Kamis, 22 April 2021 - 07:46 WIB

Mendukung Pemberantasan Ideologi Radikal di Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 06 Nopember 2019 | 15:43 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Bahaya Laten Radikalisme di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan, masyarakat yang terpapar radikalisme seperti virus yang menyebar ke berbagai tubuh negeri ini. Bahkan seorang aparat kepolisian juga tidak imun atas paham radikalisme.

Radikalisme sepertinya tidak memandang latar belakang, Salah satu kasusnya dialami oleh seorang mantan Polwan berinisial N. Juru Bicara Polri, Dedi Prasetyo mengatakan, N ternyata telah dipersiapkan untuk menjadi suicide bomber atau pelaku bom bunuh diri. Saat ini, N juga telah dipecat karena terpengaruh paham radikal.

Mantan Polwan berusia 23 tahun tersebut sebelumnya pernah ditangkap oleh Densus 88 Antiteror pada Mei lalu di Bandara Juanda karena dugaan terkait dengan jaringan terorisme. Diketahui selama sebulan penuh ia meninggalkan tugas tanpa izin dan menggunakan identitas palsu ketika terbang dari Ternate ke Surabaya.

Ditengarai, N terpapar paham radikalisme melalui media sosial dan mempelajarinya secara otodidak. Tentunya penyusupan paham radikalisme ke institusi Polri merupakan hal yang luar biasa dan sudah sepatutnya menjadi kewaspadaan bagi Pemerintah.

Ketua Umum Komite Relawan Nasional Indonesia Korni, menyebutkan ada dua paham ideologi yang berbahaya di Indonesia, yakni paham radikal agama dan radikal sekuler.

Ketua Umum Korni, M Basri mengemukakan, Paham radikal agama adalah gerakan untuk mengganti ideologi Pancasila dengan Ideologi berbasis Agama, sedangkan paham radikal sekuler adalah paham yang ingin memisahkan Pancasila dari nilai-nilai agam. Keduanyapun sama-sama menjadi ancaman nyata bagi kedamaian di Indonesia.

Paham radikal agama tentu amatlah berbahaya, karena hal tersebut membawa virus pemaksaan kehendak, kebencian, permusuhan dan intoleransi, dengan tujuan mengganti ideologi agama dan akan menjadi ancaman utama bagi Pancasila.

Sebagai warga negara Indonesia, tentu kita harus memahami bahwa Pancasila merupakan Ideologi negara Indonesia adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa (YME) yang mencerminkan nilai perbedaan dalam kehidupan tetapi dapat bersatu dalam keragaman. Dan, makna nilai yang terkandung pada Pancasila sudah sesuai dengan nilai ajaran pada semua agama yang ada di Indonesia.

Kita memiliki vaksin terhadap serangan pemikiran-pemikiran radikalisme, yaitu dengan cara mengimplementasikan Pancasila dalam keseharian, baik itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dalam pola pikir, perilaku kehidupan hingga dalam produk aturan hukum yang sesuai dengan nilai Pancasila.

Pemerintah juga tidak tinggal diam akan persebaran radikalisme tersebut, terbukti setelah diterbitkannya Perpu Ormas yang berbuntut pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kini giliran Jamaah Ansharud Daulah (JAD) yang mengalami nasib serupa. Vonis pembekuan terhadap JAD dikarenakan organisasi tersebut terbukti melanggar UU terorisme.

Namun keputusan tersebut nyatanya agak terlambat. Pada tahun 2017 Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menetapkan JAD sebagai organisasi terorisme yang berafiliasi dengan ISIS. Meski demikian langkah pemerintah dalam melarang JAD tentu patut diapresiasi sebagai salah satu upaya nyata pemberantasan terorisme.

Tentu kita tahun bahwa JAD, memiliki rekam jejak panjang terkait dengan keterlibatannya dalam sejumlah aksi teror di tanah air. Seperti kasus teror di 3 gereja yang ada di Surabaya yang menewaskan puluhan nyawa. Pasca dijatuhkannya vonis hakim terkait dengan pembekuan dan pelarangan JAD, aparat keamanan dan militer telah menangkap tidak kurang dari 200 orang yang disangka berafiliasi dengan organisasi tersebut.

Vonis pelarangan JAD, sebagai organisasi yang merupakan eksponen penting penyebaran radikalisme di Indonesia, tentu mempersulit langkah jaringan radikal dalam menyebarkan ideologi dan merekrut anggota baru. Meski demikian, kondisi ini tidak serta merta dapat diartikan sebagai akhir gerakan radikal di Indonesia.

Program Deradikalisasi sudah semestinya tidak hanya menyentuh pelaku maupun keluarga teroris yang sudah tertangkap, namun juga menyentuh masyarakat luas. Sehingga perlu adanya upaya yang sistematis dalam mencegah praktrik radikal yang menyebar secara masif ditengah masyarakat, sehingga jangan sampai tertangkapnya teroris lantas lahir teroris baru dari kalangan yang tidak terduga.

Radikalisme tentu sebuah ancaman yang tidak main-main bagi eksistensi Bangsa dan Negara. Efek destruktif yang dilahirkannya, seperti beragam aksi teror yang mengancam nyawa hingga menggoyang sendi ekonomi dan melemahkan ikatan sosial masyarakat. Entah bagaimanapun caranya, paham Radikalisme haruslah diberantas.

 

Ditulis Oleh : Muhammad Zaki
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Radikal #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #NKRI Harga Mati


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






5 jam yang lalu

CATAT ! Ini Sederet Amalan Penuh Pahala Bagi Perempuan Haid di Bulan Ramadhan

Beritacenter.COM - Ada salah satu kekhawatiran bagi banyak perempuan saat menjalani puasa Ramadan, yakni jika..
6 jam yang lalu

Coreng Institusi Polri ! Polwan Gadungan yang Viral Mesum Sesama Jenis Ditangkap

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang polwan gadungan berinisial KL (21) di wilayah..
7 jam yang lalu

Geger ! Pemuda di Bandung Ditemukan Tewas di Atas Genting

Beritacenter.COM - Seorang pemuda di Jalan Sautunan Raya, Kelurahan Kebonlega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota..
8 jam yang lalu

Depresi Adik Nikah Duluan, Pemuda di Gandusari Nekat Gantung Diri

Beritacenter.COM - Seorang pemuda berinisial S (35) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon..
8 jam yang lalu

Diduga Peras Wali Kota, Penyidik KPK Akan Diproses Secara Etik oleh Dewas

Beritacenter.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial SR diduga melakukan pemerasan kepada Wali..
9 jam yang lalu

Terminal di Banten Bakal Ditutup Sementara Selama Mudik Lebaran

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan menutup sementara layanan Bus Kota Antar Provinsi (AKAP)..
9 jam yang lalu

Perang Sarung Berujung Maut, Pemuda di Tangerang Tewas Mengenaskan Dihujani Bacokan Sajam

Beritacenter.COM - Perang sarung yang hampir menjadi tradisi setiap bulan Ramadhan memakan korban di Bojong Nangka,..
10 jam yang lalu

Tak Suka Mata Uang Digital, Bill Gates Pernah Sebut Bitcoin Cs Penyebab Kematian!

Pada saat ini, mata uang kripto digunakan untuk membeli fentanyl dan narkoba lainnya sehingga ini adalah teknologi..
10 jam yang lalu

Soal Pemecatan Jose Mourinho, Son Heung Min : Saya Minta Maaf Belum Bisa Tampil Memuaskan

Beritacenter.COM - Penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min ikut mengomentari soal pemecatan Jose Mourinho . Merasa..
10 jam yang lalu

Sosialisasi Larangan Mudik di Jakut, Sopir Truk Bandel Akan Ditindak Tegas Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian melakukan sosialisasi terkait larangan mudik yang akan mulai berlaku..
11 jam yang lalu

Tawuran 'Perang Sarung' Antar Pemuda Berujung Maut di Tangerang, 2 Pelaku Ditangkap

Beritacenter.COM - Aksi tawuran 'perang sarung' yang dilakukan sejumlah pemuda menjelang waktu sahur di Kelapa Dua,..
11 jam yang lalu

Inilah 5 Kandungan Air Kelapa Dapat Menyehatkan Tubuh

Beritacenter.COM - Air kelapa dikenal memiliki kandungan segudang manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Terbuat dari..
12 jam yang lalu

Habib Rizieq Tuding Jaksa Giring Para Saksi Sebut Dirinya Bohong soal Test COVID-19

Beritacenter.COM - Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jaktim, Rabu..
12 jam yang lalu

Innalillahi !! 23 Orang Tewas, 139 Luka - Luka Akibat Kecelakaan Kereta di Mesir

Beritacenter.COM - Sebanyak 23 orang tewas dan 139 luka - luka akibat kecelakaan kereta di Mesir pada Minggu..
12 jam yang lalu

Biadab !! Ibu Rumah Tangga Tega Gorok Leher Anaknya Sendiri Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Seorang ibu rumah tangga bernama Ani Asih (35) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, tega..
13 jam yang lalu

Kakek Mesum di Rembang Cabuli-Ikat Bocah SD Tetangganya, Korban Juga Diancam

Beritacenter.COM - Bejad, seorang kakek di Rembang, Jawa Tengah, tega mencabuli gadis 11 tahun. Kakek berusia 60..
13 jam yang lalu

Tinjau Vaksinasi, Kapolri dan Panglima TNI Bertolak ke Bali

Beritacenter.COM - Pangliman TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jendral Listyo Sigit meninjau langsung acara..
14 jam yang lalu

Foto Mesum Sejenisnya Viral, Polwan Gadungan Dibekuk Polisi di Bitung Sulsel

Beritacenter.COM - Personel Satreskrim Polres Bitung mengamankan seorang perempuan muda berinisial KL (21). Wanita..
14 jam yang lalu

Setahun Berlalu, 60 ASN Pemprov DKI Meninggal Karena Covid -19

BeritacenterCOM - Pandemi Covid -19 sudah berlangsung selama satu tahun di Indonesia. Tercatat ribuan nyawa meninggal..
15 jam yang lalu

Tak Diketahui Alasannya, SBY Cabut Pendaftaran Merek Partai Demokrat atas Nama Pribadi

Beritacenter.COM - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencabut pendaftaran..
15 jam yang lalu

Rayakan Hari Kartini, Ini Pesan Susi Pudjiastuti Untuk Wanita di Indonesia

Beritacenter.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Pudji Astuti mengucapkan selamat Hari Kartini 2021..
15 jam yang lalu

Curhat Petani Indramayu ke Jokowi, Singgung soal Mesin Panen Padi Hingga Pupuk Subsidi

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peninjauan panen raya di Desa Wanasari, Kecamatan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi