Selasa, 10 Desember 2019 - 08:36 WIB

Reuni 212 Bernuansa Politis Patut Ditolak

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 16 Nopember 2019 | 18:18 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Reuni  212  akan segera di gelar pada 2 Desember. Aksi ini ditengarai hanya akal-akalan untuk memulangkan Habib Rizieq yang pergi sendiri ke luar negeri. Dengan demikian, acara ini patut untuk ditolak karena dinilai tidak menyimpang dari tujuan awal dan rentan disusupi kepentingan lain.

Stempel acara bermuatan politis ini kian disadari sejumlah warga masyarakat. Pasalnya seperti yang sebelumnya, esensi dari digelarnya acara ini ialah sebagian besar berkenaan dengan politik. Agenda islami ini dinilai sejumlah pihak hanya ajang untuk mengumpulkan massa. Miris memang, kasihan juga yang baru seneng-senengnya belajar agama faktanya mereka hanya menjadi korban agenda politisi.

Tak menampik, politik kini tengah menjadi tren bak lahan empuk untuk berinkubasi. Namun, disisi lain politik ini seperti adu kekuatan tanpa kenal siapa teman siapa lawan. Pun dengan agenda-agenda yang mengatasnamakan keagamaan, ujung-ujungnya yang diundang tokoh politik dan diskusinya tak jauh dari hal-hal berbau politik juga, hanya saja beda kulit penyajiannya.

Sebelumnya, Reuni 212 diwacanakan kembali digelar. Acara ini disebut-sebut sebagai agenda tahunan. Berita ini dibenarkan oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang berencana menggelar acara ini pada Senin (2/12) nanti. Pihak PA juga menyatakan bahwa poster acara ini sudah beredar dan bertuliskan tajuk ‘Munajat untuk Keselamatan Negeri. Maulid Agung dan Reuni Alumni 212’. Yang menarik disini adalah akan dihadirkannya pentolan FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS). Disebutkan pula jika HRS adalah pembina tunggal PA 212.

Novel Bamukmin selaku Panitia, belum bisa berkomentar terkait siapa saja yang akan diundang di acara tersebut. Dia hanya memastikan para aktivis dan ulama akan datang dalam reuni. Jika dulunya aksi ini telah mengusung sang Menhan, Prabowo Subianto. Kini agaknya hal tersebut tak akan terjadi. Pasalny Ormas ini kecewa akan keputusan Prabowo hijrah ke kubu pemerintah.

Ya, jelas jengkel-lah, sudah dielu-elukan, didukung dengan banyak massa yakin sang calon bakal menang. Kenyataanya ormas dan seluruh anggotanya harus menelan ludah karena kekalahan mutlak. Namun, kabarnya akan ada nama lain sebagai ganti Menhan ini.

Menko Polhukam Mahfud MD kabarnya mempersilakan Persaudaraan Alumni (PA) 212 untuk menggelar reuni di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 2 Desember 2019 mendatang. Sebab, Indonesia adalah negara demokrasi. Kendati tidak melarang, Mahfud mengingatkan kepada pihak PA 212 bahwasannya aparat memiliki standar guna mengamankan aksi tersebut.

Jika standar yang diberikan tak dipatuhi maka standar lainnya akan berlaku untuk menanganinya. Sebab, Indonesia adalah negara yang berdasar atas hukum. Mahfud mengakui pihaknya tidak akan berkomunikasi dengan PA 212 terkait rencana reuni 212. Ia menyerahkan hal tersebut kepada aparat yang lebih berwenang, yakni Kepolisian.

Ditilik dari pembicaranya saja adalah orang yang paling anti pemerintahan. Orang yang secara terang-terangan terus mengkritisi langkah pemerintah. Sehingga, bukan tak mungkin jika agenda rutin ini hanya akan jadi propaganda bermuatan politis. Yang mana hanya akan menimbulkan kegaduhan sosial politik pasca meredanya situasi panas Pilpres beberapa waktu lalu.

HRS seolah tak berka seolah tak berkaca saat memojokkan pihak pemerintahan terkait pencekalan dirinya. Jika HRS dipastikan hadir tentunya tak menutup kemungkinan gembar-gembor anti pemerintah akan segera digaungkan. Untuk apa lagi coba? Ya, tidak mengakui kepemerintahan yang sah. Namun, apatur kenegaraan agaknya masih bersimpati dan berbaik hati dengan sang Imam besar ini. Pasalnya, Indonesia tak ingin membeda-bedakan warganya yang mempunyai keadilan yang sama dalam berkebangsaan.

Ada baiknya memang acara semacam ini haruslah memberikan kejelasan serta transparansi terkait esensinya. Sebab, bukan hanya satu dua saja yang akan merasa tertipu jika relevansi acara ini kembali berubah saat acara digelar. Sebenarnya tak ada yang salah dengan kegiatan semacam ini, pemerintah hanya tak ingin ada acara berkepentingan lain dengan kedok suatu agama.

Pemerintah juga ingin melindungi warganya dari bahaya acara yang sekiranya tak memiliki tujuan yang jelas. Dan terkesan kucing-kucingan dengan elemen pemerintahan. Tak dipungkiri negara juga mempunyai andil besar dalam hal menjaga persatuan dan kesatuan. Sehingga imbauan terkait kegiatan bermuatan politis ini lebih baik dihindari. Bukan melarang hanya mengantisipasi.

 

 

Oleh : Agus Kurniawan
pengamat sosial politik





Fokus : Reuni 212


#212 #PA 212 #Reuni 212


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Koruptor Dihukum Mati, Begini Tanggapan Presiden Jokowi

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka kemungkinan pelaku korupsi dihukum mati dengan catatan UU..
2 jam yang lalu

Laga Hidup Mati Timnas Demi Mengulang Kejayaan 1991, Berikut Jadwalnya

Beritacenter.COM - Laga final sepak bola SEA Games 2019 mempertemukan Indonesia dengan Vietnam di Stadion Rizal..
2 jam yang lalu

Selain Penyedap Rasa, Ternyata Kayu Manis Juga Bisa Mencegah 5 Penyakit Ini

Beritacenter.COM - Semua orang pasti mengenal rempah rempah yang bernama kayu manis (cinnamon). Aromanya yang..
2 jam yang lalu

Kecelakaan Tunggal, Minibus Tabrak Pembatas Jalan di Trowongan Mampang, Jaksel

Beritacenter.COM - Kecelakaan tunggal sebuah menabrak pembatas jalan di trowongan Mampang, dari arah Kuningan menuju..
4 jam yang lalu

Tegur Pemkab Brebes Terkait Pengelolaan Aset Sekolah, BPK : Banyak Kejanggalan dan Sangat Buruk

BeritaCenter.COM - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah menegur Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Brebes terkait..
5 jam yang lalu

Sedang Asik Melinting Ganja, Bandar Narkoba Ini Diringkus Polisi

BeritaCenter.COM - Kasatnarkoba AKP I Made Indra Wijaya mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan seorang pelaku..
6 jam yang lalu

Hukum Mati Para Koruptor, KPK : Syarat Terpenuhi Kita Akan Terapkan

BeritaCenter.COM - Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menanggapi ucapan Presiden RI Joko Widodo..
7 jam yang lalu

Polisi Bantah Adanya Tawuran Antar Ormas di Kemayoran

BeritaCenter.COM - Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful Anwar menegaskan bahwa tidak ada tawuran antar organisasi..
8 jam yang lalu

Nasdem Junjung Slogan "Politik Tanpa Mahar" dan Tolak Eks Koruptor Ikut Pilkada 2020

BeritaCenter.COM - Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Ali menegaskan kepada para kadernya agar tetap mengingat..
9 jam yang lalu

Polisi Tangkap Dalang Dari Pengeroyokan Maut di Ruko Sukoharjo

BeritaCenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan seorang pelaku dalam kasus perkelahian yang..
10 jam yang lalu

Banting Setir Hingga Masuk Selokan di Pulomas, Ini Kronologinya...

BeritaCenter.COM - Berusaha menghindari tabrakan dengan mobil yang ada di depannya, seorang supir nekat banting setir..
10 jam yang lalu

Gelapkan Uang Negara Hingga Rp 177 M, Pimpinan Divisi Treasury Bank Sumut Ditangkap

BeritaCenter.COM - Bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI), Senin (9/12/2019), Kejaksaan..
11 jam yang lalu

Cari Kepiting, Nelayan di Banyuasin Sumsel Tewas Diterkam Buaya Muara

Beritacenter.COM - Diduga diterkam buaya, seorang nelayan di Banyuasin, Sumatera Selatan, ditemukan tewas dengan..
12 jam yang lalu

Jasad Balita Yusuf 'Tanpa Kepala' Ditemukan di Parit Sejauh 4,5 Km dari Penitipan

Beritacenter.COM - Sempat hilang selama dua minggu, jasad balita Yusuf Ghazali ditemukan sudah tak bernyawa dengan..
12 jam yang lalu

Ngeri! Mayat Bocah Tanpa Kepala di Kalteng, Polisi: Kuat Dugaan Korban Asusila

Beritacenter.COM - Heboh, temuan jasad bocah tanpa kepala juga ditemukan di semak-semak di Katingan, Kalimantan..
13 jam yang lalu

Sambangi Istana, Ahok: Saya Senyum-senyum Duduk Depan Presiden-Wapres

Beritacenter.COM - Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, menyambangi Istana..
13 jam yang lalu

Modus Kasih Uang Rp 4000, Pria Bau Tanah Cabuli 8 Bocah SD

Beritacenter.COM - Seorang pria bau tanah bernama Slamet Riyadi (54) warga Kecamatan Pagyungan, Kabupaten Brebes tega..
13 jam yang lalu

ASH Minta Jokowi Mengevaluasi Total Kebijakan Pengelolaan Pangan Nasional

Beritacenter.COM - Kordinator Kelompok Aliansi Stabilkan Harga (ASH) Abdul Syarif Hidayatullah meminta Presiden Joko..
14 jam yang lalu

Kasian! Mahasiswi di Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Halaman Belakang Kost

Beritacenter.COM - Mahasiswi di Universitas Bengkulu ditemukan tewas terkubur di belakang rumah kostnya, di kelurahan..
14 jam yang lalu

Basis Militer Irak Kembali Dihajar Roket Katyusha

Akibat serangan tersebut, enam orang harus menanggung luka di sekujur badannya. Pasukan keamanan menemukan sebuah..
14 jam yang lalu

Inilah Klub Selanjutnya Jika Ivan Rakitic Pergi Dari Barcelona

Beritacenter.COM - Gelandang Barcelona Ivan Rakitic mengakui bahwa dirinya masih ingin bertahan bersama Barcelona...
14 jam yang lalu

Mahkamah Konstitusi Sidang Pendahuluan Uji Formil dan Prosedur Pembentukan UU KPK

Diketahui juga jika dalam permohonan tersebut, para pemohon mengajukan uji formil UU KPK. Pemohon meminta MK..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi