Minggu, 27 September 2020 - 03:32 WIB

Ganti Diksi 'Radikalisme', Pengamat Teror: Usulan Baik, Presiden Usul 'Manipulator Agama'

Oleh : Aisyah Isyana | Selasa, 12 Nopember 2019 | 10:58 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Pengamat intelijen da terorisme Universitas Indonesia (UI) menyetujui usulan DPR yang meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengganti diksi 'radikalisme' menjadi 'manipulator agama'.

"Usulan yang baik. Presiden sudah usulkan 'radikalisme' diganti 'manipulator agama'. Ekstremisme aku pikir juga bisa," ujar pengamat intelijen dan terorisme UI, Ridlwan Habib, ketika dihubungi, Senin (11/11/2019) malam.

Dia juga meminta kata 'deradikalisasi' agar diganti, lantaran menilai kata-kata itu sulit dipahami orang yang disasar. "Termasuk sebenarnya istilah 'deradikalisasi', sebaiknya diganti dengan 'normalisasi kehidupan beragama'," ucapnya.

Ridlwan mencontokan pergantian diksi 'deradikalisasi' menjadi 'normalisasi kehidupan' yang diterapkan di lingkungan Lapas Gunung Sindur. Menurutnya, penggunaan kata normalisasi dapat memberi dampak positif bagi para napi.

"Saya contohkan di Lapas Gunung Sindur, istilah 'deradikalisasi' diganti 'normalisasi' oleh teman teman yayasan NiruNabi, alhamdulillah napi mau ikutan program menghafal Alquran juz 30. Berdampak ke perilaku," kata alumni Pascasarjana Kajian Stratejik Intelijen UI ini.

"Mereka jadi sadar bahwa ternyata mereka selama ini nggak hafal Alquran juz 30 pun tidak hafal. Makanya setelah ikut itu, pelan-pelan mereka menjadi pribadi normal lagi," tutur Ridlwan.

Sekedar diketahui, anggota Komisi DPR RI, Sarifuddin Suding sebelumnya mengusulkan agar Kepala BNPT Suhardi Alius untuk mengubah diksi 'radikalisme' menjadi istilah lain. Dia meminta agar kata radikalisme diganti jadi 'violent extremism' atau 'kekerasan ekstrem'.

"Pak Suhardi, saya sebenarnya nggak setuju sama diksi 'radikalisasi', diksi ini muncul di masa Orde Baru yang berkaitan mengarah ke kiri. Tapi pasca-Orde Baru ini, sehingga sudah ke kanan. Di beberapa kejadian juga dilakukan oleh nonmuslim di Selandia Baru dan lain-lain itu kan kekerasan. Apakah kita nggak bisa gunakan diksi 'ekstremis' atau 'kekerasan'?" Kata Sudding saat rapat.

Sementara anggota DPR Komisi III F-Gerindra Rahmat Muhajirin juga menyarankan agar Suhardi tak menggunakan kata 'radikal'. Dia menilai, bahasa itu dinilai langsung menyasar kelompok tertentu.

"Mohon dibatasi, Pak, nggak semua lembaga bicara radikal, karena saya khawatir kadang bahasa radikal menyasar kelompok tertentu," katanya.





#Presiden Jokowi #DPR #Komisi III Dpr #Terorisme #BNPT #Manipulator Agama #Pengamat Terorisme #Radkalisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






9 jam yang lalu

Kecelakaan Beruntun di Sumbar, 5 Orang Luka Parah

Beritacenter.COM - Terjadi kecelakaan beruntun di Jalan Lintas Sumatera Kilometer 125, tepatnya di Nagari Sinyamu,..
10 jam yang lalu

Tok! Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Resmi Ditahan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian resmi menetapkan tersangka kepada EF yang diketahui merupakan pelaku..
11 jam yang lalu

Jokowi : Keselamatan Rakyat Prioritas yang Paling Utama

Beritacenter.COM - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak untuk terus bekerja..
12 jam yang lalu

KKP Amankan Dua Pelaku Penangkapan Ikan Dengan Bahan Kimia Berbahaya

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan..
13 jam yang lalu

SELAIN KALTENG, Pemerintah Siapkan Daerah Ini Untuk PROGRAM LUMBUNG PANGAN

Beritacenter.COM - Pemerintah menggelar rapat terbatas melalui video conference mengenai lanjutan pembahasan food..
14 jam yang lalu

TERNYATA...! Harta Gibran Jadi Cawalkot Solo Hanya Segini...

Beritacenter.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan dua pasangan calon yang bakal bertarung dalam perhelatan..
14 jam yang lalu

JANGAN BIARKAN BAHTERA NKRI TENGGELAM

Angkat jempol buat Jokowi. Lima tahun memerintah, dia mampu mengembalikan harkat martabat bangsa. Paling tidak..
16 jam yang lalu

Jokowi Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai Secara Virtual

Beritacenter.COM - Ada yang berbeda di Ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/09/2020)...
17 jam yang lalu

3 Manfaat Konsumsi Salak untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Buah salak merupakan buah yang sering kita temui. Hampir semua orang menyukai buah salak. Tapi..
18 jam yang lalu

Polisi Gerebek Pabrik Ekstasi di Tanggerang

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polres Tanggerang menggerebek sebuah rumah di di Jalan Palem, Kelurahan Poris,..
19 jam yang lalu

KKP Kelolah Budidaya Ikan Sidat, Ini Alasannya

Beritacenter.COM - Kementrian Kelauatan dan Perikanan (KKP) membudidayakan ikan sidat di Indonesia. Ikan sidat..
20 jam yang lalu

Akhir Pekan, Prediksi Cuaca di Jakarta

Beritacenter.COM - Hampir seluruh wilayah DKI Jakarta akan cerah berawan pada akhir pekan. Namun, untuk wilayah..
1 hari yang lalu

Akhyar: Sejatinya Paslon Ikut Pilkada Untuk Menang, Bukan Mengatasi Covid-19

Beritacenter.COM - Calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengatakan bahwa sejatinya calon kepala daerah..
1 hari yang lalu

Tanggapan DPR Soal Sanksi Sosial Pelanggar Protokol: Jadi Objek Lelucon!

Beritacenter.COM - Anggota DPR dari Fraksi PAN, Intan Fauzi menyoroti perihal penerapan sanksi sosial bagi para..
1 hari yang lalu

Pemerintah Buka Tower 8 Wisma Atlet Untuk Isolasi Mandiri Pasien OTG

Beritacenter.COM - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 akan membuka Tower 8 Wisma Atlet Kemayoran untuk..
1 hari yang lalu

dr Reisa Sebut Sebagian Besar Klaster Covid-19 di Indonesia Berasal dari Keluarga

Beritacenter.COM - Juru Bicara Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menyampakan bahwa terdapat 1.100..
1 hari yang lalu

Sempat Melawan, Polisi Tembak Pelaku Rampok-Bunuh Ibu Anak 1 di Binjai

Polisi tangkap seorang pria berinisal GZG (20) warga Desa Lau Mulgap Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Ia..
1 hari yang lalu

Jelang Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Tegaskan Netralitas ASN Harga Mati

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil menegaskan bahwa sikap netral dalam Pilkada serentak 2020 merupakan hal..
1 hari yang lalu

Luhut Ngaku Marahi Semua Orang Menkes Usai Dicurhati Masalah Obat

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut..
1 hari yang lalu

Kapitra Nilai Desakan Pemutaran Film G30S/PKI Hanya Alat Propaganda

Beritacenter.COM - Pengacara kondang yang juga tokoh gerakan 212, Kapitra Ampera mengingatkan sejarah kelam yang..
1 hari yang lalu

Tersangka Pelecehan di Soetta yang Ditangkap di Toba Samosir Ternyata Punya Anak-Istri

Beritacenter.COM - Tersangka pelecehan terhadap wanita di Bandara Soekarno-Hatta, EF, ditangkap polisi di wilayah..
1 hari yang lalu

Reyhard Sinaga 'Predator Seks' Kejahatannya Akan Difilmkan

Beritacenter.COM - Masih ingatkah dengan kasus pemerkosaan terbesar dalam sejarah Ingris yang dilakukan oleh pria..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi