Rabu, 13 Nopember 2019 - 12:51 WIB

Mendukung Pemberantasan Ideologi Radikal di Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 06 Nopember 2019 | 15:43 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Bahaya Laten Radikalisme di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan, masyarakat yang terpapar radikalisme seperti virus yang menyebar ke berbagai tubuh negeri ini. Bahkan seorang aparat kepolisian juga tidak imun atas paham radikalisme.

Radikalisme sepertinya tidak memandang latar belakang, Salah satu kasusnya dialami oleh seorang mantan Polwan berinisial N. Juru Bicara Polri, Dedi Prasetyo mengatakan, N ternyata telah dipersiapkan untuk menjadi suicide bomber atau pelaku bom bunuh diri. Saat ini, N juga telah dipecat karena terpengaruh paham radikal.

Mantan Polwan berusia 23 tahun tersebut sebelumnya pernah ditangkap oleh Densus 88 Antiteror pada Mei lalu di Bandara Juanda karena dugaan terkait dengan jaringan terorisme. Diketahui selama sebulan penuh ia meninggalkan tugas tanpa izin dan menggunakan identitas palsu ketika terbang dari Ternate ke Surabaya.

Ditengarai, N terpapar paham radikalisme melalui media sosial dan mempelajarinya secara otodidak. Tentunya penyusupan paham radikalisme ke institusi Polri merupakan hal yang luar biasa dan sudah sepatutnya menjadi kewaspadaan bagi Pemerintah.

Ketua Umum Komite Relawan Nasional Indonesia Korni, menyebutkan ada dua paham ideologi yang berbahaya di Indonesia, yakni paham radikal agama dan radikal sekuler.

Ketua Umum Korni, M Basri mengemukakan, Paham radikal agama adalah gerakan untuk mengganti ideologi Pancasila dengan Ideologi berbasis Agama, sedangkan paham radikal sekuler adalah paham yang ingin memisahkan Pancasila dari nilai-nilai agam. Keduanyapun sama-sama menjadi ancaman nyata bagi kedamaian di Indonesia.

Paham radikal agama tentu amatlah berbahaya, karena hal tersebut membawa virus pemaksaan kehendak, kebencian, permusuhan dan intoleransi, dengan tujuan mengganti ideologi agama dan akan menjadi ancaman utama bagi Pancasila.

Sebagai warga negara Indonesia, tentu kita harus memahami bahwa Pancasila merupakan Ideologi negara Indonesia adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa (YME) yang mencerminkan nilai perbedaan dalam kehidupan tetapi dapat bersatu dalam keragaman. Dan, makna nilai yang terkandung pada Pancasila sudah sesuai dengan nilai ajaran pada semua agama yang ada di Indonesia.

Kita memiliki vaksin terhadap serangan pemikiran-pemikiran radikalisme, yaitu dengan cara mengimplementasikan Pancasila dalam keseharian, baik itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dalam pola pikir, perilaku kehidupan hingga dalam produk aturan hukum yang sesuai dengan nilai Pancasila.

Pemerintah juga tidak tinggal diam akan persebaran radikalisme tersebut, terbukti setelah diterbitkannya Perpu Ormas yang berbuntut pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kini giliran Jamaah Ansharud Daulah (JAD) yang mengalami nasib serupa. Vonis pembekuan terhadap JAD dikarenakan organisasi tersebut terbukti melanggar UU terorisme.

Namun keputusan tersebut nyatanya agak terlambat. Pada tahun 2017 Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menetapkan JAD sebagai organisasi terorisme yang berafiliasi dengan ISIS. Meski demikian langkah pemerintah dalam melarang JAD tentu patut diapresiasi sebagai salah satu upaya nyata pemberantasan terorisme.

Tentu kita tahun bahwa JAD, memiliki rekam jejak panjang terkait dengan keterlibatannya dalam sejumlah aksi teror di tanah air. Seperti kasus teror di 3 gereja yang ada di Surabaya yang menewaskan puluhan nyawa. Pasca dijatuhkannya vonis hakim terkait dengan pembekuan dan pelarangan JAD, aparat keamanan dan militer telah menangkap tidak kurang dari 200 orang yang disangka berafiliasi dengan organisasi tersebut.

Vonis pelarangan JAD, sebagai organisasi yang merupakan eksponen penting penyebaran radikalisme di Indonesia, tentu mempersulit langkah jaringan radikal dalam menyebarkan ideologi dan merekrut anggota baru. Meski demikian, kondisi ini tidak serta merta dapat diartikan sebagai akhir gerakan radikal di Indonesia.

Program Deradikalisasi sudah semestinya tidak hanya menyentuh pelaku maupun keluarga teroris yang sudah tertangkap, namun juga menyentuh masyarakat luas. Sehingga perlu adanya upaya yang sistematis dalam mencegah praktrik radikal yang menyebar secara masif ditengah masyarakat, sehingga jangan sampai tertangkapnya teroris lantas lahir teroris baru dari kalangan yang tidak terduga.

Radikalisme tentu sebuah ancaman yang tidak main-main bagi eksistensi Bangsa dan Negara. Efek destruktif yang dilahirkannya, seperti beragam aksi teror yang mengancam nyawa hingga menggoyang sendi ekonomi dan melemahkan ikatan sosial masyarakat. Entah bagaimanapun caranya, paham Radikalisme haruslah diberantas.

 

Ditulis Oleh : Muhammad Zaki
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #NKRI Harga Mati #Radikal #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






7 menit yang lalu

TERUNGKAP! Ini Identitas Bomber Polrestabes Medan

BeritaCenter.COM - Polisi berhasil mengungkap identitas pelaku bom diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Pelaku..
9 menit yang lalu

Puluhan Ribu Babi Dimusnahkan, Daerah Sungai di Korea Selatan Mendadak Merah

Diketahui juga jika darah berasal dari lokasi pekuburan setempat yang menyebar ke Sungai Imjin di Korea Selatan..
12 menit yang lalu

Hastag #GolkarButuhBamsoet Jadi Trending Twitter

Beritacenter.COM - Tanda pagar #GolkarButuhBamsoet menempati posisi ke-3 peringkat trending Twitter Indonesia, Rabu..
33 menit yang lalu

Ini Respon Gojek soal Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Pakai Atribut Ojol

Beritacenter.COM - Insiden ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, pagi ini menjadi sorotan..
51 menit yang lalu

Terkait Bom di Mapolrestabes Medan, DPR : Jangan Sebar Foto Ataupun Vidio

BeritaCenter.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menghimbau agar masyarakat tidak menyebarkan foto-foto ataupun vidio..
1 jam yang lalu

Diduga Stres, Warga Sukabumi Nekat Gantung Diri dengan Pohon Beringin

Beritacenter.COM - Seorang warga Sukabumi berinisal Ah ditemukan tewas dengan kondisi leher terjerat akar pohon..
1 jam yang lalu

Jokowi Minta Pemda Stop Bikin Perda, Ini Alasannya

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) tidak banyak menerbitkan..
1 jam yang lalu

Menteri Keuangan Telah Terima Data Keuangan Desa Se-Indonesia dari Mendes

Lebih lanjut Halim juga menyebutkan jika selama ini Kemendes bersama Kemenkeu rutin melakukan evaluasi penyaluran..
1 jam yang lalu

Jokowi ke Penegak Hukum: Kalau Ada Persoalan Diingatkan, Jangan Ditunggu Baru Ditebas

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta aparat penegak hukum mengutamakan upaya preventif..
1 jam yang lalu

Polisi: 6 Orang Luka Ringan Akibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Beritacenter.COM - Aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan menuai kecaman sejumlah pihak. Dalam aksi bom bunuh diri..
1 jam yang lalu

Diminta Erick Thohir, Ahok Akan Jadi Bos BUMN

BeritaCenter.COM – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku diminta oleh Menteri..
1 jam yang lalu

Hadiri Rekornas di Bogor, Jokowi : Kalau Ada Masalah Hukum Diingatkan, Jangan Ditunggu Baru Ditebas

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Agenda Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rekornas)..
1 jam yang lalu

Empat Pelaku Pencopetan saat CFD Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Satreskrim Polda Metro Jaya mengamankan empat orang komplotan pencopet beraksi di car free day..
2 jam yang lalu

Rilis Informasi Terbaru, Polri: Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan 1 Orang

BeritaCenter.COM – Polri merilis informasi terbaru mengenai jumlah pelaku bom diri yang terjadi di Polrestabes..
2 jam yang lalu

Ahli Kritik Penataan Trotoar DKI Tak Harus Tebang Pohon

BeritaCenter.COM – Pemprov DKI Jakarta mendapat kritikan pedas karena melakukan penebangan pohon di sejumlah..
2 jam yang lalu

Polri: Ledakan Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Terjadi Usai Apel

Beritacenter.COM - Insiden bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, membuat heboh semua pihak yang berada di..
2 jam yang lalu

Pemprov DKI Tak Serius Bangun Jakarta, Ini Buktinya

BeritaCenter.COM - Ketua Fraksi PAN DKI Jakarta Lukmanul Hakim mengkritik penebangan pohon yang terjadi di beberapa..
2 jam yang lalu

Pasca Ledakan Bom Bunuh Diri, Jalan Sekitar Polrestabes Medan Ditutup

Beritacenter.COM - Pasca peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan jalan di sekitar lokasi..
2 jam yang lalu

Pasca Ledakan Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Polisi Evakuasi Warga

BeritaCenter.COM - Untuk antisipasi adanya ledakan susulan, pihak kepolisian mengevakuasi warga sipil dari komplek..
3 jam yang lalu

Pomprov DKI Siapkan 76 Lowongan CPNS Bagi Penyandang Disabilitas

BeritaCenter.COM - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan dari sejumlah lowongan Calon..
3 jam yang lalu

Polri: Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan 2 Orang

BeritaCenter.COM – Bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Medan. Pelaku diduga berjumlah dua orang. "Ya betul..
3 jam yang lalu

Bom Meledak di Polrestabes Medan Diduga Bunuh Diri

Beritacenter.COM - Sebuah ledakan terjadi di kantor Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Bom ini diduga berasal dari..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi