Selasa, 10 Desember 2019 - 09:27 WIB

Benarkah Habib Rizieq Dicekal?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 16 Nopember 2019 | 16:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Berita dugaan pencekalan Habib Rizieq Shihab (HRS) menjadi isu yang mengemuka beberapa hari belakangan ini. Dalam videonya, HRS pun sepintas menunjukkan surat yang diduga sebagai rekomendasi pencekalan. Hal ini mengundang kecurigaan mengapa surat tersebut baru ditunjukkan menjelang rencana Reuni 212 karena HRS sudah lama di Arab Saudi.

Reuni 212 yang rencananya akan diselenggarakan pada Desember besok, dikabarkan akan dihadiri Habib Rizieq. Ketua Panitia Reuni 212 Awit Mashuri mengatakan bahwa pihaknya sedang mengupayakan pemulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia, supaya bisa menghadiri reuni akbar alumni 212 di Lapangan Monas pad awal Desember nanti.

Mereka masih menduga bahwa Habib Rizieq belum bisa kembali ke Tanah Air karena diduga adanya permintaan pencekalan dari Pemerintah Indonesia kepada pemerintah Arab Saudi.

Dalam tayangan di chanel Youtube Front TV, Habib Rizieq mengaku tidak bisa kembali ke Indonesia karena dicekal oleh pemerintah Arab Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia.

Namun, hingga saat ini tidak ada bukti bahwa Habib Rizieq Shihab dicekal oleh pemerintah Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, kembali berbicara mengenai Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab yang mengaku dicekal oleh pemerintah Indonesia.

Mahfud yang merupakan ahli hukum dan tata negara tersebut memaparkan, untuk hukum yang ada di Indonesia, batas waktu pencekalan seseorang, maksimal adalah 6 bulan. Sehingga pernyataan Rizieq tersebut tidak membuktikan bahwa pencekalan terhadapnya dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.

Kita semua tahu, berdasarkan pengakuan Rizieq di berbagai media, dirinya sudah dicekal selama satu setengah tahun. Tentunya hal tersebut menandakan bahwa pencekalan bukanlah dari Pemerintah Indonesia, karena batas maksimal pencekalan di Indonesia adalah 6 bulan lamanya.

Apabila pencekalan tersebut berasal dari Arab Saudi, tentu saja hal tersebut harus diselesaikan oleh pemerintahan Arab. Mahfud juga menegaskan, apabila memang pencekalan tersebut terbukti dari pemerintah Indonesia, dirinya siap membantu menyelesaikannya.

Mahfud pun meminta agar surat pencekalan Imam Besar FPI tersebut agar dikirim ke kantornya. Mantan Ketua MK ini pun mempertanyakan kebenaran surat tersebut, karena dirinya mengaku selama menjabat sebagai Menko-Polhukam tidak pernah melihat surat pencekalan terhadap Habib Rizieq.

Ia juga menyatakan akan lebih dahulu mencari tahu benar-tidaknya ada surat tersebut. Dia juga mengatakan akan mengecekk masalah yang terjadi dalam surat pencekalan.

Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi turut memberikan klarifikasi atas tuduhan pencekalan tersebut, bahwasanya Habib Rizieq sudah kelewat “overstay”, dan jika ingin kembali ke tanah air, dirinya harus membayar denda sekitar Rp 110 juta, setelah membayar denda jika tidak ada persoalan hukum yang menimpa dirinya, Ia dapat meninggalkan Arab Saudi.

Bahkan HRS pernah terbang ke Maroko untuk suatu keperluan dan bisa kembali lagi ke Arab Saudi, hal tersebut membuktikan bahwa memang jika Habib Rizieq ingin pulang , ia dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk langsung terbang dari Maroko ke Indonesia. Sedangkan kasus batalnya ke Malaysia untuk ujian desertasi itu semata – mata urusan HRS dengan Pemerintah Malaysia, tidak ada kaitannya dengan Indonesia.

Secara logika, untuk apa Indonesia mencekal kepulangan Habib Rizieq, toh dirinya pergi ke Arab Saudi atas inisiatifnya sendiri. Jika penahanan Habib Rizieq di Arab Saudi merupakan intervensi dari pemerintahan Indonesia, lantas apa dasar hukum pemerintahan kerajaan Arab untuk menahan Habib Rizieq?

Jika memang hal itu terjadi, tentu Habib Rizieq bisa membawa permasalahan ini ke pengadilan Arab Saudi karena otoritas Arab Saudi tidak memiliki dasar yang kuat untuk menahan Habib Rizieq agar tidak kembali ke Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Faizasyah mempertanyakan pernyataan Rizieq yang menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia seolah – olah mengintervensi otoritas Arab Saudi. Menurut Faizasyah, setiap negara di dunia pasti tidak mau diintervensi oleh negara lain, karena setiap negara jelas memiliki regulasi / aturan hukum yang berbeda.

Secara logika, untuk apa Indonesia mencekal kepulangan Habib Rizieq, toh dirinya pergi ke Arab Saudi atas inisiatifnya sendiri. Jika penahanan Habib Rizieq di Arab Saudi merupakan intervensi dari pemerintahan Indonesia, lantas apa dasar hukum pemerintahan kerajaan Arab untuk menahan Habib Rizieq?

Padahal Jika benar ada intervensi dari Pemerintah Indonesia terkait pencekalannya, maka Rizieq Shihab bisa saja melakukan lobby kepada pemerintah Arab Saudi sehingga bisa terlepas dari upaya cekal.


Ditulis oleh : Rahmawati Putri
Penulis adalah pengamat sosial politik

 





Fokus : Habib Rizieq


#Habib Rizieq #Habib Rizieq Syihab #Rizieq #Habib Rizieq Gak Bisa Pulang #Rizieq Gak Bisa Pulang


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






14 menit yang lalu

Ini Lho, Aturan Yang Menegaskan Koruptor Bisa Dihukum Mati di Indonesia

BeritaCenter.COM – Peluang hukuman mati bagi koruptor di Indonesia disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi)..
24 menit yang lalu

BMKG Beri Penjelasan Soal Kemunculan Ikan Oarfish Yang Dikaitkan Tsunami

Beritacenter.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan soal ikan laut dalam..
50 menit yang lalu

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Bocah Tanpa Kepala

Beritacenter.COM - Tim dokter forensik RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya, Kalimantan Tengah telah mengautopsi..
2 jam yang lalu

Koruptor Dihukum Mati, Begini Tanggapan Presiden Jokowi

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka kemungkinan pelaku korupsi dihukum mati dengan catatan UU..
3 jam yang lalu

Laga Hidup Mati Timnas Demi Mengulang Kejayaan 1991, Berikut Jadwalnya

Beritacenter.COM - Laga final sepak bola SEA Games 2019 mempertemukan Indonesia dengan Vietnam di Stadion Rizal..
3 jam yang lalu

Selain Penyedap Rasa, Ternyata Kayu Manis Juga Bisa Mencegah 5 Penyakit Ini

Beritacenter.COM - Semua orang pasti mengenal rempah rempah yang bernama kayu manis (cinnamon). Aromanya yang..
3 jam yang lalu

Kecelakaan Tunggal, Minibus Tabrak Pembatas Jalan di Trowongan Mampang, Jaksel

Beritacenter.COM - Kecelakaan tunggal sebuah menabrak pembatas jalan di trowongan Mampang, dari arah Kuningan menuju..
5 jam yang lalu

Tegur Pemkab Brebes Terkait Pengelolaan Aset Sekolah, BPK : Banyak Kejanggalan dan Sangat Buruk

BeritaCenter.COM - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah menegur Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Brebes terkait..
6 jam yang lalu

Sedang Asik Melinting Ganja, Bandar Narkoba Ini Diringkus Polisi

BeritaCenter.COM - Kasatnarkoba AKP I Made Indra Wijaya mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan seorang pelaku..
7 jam yang lalu

Hukum Mati Para Koruptor, KPK : Syarat Terpenuhi Kita Akan Terapkan

BeritaCenter.COM - Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menanggapi ucapan Presiden RI Joko Widodo..
8 jam yang lalu

Polisi Bantah Adanya Tawuran Antar Ormas di Kemayoran

BeritaCenter.COM - Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful Anwar menegaskan bahwa tidak ada tawuran antar organisasi..
8 jam yang lalu

Nasdem Junjung Slogan "Politik Tanpa Mahar" dan Tolak Eks Koruptor Ikut Pilkada 2020

BeritaCenter.COM - Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Ali menegaskan kepada para kadernya agar tetap mengingat..
9 jam yang lalu

Polisi Tangkap Dalang Dari Pengeroyokan Maut di Ruko Sukoharjo

BeritaCenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan seorang pelaku dalam kasus perkelahian yang..
10 jam yang lalu

Banting Setir Hingga Masuk Selokan di Pulomas, Ini Kronologinya...

BeritaCenter.COM - Berusaha menghindari tabrakan dengan mobil yang ada di depannya, seorang supir nekat banting setir..
11 jam yang lalu

Gelapkan Uang Negara Hingga Rp 177 M, Pimpinan Divisi Treasury Bank Sumut Ditangkap

BeritaCenter.COM - Bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI), Senin (9/12/2019), Kejaksaan..
12 jam yang lalu

Cari Kepiting, Nelayan di Banyuasin Sumsel Tewas Diterkam Buaya Muara

Beritacenter.COM - Diduga diterkam buaya, seorang nelayan di Banyuasin, Sumatera Selatan, ditemukan tewas dengan..
13 jam yang lalu

Jasad Balita Yusuf 'Tanpa Kepala' Ditemukan di Parit Sejauh 4,5 Km dari Penitipan

Beritacenter.COM - Sempat hilang selama dua minggu, jasad balita Yusuf Ghazali ditemukan sudah tak bernyawa dengan..
13 jam yang lalu

Ngeri! Mayat Bocah Tanpa Kepala di Kalteng, Polisi: Kuat Dugaan Korban Asusila

Beritacenter.COM - Heboh, temuan jasad bocah tanpa kepala juga ditemukan di semak-semak di Katingan, Kalimantan..
13 jam yang lalu

Sambangi Istana, Ahok: Saya Senyum-senyum Duduk Depan Presiden-Wapres

Beritacenter.COM - Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, menyambangi Istana..
14 jam yang lalu

Modus Kasih Uang Rp 4000, Pria Bau Tanah Cabuli 8 Bocah SD

Beritacenter.COM - Seorang pria bau tanah bernama Slamet Riyadi (54) warga Kecamatan Pagyungan, Kabupaten Brebes tega..
14 jam yang lalu

ASH Minta Jokowi Mengevaluasi Total Kebijakan Pengelolaan Pangan Nasional

Beritacenter.COM - Kordinator Kelompok Aliansi Stabilkan Harga (ASH) Abdul Syarif Hidayatullah meminta Presiden Joko..
15 jam yang lalu

Kasian! Mahasiswi di Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Halaman Belakang Kost

Beritacenter.COM - Mahasiswi di Universitas Bengkulu ditemukan tewas terkubur di belakang rumah kostnya, di kelurahan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi