Minggu, 05 Juli 2020 - 18:07 WIB

OPM Bertindak Kejam Tanpa Perikemanusiaan Pantas Ditumpas

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 11 Nopember 2019 | 21:35 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Sepak terjang Organisasi Papua Merdeka (OPM) agaknya tak pernah redup. Organisasi penganut garis keras sering bertindak kejam dan tidak berperikemanusiaan. Sudah sepantasnya OPM ditumpas karena selalu menyengsarakan masyarakat.

Pergerakkan OPM ini dinilai banyak pihak kian mengancam. Bukan hanya mengintimidasi, mereka dengan keji memperlakukan warga tanpa pandang usia. Mulai anak-anak hingga dewasa. Bahkan, mereka tak segan untuk menghilangkan nyawa korbannya. Aksi separatis ini juga menuai banyak protes, mereka menggaungkan HAM, sementara mereka melanggarnya sendiri dengan bertindak melampaui batas.

Bukan hanya satu atau dua laporan saja terkait pergerakkan organisasi ini. Sejumlah kasus berkenaan dengan OPM seperti tak ada habisnya. Padahal duel argumen menurut PEPERA yang telah disahkan baru-baru ini tak menyurutkan langkah mereka. Mereka terus “merongrong” pemerintahan untuk memberikan hak disintegrasi bagi Bumi Cendrawasih untuk dikelola warganya sendiri. Terlebih, ketika proyek pembangunan insfrastruktur tengah berlangsung, para pekerja telah diancam dan tak segan dilukai oleh OPM atau KKB ini.

Pernyataan perang ini juga diaminkan oleh pihak TNI – Polri seiring terjadinya insiden penembakan salah satu anggota Polri, Briptu Hedar. Menurut laporan Pelaku merupakan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata), dengan pimpinan bernama Goliat Tabuni. Dirinya merupakan Panglima tertinggi dari OPM ini. Goliat dikenal keji, hal ini terbukti saat beberapa kali melakukan tindakan tak berperikemanusiaan terhadap warga dan juga aparat keamanan.

Dirinya tak segan melibas warga Papua yang tidak mendukung Operasi Papua Merdeka (OPM) ini. Bahkan, Goliat juga berani melawan anggota TNI. Berita terbaru menyatakan dirinya melakukan kontak senjata dengan TNI dan juga Polri. Salah satu anggota bernama Briptu Hedar dari pihak kepolisian dinyatakan tewas saat insiden ini. Kemungkinan laporan insiden sejenis telah banyak beredar, dan sudah berapa jumlah korban yang berjatuhan.

Sebelumnya, disebutkan saat itu Briptu Hedar tengah melakukan penyelidikan terkait KKB, di Kampung Usir, Puncak, Papua. Lokasi tersebut dinilai menjadi salah satu basis operasi gerakan separatis. Yang ternyata Briptu Hedar ditangkap serta disandera. Saat hendak kabur, dirinya ditembak secara membabi buta hingga tewas. Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menyatakan hal ini sebagai tindakan balas dendam, sebab TNI Polri telah menembak para anggotanya.

Sepak terjang Goliat Tabuni melawan pemerintah telah dimulai sejak tahun 2004 silam. Dia melancarkan aksi perjuangannya bersama Kelik Kwalik, yakni pemimpin separatis senior serta komandan dari sayap militer OPM. Namun Kwalik tewas dalam invasi polisi di salah satu tempat persembunyiannya di Gorong-Gorong, Timika, tepatnya pada tanggal 16 Desember 2009 . Goliat tak henti menjanjikan kemerdekaan bagi Papua, namun hal itu tak kunjung terwujud. Namun, pasca reformasi melalui TPN-OPM di Biak Markas Perwomi pada Mei 2012 silam.

Goliat terpilih menjadi Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau yang populer dengan TPNPB. Selanjutnya Goliat Tabuni mendirikan markas di daerah Tingginambut Puncak Jaya, Papua. Pada Maret tahun 2015, dirinya sempat melemah dan dikabarkan menyerahkan diri kepada pihak TNI. Saat proses ini, Goliat meminta dibuatkan sebuah rumah adat Honai beserta markas Koramil TNI. Namun ternyata hal itu hanyalah kabar angin saja.

Kabar ini dibenarkan oleh Mayor Jenderal Fransen G. Siahaan, selaku Panglima Angkatan Darat 17 Cendrawasih. Dirinya menyatakan bahwa yang menyerahkan diri adalah anggota dari Goliat Tabuni. Terdapat sekitar 23 orang yang saat itu mengaku anggota Panglima OPM tersebut. Sementara sang pentolan masih belum turun gunung dan dinilai sedang bersembunyi.

Maraknya kabar akan kekejaman OPM atau KKB ini kian hari kian meresahkan. Seolah menunggu korbannya lengah, mereka akan bergerak secepat kilat. Membabat habis setiap pihak yang bersilangan dengan organisasi yang menaunginya. Sehingga pemerintah diharap untuk fokus perangi organisasi yang tak berperikemanusiaan ini. Kalau perlu babat habis hingga ke akarnya. Bukankah pemerintah telah melunak saat memberikan kesempatan mereka untuk bergabung dengan NKRI. Bukan menyambut baik, malah mereka kian membabi buta menyerang tanpa ampun. Kini, pemerintah tak perlu basa-basi, kerahkan segala kekuatan untuk melawan Organisasi Papua Merdeka.

 

Ditulis Oleh : Abner Wanggai
mahasiswa Papua tinggal di Jakarta





Fokus : Papua


#Papua #OPM #Papua Membara


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






39 menit yang lalu

Koruptor Was-was, RUU Perjanjian MLA RI-Swiss Disetujui

Beritacenter.COM - Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana atau Treaty on Mutual Legal..
7 jam yang lalu

Polisi Gelar Razia Warung Jamu di Depok, Amankan Puluhan Botol Miras

Beritacenter.COM - Jajaran Polsek Sawangan Depok menggelar razia di sebuah warung jamu yang berada di Kecamtan..
8 jam yang lalu

Digeruduk Massa setelah Viral Tendang Driver Ojol, Pria di Pekanbaru Diamankan Polisi

Beritacenter.COM - Viral di media sosial sebuah video yang menampakkan seorang pria tengah memarahi driver ojek..
8 jam yang lalu

Ini memang salah Jokowi

Pertamina Energy Trading Limited (PETRAL) adalah anak perusahaan PT Pertamina yang terdaftar di Singapura th 1992...
9 jam yang lalu

Gelar 'Apel Siaga Ganyang Komunis', PA 212 dkk Janji Akan Tertib dan Tak Buat Keributan

Beritacenter.COM - Menyusul digelarnya aksi bertajuk 'Apel Siaga Ganyang Komuni', pihak kepolisian mengimbau..
11 jam yang lalu

AC Milan Gempur Habis Lazio Tanpa Ampun

Beritacenter.COM - Kejutan besar terjadi di pekan 30 Serie A Liga Italia dengan tumbangnya Lazio dari AC Milan. Tak..
11 jam yang lalu

Prakiraan Cuaca Hari Ini Jakarta Cerah

Beritacenter.COM - Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hari ini di wilayah DKI..
13 jam yang lalu

SUSAHNYA JADI SEORANG JOKOWI

Bekerja sungguh-sungguh dibilang pencitraan. Diam dibilang tidak tegas dan plonga plongo. Senyum dibilang munafik dan..
14 jam yang lalu

"Onani Politik Ala Kardun"

LBP atau Luhut Binsar Panjaitan  Bentengnya Jokowi Ngarep bangat diganti Biar kadrun gampang menerobos..
20 jam yang lalu

Kasus Covid-19 Terus Bertambah di Jatim, Khofifah Tegur Malang Raya

Beritacenter.COM - Kasus baru penularan virus Corona atau COVID-19 di Kota Malang meningkat dari sebelumnya penularan..
23 jam yang lalu

Awas! Makanan Ini Jangan Disimpan di Kulkas

Beritacenter.COM - Penggunaan lemari es sangat membantu untuk mengawetkan makanan, namun perlu diketahui bahwa..
1 hari yang lalu

Emak-emak Viral TikTok-an di Jembatan Suramadu Haturkan Permohonan Maaf

Beritacenter.COM - Viral video TikTok tiga emak-emak asyik bergaya di pinggir ruas jalan di Jembatan Suramadu...
1 hari yang lalu

Puluhan PSK di Jerman Gelar Aksi Demo 'Protes' Tutupnya Rumah Bordil Imbas COVID-19

Beritacenter.COM - Aksi unjuk rasa digelar sejumlah pekerja seks komersial (PSK) di Berlin, Jerman, menyusul tutupnya..
1 hari yang lalu

Polisi Minta PA 212 dkk Taati Aturan dan Tak Buat Keributan di Apel Gayang Komunis Besok

(Imbauannya) mereka mengikuti protokol yang ada dan jangan bikin keributan. Kan mereka ini hanya apel saja, habis..
1 hari yang lalu

Dandim 0501/JP BS Terima Penghargaan Dari Kapolda Metro Jaya

Beritacenter.COM - Kodam Jaya - Dalam rangka hari ulang tahun Kepolisian RI ke - 74, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol..
1 hari yang lalu

Barcelona dan Liverpool Bersaing Dapatkan Thiago Alcantara

Beritacenter.COM - Klub raksasa Barcelona dan Liverpool dikabarkan bersaing untuk mendatangkan gelandang Bayern..
1 hari yang lalu

JIKA BUKAN JOKOWI YANG MENJADI PRESIDEN INDONESIA

Presiden Jokowi hanyalah manusia biasa dan bukan manusia sempurna, tetapi Presiden Jokowi adalah Presiden Indonesia..
1 hari yang lalu

Satu Tersangka dan Satu Saksi, Ini Motif Eks Pegawai Starbucks Rekam Video Intip Payudara

Beritacenter.COM - Aksi tak senonoh eks pegawai starbucks intip payudara pelanggar dari CCTV, diketahui dilakukan..
1 hari yang lalu

Duh! Pesepeda Perempuan di Tegal Dapat Teror Pemotor Begal Payudara

Beritacengter.COM - Olaraga bersepeda belakangan menjadi tren yang digemari masyarakat ditengah pandemi COVID-19, tak..
1 hari yang lalu

NASIHAT BUAT ANAK PRESIDEN JOKOWI "Tirulah Anak Presiden Soeharto!"

Mas Gibran, sampeyan anak presiden gak usahlah jualan martabak. Contoh Om Tommy Soeharto, yang minta sama bapaknya..
2 hari yang lalu

Puluhan Pekerja Perusahaan Unilever Terpapar Covid-19

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menegaskan agar para pelaku usaha di bidang industri..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi