Selasa, 11 Agustus 2020 - 07:12 WIB

Mendukung Pemberantasan Ideologi Radikal di Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 06 Nopember 2019 | 15:43 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Bahaya Laten Radikalisme di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan, masyarakat yang terpapar radikalisme seperti virus yang menyebar ke berbagai tubuh negeri ini. Bahkan seorang aparat kepolisian juga tidak imun atas paham radikalisme.

Radikalisme sepertinya tidak memandang latar belakang, Salah satu kasusnya dialami oleh seorang mantan Polwan berinisial N. Juru Bicara Polri, Dedi Prasetyo mengatakan, N ternyata telah dipersiapkan untuk menjadi suicide bomber atau pelaku bom bunuh diri. Saat ini, N juga telah dipecat karena terpengaruh paham radikal.

Mantan Polwan berusia 23 tahun tersebut sebelumnya pernah ditangkap oleh Densus 88 Antiteror pada Mei lalu di Bandara Juanda karena dugaan terkait dengan jaringan terorisme. Diketahui selama sebulan penuh ia meninggalkan tugas tanpa izin dan menggunakan identitas palsu ketika terbang dari Ternate ke Surabaya.

Ditengarai, N terpapar paham radikalisme melalui media sosial dan mempelajarinya secara otodidak. Tentunya penyusupan paham radikalisme ke institusi Polri merupakan hal yang luar biasa dan sudah sepatutnya menjadi kewaspadaan bagi Pemerintah.

Ketua Umum Komite Relawan Nasional Indonesia Korni, menyebutkan ada dua paham ideologi yang berbahaya di Indonesia, yakni paham radikal agama dan radikal sekuler.

Ketua Umum Korni, M Basri mengemukakan, Paham radikal agama adalah gerakan untuk mengganti ideologi Pancasila dengan Ideologi berbasis Agama, sedangkan paham radikal sekuler adalah paham yang ingin memisahkan Pancasila dari nilai-nilai agam. Keduanyapun sama-sama menjadi ancaman nyata bagi kedamaian di Indonesia.

Paham radikal agama tentu amatlah berbahaya, karena hal tersebut membawa virus pemaksaan kehendak, kebencian, permusuhan dan intoleransi, dengan tujuan mengganti ideologi agama dan akan menjadi ancaman utama bagi Pancasila.

Sebagai warga negara Indonesia, tentu kita harus memahami bahwa Pancasila merupakan Ideologi negara Indonesia adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa (YME) yang mencerminkan nilai perbedaan dalam kehidupan tetapi dapat bersatu dalam keragaman. Dan, makna nilai yang terkandung pada Pancasila sudah sesuai dengan nilai ajaran pada semua agama yang ada di Indonesia.

Kita memiliki vaksin terhadap serangan pemikiran-pemikiran radikalisme, yaitu dengan cara mengimplementasikan Pancasila dalam keseharian, baik itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dalam pola pikir, perilaku kehidupan hingga dalam produk aturan hukum yang sesuai dengan nilai Pancasila.

Pemerintah juga tidak tinggal diam akan persebaran radikalisme tersebut, terbukti setelah diterbitkannya Perpu Ormas yang berbuntut pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kini giliran Jamaah Ansharud Daulah (JAD) yang mengalami nasib serupa. Vonis pembekuan terhadap JAD dikarenakan organisasi tersebut terbukti melanggar UU terorisme.

Namun keputusan tersebut nyatanya agak terlambat. Pada tahun 2017 Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menetapkan JAD sebagai organisasi terorisme yang berafiliasi dengan ISIS. Meski demikian langkah pemerintah dalam melarang JAD tentu patut diapresiasi sebagai salah satu upaya nyata pemberantasan terorisme.

Tentu kita tahun bahwa JAD, memiliki rekam jejak panjang terkait dengan keterlibatannya dalam sejumlah aksi teror di tanah air. Seperti kasus teror di 3 gereja yang ada di Surabaya yang menewaskan puluhan nyawa. Pasca dijatuhkannya vonis hakim terkait dengan pembekuan dan pelarangan JAD, aparat keamanan dan militer telah menangkap tidak kurang dari 200 orang yang disangka berafiliasi dengan organisasi tersebut.

Vonis pelarangan JAD, sebagai organisasi yang merupakan eksponen penting penyebaran radikalisme di Indonesia, tentu mempersulit langkah jaringan radikal dalam menyebarkan ideologi dan merekrut anggota baru. Meski demikian, kondisi ini tidak serta merta dapat diartikan sebagai akhir gerakan radikal di Indonesia.

Program Deradikalisasi sudah semestinya tidak hanya menyentuh pelaku maupun keluarga teroris yang sudah tertangkap, namun juga menyentuh masyarakat luas. Sehingga perlu adanya upaya yang sistematis dalam mencegah praktrik radikal yang menyebar secara masif ditengah masyarakat, sehingga jangan sampai tertangkapnya teroris lantas lahir teroris baru dari kalangan yang tidak terduga.

Radikalisme tentu sebuah ancaman yang tidak main-main bagi eksistensi Bangsa dan Negara. Efek destruktif yang dilahirkannya, seperti beragam aksi teror yang mengancam nyawa hingga menggoyang sendi ekonomi dan melemahkan ikatan sosial masyarakat. Entah bagaimanapun caranya, paham Radikalisme haruslah diberantas.

 

Ditulis Oleh : Muhammad Zaki
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#NKRI Harga Mati #Radikalisme #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #Radikal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






44 menit yang lalu

Pancasila Sudah Final, Tolak Komunisme dan Radikalisme

Pancasila merupakan ideologi bangsa yang sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. Apalagi digantikan oleh ideologi..
2 jam yang lalu

Ini Manfaat Kencur Bagi Kesehatan Tubuh

Beritacenter.COM - Tanaman kencur (Kaempferia galangal) merupakan salah satu tanaman herbal yang berasal dari jenis..
4 jam yang lalu

Kebakaran Hanguskan Rumah Tinggal di Jakut, 7 Mobil Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Beritacenter.COM - Terjadi kebakaran rumah tinggal di kawasan Pademangan Timur, Jakarta Utara, pada Senin..
5 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pencuri Handphone di Bali

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan seorang pemuda bernama Made Sumitra Jaya lantaran..
6 jam yang lalu

Chicago AS Rusuh, Warga Ancurkan Mobil Polisi-Jarah Toko

Beritacenter.COM - Kota Chicago, Illinois, Amerika Serikat, dilaporkan dilanda kerusuhan dan baku tembak di kawasan..
7 jam yang lalu

Terkait Vaksin Corona, Erick : Belum Ada, Adanya Terapi Penyembuhan

Beritacenter.COM - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir..
8 jam yang lalu

Dari Zona Merah, Surabaya Terpantau Berubah Jadi Zona Oranye Corona

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Surabaya yang sebelumnya merupakan zona merah Corona (COVID-19), saat ini telah..
8 jam yang lalu

Anita Kolopaking Ajukan Praperadilan, Polri : Itu Sah-Sah saja, Kami Siap Hadapi

Itu sah-sah saja karena sudah diatur dalam Kuhap dalam rangka untuk menguji penangkapan dan penahanan seseorang...
9 jam yang lalu

Pengakuan Pemerkosa Viral di Bintaro, Ngaku Mabuk Hingga Nafsu Birahi Meningkat

Beritacenter.COM - Pelaku pemerkosa wanita di Bintaro, Tangerang Selatan, Raffi Idzamallah (19), telah mengakui..
9 jam yang lalu

Terkait Kasus Penembakan Misterius di Tangsel, Polisi : Pelaku Teridentifikasi

Beritacenter.COM - Kasus penembakan misterius yang terjadi di Tanggerang Selatan mulai menemui titik terang, dari..
9 jam yang lalu

Polisi : Korban Gilang Predator Fetish Pocong Bertambah 2, Total Ada 5 yang Melapor

Beritacenter.COM - Polisi menyebut terdapat tambahan dua korban predator fetish pocong, Gilang, yang melapor ke..
10 jam yang lalu

Menteri Edhy Dorong Pemda Kepulauan dan Pesisir Kembangkan Sektor Kelautan dan Perikanan

Beritacenter.COM - Pemerintah daerah, lebih-lebih yang berada di kepulauan dan pesisir, merupakan ujung tombak..
10 jam yang lalu

Polresta Surakarta Minta Pelaku Penyerang Acara Pernikahan di Solo Menyerahkan Diri : Kalau Tidak, Kita Pakai Cara Sendiri

Beritacenter.COM - Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai mengatakan, pihaknya memberikan waktu 2x24 jam kepada..
11 jam yang lalu

Soal Viral Pemerkosa di Bintaro, Polisi: DM Tersangka Jadi Titik Terang Penangkapan

Beritacenter.COM - Kasus pemerkosaan terhadap AF di Bintaro, Tangerang Selatan, mulai menemui titik terang setelah..
11 jam yang lalu

Samsung Rilis Smartphone Low Budget Untuk Jawab Kebutuhan Pelajar Indonesia

Beritacenter.COM - Samsung merupakan salah satu merk smartphone ternama di Indonesia yang telah melahirkan..
11 jam yang lalu

BNI Bagikan Tips Manfaatkan Insentif Program Prakerja Secara Maksimal

Beritacenter.COM - Program Kartu Prakerja gelombang keempat telah dibuka oleh pemerintah. Untuk gelombang..
12 jam yang lalu

Menko Perekonomian Sambut Baik Lonjakan Ekspor Produk Hortikultura

Beritacenter.COM - Ekspor buah segar Indonesia pada Januari hingga Mei 2020 mengalami lonjakan mencapai 375.000..
12 jam yang lalu

5 Makanan ini Bisa Atasi Kulit Kering

Beritacenter.COM - Memiliki masalah kulit kering memang menjengkelkan bagi semua orang. Tidak hanya itu, kulit..
12 jam yang lalu

Pegawai KPK Jadi ASN, Laode: Sudah Benar Tapi Malah Ikuti Yang Salah

Beritacenter.COM - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarief angkat bicara terkait..
13 jam yang lalu

2 Pemain Atletico Madrid Positif Corona

Beritacenter.COM - Dua punggawa Atletico Madrid terpapar positif virus corona. Los Rojiblancos segera menghubungi..
13 jam yang lalu

Polisi soal Kasus TPPO : Mucikari Sebut Vernita Syabilla Pesan Kondom Khusus

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian mengungkap alat bukti soal kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO)..
13 jam yang lalu

Hina Islam di Medsos, Kakek Ini Dtangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polrestabes Bandung telah menetapkan Apollinaris Darmawan sebagai tersangka karena..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi