Senin, 20 Januari 2020 - 20:23 WIB

Mendukung Pemberantasan Ideologi Radikal di Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 06 Nopember 2019 | 15:43 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Bahaya Laten Radikalisme di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan, masyarakat yang terpapar radikalisme seperti virus yang menyebar ke berbagai tubuh negeri ini. Bahkan seorang aparat kepolisian juga tidak imun atas paham radikalisme.

Radikalisme sepertinya tidak memandang latar belakang, Salah satu kasusnya dialami oleh seorang mantan Polwan berinisial N. Juru Bicara Polri, Dedi Prasetyo mengatakan, N ternyata telah dipersiapkan untuk menjadi suicide bomber atau pelaku bom bunuh diri. Saat ini, N juga telah dipecat karena terpengaruh paham radikal.

Mantan Polwan berusia 23 tahun tersebut sebelumnya pernah ditangkap oleh Densus 88 Antiteror pada Mei lalu di Bandara Juanda karena dugaan terkait dengan jaringan terorisme. Diketahui selama sebulan penuh ia meninggalkan tugas tanpa izin dan menggunakan identitas palsu ketika terbang dari Ternate ke Surabaya.

Ditengarai, N terpapar paham radikalisme melalui media sosial dan mempelajarinya secara otodidak. Tentunya penyusupan paham radikalisme ke institusi Polri merupakan hal yang luar biasa dan sudah sepatutnya menjadi kewaspadaan bagi Pemerintah.

Ketua Umum Komite Relawan Nasional Indonesia Korni, menyebutkan ada dua paham ideologi yang berbahaya di Indonesia, yakni paham radikal agama dan radikal sekuler.

Ketua Umum Korni, M Basri mengemukakan, Paham radikal agama adalah gerakan untuk mengganti ideologi Pancasila dengan Ideologi berbasis Agama, sedangkan paham radikal sekuler adalah paham yang ingin memisahkan Pancasila dari nilai-nilai agam. Keduanyapun sama-sama menjadi ancaman nyata bagi kedamaian di Indonesia.

Paham radikal agama tentu amatlah berbahaya, karena hal tersebut membawa virus pemaksaan kehendak, kebencian, permusuhan dan intoleransi, dengan tujuan mengganti ideologi agama dan akan menjadi ancaman utama bagi Pancasila.

Sebagai warga negara Indonesia, tentu kita harus memahami bahwa Pancasila merupakan Ideologi negara Indonesia adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa (YME) yang mencerminkan nilai perbedaan dalam kehidupan tetapi dapat bersatu dalam keragaman. Dan, makna nilai yang terkandung pada Pancasila sudah sesuai dengan nilai ajaran pada semua agama yang ada di Indonesia.

Kita memiliki vaksin terhadap serangan pemikiran-pemikiran radikalisme, yaitu dengan cara mengimplementasikan Pancasila dalam keseharian, baik itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dalam pola pikir, perilaku kehidupan hingga dalam produk aturan hukum yang sesuai dengan nilai Pancasila.

Pemerintah juga tidak tinggal diam akan persebaran radikalisme tersebut, terbukti setelah diterbitkannya Perpu Ormas yang berbuntut pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kini giliran Jamaah Ansharud Daulah (JAD) yang mengalami nasib serupa. Vonis pembekuan terhadap JAD dikarenakan organisasi tersebut terbukti melanggar UU terorisme.

Namun keputusan tersebut nyatanya agak terlambat. Pada tahun 2017 Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menetapkan JAD sebagai organisasi terorisme yang berafiliasi dengan ISIS. Meski demikian langkah pemerintah dalam melarang JAD tentu patut diapresiasi sebagai salah satu upaya nyata pemberantasan terorisme.

Tentu kita tahun bahwa JAD, memiliki rekam jejak panjang terkait dengan keterlibatannya dalam sejumlah aksi teror di tanah air. Seperti kasus teror di 3 gereja yang ada di Surabaya yang menewaskan puluhan nyawa. Pasca dijatuhkannya vonis hakim terkait dengan pembekuan dan pelarangan JAD, aparat keamanan dan militer telah menangkap tidak kurang dari 200 orang yang disangka berafiliasi dengan organisasi tersebut.

Vonis pelarangan JAD, sebagai organisasi yang merupakan eksponen penting penyebaran radikalisme di Indonesia, tentu mempersulit langkah jaringan radikal dalam menyebarkan ideologi dan merekrut anggota baru. Meski demikian, kondisi ini tidak serta merta dapat diartikan sebagai akhir gerakan radikal di Indonesia.

Program Deradikalisasi sudah semestinya tidak hanya menyentuh pelaku maupun keluarga teroris yang sudah tertangkap, namun juga menyentuh masyarakat luas. Sehingga perlu adanya upaya yang sistematis dalam mencegah praktrik radikal yang menyebar secara masif ditengah masyarakat, sehingga jangan sampai tertangkapnya teroris lantas lahir teroris baru dari kalangan yang tidak terduga.

Radikalisme tentu sebuah ancaman yang tidak main-main bagi eksistensi Bangsa dan Negara. Efek destruktif yang dilahirkannya, seperti beragam aksi teror yang mengancam nyawa hingga menggoyang sendi ekonomi dan melemahkan ikatan sosial masyarakat. Entah bagaimanapun caranya, paham Radikalisme haruslah diberantas.

 

Ditulis Oleh : Muhammad Zaki
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #Radikal #Radikalisme #NKRI Harga Mati


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






23 menit yang lalu

Atletico Ajukan Penawaran Transfer Kepada PSG Untuk Edison Cavani

Beritacenter.COM - Atletico Madrid terus mengajukan penawaran terhadap klub Paris Saint-Germain (PSG) untuk..
53 menit yang lalu

Mantap...! Jokowi Akan Mereformasi Industri Keuangan Nonbank

Beritacenter.COM - Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan indikasi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan..
1 jam yang lalu

Bejat !! Pelajar SMA di Serang Hamil 5 Bulan Dicabuli Tetangganya

Beritacenter.COM - Seorang pelajar SMA di Kota Serang tega dicabuli oleh tetangganya sendiri hingga lima bulan...
1 jam yang lalu

Komisi III DPR Sepakat Bentuk Panja Jiwasraya

BeritaCenter.COM - Komisi III DPR RI sepakat membentuk panitia kerja (panja) pengawasan penegakan hukum Jiwasraya...
1 jam yang lalu

Anies Belajarlah dari Jokowi

Saat anies terpilih, sebenarya dia membawa beban yang berat, dikala ahok begitu banyak prestasi dan tingkat kepuasan..
1 jam yang lalu

Ini Jumlah PNS yang Akan Pindah ke Ibu Kota Baru di 2024

BeritaCenter.COM – Pemerintah pusat telah menegaskan bahwa pada tahun 2024 semua PNS akan pindah ke ibu kota..
2 jam yang lalu

Karyawan Ditangkap Karena Terlibat Kasus Karhutla, PTPN V : Kita Dukung

Beritacenter.COM - Karyawan PT Perkebunan Nusantara V, Pekan Situmorang, telah ditetapkan sebagai tersangka terkait..
2 jam yang lalu

Cawagub DKI Jakarta Diumumkan, Ini Namanya

BeritaCenter.COM – Calon wakil gubernur (Cawagub) DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno sudah diumumkan oleh..
2 jam yang lalu

Jelang Imlek, Polisi Perketat Pengamanan di Sulsel

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menjamin kemanan saat peraayaan Imlek 2571 tahun 2020 di..
2 jam yang lalu

Warga Aceh Tewas Usai Digigit Semut saat Menebang Pohon

Beritacenter.COM - M. Khairi (27) warga Desa Guha Uleue, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, tewas usai digigit semut..
2 jam yang lalu

Jaksa Agung Sebut Pelajar yang Bunuh Begal Tidak akan Ditahan

Beritacenter.COM - Seorang pelajar berinisial ZL (17) Diduga telah melakukan pembunuhan berencana terhadap begal..
3 jam yang lalu

DORONG Pansus Jiwasraya, Demokrat Siap Galih Lubung Kuburnya Sendiri...

Beritacenter.COM - Partai Demokrat memancing di air keruh dengan isu Jiwasraya. Mereka kukuh mendorong dibentuknya..
3 jam yang lalu

Astaga...! Mayat Bayi Dibungkus Koran Gemparkan Warga Banyuwangi

Beritacenter.COM - Warga Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, gempar dengan temuan sesosok janin..
4 jam yang lalu

Asik Pake Sabu Di Res Area, Dua Pemuda Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Fredy Setyo Utomo, warga Putat Jaya, Surabaya, dan Toni Ismoyo, warga Asemrowo Surabaya, harus..
4 jam yang lalu

Geger! Mayat Tanpa Kepala Ditemukan Membusuk di Pinggir Pantai Selok Anyar

Beritacenter.COM - Warga digemparkan temuan mayat tanpa kepala di Pantai Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, Lumajang,..
4 jam yang lalu

Gara-gara Belum Ngopi Sebuah Mobil Nyebur Rawa

Beritacenter.COM - Kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil minibus toyota avanza bernomor polisi L 1132 TX, yang..
4 jam yang lalu

Diduga Ngebut, Pelajar di Sulsel Tabrak IRT Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Seorang pelajar berinisial BS (16) menabrak ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Gowa, Sulsel..
5 jam yang lalu

Pijet Plus-plus Di Desa Sukorejo, Di Satroni Polisi

Beritacenter.COM - Sebuah panti pijat bernama HHK yang berada di jalan Erlangga Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem,..
5 jam yang lalu

Sepakat !! Prabowo dan Sohibul Iman Calonkan Dua Nama ini Jadi Calon Wagub DKI

Beritacenter.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul..
6 jam yang lalu

Seluruh Calon Kepala Daerah Wajib Ikut Tes Ini

Beritacenter.COM - Calon kepala daerah dalam Pilkada serentak yang akan berlangsung di Indonesia haruslah bebas dari..
6 jam yang lalu

Leher Bocah di Sulawesi Tenggara Tertusuk Moncong Ikan Marlin Saat Mancing

Beritacenter.COM - Seorang bocah bernama Muhammad Idul tertusuk moncong ikan marlin saat memancing di perairan Buton,..
6 jam yang lalu

Kebakaran Hebat Hanguskan 9 Kios di Pasar Pelita, Dua Orang Terluka

Beritacenter.COM - Terjadi kebakaran hebat yang mengahanguskan sembilan kios pedagang di Pasar Pelita, Kota Sukabumi,..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi