Kamis, 12 Desember 2019 - 21:50 WIB

Konsisten Menolak Radikalisme

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 13 Nopember 2019 | 21:13 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Radikalisme masih menjadi momok yang patut diwaspadai. Masyarakat dan Pemerintah juga diminta konsisten dan tegas dalam menolak ideologi anti Pancasila tersebut karena mampu menciptakan disharmoni bangsa.

Radikalisme ini identik dengan tindakan garis keras, ekstrim, membabi buta. Yang biasanya memicu pelakunya menjadi terorisme. Keduanya seolah tak bisa dipisahkan layaknya memiliki keterkaitan satu sama lain. Bagi orang awam, hal semacam ini tidaklah begitu kentara. Mengingat, mereka beraktivitas seperti masyarakat pada umumnya. Berpenampilan biasa saja. Tak ada ciri khusus yang bisa mengindikasikan bahwa orang atau kelompok tertentu ke dalam golongan radikal. Meski demikian , sistem pergerakkan mereka dinilai cukup rapi. Secara halus melalui pendekatan-pendekatan mereka merekrut ratusan bahkan ribuan orang untuk masuk kedalam lingkaran hitam pengaruh radikalisme.

Korban dari bahaya radikalisme ini juga kian meluas. Tak pandang bulu, mau anak-anak, pelajar, masyarakat umum, mahasiswa, ormas, elit politik hingga aparat keamanan bisa terpapar. Padahal, aparat keamanan menjadi ujung tombak melawan paham dan tindak radikalisme. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada jaminan seseorang terhindar dari bahaya ini. Kecuali, seorang dengan pendirian tangguh berdasar 4 pilar kebangsaan. Yaitu, Pancasila, UUD tahun 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal ika. Terlihat sepele memang, namun nyatanya ampuh untuk menangkal serangan radikalisme yang kian intens menyerang. Sehingga pemerintah tak henti-henti memgimbau seluruh warga masyarakat untuk terus membentengi diri dari radikalisme.

Menurut Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, menyebut bahwa radikalisme tidak hanya ada di ajaran agama Islam. Radikalisme juga berpotensi ada di semua ajaran agama. Dirinya menyatakan sesuai arahan Jokowi, bahwa radikalisme ini bisa berasal dari agama manapun, instansi apapun. Pihaknya menegaskan akan mewaspadai radikalisme di berbagai lini sektor. Bahkan, Presiden Jokowi juga turut memerintahkan semua kementerian untuk mencegah penyebaran paham radikalisme.

Selain itu, Fachrul ingin seluruh tokoh termasuk pemuka agama, bekerja sama. bergandengan tangan demi mewujudkan Indonesia lebih aman dan damai. Terlebih, perihal toleransi beragama yang seringkali jadi pemicunya. Sehingga peningkatan upaya toleransi ini harus dimaksimalkan.

Di lain hal, Fachrul Razi juga mengadakan rapat koordinasi dengan para jajaran Kementerian Agama di sejumlah daerah. Dirinya meminta jajarannya untuk menjalankan perintah Presiden Jokowi perihal radikalisme. Fachrul mengklaim dirinya memberikan pokok – pokok pemikiran yang kemudian akan dikembangkan bersama-sama. Sejumlah rektor serta pimpinan lembaga ,seperti petinggi asrama haji dan juga diklat, juga hadir. Dirinya juga menyinggung beberapa mandat Jokowi dalam pertemuan tersebut. Salah satunya ialah fokus dalam mencapai sasaran, berkenaan dengan menumpas radikalisme. Proses deradikalisasi tak hanya akan dilaksanakan oleh pihak KemenAg saja, namun juga lembaga-lembaga lainnya.

Tindakan deradikalisasi ini mengacu pada tindakan preventif kontraterorisme ataupun semacam stratregi guna menetralisir paham-paham yang dianggap radikal serta mampu membahayakan dengan cara pendekatan tanpa dibarengi dengan tindak kekerasan.

Tujuan adalah untuk menetralkan kembali para aktor radikalisme kembali kejalan pemikiran yang lebih moderat dan normal. Tak dipungkiri bahwa radikalisme dan terorisme telah menjadi polemik yang cukup serius bagi dunia internasional. Sebab, sewaktu-waktu akan membahayakan stabilitas keamanan nasional. Dengan kata lain, deradikalisasi ini adalah membujuk pelakunya untuk meninggalkan paham yang mereka anut.

Menurut Counter Terrorism Implementation Task Force (CTITF) yang merupakan sebuah kebijakan dengan pemberian paket-paket berupa bantuan sosial, politik, hukum, ekonomi dan juga pendidikan yang ditujukan khusus bagi para narapidana terorisme. Hal ini bisa disebut sebagai salah satu tindakan yang menggunakan soft power.

Melalui upaya ini diharap akan mampu membuat korban sadar bahwa paham yang mereka anut adalah salah. Pun dengan yang lainnya yang belum terpapar, harus bisa membentengi diri dengan kuat akan segala kemungkinan yang ada. Radikalisme ini dinilai mampu menghancurkan sistem tatanan suatu negara, serta merubahnya seperti yang diinginkna oleh para kelompok radikal.

Bahaya ini tak ubahnya virus dan siap menjangkiti siapapun yang bersinggungan dengnnya. Maka dari itu perkokoh iman diri sendiri serta aktif mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada, sehingga penyebarannya akan bisa ditekan dan dimusnahkan. Sebab, kita tak hanya mengandalkan orang lain untuk melindungi diri kita. Kuncinya ialah bersatu padu melawan, menolak dan memerangi radikalisme secara tegas! Agar tak ada celah bagi siapapun untuk menyusup dan memporak-porandakan keutuhan bangsa dan negara.

 

Oleh : Ahmad Sentiaji
Pengamat Sosial Politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Kelompok radikal #Terorisme #NKRI Harga Mati #NKRI #Kelompok Terorisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






16 menit yang lalu

Besok, PA 212 Beserta FPI Akan Demo, Polri : Demo Hak Warga

Beritacenter.COM - Persaudaraan Alumni (PA) 212 beserta Front Pembela Islam (FPI) akan menggelar aksi unjuk rasa di..
55 menit yang lalu

Besok, Presiden Jokowi Bakal Lantik Wantimpres di Istana Negara

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut telah mengantongi sejumlah nama yang akan menempati posisi..
1 jam yang lalu

PBNU Sebut Pelaku yang Sebut Anggota Banser 'Kafir' Korban Dai Provokatif

Saya lebih melihatnya si pelaku persekusi ini adalah korban dari ajaran-ajaran yang disampaikan dai-dai yang menurut..
1 jam yang lalu

Pulih Dari Cidera, Pelatih MU Tak Sabar Tunggu Pogba Berlaga

Beritacenter.COM - Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer sudah tidak sabar menunggu Paul Pogba berlaga usai..
2 jam yang lalu

Beri Apresiasi Tinggi, PBNU Siapkan Beasiswa untuk Anggota Banser Korban Persekusi di Jaksel

Beritacenter.COM - Apresiasi yang tinggi disampaikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada anggota Banser yang..
2 jam yang lalu

Mendukung Pembangunan Nasional Berkesinambungan dan Visi Indonesia Maju

Visi Indonesia maju tidak pernah surut untuk segera diwujudkan Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Berbagai..
3 jam yang lalu

Puan ke Nadiem soal Hapus UN: Jangan Terburu-Buru, Jangan Sampai Rugikan Murid

Beritacenter.COM - Ketua DPR Puan Maharani meminta Mendikbud Nadiem Makarim untuk menjelaskan lebih lanjut soal..
3 jam yang lalu

Polisi Tembak Mati Pengedar Heroin Jaringan Pakistan - Indonesia

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polda Metro Jaya menembak mati seorang pengedar narkotika jenis heroin yang..
4 jam yang lalu

Ribetnya Islam Versi Radikalis

Dari dulu syarat menjadi muslim hanya membaca kalimat syahadat dengan penuh keyakinan. Lain-lain adalah dinamika..
4 jam yang lalu

Pidato Lengkap Gibran Dihadapan Ratusan Pendukung Sebelum Daftar Pilkada Solo

Beritacenter.COM - Sebelum akhirnya resmi mendaftar bakal calon Wali Kota Solo melalui DPD PDIP Jateng, Gibran..
4 jam yang lalu

Diduga Korsetling Listrik, Tiga Rumah di Sukabumi Hangus Terbakar

Beritacenter.COM - Kebakaran melanda tiga rumah di Desa Berekah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa..
5 jam yang lalu

Pasca Pemecatan Carlo Ancelotti dari Napoli, Presiden Napoli : Saya Masih Bersahabat dengan Ancelotti

Tapi, Presiden Napoli Aurelio De Laurenttis menyebut jika pihaknya masih bersahabat dengan Ancelotti walaupun sudah..
5 jam yang lalu

Gubernur Sulsel Setuju UN Dihapus, Tapi Standar Guru Diperbaiki Lagi

Beritacenter.COM - Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim untuk menghapus Ujian Nasional (UN), turut diapresiasi Gubernur..
5 jam yang lalu

Jokowi Dukung Keputusan Nadiem Soal Hapus Ujian Nasional 2021

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung keputusan yang diambil Menteri Pendidikan dan..
5 jam yang lalu

Soal Pendamping Maju di Pilkada Solo, Gibran: Saya Yakin PDIP Siapkan Calon Terbaik

Saya yakin dari PDIP sudah menyiapkan calon yang terbaik untuk saya dan saya juga yakin bisa bersinergi dengan siapa pun
6 jam yang lalu

Persiapan Nataru, Polisi Perketat Pengamanan Tempat Ibadah dan Lokasi Rekreasi

Beritacenter.COM - Mabes Polri menerjunkan anggotanya untuk memperketat pengamanan jelang perayaan Hari Raya Natal..
6 jam yang lalu

Keren... Dua Bos Go-Jek Investasi di Startup Digitalisasi Warung di India

Kevin dan Ryu diketahui tengah menaruh investasi di startup digitalisasi warung di India, m.Paani. Startup tersebut..
6 jam yang lalu

Resahkan Warga, Polisi Amankan Belasan Satwa Dilindungi dari Rumah Warga di Pasuruan

Beritacenter.COM - Belasan satwa dilindungi diamankan polisi dari rumah warga di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa..
6 jam yang lalu

PA 212 dan FPI Akan Demo ke Bareskrim Besok

BeritaCenter.COM – Beredar poster yang menyebut Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Persaudaraan..
6 jam yang lalu

Trotoar Cikini Baru Dibangun Kini Dibongkar, Bukti Perencanaan Tak Matang dan Pemborosan

BeritaCenter.COM – Trotoar Cikini yang baru dibangun kembali dibongkar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta...
6 jam yang lalu

Presiden Jokowi Resmikan Tol Layang Jakarta - Cikampek

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan tol layang Jakarta - Cikampek dengan panjang mencapai..
6 jam yang lalu

Masyarakat Indonesia Paling Mendominasi Penggunaan Ponsel di Dunia

Diketahui juga jika laporan tersebut juga mengungkapkan jika Indonesia akan mendominasi penggunaan ponsel pintar seluruh dunia.

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi