septitanknya emas?"

"Halaaaah boro-boro, yang ada septitanknya aja belum pernah" Ujar Paijo sambil geleng-geleng.

Sumber : Ryo Kusumo





Fokus : DKI Jakarta


#Gubernur DKI Jakarta #Anies Baswedan #Jakarta #DKI Jakarta #Apbd dki jakarta #Dana Siluman Di APBD DKI Jakarta #Anggaran Tak Wajar DKI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






9 jam yang lalu

Innalillah, Balita Tanpa Kepala Ditemukan di Parit

Beritacenter.COM - Mayat balita tanpa kepala ditemukan disebuah parit, Jl Antasari, Kecamatan Samarinda Ulu,..
11 jam yang lalu

Warga Jember Digegerkan Temuan Mayat Tanpa Busana Dialiran Sungai Antirogo

BeritaCenter.COM - Warga digegerkan temuan mayat tanpa busana mengambang di aliran sungai Antirogo, Jember. Mayat..
12 jam yang lalu

Tim Voli Putra Berpeluang Bawa Mas Setelah Singkirkan Myanmar

Beritacenter.COM - Tim voli putra berpeluang membawa mas setelah memperoleh tiket final usai mengalahkan Myanmar..
13 jam yang lalu

Dua Pelaku Curat Diringkus Polisi di Tanjung Priok

BeritaCenter.COM - Polisi mengamankan dua orang pemuda berinisial AM (27) dan MRS (16) di Jalan Danau Agung 2,..
14 jam yang lalu

Kembangkan SDM, Kemnaker Ajak Investor Amerika Tuk Investasi ke Indonesia

BeritaCenter.COM - Pemerintahan Indonesia mengajak para investor dari perusahaan-perusahaan besar asal Amerika untuk..
16 jam yang lalu

Beraksi di Apartemen Depok, Spesialis Pencuri HP ini Ditangkap Polisi

BeritaCenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan satu pelaku pencurian di kamar apartemen Margonda..
17 jam yang lalu

Rumah Warga di Sigi Sulteng Diterjang Banjir Lumpur dan Batu dari Pegunungan Poi

Beritacenter.COM - Banjir lumpur menerjang sedikitnya tujuh rumah warga di Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan,..
18 jam yang lalu

Layanan Samsat Keliling Dekat Bundaran HI Ramai Dipadati Pengunjung CFD

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian membuka pelayanan perpanjangan STNK keliling di kawasan Car Free Day (CFD),..
19 jam yang lalu

Warga Rokan Hulu Riau Diamankan Polisi Terkait Kepemilikan Senpi Ilegal

Beritacenter.COM - Seorang warga bernisial MW alias Boiman (46) diamankan polisi atas dugaan kepemilikan senjata api..
20 jam yang lalu

FMPP Apresiasi Langkah Cepat Polres Malang Tangkap Oknum Guru Cabul

Beritacenter.COM - Front Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) mengapresiasi langkah cepat personel Polres Malang..
21 jam yang lalu

Tepis Anggapan Dinasti, Gibran: Kontestasi Politik Bisa Menang Bisa Kalah, Tergantung Rakyat

Beritacenter.COM - Gibran Rakabuming Raka menepis adanya anggapan soal dinasti politik terkait majunya dirinya di..
23 jam yang lalu

Mobil Rombongan Waketum NasDem Kecelakaan di Trans Kalimantan, 1 Sopir Terluka

Beritacenter.COM - Kecelakaan menimpa mobil rombongan Wakil Ketum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Ahmad..
1 hari yang lalu

Android dan Windows Phone Versi Ini Akan Dihentikan dari WhatsApp di Akhir Tahun

Beritacenter.COM - Aplikasi chatting WhatsApp mengumumkan pihaknya tidak akan lagi mendukung beberapa sistem operasi..
1 hari yang lalu

Iran Mulai Jantungan Saat Israel Pamer Rudal Nuklir, AS Bisu

Beritacenter.COM - Militer Israel dilaporkan menguji coba rudal kendali berkemampuan nuklir pada Jumat (6/12/2019) di..
1 hari yang lalu

Layanan Kartu Sehat Bekasi Akan Dihentikan

Beritacenter.COM - Surat Peraturan Kementerian Dalam Negeri No 33 tahun 2019 tentang pedoman penyusunan APBD 2020,..
1 hari yang lalu

Jakarta Akan Diguyur Hujan Disertai Petir di Malam Minggu

Beritacenter.COM - Untuk masyarakat DKI Jakarta yang akan menghabiskannya di dalam kota, ada baiknya mengetahui lebih..
1 hari yang lalu

Guru Besar Hukum Universitas Padjadjaran : Rocky Gerung Itu Tukang Provokasi, Sebut Jokowi Tidak Paham Pancasila

Beritacenter.COM - Ucapan Rocky Gerung yang dilontarkan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) dengan tema..
1 hari yang lalu

Koruptor dan Penyelundup Itu Tidak Pancasilais

Dalam pelbagai forum, saya sering mendapat pertanyaan dan saran. Salah satu saran tentang Pembumian Pancasila adalah..
1 hari yang lalu

Mendukung Pemberantasan Paham Radikal

Dewasa ini penyebaran paham radikal dianggap mengkhawatirkan karena didukung, perkembangan teknologi yang makin..
1 hari yang lalu

Mantap...! Indonesia 2020 Akan Ekspor Beras Premium Sebanyak 500 Ribu Ton

Beritacenter.COM - Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin tengah gencar melakukan ekspor. Salah satunya,..
1 hari yang lalu

Simpan Sabu di Selangkangan, Penumpang Bus Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Petugas kepolisian Polres Langkat mengamankan seorang penumpang bus, Syahfril warga Dusun Nelayan,..
1 hari yang lalu

Asik Berenang Dengan Teman, Bocah SD Tenggalam di Sungai Ciliwung

Beritacenter.COM - Seorang bocah SD tenggelam saat berenang di aliran Sungai Ciliwung, tak jauh dari pintu utama..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi